Gereja Toraja Jemaat Efrata Pongtiku Diresmikan Pendiriannya

NUNUKAN – Menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit dari alun-alun kota Nunukan, maka kita akan tiba di salah satu tempat peribadatan untuk umat Kristiani, tepatnya di jalan Pongtiku Dalam RT. 17 Kelurahan Nunukan Tengah. 

Telah berdiri sebuah tempat ibadah bagi umat Kristen. Pendirian Jemaat Gereja Toraja Jemaat Efrata Pongtiku ini menjadi sarana bagi umat Kristiani yang berdomisili di wilayah Pongtiku Dalam. Gereja Toraja Jemaat Efrata Pongtiku berdiri bersama beberapa gereja dari berbagai denominasi gereja di daerah ini.

Mengucap syukur atas telah berdirinya jemaat gereja ini, jemaat Gereja Toraja Jemaat Efrata Pongtiku pun melaksanakan acara syukuran dan seremoni Peresmian, Sabtu (26/07/2025).

Acara dimulai terlebih dahulu dengan ibadah, dilanjutkan dengan acara Peresmian dan diakhiri ramah tamah dengan seluruh masyarakat yang hadir.

Mewakili Bupati Nunukan, Plt. Kaban Perbatasan, Yance Tambaru yang sekaligus adalah Ketua BAMAG Kabupaten Nunukan hadir dan membacakan sambutan Bupati Nunukan.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, dikatakan umat Kristiani harus saling saling bersatu tidak boleh boleh saling berpisah-pisah menjadi kelompok sendiri-sendiri karena hal itu akan sangat melemahkan kekuatan dan mengurangi semangat di kalangan umat.

Pemerintah akan terus hadir untuk memberikan keamanan dan kepastian serta kebebasan dalam memilih agama dan kepercayaannya masing-masing.

“Kepada seluruh masyarakat, saya tidak akan pernah lelah untuk mengingatkan kepada semua pihak untuk terus menjaga persatuan, kedamaian, semangat kekeluargaan dan jalinan silaturahmi diantara kita tanpa membeda-bedakan agama dan keyakinannya”, ajaknya.

Turut hadir dalam acara tersebut Anggota DPRD kabupaten Nunukan Samuel Parrangan, Kasat Pol PP Mesak Adianto, Bimas Kristen Kemenag kab Nunukan Jony Saleh, Pendeta dan majelis Gereja Toraja Ebenhezer Nunukan, Badan Pekerja Sinode Wilayah V Kalimantan Gereja Toraja, serta para pendeta dari denominasi gereja-gereja yang ada di Nunukan.

(PROKOMPIM)

Rakerprov SIWO PWI Kaltara Dalam Sidang Pleno Kedua Menetapkan Kabupaten Nunukan Sebagai Tuan Rumah Porwada II Kaltara

TARAKAN – Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov), Seksi Wartawan Olahraga (SIWO),Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Utara (Kaltara) akhirnya menetapkan dua agenda kerja yang akan direalisasikan.

Berlangsung di Ruang Pertemuan Hotel Galaxy Tarakan, Sabtu (26/7/2028), Rakerprov SIWO PWI Kaltara dibuka Musianto yang hadir mewakili KONI Kaltara dengan mengusung tema “Kerja Bersama, Sukseskan Porwada II Kaltara 2026 dan  Porprov II Kaltara 2026”.

Turut hadir juga Kabid Olahraga Disbudporapar Tarakan, Amas Ramadhan, Sekretaris PWI Kaltara, Azwar Halim, perwakilan sejumlah pengurus cabang olahraga di bawah naungan KONI Kaltara dan pengurus PWI dan SIWO Nunukan, Bulungan dan Tarakan serta pengurus SIWO PWI Kaltara sebagai peserta.

Ketua SIWO PWI Kaltara, Simon Eliazar menjelaskan bahwa rakerprov telah menetapkan dua agenda besar yang sesuai dengan rencana semula.

Tetapkan Nunukan Tuan Rumah Porwada II Kaltara.Keputusan pertama adalah rakerprov telah menetapkan Kabupaten Nunukan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) II Kaltara.

“Sudah ditetapkan dalam sidang pleno kedua tuan rumah  Porwada II 2026 yaitu Kabupaten Nunukan,” ujar Ketua SIWO PWI Kaltara, Simon Eliazar.

Sebelum ditetapkan, Ketua SIWO PWI Nunukan, Alamsyah, juga telah mempresentasikan persiapan menjadi tuan rumah.

Seperti kesiapan venue pertandingan yang akan digunakan, maskot Porwada hingga dukungan Bupati Nunukan terhadap kesiapan menjadi tuan rumah.

Selain menetapkan tuan rumah, rakerpov juga menetapkan jenis cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Porwada II Kaltara.

Menurut Eliazar, jenis cabang olahraganya tidak berbeda dengan Porwada I Kaltara. Hanya saja untuk cabang domino sudah resmi dipertandingkan dan memperebutkan medali.

