Dari Sungai ke Meja Makan, Gubernur Ajak Pelajar Gemar Makan Ikan

TANJUNG SELOR – Dari sungai langsung ke meja makan. Ikan segar hasil fun fishing sore hari di Sungai Kayan langsung dibakar dan dinikmati bersama dalam suasana santai di tepian sungai, Sabtu (31/1) malam.

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum mengajak puluhan siswa SMP dan SMA makan malam bersama sambil menikmati ikan bakar. Suasana yang awalnya terlihat resmi pun berubah hangat dan penuh kebersamaan.

Lewat suasana yang hangat, Gubernur mengajak para pelajar membiasakan diri makan ikan melalui gerakan “Aku Suka Makan Ikan”. Duduk dan makan bersama siswa, Zainal menegaskan bahwa ikan adalah sumber protein lokal yang mudah didapat dan sangat bermanfaat bagi pertumbuhan anak-anak.

“Anak-anakku mulai hari ini, jangan malas makan ikan. Katakan dengan bangga, Aku Suka Makan Ikan. Karena di dalam piring kalian ini, ada nutrisi yang akan membentuk kalian menjadi pemimpin masa depan yang cerdas dan kuat,” pesannya kepada para pelajar.

Ia juga menjelaskan manfaat ikan bagi pelajar, mulai dari membantu meningkatkan fokus belajar karena kaya omega-3, protein untuk mendukung pertumbuhan tubuh, vitamin A untuk menjaga kesehatan mata, hingga mineral yang membantu menjaga daya tahan tubuh.

Makan malam di tepian Sungai Kayan ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan dan masa depan generasi muda bisa dimulai dari kebiasaan makan yang sederhana namun bergizi.

(dkisp)

Fun Fishing Tanjung Selor Resmi Ditutup, Gubernur Apresiasi Sportivitas

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum menutup resmi kegiatan Fun Fishing yang digelar selama dua hari, 30–31 Januari 2026 di Dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Selor, Sabtu (31/1).

Kegiatan ini diikuti 80 tim pemancing, termasuk peserta dari Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Gubernur yang dikenal memiliki hobi memancing tampak antusias menyambut para peserta yang datang membawa hasil tangkapan dari perairan sekitar Muara Bulungan.

Dalam sambutannya, Zainal mengapresiasi seluruh pihak atas suksesnya pelaksanaan Fun Fishing yang berlangsung tertib dan menjunjung sportivitas. Ia menyampaikan kegiatan serupa akan kembali digelar ke depan dengan konsep yang lebih baik.

“Selamat kepada para pemenang. Bagi yang belum menang, jangan berkecil hati. Masih akan ada kegiatan serupa dengan hadiah yang lebih menarik,” kata Zainal.

Menurutnya, Fun Fishing bukan hanya menjadi wadah menyalurkan hobi memancing, tetapi juga ajang silaturahmi antar komunitas serta sarana memperkenalkan potensi perikanan Kaltara.

Zainal juga menyampaikan terima kasih kepada panitia dan sponsor yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan Fun Fishing tersebut.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kaltara menyampaikan terima kasih kepada panitia khususnya yang sudah melaksanakan kegiatan ini dan seluruh pemancing yang ikut menyemarakkan Fun Fishing,” ucapnya.

Adapun hasil lomba, juara umum diraih Tim Casper 02, disusul juara kedua Tim Cowboy Fishing dan juara ketiga Tim Kumpau Fishing.

Selain itu, terdapat sejumlah kategori lain berdasarkan jenis ikan hasil tangkapan seperti kategori spesies ikan merah tompel, kategori spesies ikan merah taring, kategori spesies ikan kerapu, kategori spesies ikan senangin, kategori spesies ikan putih dan kategori ikan kakap putih.

(dkisp)


Lindungi HKI, UMKM Kaltara Siap Naik Kelas

TANJUNG SELOR – Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) punya peran penting, bukan hanya soal legalitas tapi juga sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai ekonomi pelaku usaha kreatif, khususnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Hal itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kalimantan Utara (Kaltara) Bertius, S.Hut., saat membuka Seminar dan Pendampingan Kekayaan Intelektual bertema “Peran Kekayaan Intelektual dalam Meningkatkan Nilai Tambah Ekonomi Kreatif UMKM”, digelar di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltara, Sabtu (31/1) pagi.

Bertius menjelaskan seminar ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pelaku usaha, akademisi, peneliti dan perangkat daerah tentang pentingnya mendaftarkan dan melindungi kekayaan intelektual seperti merek, hak cipta, paten, desain industri hingga indikasi geografis.

“UMKM di Kaltara adalah penggerak utama ekonomi kreatif berbasis inovasi dan kearifan lokal. Karena itu perlu pendampingan berkelanjutan agar karya dan inovasi masyarakat terlindungi secara hukum,” kata Bertius.

Menurutnya, produk UMKM yang sudah memiliki perlindungan HKI akan lebih kuat bersaing, memiliki nilai jual lebih tinggi, serta lebih mudah menembus pasar nasional hingga internasional.

