Gubernur Kaltara Resmikan Koperasi Merah Putih Percontohan Desa Apung Dan Kelurahan Selumit

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum meresmikan Kantor dan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Apung, Kabupaten Bulungan bekerja sama dengan Perum Bulog Kaltara, Senin (21/7).

Peresmian tersebut dilakukan bertepatan dengan peluncuran KDMP dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) serentak oleh Presiden Prabowo Subianto secara virtual yang dipusatkan di KDMP Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

“Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) sebagai penggerak utama ekonomi rakyat,” ucap Presiden Prabowo.

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal menyampaikan KDMP Desa Apung ini ditetapkan sebagai koperasi percontohan (mock up) di wilayah Kaltara dan diharapkan menjadi lokomotif kemandirian ekonomi desa.

“KDMP Desa Apung menjadi salah satu dari dua koperasi percontohan di provinsi ini, bersama Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kelurahan Selumit, Kota Tarakan,” kata Gubernur Zainal.

Gubernur Zainal menuturkan penetapan KDMP Desa Apung, Kabupaten Bulungan dan KKMP Kelurahan Selumit, Kota Tarakan telah memenuhi kriteria yaitu memiliki minimal enam gerai layanan seperti sembako, pupuk, LPG, keuangan, logistik, dan kerja sama bisnis berbasis potensi lokal.

Selanjutnya, ia menekankan pada pembentukan KDMP / KKMP bukan hanya sekadar program administratif, melainkan strategi nasional dalam membangun ekonomi kerakyatan berbasis desa.

“Ini adalah perwujudan nyata dari Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. Kita mulai dari desa, dari kekuatan rakyat sendiri,” imbuhnya.

Selanjutnya, Gubernur Zainal menjelaskan bahwa saat ini terdapat total 482 desa dan kelurahan di Kaltara yang telah memiliki Koperasi Merah Putih, baik secara mandiri maupun dalam bentuk gabungan.

Keberadaan koperasi ini diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi kebutuhan pokok, menciptakan lapangan kerja, serta menjadi saluran distribusi bantuan pemerintah secara lebih efisien.

Dikatakannya peresmian ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari komitmen jangka panjang dan mendorong seluruh jajaran pemerintah daerah.

Dimulai dari desa hingga provinsi, untuk terus melakukan pembinaan, pendampingan, dan penguatan tata kelola koperasi agar mampu menjadi motor ekonomi rakyat yang sehat, kuat, dan mandiri.

“Saya mengajak semua untuk menjadikan koperasi sebagai rumah besar ekonomi rakyat dan tempat bertemunya harapan, kerja sama, dan semangat gotong royong,” pungkasnya.

Peresmian tersebut dihadiri Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, SE., M. Si, Bupati Bulungan, Syarwani, S. Pd., M.Si, Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md., jajaran kepala perangkat daerah Pemprov Kaltara dan Kabupaten Bulungan, unsur Forkopimda, hingga Satgas Koperasi Merah Putih dan perwakilan masyarakat.

(dkisp)

KORMI Nunukan Kirimkan Pegiat Olahraganya Bersama Perwakilan Kalimantan Utara Untuk Berlaga di Fornas VIII NTB Tahun 2025

NUNUKAN – Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, S. Sos melepas peserta kontingen Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Nunukan yang terdiri dari Pimpinan Kontingen, Official Pegiat Olahraga yang akan berlaga di Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 26 Juli hingga 1 Agustus 2025. Bersama denga perwakilan dari Kabupaten dan kota di Kaltara. 

Kontingen Fornas VIII dari KORMI Kabupaten Nunukan Pelepasan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Nunukan, Senin, 21 Juli 2025

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nunukan Hermanus mengajak masyarakat untuk sama sama memberi motivasi, dukungan dan doa kepada Kontingen Nunukan yang turut mewakili Kalimantan Utara semoga meraih Prestasi pada ajang Fornas Ke – 8 tahun 2025 di NTB

“Pagi ini, kita akan sama – sama melepas kontingan Kabupaten Nunukan yang akan mengikuti festival olahraga Masyarakat Nasional atau Fornas ke – 8 tahun 2025 di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Mari kita beri dukungan dan doa yang terbaik, semoga kontingen kita bisa meraih prestasi yang setinggi – tingginya, dan membawa pulang medali yang sebanyak banyaknya,”ujarnya .