“Ada 9 cabor yang akan dipertandingkan, sama dengan cabor yang dipertandingkan di Porwada I. Hanya saja di Porwada I, untuk cabang olahraha domino yang dieksebishikan, nanti sudah dipertandingkan,” beber Eliazar.

Adapun untuk peserta, rakerprov memutuskan masih berpatokkan pada keberadaan SIWO PWI di kabupaten dan kota. Artinya, sejauh ini baru 3 kabupaten dan kota yang akan menjadi peserta Porwada.

Namun, seiring berkembangnya wacana mengundang juga wartawan yang ada di Malinau dan Kabupaten Tana Tidung (KTT), pihaknya akan mempertimbangkan juga untuk merangkul peserta dari kedua daerah tersebut.

“Ini kita sembari menunggu ada gebrakan dari PWI Kaltara apakah nantinya akan dibentuk PWI Malinau atau KTT. Kalau pada saat pelaksanaan Porwada tidak terbentuk, maka nanti kita biasa siasati apakah mereka bisa datang sebagai peninjau atau ikut dalam bertanding mengikuti kontingen Tarakan atau Bulungan. Intinya wartawan yang tergabung dalam PWI, akan kita akomodir dalam Porwada nanti,” tutur Eliazar.

Untuk mensukseskan perhelatan Porwada, Eliazar mengaku akan ada sharing anggaran antara SIWO PWI Kaltara dengan SIWO PWI Nunukan. Akan tetapi pihaknya masih akan melihat lagi besaran anggaran yang digelontorkan dari Pemprov Kaltara melalui KONI Kaltara.

Sukseskan Porprov II Kaltara Keputusan lainnya adalah terkait perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kaltara yang akan berlangsung tahun depan juga di Malinau.

Rakerprov menyepakati bahwa SIWO PWI Kaltara dapat dilibatkan dalam perhelatan porprov dengan mengelola media center dan pemberitaan.

“Kita dari SIWO berinisiatif bagaimana nanti saat penyelenggaraan Porprov II Kaltara untuk media center, pemberitaan, hasil pertandingan bisa dikelola oleh SIWO PWI di provinsi maupun kabupaten kota,” tutur Eliazar.

Karena itu, pengurus SIWO PWI Kaltara nantinya akan berkoordinasi dengan KONI Kaltara untuk membahas terkait peran SIWO PWI Kaltara pada Porprov II nanti.

Selain kepada KONI Kaltara, SIWO PWI Kaltara juga berencana berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau agar dapat mengundang wartawan se-Kaltara mempublikasikan persiapan Malinau menjadi tuan rumah porprov.

“Kami berharap dari Pemkab Malinau bisa mengundang wartawan se-Kaltara datang ke Malinau untuk melihat kesiapan Malinau secara infrastruktur maupun kesiapan lainnya dalam menjadi tuan rumah porprov. Nanti kita akan coba berkoordinasi dengan Pemkab Malinau,” tutur Eliazar.

Jurnalis Radar Tarakan ini menegaskan dua agenda besar tersebut diharapkan menjadi penutup kepengurusan SIWO PWI Kaltara yang akan berakhir pada Oktober tahun depan.

(SIWO PWI Kaltara)

Gelar Rapat Komisi IV DPRD Kaltara Bahas Isu Ketenagakerjaan

TARAKAN- Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara menggelar rapat kerja di Kota Tarakan bersama instansi terkait dan perwakilan buruh, membahas berbagai isu ketenagakerjaan. Rapat ini dihadiri oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kaltara, Disnaker Kota Tarakan, BPJS Ketenagakerjaan, PT. Intraca Wood Manufacturing, dan Federasi Kebangkitan Buruh Indonesia (FKUI).
Hasil rapat menyepakati beberapa poin penting, antara lain:
1. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Utara diberikan fungsinya selaku dinas yang membidangi ketenagakerjaan untuk memfasilitasi, dan mengharmonisasikan hubungan antara Federasi Kebangkitan Buruh Indońesia (FKUI) dengan managemen PT. Intraca Wood Manufacturing. Secara legalitas keberadaan FK UI adalah legal karena sudah terdaftar di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Utara, agar diakomodir sebagai serikat buruh di PT. Intraca Wood Manufacturing.

2. PT. Intraca Wood Manufacturing telah melaksanakan kewajibanya yakni membayarkan BPJS Ketenagakerjaan atas rekomendasi dari Kejaksaan, bahkan diusahakan bayar hingga bulan juli 2025

3. Pihak perusahaan menyatakan telah melaksanakan sejumlah rekomendasi hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD pada 25 Maret 2025 di Tanjung Selor, antara lain:
Pemensiunan terhadap 35 orang pekerja dengan prioritas usia dan kondisi kesehatan,
Pemberian gaji sesuai ketentuan kepada pensiunan yang masih bekerja karena kebutuhan perusahaan,
Penghentian sistem kerja “dirumahkan” yang telah dinyatakan tidak diberlakukan lagi.

4. Salah satu hambatan utama dalam penegakan hukum ketenagakerjaan di Kaltara adalah belum adanya Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Disnakertrans Provinsi.

