Hadapi Covid-19 , kita Harus bergerak cepat dan sesuaikan protap, pesan Dandim 1407/ Bone.


BONE-Berandankrinews.com.
Komandan Kodim 1407/Bone Letkol Inf. Mustamin menghadiri rapat koordinasi percepatan pencegahan Covid 19 Kab. Bone, bertempat di Aula Lateya Riduni Rujab Bupati Bone Jln. Petta Ponggawae, Kamis(16/04/2020). Rapat koordinasi percepatan pencegahan Covid 19 Kab. Bone di pimpin langsung oleh DR. H A Fahsar M Padjalangi M.Si di dampingi wakil bupati Bone dan di hadiri oleh unsur forkopimda Kab. Bone.

Dalam sambutannya Bupati Bone menyampaikan bahwa kegiatan rapat koordinasi yang di laksanakan hari ini dalam rangka membahas langkah yang akan di ambil dalam menghadapi pandemi covid19 di Kab. Bone dengan melibatkan seluruh stakeholder serta tokoh agama.

Di kesempatan yang sama juga Letkol Inf. Mustamin yang sekaligus selaku Ketua I dalam gugus penanganan pencegahan Covid19 Kab. Bone turut menjadi pembicara mengatakan bahwa saat ini seluruh penanggung jawab sudah harus bergerak.

“Saat ini kita semua sudah harus segera ambil langkah cepat dalam pecegahan Covid19 dan sesuaikan dengan protap terutama bagi pos gugus yang berada di perbatasan kabupaten” Pungkas Dandim 1407/Bone. “Orang-Orang dari luar Kab. Bone yang akan memasuki Kab Bone agar diperiksa secara betul diposko perbatasan serta pada saat tiba di tempat yang dituju kembali diperiksa suhu badan oleh petugas medis baru menuju kerumah” Tutup Dandim Bone. 

Dalam rakor tersebut juga telah di laksanakan tandatangan maklumat bersama mendukung sepenuhnya fatwa MUI nomor 14 tahun 2020 tentang tidak melaksanakan salat berjamaah di masjid, salat sunnah tarawih pada bulan ramadhan dan semua kegiatan keagamaan di masjid. Hadir mendampingi Dandim 1407/Bone dalam rakor tersebut Pasi Ops Kodim 1407/Bone bersama Pasi Ter Kodim 1407/Bone.
(Pendim 1407/Bone)

Laporan
Muh Ishak Hammer

Wajibkan seluruh Babinsa jajarannya membuat Demplot,Ini tujuan Dandim 1407/ Bone


Watampone, Berandankrinews.com.
Guna mendukung kebutuhan pokok rumah tangga Seperti sayur sayuran, Komandan Kodim 1407/Bone Letkol Inf Mustamin, mewajibkan para Babinsa jajaran Kodim 1407/Bone membuat Demplot atau lahan percontohan, dihalaman Kantor Koramilnya termasuk di halaman rumah atau lahan mereka masing masing.

Seperti yang sudah dilaksanakan oleh Babinsa Koramil 1407-15/Mare, telah memanfatkan halaman depan kantornya untuk dijadikan lahan percontohan untuk ditanami sayur sayuran dan alhamdulillah sudah berhasil, Ini buktinya, Salah satu anggota Babinsa Koramil 1407-15/Mare terlihat berada ditengah tanaman terong yang begitu subur dan menghasilkan buah yang besar sementara dipetik oleh anggota.

Dandim 1407/Bone Latkol Inf Mustamin menjelaskan bahwa dibeberapa waktu yang lalu, Saya memang sudah memerintahkan para Babinsa jajaran Kodim 1407/Bone melalui Para Danramilnya, agar membuat sebuah lahan untuk tanam sayur sayuran seperti Kangkung, Bayam dan lainnya termasuk Cabai, Tomat Kunyit, Jahe dan lain sebagainya, Tujuannya selain bisa mengindahkan halaman juga kita bisa menikmati hasilnya,

“Dan ini sangat membantu untuk memenuhi kebuthan rumah tangga, karena kalau tanaman tersebut sudah kita taman di halaman rumah kita masing masing dan bila mana sudah berhasil, tentu ini sangat membantu kita terutama bagi ibu ibu kita, karena tidak perlu lagi ke pasar kalau cuma mau beli sayur sayuran,

“Apalagi Saat sekarang ini ditengah mewabahnya virus Coroma, ada kebijakan pemerintah yaitu membatasi perkumpulan massa dan Physical Distancing (jaga Jarak), otomatis orang lebih banyak beraktivitas di dalam rumah, guna mencegah penyebaran covid 19 di Indonesia khususnya di Kab. Bone,”Kata Dandim.