Hermanus juga mengingatkan kepada kontingen untuk menjaga nama baik Kabupaten Nunukan dan dapat berjuang semaksimal mungkin.

“Kepada seluruh kontingen, saya mengingatkan bahwa kalian semua datang dengan membawa nama baik, kehormatan, dan semangat dari seluruh masyarakat di kabupaten nunukan. untuk itu, saya minta agar seluruh atlet, pelatih, dan official bisa berjuang sekeras mungkin, semaksimal mungkin, dan all out, untuk memenangkan setiap pertandingan,” ujarnya

Lebih lanjut Hermanus berpesan untuk jangan memperlakukan istimewa terhadap salah satu cabang olahraga.

“Jangan ada perlakuan istimewa terhadap salah satu cabang olah raga, semua cabang olah raga harus diberi perlakuan dan perhatian yang sama, karena dalam setiap kompetisi, apapun bisa terjadi. bisa saja.yang awalnya tidak diunggulkan, namun ternyata saat bertanding justru bisa membuat kejutan – kejutan.

Dalam ajang fornas ke – 7 di Jawa Barat, kita sudah mampu menorehkan prestasi yang cukup baik. Syamsudin, salah satu atlet kita dari cabang pertandingan Domino mampu menyumbangkan medali emas bagi Provinsi Kalimantan Utara. prestasi itu saya harapkan bisa memberikan motivasi bagi seluruh Pegiat Olahraga yang akan bertanding dalam kejuaraan nanti”, tambahnya.

Diakhir sambutannya, Hermanus optimis para pegiat olahraga yang berlaga nantinya akan lebih baik dari tahun lalu.

“Pegiat Olahraga yang akan berangkat pada hari ini adalah orang – orang pilihan yang telah melalui seleksi ketat. mereka juga telah menjalani masa latihan yang sangat keras, maka saya optimis kita akan bisa unjuk gigi dalam fornas kali ini.

jujur, saya tidak berani mematok target harus meraih berapa medali dalam kejuaraan ini, namun saya optimis hasil kali ini akan lebih baik daripada sebelumnya.

”Kalau fornas sebelumnya bisa dapat 1 emas, ya mudah – mudahan tahun ini bisa dapat 3 sampai 5 medali”, harapnya.

Menutup sambutannya, Hermanus menitipkan harapan yang besar kepada Kontingen.

“Pesan saya, berangkatlah kalian dengan semangat yang menyala – nyala, dengan berani, dan pulanglah dengan medali yang sebanyak – banyaknya.

Terakhir, saya ingin mengingatkan bahwa kita akan bertanding dengan saudara – saudara kita setanah air. sehingga saya harapkan kepada seluruh kontingen senantiasa menjaga sportifitas dan semangat kekeluargaan. jangan sampai hanya gara – gara olah raga kita menjadi saling bermusuhan satu dengan yang lain,”tutupnya.

Pegiat olahraga yang akan berlaga di ajang tersebut, Panahan Tradisional, Binaraga, Airsofter, Aerobik/Fitnes, Pelayang dan Senam.

(PROKOMPIM)

Hari Kedelapan Ops Patuh Pallawa 2025: Satlantas Wajo Gencarkan Penindakan dan Edukasi Lalu Lintas

WAJO – Memasuki hari ke-8 pelaksanaan Operasi Patuh Pallawa 2025, Satuan Lalu Lintas Polres Wajo terus mengintensifkan giat penindakan dan sosialisasi tertib berlalu lintas kepada masyarakat—baik yang terorganisir maupun non-terorganisir. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin pagi, 21 Juli 2025, di Jl. Ahmad Yani, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo.

Dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Wajo, AKP Riyanda Putra Utama, S.Tr., S.IK., M.H., jajaran Satlantas turut menyampaikan sejumlah imbauan dan edukasi kepada para pengguna jalan. Tak hanya menindak, petugas juga mengedukasi masyarakat tentang delapan prioritas pelanggaran yang menjadi sasaran dalam operasi ini:

1. Menggunakan ponsel saat berkendara.

2. Pengemudi/pengendara di bawah umur.

3. Berboncengan lebih dari satu orang.

4. Tidak menggunakan helm berstandar SNI dan penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis.

5. Melawan arus lalu lintas.

6. Berkendara dalam pengaruh alkohol.

7. Melebihi batas kecepatan.

8. Menggunakan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) tidak sesuai spesifikasi (plat gantung).

Dalam keterangannya, KBO Satlantas Polres Wajo IPTU Harpin, S.Sos., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas beserta jumlah korban jiwa dan kerugian fasilitas. “Selain penegakan hukum, kami ingin mengubah pola pikir masyarakat agar lebih disiplin dan sadar hukum di jalan,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Kanit Gakkum IPTU Rahmat Akbar Sultan, S.Sos., M.Si., dan Kanit Kamsel IPTU H. Baharuddin, bersama personel lainnya, turut aktif membagikan brosur keselamatan dan memberikan teguran simpatik kepada pengendara yang melanggar ringan.

Operasi Patuh Pallawa 2025 diharapkan menjadi momentum penting dalam mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Wajo. Satlantas Polres Wajo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi pelopor keselamatan dan ikut ambil bagian dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas di jalan raya.

*KASI HUMAS POLRES WAJO**/Vetty Rilla

Respon Positif Gagasan Dubes Seychelles, Gubernur Instruksikan Perangkat Daerah Segera Bentuk Tim

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, SH., M.Hum merespons positif gagasan Duta Besar (Dubes) Negara Seychelles, Nico Barito saat mengunjungi Kaltara, Senin (21/7) pagi.

Respons positif tersebut dibuktikan dengan menginstruksikan jajaran perangkat daerah untuk membentuk tim solid guna memproyeksikan provinsi ke 34 ini memiliki daya tarik dunia internasional dengan potensi yang dimilikinya. Tim itu terdiri dari tim pengembangan ekonomi, kedua tim pengembangan konservasi dan ketiga tim pengembangan pariwisata.

“Untuk segera dipimpin Pj. Sekprov untuk membentuk tim kecil seperti tim konservasi, tim pariwisata desa adat. Minimal 3 tim harus segera dibentuk,” kata Gubernur.

Dalam sambutannya, Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Dubes Negara Seychelles, Nico Barito atas kunjungan sebelumnya di Jakarta.

“Alhamdulillah kemarin tiba di Tarakan dan tadi sore bersama Bapak Pj. Sekprov tiba di Tanjung Selor untuk menyampaikan beberapa hal gagasan yang akan beliau sampaikan untuk kemajuan Kalimantan Utara,” kata Gubernur Zainal.

Ia menyampaikan bahwa Pemprov Kaltara telah menjalin berbagai kerja sama baik di tingkat regional maupun bilateral, seperti forum Sosek Malindo dan BIMP-EAGA. Selain itu, dikatakannya terdapat juga program “Heart of Borneo” dalam rangka pengembangan sosial, ekonomi, budaya, serta konservasi di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.

“Heart of Borneo adalah program konservasi dan pembangunan berkelanjutan yang mencakup wilayah perbatasan Kalimantan, termasuk sebagian Brunei Darussalam,” kata Gubernur Zainal.

Kaltara juga memiliki potensi besar dalam keanekaragaman budaya, Gubernur menjelaskan Provinsi Kaltara yang dikenal dengan nama “Bumi Benuanta” ini memiliki suku asli yaitu Bulungan, Tidung dan Dayak.