Ia menambahkan, hak kekayaan intelektual atau disebut HKI merupakan aset strategis daerah yang bernilai ekonomi tinggi dan berperan penting dalam meningkatkan daya saing produk lokal.

Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara terus berkomitmen mendorong penguatan UMKM melalui berbagai program pembinaan, pendampingan, dan fasilitasi, termasuk perlindungan hak kekayaan intelektual.

Bertius berharap melalui kegiatan ini peserta tidak hanya memahami konsep HKI, tetapi juga mampu melakukan proses pendaftaran secara mandiri dan benar, sehingga potensi daerah dapat terlindungi dan memberi manfaat ekonomi.

“Dengan adanya seminar ini, kami berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hak kekayaan intelektual semakin meningkat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Seminar ini juga menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Republik Indonesia yang memberikan edukasi terkait prosedur pendaftaran HKI, tantangan serta strategi pemanfaatannya untuk pengembangan usaha dan inovasi daerah.

Kegiatan dirangkaikan dengan penyerahan cendera mata kepada Direktur Kerja Sama, Pemberdayaan dan Edukasi, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum Republik Indonesia beserta jajaran.

(dkisp)

Gubernur Zainal Raih Penghargaan The Best Governor 2026

BADUNG – Prestasi membanggakan kembali diraih Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum, meraih penghargaan “The Best Governor 2026” sebagai Gubernur dengan Kinerja Terbaik dalam Membangun Sinergi, Kolaborasi dan Pelayanan kepada Masyarakat.

Penghargaan itu diberikan pada ajang Indonesia Golden Awards 2026 yang digelar di Platinum Hotel Jimbaran Beach, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (30/1).

Penghargaan ini merupakan apresiasi atas kepemimpinan yang dinilai mampu menghadirkan perubahan nyata, inovasi serta percepatan pembangunan yang sejalan dengan visi Indonesia Maju.

Penilaian dilakukan dengan melihat inovasi kepemimpinan, khususnya dalam membangun sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat sejak awal masa kepemimpinan 2025–2026.

Usai menerima penghargaan, Gubernur Zainal menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas apresiasi yang diberikan.

“Terima kasih kepada Seven Media atas penghargaan ini,” kata Gubernur Zainal.

Menurutnya, keberhasilan berbagai program yang berjalan tidak lepas dari kuatnya kolaborasi oleh semua pihak.

Ia menjelaskan dengan diraihnya penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi adalah kunci utama dalam mendorong keberhasilan program-program pemerintah.

“Dengan sinergi yang solid antara pemerintah daerah dan pusat, berbagai program pembangunan dapat berjalan dan memberikan hasil nyata,” tegasnya.

Ke depan, Zainal menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pembangunan sumber daya manusia serta pemerataan akses dan konektivitas di seluruh wilayah Kaltara.

“Pembangunan sumber daya manusia, infrastruktur konektivitas, pendidikan dan kesehatan akan terus menjadi prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara untuk terus meningkatkan pelayanan publik dan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat Kaltara.

(dkisp)

Ketua DPRD Kaltara Hadiri Peringatan Hari Desa Nasional 2026

Malinau – Mewakili Ketua DPRD Prov. Kaltara Pdt. Robenson Tadem ketua Komisi II DPRD Prov. Kaltara Menghadiri Kegiatan Peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang dilaksanakan di Desa Pulau Sapi, Kec. Mentarang, Malinau. (Rabu 28/01).

Dalam kegiatan ini juga turut hadir Ibu Listiani Anggota DPRD Kaltara dan Ibu Vamelia, S.E Anggota DPRD Kaltara dan juga Hadir Sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tana Tidung.

Gubernur Kaltara Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A Paliwang, S.H., M.Hum secara resmi membuka rangkaian acara sekaligus Pameran Hari Desa yang menampilkan potensi-potensi unggulan desa di wilayah Kaltara ini serta pemberian penghargaan bergengsi kepada sejumlah Bupati dan Walikota atas dedikasi mereka dalam pembangunan desa. Selain itu, apresiasi khusus juga diberikan kepada Ketua TP Posyandu Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tana Tidung atas kontribusinya dalam peningkatan layanan kesehatan di tingkat desa.

Tak hanya seremonial, peringatan ini juga diwarnai dengan aksi nyata berupa pembagian bibit gratis dan penanaman pohon di lokasi yang telah ditentukan sebagai simbol komitmen pelestarian lingkungan desa, dan dilanjutkan Seminar Nasional dan Penguatan Wawasan Memasuki agenda utama, rangkaian kegiatan diisi dengan Seminar Nasional Hari Desa yang berlangsung di Balai Adat Desa Pulau Sapi. Seminar ini menghadirkan narasumber ahli, yakni: Prof. Dr. Drs. H. Ermaya Suradinata, S.H., M.H., M.S., serta Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan (PDP) Kemendes PDTT.

Acara berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber hingga sore hari. Melalui peringatan ini, diharapkan desa-desa di Kalimantan Utara semakin mandiri, berdaya saing, dan tetap menjaga nilai-nilai kebangsaan.

(Humas DPRD Kaltara)