Warga Desa Belilik Diresahkan Bau Busuk Menyengat

PANGKALAN BARU||BerandaNKRInews.com|| Pabrik minyak kelapa sawit milik PT. Putra Bangka Tani yang berlokasi di Desa Belilik Kecamatan Namang itu membuat warga Desa Belilik dan sekitarnya merasa resah, Pasalnya selain berbau busuk menyengat, beberapa warga merasakan sesak nafas.

Kepala Desa Belilik, Muldari, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa Pemerintah Desa (Belilik, Red) sudah dua kali melayangkan surat ke pihak perusahaan.

“Ya, kita lihat sendiri lah disana, kalau limbah itu sebenarnya tidak tumpah, dan kami sampai saat ini sudah dua kali melayangkan surat baik itu masalah bau, jalan, dan perbaikan jalan desa, tapi tidak ada tanggapan dari Perusahaan, WA saya juga nggak di balas sama Denden.”Ujar Kades Belilik.

Selaku putra asli Desa Belilik, Renaldi juga menyampaikan kekesalan nya terhadap perusahaan sawit tersebut.

“Saya pribadi dari awal memang tidak setuju dengan keberadaan pabrik ini, karna memang kalo berbicara terkait bau, pasti bau, kita berkaca dengan pabrik pabrik lain, apa ada solusi terkait bau limbah nya, ini bau nya sampai ke kamar kamar. jika kedepan masih juga tercium bau seperti ini, maka jangan salahkan kami,” ungkap Renaldi.

Selain itu kekesalan ini juga diungkapkan oleh masyarakat Desa kurau, yakni Andra Rafi.

” Kurau dapet bau e lah luk kali ( Kurau sudah dulu terkena bau) Kami yg dak de kebon sawit ge dapat imbas bau a ( Kami tidak punya kebun sawit,tapi terkena imbas bau nya).” Tutup Andra.

Sumber: Renaldi
Editor: Agus Muslim, S

Belitung Geopark, Wakili Asia Sebagai Anggota Baru UNESCO Global Geopark 2021

TANJUNG PANDAN||BerandaNKRInews.com||Perwakilan UNESCO menjelaskan, Belitong Geopark adalah satu-satunya geopark yang mewakili Asia sebagai anggota baru UNESCO Global Geopark (UGG) tahun 2021 bersama 7 anggota baru lainnya, yaitu Denmark, Finlandia, Jerman, Itali, Polandia, Yunani.

Hal ini disampaikan saat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman bersama Wakil Gubernur Abdul Fatah beserta istri hadir menjadi saksi sejarah terpilihnya Belitung Geopark sebagai Global Geopark pada acara Welcome Digital Event For The New Unesco Global Geoparks 2021, di ruang serba guna, Kantor Bupati Belitung, Kamis (22/04/21).

Zoom meeting bersama UNESCO Global Geopark dilaksanakan secara virtual melalui zoom meeting dari Paris, Perancis tepat pukul 19.00 WIB.

Saling sapa melalui zoom meeting, ucapan halo pihak UNESCO dari Paris disambut riuh kibaran bendera merah putih dari tangan para tamu undangan yang hadir di Kantor Bupati Belitung.

Geopark sendiri menjadi landmark, bukti sejarah evolusi kehidupan serta merupakan peninggalan kebudayaan “geological condition” yang memiliki peran penting dalam “intangible heritage”.

Dalam penjelasannya, untuk menjaga keindahan geopark dibutuhkan kerja sama pada berbagai tingkatan. Dalam menjalankan ini dibutuhkan partnership di tingkat global.

“Hubungan dalam berbagai level adalah yang terpenting,” tegasnya.

Lebih lanjut pihak UNESCO menjelaskan bahwa, bergabungnya Belitung menjadi anggota bukan hanya sekadar mendapatkan pengakuan internasional karena yang paling penting adalah dapat menjaga standar kualitas. Tentunya harus selalu diperhtikan apabila ada kesalahan secara periodik sehingga revalidasi penting bagi UNESCO.

“Jangan pernah lupakan komunitas lokal dalam setiap aksi. Lakukanlah pendekatan “bottom up” untuk menjalankan strategi yang berkelanjutan sesuai dengan SDG,” ujar pihak UNESCO.

Ditemui usai mengikuti zoom meeting, Gubernur Erzaldi mengatakan, usai ditetapkannya Belitong Unesco Global Geopark, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, serta komunitas geopark siap bersama-sama memberikan yang terbaik untuk geopark ini.