Menurutnya keragaman corak dan identitas tersebut menjadi warna yang unik menampilkan berbagai ragam seni, tradisi dan budaya, namun tetap mempertahankan nilai – nilai budaya adiluhung dan kesatuan dalam aspek kehidupan.

Hadirnya Dubes Nico Barito, kata Gubernur, maka akan sangat membantu dalam pengembangan potensi – potensi tersebut, agar dapat memajukan dan menyejahterahkan masyarakat Kaltara.

Dia juga menyebutkan Dubes Nico Barito memiliki segudang pengalaman dari perbankan, pengelolaan lingkungan hidup, sumber daya alam dan mineral, investasi hingga pariwisata.

Selain berbekal pengalaman yang mumpuni Dubes Nico Barito juga sangat dikenal dalam kancah forum ASEAN, serta sebagai salah satu perintis pengembangan Program “Blue Carbon” dunia,

“Terima kasih banyak kepada Bapak Dubes berkenan hadir di Kalimantan Utara ini untuk memberikan pencerahan, arahan – arahan atau pun langkah – langkah yang dilakukan untuk membangun Kalimantan Utara,” katanya.

Dalam kunjungan Dubes tersebut, ia juga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara khususnya yang bersinggungan dengan kegiatan ini dapat berdiskusi secara aktif.

Di kesempatan ini Dubes Seychelles, Nico Barito mengapresiasi sambutan hangat Gubernur beserta seluruh jajaran Pemprov Kaltara, dirinya sangat takjub akan keramahan masyarakat ketika tiba di Kota Tarakan dan Tanjung Selor.

Nico mengatakan pengelolaan sumber daya alam dan mineral, pariwisata dan investasi apabila dikelola dengan tepat dan benar maka akan menghasilkan devisa pendapatan yang besar.

“Bagaimana kegiatan pembersihan pantai, penanaman manggrove, pengelolaan ikan dan udang organik bisa dilihat sebagai potensi penghasilan ekonomi di Kaltara,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nico mengungkapkan apabila pengelolaan ini dilakukan dengan tepat, dengan melibatkan seluruh masyarakat maka selain mendapat dana dipastikan kawasan konservasi Kaltara akan terjaga minimal 10 tahun kedepan.

“Sehingga kita bisa memproyeksikan disini (Kaltara), orang yang memasukkan dana kemari bekerjasama dengan Bank Mandiri. Maka nanti ada dana konservasi dan dana pengembangan,” bebernya.

Dengan sistem tersebut, Nico memastikan Kaltara tidak akan kekurangan sumber daya hingga di masa depan.

(dkisp)

SIWO PWI Nunukan Kantongi Dukungan Penuh Bupati,  Langkah Konkret Menuju Tuan Rumah PORWADA II Kaltara

NUNUKAN – Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nunukan telah menuntaskan agenda krusial dalam persiapan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) II Kalimantan Utara.

Pertemuan strategis antara Pengurus SIWO PWI Nunukan dengan Bupati Nunukan yang dilaksanakan tadi malam (20/7/2025), berakhir dengan komitmen dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Hasil positif dari pertemuan ini menjadi modal fundamental bagi delegasi SIWO Nunukan yang akan mempresentasikan kesiapan daerah mereka pada Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) SIWO PWI Kaltara.

Rakerprov yang dijadwalkan di Tarakan pada Sabtu 26 Juli 2025 tersebut akan menjadi forum penentu penetapan tuan rumah Porwada II.

Alamsyah, Ketua SIWO PWI Nunukan, menyampaikan apresiasi tinggi atas respons positif dan dukungan konkret yang diberikan oleh Bupati Nunukan.

“Kami bersyukur, Bapak Bupati telah memberikan dukungan penuh dan arahan yang sangat konstruktif. Ini adalah sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Nunukan serius dalam mendukung pengembangan olahraga dan peran pers di daerah,” ujar Alamsyah usai pertemuan.