Ditambahkan, bahwa ini juga sebagai langkah antisipasi, bilamana perkembangan penyebaran virus Corona ini masih berkelanjutan paling tidak kita sudah punya logistik cadangan tanpa harus keluar atau ke pasar, tetapi mari kita berdoa agar penyebara covid 19 ini segera berakhir,”Ucapnya.
(Pendim 1407/ Bone)

Laporan
Muh Ishak Hammer

Pemkab Mateng Serius Hadapi COVID-19

Mamuju tengah , sulbar – Agar penangan kasus wabah tersebut lebih maksimal, Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju tengah telah menyiapkan tempat karantina jika ada masyarakat yang terkonfirmasi terindikasi Covid-19 melalui pemeriksaan Rapid Test Covid,(15/4/2020),

Gedung Puskesmas Salugatta yang lama di Kabupaten Mamuju Tengah akan dijadikan tempat karantina bagi pasien yang terindikasi Covid-19 (Corona). Pasien positif hasil rapid test akan dikarantina sembari menunggu hasil swab test keluar.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Mamuju Tengah, H. Aras Tammauni saat melakukan peninjauan bangunan Lama Puskesmas Salugatta.

Turut mendampingi Bupati Mateng, Sekkab Mateng, H. Askary Anwar., Kapolres Mateng, AKBP Zakiy. SH.,M.Si., Pabung Mateng Kodim 1418 Mamuju, Mayor Inf. Sahabuddin., Kadis Kesehatan, Setya Bero., Direktur RSUD Mateng, dr. Patunrengi., Kadis Sosial, Hj. Asmira Djamal.,

Lebih lanjut Bupati Katakan Puskesmas Salugatta yang lama dan Puskesmas Salugatta yang baru itu kita buatkan pagar keliling dan dipintu masuk nantinya ada pos penjagaan jadi orang tidak bisa lalu lalang keluar masuk ketempat tersebut begitupun dengan Puskesmas Salugatta yang baru tidak bisa saling berhubungan dengan tempat karantina tersebut,

Fungsi gedung ini agar penularan tidak terjadi sebelum hasil swab pasien keluar. Akan di karantina dulu, sebelum nanti tindak lanjut pemerikasaannya berdasarkan tes swab,

Untuk itu saya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar apa yang menjadi himbauan dari pemerintah pusat, pemprov dan Pemkab agar masyarakat mengindahkan himbauan tersebut,
Ini kita lakukan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di daerah kita ini di Bumi Lalla’Tasisara’ Kab. Mamuju tengah.

Saya juga mengharapkan kepada seluruh masyarakat agar dapat saling bekerjasama apabila ada petugas kesehatan yang ingin melakukan pemeriksaan menggunakan Rapid Test, tolong tertib dan mendengarkan apa yang menjadi arahan tersebut ini untuk kebaikan kita bersama-sama,

Marilah kita saling bekerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di daerah kita.

( Humas / Sal )

Bupati Asmat Elisa kambu, menyerahkan Bantuan 3.000. Masker untuk RSUD Agats


Berandankrinews.com
ASMAT–Pemerintah Kabupaten Asmat, menyerahkan bantuan 3.000 masker untuk RSUD dan Puskesmas Agats, sebagai bentuk kepedulian Covid-19 di Kab. Asmat.

Bantuan masker itu diserahkan langsung oleh Bupati Asmat Elisa Kambu, dan diterima langsung oleh Direktur RSUD Kab. Asmat, dr. Yeni Yokung. Rabu (15/4/20).

Elisa mengatakan, dari 3.000 masker tersebut, 2.000 untuk RSUD Agats dan 1.000 untuk Puskesmas Agats.

Masker tersebut nantinya diberikan kepada masyarakat ketika akan memeriksakan kesehatan baik di RSUD maupun Puskesmas Agats.

Selain itu, masker dibagikan saat tim kesehatan melakukan pelayanan dari rumah ke rumah, dengan melakukan sosialisai kepada masyarakat.

“Masker yang di serahkan ini, nanti akan dibagikan saat tim kesehatan melakukan pelayanan kepada warga setempat,” kata Elisa.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat khususnya di Distrik Agats, yang merupakan ibu kota Kabupaten Asmat, untuk mulai membatasi aktivitas di luar rumah.

Hal ini, untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, mengingat saat ini ada satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sedang menjalani isolasi di RSUD yang masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.

Laporan : Arjuna Wiwaha
Kabiro Asmat Papua

Kentut dan fenomena Virus Cerutu


Catatan Pinggir: Bahtiar Parenrengi

Kentut, hal yang tabu dilakukan ditengah keramaian. Bakal mengundang olok-olokan, bahan candaan bahkan umpatan.

Saat berada dikeramaian, mustahil kita bisa melakukan kentut yang bunyinya didengar orang lain. Suatu hal yang mustahil,apalagi kalau baunya tak sedap.

