Pj. Sekprov Berikan Semangat dan Motivasi Mahasiswa Baru Universitas Borneo Tarakan

TARAKAN – Pj. Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, Dr. Bustan, S.E., M.Si membuka acara “Peresmian Mahasiswa Baru Universitas Borneo Tarakan” digelar di Gedung Olahraga (GOR) Tipe B, Kampung Empat Kota Tarakan, Senin (4/8).

Mengawali sambutannya, Bustan menyambut baik para mahasiswa baru yang telah bergabung dalam Universitas Borneo Tarakan (UBT).

“Selamat datang dan selamat bergabung kepada seluruh mahasiswa baru Universitas Borneo Tarakan. Ribuan mimpi telah kalian ukir, ribuan langkah telah kalian tempuh, hingga akhirnya gerbang ilmu pengetahuan di UBT terbuka lebar untuk kalian,” kata Bustan.

Dia mengingatkan setelah peresmian ini akan dilanjutkan dengan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), yang merupakan bagian penting dalam proses transisi dari kehidupan sekolah menengah menuju dunia perguruan tinggi.

“PKKMB bukan sekedar agenda formal, tetapi sebuah proses pembekalan awal yang bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa baru pada lingkungan kampus, fasilitas pendidikan, serta sistem akademik dan non-akademik yang berlaku di UBT,” ujar Bustan.

“Kegiatan ini juga membantu mahasiswa baru menyesuaikan diri dengan dinamika kehidupan kampus yang lebih mandiri dan kompetitif, sekaligus membentuk karakter mahasiswa yang kuat, berintegritas, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial,” tambahnya.

Bustan berharap kegiatan PKKMB ini dapat menjadi momentum sebagai pijakan awal untuk mengenal dunia kampus, membangun jejaring pertemanan yang sehat, serta menanamkan sikap tanggung jawab sebagai insan akademik.

Selanjutnya, Bustan menyebutkan UBT memiliki peran strategis dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Kaltara. “Besar harapannya agar kampus ini dapat menjadi kawah candradimuka bagi tumbuhnya generasi-generasi muda Kaltara yang berilmu, berakhlak, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global,” tambahnya.

Tidak lupa, ia juga mengapresiasi seluruh civitas UBT, atas dedikasi dalam mencetak insan-insan akademis yang unggul. Pemprov Kaltara akan senantiasa mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi di daerah ini.

Diakhir sambutannya, Bustan memberikan pesan motivasi kepada seluruh mahasiswa baru UBT untuk bersemangat dalam menempuh kuliah.

“Masa kuliah adalah babak baru dalam hidup kalian. Ini adalah kesempatan emas untuk menggali potensi diri, mengembangkan bakat, dan memperluas wawasan. Jadilah mahasiswa yang aktif, kritis, dan inovatif!,” ucapnya.

“Ingatlah, kesuksesan tidak datang begitu saja. Ia membutuhkan kerja keras, dedikasi, dan semangat pantang menyerah. Raihlah ilmu setinggi-tingginya, ukirlah prestasi gemilang, dan jadikan diri kalian agen perubahan yang positif bagi masyarakat dan bangsa,” pungkasnya.

(dksip)

Wagub Sampaikan Nota Pengantar Ranperda RPJMD 2025-2029

TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala S.E., M.Si menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kaltara Tahun 2025-2029, dalam Sidang Paripurna ke-22 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara, Senin (4/8).

Wagub Ingkong menuturkan penyampaian nota pengantar Ranperda tentang RPJMD kepada DPRD merupakan amanat pasal 69 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017, untuk selanjutnya memperoleh persetujuan bersama antara DPRD dan Kepala Daerah.

“Ranperda tentang RPJMD Provinsi Kaltara Tahun 2025-2029 ini terdiri dari dokumen rancangan akhir RPJMD Provinsi Kaltara Tahun 2025-2029 dan naskah akademis Ranperda tentang RPJMD Provinsi Kaltara 2025-2029,” kata Wagub Ingkong.

Wagub Ingkong menyebutkan dalam dokumen rancangan akhir RPJMD Provinsi Kaltara 2025-2029, disusun melalui beberapa tahapan, yang pertama penyusunan rancangan awal RPJMD; kedua, persetujuan rancangan awal dengan DPRD.

Lalu ketiga, konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri; keempat, pembahasan dengan Pansus RPJMD; kelima, penyusunan rancangan RPJMD; keenam, pelaksanaan Musrenbang RPJMD.

Kemudian ketujuh, pembahasan dengan pansus RPJMD dan terakhir kedelapan yaitu penyusunan rancangan akhir RPJMD.

Dikatakannya secara subtansi, pada rancangan akhir RPJMD Provinsi Kaltara Tahun 2025-2029, diantaranya memuat isu strategis daerah, visi dan misi berkaitan dengan visi RPJPD dan visi RPJMN.