“Lahirnya Belitong UNESCO Global Geopark ini dapat memberikan nilai tambah untuk menyejahterakan khususnya masyarakat Belitung dan Babel pada umumnya,” ungkapnya.

“Pengelola dan komunitas dapat memanage, memelihara, dan mengelolanya dengan baik,” pesannya.

Turut hadir Bupati dan Wakil Bupati Belitung, Bupati Belitung Timur, Kepala Badan Geopark Belitong, Perwakilan Badan Pengelola Geopark Nasional, serta tamu undangan yang di antaranya adalah pejuang Geopark Belitong hingga diakui oleh UNESCO. (*)

Wartawan: Agus Muslim, SH

Miris, 4 Tahun Sejak Dibangun Pompa Air Gemuruh Mangkrak

PANGKALAN BARU||BerandaNKRInews.com|| Harapan warga di RT 06, Kelurahan Dul, Kecamatan Pangkalan Baru, Bangka Tengah untuk mendapatkan fasilitas air bersih pupus setelah sekian lama pompa air bersih yang dibangun di Kolong Air Gemuruh, tidak beroperasi.

Edwar, salah satu masyarakat Desa Dul Kelurahan Dul RT.06 menyayangkan Pompa air yang dibangun tepatnya di tahun 2018 itu sampai saat ini tidak pernah dioperasikan alias mangkrak!

“Pembangunan ini hanya buang buang duit saja, jangankan bermanfaat buat masyarakat, mesin air Pompa itu tidak pernah sama sekali dihidupkan, dari mulai dibangun sejak 2018 dan tak pernah dimanfaatkan sama sekali, hanya dibangun dan dipasang pipa-pipa besar. Dan tak tau kemana aliran pipa-pipa itu dihubungkan,” ungkap Eduar kepada awak media.


Untuk mengetahui duduk persoalan, awak media mencoba mengkonfirmasi persoalan tersebut kepada Mehoa selaku Ketua DPRD Bangka Tengah. Berikut petikan konfirmasinya:

“Bangunan itu bersumber dari Bantuan APBN KEMENPUPR bidang air bersih, nama program jika dak salah yang berhubungan dengan Pamsimas. Dan untuk lebih jelasnya hubungi pihak PU. Dan Terkait itu, kami dari DPRD bangka tengah sudah pernah mengunjungi pompa air tersebut yang berada di kolong air gemuruh.
Dan untuk tahun 2020 kita menganggarkan anggaran 2,1 milyar untuk mengoptimalkan pompa air tersebut, tetapi aggaran tersebut ditarik kembali untuk fokus ke covid-19. Dan 2021 kita anggarkan lagi sebesar 2 milyar lebih, tapi lagi lagi anggaran nya ke ambil lagi buat penanganan covid-19.” Jawab Mehoa via whatsApp.

Setelah awak media menanyakan kembali apa penyebabnya dari tahun 2018 sampai 2019 pompa air tersebut tidak pernah di operasikan? Dan sebagai ketua DPRD Bangka Tengah, apakah sudah melakukan tugas fungsi pengawasan terkait persoalan tersebut.

Namun sampai berita ini diturunkan yang bersangkutan, Ketua DPRD Bangka Tengah, Mehoa, belum merespon, Kamis (22/04/2021).

Sumber: Abie-WartaTipikor.com

Galang Dana Kemanusiaan Untuk Bencana NTT, Kompak Babel dan Lingkar 1 NTT Turun Ke Jalan

PANGKALPINANG, BerandaNKRInews.com||
Komunitas Media Peduli yang terdiri dari KOMPAK BABEL dan LINGKAR 1 NTT TANPA SEKAT BABEL, berkolaborasi turun ke jalan dalam aksi penggalangan dana untuk membantu korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur NTT beberapa waktu lalu.


Aksi galang dana kemanusiaan dilakukan setelah terlebih dulu mendapat izin dari Dinas Sosial Kota Pangkalpinang yang memberi kesempatan kepada komunitas untuk turun ke jalan hari ini (Kamis, 22/04/ 2021) di seputaran perempatan lampu merah Ramayana dan perempatan lampu merah Melintang. Aksi galang dana dipimpin langngsung oleh Koordinator Lapangan LS NTT, Mario, yang turut dihadiri LS Nong Vick selaku sekretaris acara. Kegiatan dimulai pukul 13:00 sampai dengan pukul 16:00 berjalan lancar, ungkap Ketua Umum KOMPAK BABEL, Gustiar Ady.