Kalau toh pun terjadi, maka kentut dikeramaian itu mungkin saja tidak disengaja. Sudah kebelet, atau dalam bahasa bugis, nakelo ettu.

Kalau ini terjadi, biasanya kita menjadi malu. Karena pasti orang yang mendengarnya bakal kaget dan tertawa.
Dalam berbagai literasi, Kentut adalah bentuk reaksi alamiah dari tubuh manusia berupa pelepasan gas dari dalam perut.

Gas yang dikeluarkan ini berasal dari sejumlah sumber, seperti gas dari darah yang masuk ke dalam usus, dan gas hasil reaksi kimia antara makanan dan bakteri yang terdapat di dalam usus.

Kentut atau ettu dalam bahasa bugis, bisa merupakan efek samping dari penyakit maag dan sembelit, atau edema angionetik usus.

Kini, kentut menjadi bahasan banyak orang di warung kopi maupun di media sosial. Entah ini dijadikan bahan candaan, supaya bisa tersenyum lebar ditengah ketakutan saat mewabahnya Virus Covid 19.

Kentut sudah menjadi hal biasa, dibanding dengan batuk dan influensa. Canda-candaan teman memang cukup menggelitik. Karena diera sekarang, batuk menjadi sangat menakutkan.

Banyak orang, termasuk sahabat kita biasanya langsung mengambil jarak, malah bisa curiga akan batuk kita. Curiga, dan muncul rasa khawatir, serta menduga gejalah penderita penyakit mematikan di jagat ini, corona.

Cerita-cerita yang sudah melebar sana-sini, bak penyebaran virus. Cerita telah menjelma seperti kata sahabat saya “Cerita campuru ettu alias Cerutu”.

Cerutu, mungkin berkomotasi, cerita yang telah dibumbui agar menjadi enak didengar. Atau mungkin saja dimaksudkan sindiran bagi si “paccarita”, bahwa ceritanya sudah tidak masuk akal. Entahlah.

Apapun istilahnya, kiasan ini telah menjadi sebuah istilah lucu-lucuan yang memiliki pemaknaan cerita yang terlalu dibumbui. Sehingga cerita tersebut terkadang memiliki bau yang tidak sedap.

Kiasan Cerutu juga menjadi simbol sindiran kepada seseorang yang hanya pintar bicara. Pintar protes dan banyak kritik tapi tak pandai memberi solusi.

Tak heran, dalam acara kumpul bareng dengan sahabat terkadang kiasan itu menyeruak.Telah menjadi fenomena sosial, baik didunia nyata maupun didunia maya dan dunia para pemain Medsos

Kentutlah sepuasmu. Karena bisa saja, kentutmu akan membawamu sedikit lega.
Kentutlah, tapi jangan meneriaki seseorang dengan sindiran, ettu muala. Karena teriakan ini pernah menjadi masalah yang cukup berat.

Kentutlah, sebab Kentut (flatulensi) bisa saja membuatmu tersenyum. Karena kentut yang berawal dari gerakan peristaltik usus (gerakan usus mencerna makanan menuju anus) itu menjadi gerakan peristaltik “memaksa” isi usus, termasuk gas, agar bergerak ke area dengan tekanan lebih rendah, yakni anus. Gas-gas ini lantas membentuk gelembung udara yang keluar melalui anus.

Plong jadinya. Sebab banyakan orang terlihat lega ketika kentutnya sudah keluar. Sehingga dengan kentut kita bisa mendapat manfaat yang tidak sedikit. Diantaranya,
Mengatasi perut kembung dan menghilangkan nyeri perut.

Ingat, jangan menahan kentutmu karena bisa saja akan membuatmu malu. Jangan menahan kentutmu karena bisa keluar tanpa kau sengaja.

Tetaplah menjaga etika agar orang lain tak menjadi berang. Biarkanlah kentut itu naik strata, tapi tetap menjaga diri untuk menghargai kehadiran orang lain. Sebab tak selamanya kentut itu indah.

Kentut memang cukup mengganggu, terutama karena bau khas yang dihasilkannya. Bau kentut berasal dari metana dan sulfur, serta dipengaruhi oleh konsumsi makanan tertentu.

Oleh sebab itu, mari sama-sama menghargai satu sama lain. Kita belajar untuk menghargai setiap perbedaan yang ada.

Kita belajar untuk saling menerima perbedaan dan masukan di antara sesama. Jangan hanya mau menang sendiri. Jangan bersifat egois dalam segala hal.

Sebab, belum tentu apa yang kita yakini benar, itu benar. Bisa jadi sebaliknya. Justru orang lain lah yang benar dan kitalah yang salah.

Mari saling menghargai. Ini jauh lebih baik dan lebih berguna daripada kita saling bermusuhan satu sama lain. Ingat perbedaan adalah sebuah keniscayaan dan berbeda pendapat adalah hikmah.

Watampone, Rabu,15-04-2020