“Yaitu terwujudnya fondasi transformasi Kalimantan Utara yang kokoh sebagai Beranda Depan NKRI yang Maju, Makmur dan Berkelanjutan,” jelasnya.

Wagub Ingkong, rancangan akhir RPJMD Provinsi Kaltara Tahun 2025-2029 telah mengikuti kaidah, sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2025, dan dilakukan pembahasan bersama dengan Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD, Ketua beserta anggota Pansus RPJMD pada 8-10 Juli 2025.

“Harapannya rancangan peraturan daerah disampaikan hari ini dapat dipertimbangkan untuk segera disepakati bersama mengingat penetapan peraturan daerah tentang RPJMD paling lambat pada tanggal 20 Agustus 2025,” terangnya.

Menutup sambutannya, Wagub Ingkong mengucapkan terima kasih kepada pimpinan DPRD beserta seluruh anggota DPRD Kaltara atas terselenggaranya sidang paripurna ini.

“Mari kita wujudkan fondasi transformasi Kalimantan Utara yang kokoh sebagai Beranda Depan NKRI yang Maju, Makmur dan Berkelanjutan,” pungkasnya.

(dkisp)

Pemprov Kaltara Matangkan Strategi Penurunan Stunting Tahun 2025

TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si. memimpin Rapat Rencana Aksi Reformasi Birokrasi Tematik Tahun 2025, agenda pencegahan dan percepatan penurunan stunting, di Ruang Rapat Wagub Kaltara, Senin (4/8)

“Penanganan stunting membutuhkan pendekatan lintas sektor yang terintegrasi, berbasis data, dan dilakukan secara konvergen,” kata Wagub Ingkong mengawali sambutannya.

Wagub Ingkong menekankan bahwa stunting bukan sekadar isu kesehatan, tetapi merupakan permasalahan pembangunan jangka panjang yang memengaruhi kualitas generasi masa depan, produktivitas, serta daya saing bangsa.

Ia menuturkan pada rapat ini bisa menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor dalam rangka menurunkan angka stunting di Bumi Benuanta.

Meski pemerintah pusat telah menetapkan target prevalensi stunting nasional sebesar 18,8 persen pada tahun 2025 dan 5 persen pada tahun 2045, namun provinsi Kaltara lebih ambisius dengan target 15,1 persen di tahun 2025 dan 3,6 persen pada 2045.

“Fokus kita tidak boleh hanya pada anak yang sudah stunting, tetapi harus lebih kuat pada pencegahan stunting baru,” ujarnya.

Wagub Ingkong menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara menyatakan siap menyelaraskan strategi daerah dengan kebijakan nasional, melalui 6 langkah prioritas, pertama melaksanakan penguatan komitmen dan kepemimpinan daerah dengan Wagub sebagai Ketua Pelaksana.

Kemudian kedua, melakukan perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat, khususnya edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK); ketiga, konvergensi program dan anggaran dengan integrasi dalam RKPD dan APBD serta sistem tagging dan tracking.

Selanjutnya keempat, penguatan ketahanan pangan dan gizi melalui pemanfaatan pekarangan, distribusi pangan lokal, dan dukungan MBG (Makan Bergizi Gratis) untuk Balita.

Lalu kelima, melaksanakan peningkatan kapasitas pelaksana di daerah dari provinsi hingga desa; dan keenam, melakukan pemantauan dan evaluasi berbasis NIK, dengan sistem Web Aksi Bangda.

Terakhir, Wagub Ingkong berpesan agar rapat ini tidak hanya menjadi kegiatan administratif, tetapi menjadi forum penyamaan visi dan strategi konkret di lapangan.

Ia mengajak seluruh pihak untuk bekerja lebih keras dan kolaboratif demi menciptakan generasi Kaltara yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kita semua dalam melaksanakan amanah besar ini,” tutupnya.

(dksip)

Apel Tantingan, Tradisi Wajib dalam Pendidikan dan Pelatihan Calon Pasukan Pengibaran Bendera Pusaka Kabupaten Nunukan

NUNUKAN – Tantingan adalah tradisi wajib di setiap pendidikan dan pelatihan (Diklat) Paskibraka. Tantingan ini merupakan prosesi penerimaan para calon Paskibraka Kabupaten Nunukan Tahun 2025 sebagai penghuni Desa Bahagia (Asrama). 

Selama kurang lebih 15 hari para adik-adik calon Paskibraka Kab. Nunukan ini akan ditempa dan dilatih oleh para pembina dari TNI/POLRI hingga pada peringatan Hari Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus nanti mereka bertugas untuk mengibarkan sang saka merah putih.

Mewakili Bupati Nunukan, Kepala Badan Kesbangpol Kab. Nunukan Hasan Basri memimpin upacara Penerimaan Calon Paskibraka Kab. Nunukan di halaman Mess BKPSDM Nunukan. Senin (4/8/25).