Rapat ditutup dengan komitmen bersama untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan di Kalimantan Utara.

(Humas DPRD Kaltara)

Ramah Tamah Bersama Pegiat Fornas Kaltara, Gubernur Targetkan Masuk 10 Besar

MATARAM – Menjelang pembukaan acara Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII tahun 2025 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pegiat Fornas Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus mematangkan segala persiapan fisik dan mental.

Termasuk Pemerintah Provinsi Kaltara, dalam hal ini Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., bersama Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, S.E., M.Si., tak henti-hentinya memberikan dukungan, seperti menggelar acara Ramah Tamah bersama kontingen Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kaltara.

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal berpesan agar seluruh pegiat Fornas dari Kaltara untuk terus menjaga kekompakan dan kesehatan agar dapat mempersembahkan penampilan terbaik dalam ajang yang mengusung tema “Nusa Tenggara Barat, Kalah Menang Semua Senang” tersebut.

“Termasuk selalu menjaga etika dan sopan santun selama berada ditempat ini. Tunjukan bahwa orang Kaltara itu adalah orang yang sangat sopan mentaati aturan yang ada disini
(NTB, red),” ujarnya.

Gubernur Zainal juga sempat menyoroti tema yang diusung dalam ajang dua tahunan tersebut. Menurutnya, ini bukan sekedar soal kalah atau menang, tapi bagaimana usaha kita untuk dapat mewujudkan terlebih dahulu sebuah kemenangan.

“Jadi kita harus menang, dalam suatu pertandingan memang ada kalah ada menang, tetapi kalau tidak mau kalah ya jangan bertanding. Tetapi kita harus tunjukan bahwa Provinsi Kaltara memiliki pegiat-pegiat yang hebat,” tegasnya.

Menurutnya, ajang kali menjadi pembuktian bahwa Provinsi Kaltara dapat berbuat jauh lebih baik dari ajang sebelumnya. Hal tersebut perlu dibuktikan dengan jumlah perolehan medali yang diraih nantinya.

“Terbukti di Fornas VII Jabar kita memperoleh 42 medali, diantaranya 16 medali emas, 13 medali perak, dan 13 medali perunggu. Kita harapkan perolehan medali di Fornas VIII NTB ini bisa lebih meningkat dan InsyaAllah masuk sepuluh besar,” imbuhnya.

Menutup sambutannya, Gubernur menyampaikan saran kepada pengurus KORMI Kaltara agar olahraga rekreasi Sumpit atau Sumpitan agar dapat diusulkan kepada KORMI pusat untuk menjadi cabang yang diperlombakan di ajang FORNAS selanjutnya.

“Coba diusulkan untuk olahraga Sumpit masuk dalam kegiatan KORMI, karena ini belum ada saya lihat dikegiatan KORMI. Kita Kaltara bisa mengusulkan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua KORMI Kaltara, H. Achmad Djufrie, SE., MM., Ketua KONI Kaltara, H. Muhammad Nasir, SE., MM., Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, SE., Kepala Dispora Kaltara, Saiful Bachry, S.E., Ketua Kontingen KORMI Kaltara, Adi Nata Kusuma, Sekjen KORMI Kaltara, Sekjen KORMI Kaltara, Suryanata Al Islami, S.HI., dan beberapa unsur yang turut terlibat mendampingi pegiat Fornas asal Kaltara.

(dkisp)

Polsek Tempe Panen Raya Jagung Dukung Ketahanan Pangan Nasional

WAJO — Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional dan menindaklanjuti Asta Cita Presiden RI, Polsek Tempe melaksanakan kegiatan Panen Raya Jagung di lahan binaan Kelurahan Cempalagi, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, pada Jumat, 25 Juli 2025.

Panen jagung tersebut dilakukan di atas lahan seluas 1 hektare, yang merupakan lokasi binaan Bhabinkamtibmas Polsek Tempe, Aiptu Andi Nasrullah. Sebelumnya, di lokasi ini telah dilakukan penanaman benih jagung varietas Makxi 1, 2, dan 3, sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada pangan di daerah.

Kegiatan panen dimulai pukul 09.00 WITA dan berlangsung dalam suasana aman dan kondusif hingga selesai sekitar pukul 10.30 WITA, berlokasi di Jalan Sawerigading, Kelurahan Cempalagi, Kecamatan Tempe.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Tempe AKP Candra Said Nur, SH, MH, Bhabinkamtibmas dan penggerak lahan binaan Aiptu Andi Nasrullah, Bhabinkamtibmas Aiptu Muh. Yamin, BA Polsek Tempe Brigpol Firman Syah, SH

Kapolsek Tempe, AKP Candra Said Nur, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata keterlibatan Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya komoditas jagung yang menjadi bagian penting dalam rantai pangan nasional,” ujarnya.

Melalui program ini, Polsek Tempe berharap masyarakat bisa semakin mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan, serta memperkuat kolaborasi antara aparat keamanan dan warga dalam sektor pertanian.

**KASI HUMAS POLRES WAJO*/Vetty Rilla