Saat dikonfirmasi awak media, koodinator lapangan Mario menuturkan bahwa aksi spontanitas tersebut diprakarsai oleh teman-teman sebagai bukti kedulian atas musibah yang menimpa saudara di NTT.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada KOMPAK BABEL dan kepada komunitas LS NTT karena turut serta turun ke jalan menggalang dana kemanusiaan. Secara khusus kepada masyarakat yang telah menyisihkan sebagain dana mereka untuk meringankan beban korban bencana. Dana yang terkumpul di aksi hari ini mencapi kurang lebih Rp. 4.000.000. Dan kami akan segera menyalurkan donasi ini kepada pemerintah NTT untuk disalurkan kepada korban bencana di Flores Timur dan Adonara.” Tutup Mario selaku koordinator acara. (*)

Wartawan: Agus Savar Muslim, SH

LSM GEBRAK Babel Minta Direktur RSUD dan Kepala Dinas Kesehatan Perhatikan Penyedia Lokal

PANGKALPINANG, BerandaNKRInews.com|| BERKAT KERJA KERAS pemerintah dan seluruh stake holder, geliat ekonomi di Provinsi Kep. Bangka Belitung semakin membaik setelah nyaris satu tahun terpuruk dalam resesi akibat wabah Covid-19. Hal itu ditunjukkan dengan membaiknya harga komoditas unggulan seperti lada, bijih timah, sawit dan karet.

Namun hal yang berbeda dirasakan oleh puluhan perusahaan lokal yang bergerak di bidang konstruksi dan pengadaan yang nyaris terpuruk selama satu tahun akibat kebijakan refocussing anggaran yang bermuara kepada hilangnya beberapa pekerjaan yang berimbas kepada menurunnya pendapatan. Keadaan ini dirasakan betul oleh penyedia yang tergabung dalam Forum Bisnis Babel (FBB).

Seorang direktur perusahaan yang sebelumnya lazim mendapatkan pekerjaan pengadaan di Dinas Kesehatan dan RSUD, menuturkan kesulitan dan keluhan di lapangan yang mereka hadapi yang nyaris membuat dirinya bangkrut.

“Bayangin aja mas. Hampir 2 tahun kita nggak dapat gawe (pekerjaan, red), membuat kita benar-benar nyaris kolaps!” Ungkap Mr M. yang tidak bersedia namanya dikorankan atas pertimbangan profesionalitas.

Masih menurut Mr. M., ia berharap kepada seluruh Kepala Dinas dan Direktur RSUD se-Babel berkenan membantu perusahaan lokal supaya bisa bangkit kembali.

Keluhan lain yang ia ungkapkan adalah adanya isu bahwa para oknum panitia di Dinkes dan RSUD di Babel diduga lebih “memperhatikan” penyedia dari luar Babel dibanding penyedia lokal.

Hal itu ditanggapi Martambos HS, Ketua LSM Gerakan Bersatu Rakyat Anti Korupsi (GEBRAK) Babel. Ia meminta Direktur RSUD dan Kepala Dinas Kesehatan se-Babel memperhatikan penyedia lokal supaya iklim berusaha kembali kompetitif.

“Saya selaku Ketua LSM GEBRAK Babel meminta perhatian dari Direktur RSUD dan Kepala Dinas Kesehatan se-Babel supaya memperhatikan penyedia lokal. Kalau bukan Bapak/Ibu (Direktur dan Kepala Dinas Kesehatan, red) yang membantu penyedia lokal, siapa lagi?” Pinta Martambos H.S.

Menanggapi adanya isu oknum panitia di RSUD dan Dinas Kesehatan yang patut diduga lebih memperhatikan penyedia dari luar Babel, Martambos HS berharap hal itu dilakukan secara proporsional. Ia berpendapat jika penyedia lokal tidak mampu memenuhi ketentuan, barulah ke penyedia luar.

“Terkait isu bahwa ada oknum penitia di RSUD dan Dinas Kesehatan lebih mengutamakan penyedia dari luar, saya berharap kebijaksanaan dari pejabat di RSUD dan Dinas Kesehan se-Babel. Bantulah rekan-rekan penyedia lokal. Mereka-mereka kan hidup di Babel. Bayar pajaknya juga untuk membantu Pemerintah Daerah kan?!” Tegas Martambos H.S.

Wartawan: Agus S. Muslim, S.H