Kepala Bakesbangpol Kab. Nunukan Hasan Basri, mewakili Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada adik-adik Capaskib yang sudah terpilih dan dipercaya untuk menjadi pasukan pengibaran bendera pada Peringatan Hari Kemerdekaan RI Ke 80 pada tanggal 17 Agustus nanti.

“Kalian adalah putra-putri terbaik pilihan yang telah melewati seleksi ketat. Kalian adalah harapan bangsa, khususnya di Kabupaten Nunukan,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Dalam sambutannya, Bupati juga menyampaikan bahwa menjadi anggota Paskibraka adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.

“Anggota Paskibraka tidak hanya bertugas mengibarkan bendera, tetapi juga menjadi contoh bagi generasi muda lainnya dalam hal kedisiplinan, semangat kebangsaan, dan cinta tanah air,” ungkapnya.

Bupati berharap kepada seluruh calon Paskibraka agar hal baik yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bahkan dijadikan sebuah karakter.

Tak lupa, dalam sambutannya Bupati Nunukan menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia, pelatih, pamong, dan tim medis yang mana telah banyak membantu dalam mempersiapkan calon anggota Paskibraka yang akan dilatih, dibina juga mendampingi para anggota Paskibraka guna persiapan dalam melaksanakan kegiatan 17 Agustus 2025 nanti.

“Saya pesan kepada para pamong dan pelatih, berikan bimbingan terbaik kepada anak-anak kita ini. Didiklah mereka menjadi generasi muda yang berkualitas, berintegritas dan memiliki semangat juang yang tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, secara pribadi Kepala Bakesbangpol Kabupaten Nunukan Hasan Basri juga ikut berpesan kepada anggota calon Paskibraka Tahun 2025 yang sudah terpilih dan merupakan putra-putri pilihan terbaik dari 300 peserta yang ikut mendaftar dan melalui sleksi yang ketat.

“Ini merupakan langkah awal bagi adik-adik semua, bukan saja memikul tanggung jawab untuk mengibarkan bendera merah putih, tetapi juga memikul tanggung jawab besar untuk menegakkan martabat bangsa ini,” ungkapnya.

(PROKOMPIM)

Wisuda ke 9, STIT Ibnu Khaldun Nunukan Luluskan 68 Wisudawan dan Wisudawati

NUNUKAN – Sebanyak 68 wisudawan dan wisudawati Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ibnu Khaldun Nunukan resmi dikukuhkan pada Wisuda ke-9 yang digelar di Aula Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Minggu (3/8/2025).

Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan, Akhmad, turut hadir dan menyampaikan sambutan pada momen sakral tersebut.

Turut hadir dalam acara itu, Sekretaris Kopertais Wilayah XI Kalimantan Dr. H. Asikin Nor, M.Ag, Ketua Yayasan STIT Ibnu Khaldun H. Muhammad Pahmuddin, Ketua STIT Ibnu Khaldun Bakhrul Ulum, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nunukan, unsur Forkopimda, serta para orang tua wisudawan dan wisudawati.

Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan Akhmad, ia mengawali dengan kutipan dari Kyai Haji Bahaudin Nursalim atau Gus Baha:

“Hidup ini adalah tantangan. Begitu keluar dari satu masalah, maka akan datang masalah yang baru, begitu seterusnya.”

Mengaitkan dengan hal itu, Bupati menyampaikan bahwa para wisudawan dan wisudawati telah menyelesaikan satu fase penting dalam hidupnya—yakni pendidikan tinggi—dan kini bersiap menghadapi tantangan baru di tengah masyarakat.

“Entah itu mencari pekerjaan, melanjutkan studi ke jenjang S2, atau menempuh pilihan hidup lainnya, semua membutuhkan keyakinan, keterampilan, dan ketekunan,” ujar Akhmad.

Bupati juga mengingatkan bahwa meski para wisudawan lulus dari perguruan tinggi kecil di pulau perbatasan, masa depan tetap terbuka lebar.

“Percayalah, masa depan yang cerah bukan hanya milik alumni kampus besar seperti UGM atau ITB, tapi juga milik kalian—lulusan STIT Ibnu Khaldun Nunukan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa gelar sarjana hanyalah salah satu syarat menuju kesuksesan, namun yang terpenting adalah karakter, kompetensi, dan keberanian menghadapi kerasnya kehidupan.

Ucapan terima kasih dan apresiasi juga disampaikan kepada para dosen dan civitas akademika STIT Ibnu Khaldun yang telah berperan dalam mencetak lulusan yang siap bersaing.

“Tidak ada yang instan di dunia ini. Jika hari ini STIT Ibnu Khaldun baru dikenal, saya yakin suatu saat akan menjadi kampus Islam kebanggaan masyarakat Kaltara dan sekitarnya,” kata Akhmad optimis.

Kepada para orang tua, Bupati berpesan agar tidak membebani anak-anak mereka dengan tuntutan berlebihan.

“Nikmati setiap prosesnya, percayalah semua akan indah pada waktunya,” pungkasnya.

(PROKOMPIM)