Menurut Alamsyah, dukungan yang diberikan Bupati mencakup aspek-aspek vital yang akan menjamin kelancaran dan kesuksesan PORWADA II jika Nunukan resmi ditunjuk sebagai tuan rumah.

Komitmen ini secara signifikan memperkuat posisi tawar SIWO PWI Nunukan di hadapan Rakerprov mendatang. Beberapa komponen krusial yang telah mendapatkan lampu hijau dan menjadi fokus pembahasan intensif dalam pertemuan tersebut meliputi;

Validasi Dukungan Anggaran dan Optimalisasi Fasilitas Olahraga: Bupati telah mengonfirmasi ketersediaan alokasi dan mekanisme penyaluran dukungan finansial dari APBD Nunukan.

Selain itu, asesmen kesiapan dan kapasitas venue olahraga, seperti Gelanggang Olahraga (GOR), hingga fasilitas pendukung lainnya sesuai cabang olahraga yang akan dipertandingkan, juga telah disepakati untuk dioptimalkan.

Manajemen Logistik dan Akomodasi Delegasi: Rencana detail mengenai skema akomodasi bagi seluruh kontingen wartawan dari kabupaten/kota se-Kaltara, termasuk aspek transportasi lokal, konsumsi, dan fasilitas penunjang lainnya, telah disetujui guna menjamin kenyamanan dan efisiensi mobilitas peserta.

Strategi Komunikasi dan Promosi Destinasi: Bupati menyambut baik pemanfaatan platform Porwada II sebagai sarana efektif untuk mengamplifikasi narasi promosi potensi pariwisata, budaya, dan investasi strategis Kabupaten Nunukan kepada khalayak pers se-Kaltara, yang kemudian akan direplikasi melalui kanal-kanal media mereka.

Harmonisasi Teknis Penyelenggaraan dan Pembentukan Struktur Panitia: Aspek teknis penyelenggaraan Porwada II, termasuk penjadwalan kompetisi, regulasi pertandingan, serta pembentukan struktur kepanitiaan ad-hoc yang solid dan profesional, telah dibahas dan diselaraskan untuk diajukan di Rakerprov.

Penguatan Peran Pers dalam Ekosistem Olahraga Daerah: Pertemuan juga menegaskan komitmen bersama untuk menjadikan Porwada II sebagai katalisator bagi peningkatan kualitas jurnalisme olahraga di Kaltara, serta mendorong wartawan untuk lebih proaktif dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mempublikasikan isu-isu strategis dalam pembinaan atlet dan pengembangan infrastruktur olahraga lokal.

Mitigasi Risiko dan Contingency Plan: Identifikasi potensi kendala atau risiko yang mungkin timbul selama persiapan dan pelaksanaan Porwada, serta perumusan contingency plan untuk memastikan kelancaran acara dalam berbagai skenario, juga telah menjadi bagian dari diskusi yang komprehensif.

Dukungan penuh dari Bupati ini memberikan optimisme besar bagi SIWO Nunukan untuk meyakinkan mengajukan diri sebagai tuan rumah Porwada II di Rakerprov mendatang.

Ini bukan hanya tentang kompetisi olahraga, tetapi juga tentang menunjukkan kapasitas Nunukan sebagai daerah perbatasan yang siap berkontribusi pada kemajuan olahraga dan pers di tingkat provinsi.

Keberhasilan SIWO Nunukan dalam mengamankan dukungan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Nunukan terhadap pembinaan talenta olahraga lokal dan penguatan peran media dalam pembangunan daerah.

Ini adalah langkah konkret menuju realisasi Nunukan sebagai episentrum kegiatan olahraga dan pers di Kaltara.

Dengan kolaborasi yang solid antara SIWO PWI Nunukan, Pemerintah Kabupaten Nunukan, dan seluruh stakeholder terkait, Porwada II di Nunukan bukan hanya akan menjadi ajang kompetisi, melainkan momentum historis bagi kebangkitan olahraga di Kaltara, yang digerakkan oleh semangat dan profesionalisme insan pers. (*)