Bupati Nunukan Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembagunan Gereja Sidang Jemaat Kristus Nunukan

NUNUKAN – Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Gereja Sidang Jemaat Kristus (GSJK) yang berlokasi di Jalan Hasanudin RT 05 RW 02, Kelurahan Selisun, Kamis (30/04).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh jemaat serta panitia yang telah berpartisipasi dalam rencana pembangunan rumah ibadah tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan gereja bukan sekadar mendirikan bangunan fisik, tetapi juga merupakan upaya membangun iman, mempererat kebersamaan, serta memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.

“Gereja adalah tempat umat Tuhan bertumbuh, saling menguatkan, dan menjadi terang bagi sesama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Irwan Sabri menilai pembangunan gereja ini sebagai wujud nyata semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat. Ia berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar, penuh hikmat, serta senantiasa mengandalkan Tuhan dalam setiap tahapannya. Ia juga mendoakan agar seluruh pihak yang terlibat diberikan kekuatan, kesehatan, dan ketulusan dalam melayani.

Pemerintah Kabupaten Nunukan selalu mendukung setiap upaya pembangunan yang membawa kebaikan, memperkuat kerukunan umat beragama, serta menjaga keharmonisan dalam keberagaman.

“Kita semua dipanggil untuk hidup dalam kasih, saling menghormati, dan menjaga persatuan, sebagaimana firman Tuhan mengajarkan kita untuk menjadi pembawa damai,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan sebagai satu keluarga besar di Kabupaten Nunukan, hidup rukun dalam keberagaman, serta saling menopang satu sama lain.

Ia berharap pembangunan gereja tersebut dapat segera rampung dan menjadi tempat ibadah yang membawa damai serta berkat bagi banyak orang.

(PROKOMPIM)

Bupati Nunukan Serahkan Surat Keputusan PNS Sekaligus Ambil Sumpah PNS Pemkab Nunukan

NUNUKAN – Bupati Nunukan H. Irwan Sabri serahkan Surat Keputusan PNS secara simbolis sekaligus mengambil sumpah janji PNS dan melantik Pejabat Fungsional sejumlah 112 orang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (30/04), di Ruang Rapat Lantai V Kantor Bupati Nunukan.

Dalam pidatonya, Irwan Sabri mengingatkan kepada para ASN bahwa sebagai PNS di Kabupaten Nunukan memiliki tantangan tersendiri. Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Nunukan adalah wajah Indonesia.

“Saya minta saudara untuk selalu memegang teguh nilai dasar ASN yang BerAkhlak, yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif,” Sebut Irwan pada acara yang dihadiri oleh para pejabat dilingkungan Pemkab Nunukan.

Sementara bagi pejabat fungsional, Irwan Sabri berharap dapat menunjukkan kinerja yang optimal pada jabatan masing-masing. Sebab kinerja jabatan fungsional mempertimbangkan kompetensi atau kesesuaian latar belakang pendidikan, keahlian, minat dan bakat.

Bupati mengingatkan bahwa pengambilan sumpah ini adalah pernyataan janji kepada tuhan dan negara. Menjadi PNS berarti siap menjadi teladan bagi masyarakat.

Khusus bagi ASN yang dilantik dalam jabatan fungsional, perlu dipahami bahwa kariernya kini berbasis pada keahlian dan kompetensi. Jabatan fungsional adalah ujung tombak profesionalisme birokrasi.

“Saya berharap saudara tidak berhenti belajar. Dunia berubah dengan cepat, teknologi berkembang pesat. Maka saudara harus menjadi aparatur yang inovatif, kreatif, dan tidak anti terhadap perubahan demi efisiensi layanan publik di Kabupaten Nunukan,” Kata Sabri mengingatkan.

Irwan juga berharap para ASN yang baru saja dilantik bisa menjadi agen peradaban sarat empati, yang tidak hanya menjalankan tugas rutin, tetapi juga peduli terhadap sesama dan lingkungan sekitar.

“Mari bersama-sama kita wujudkan Kabupaten Nunukan yang maju, kuat, demokratis dan sejahtera,” Tutupnya.

(PROKOMPIM)

Pansus DPRD Gelar Rapat Penyusunan Rekomendasi dan Pendalaman Hasil Monitoring LKPJ Gubernur Kaltara Tahun 2025

TARAKAN – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Kalimantan Utara Tahun Anggaran 2025 menggelar rapat strategis dalam rangka penyusunan rekomendasi serta pendalaman hasil monitoring dan evaluasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Rapat yang berlangsung selama dua hari, 29-30 April 2026, di Ruang Rapat Badan Penghubung Provinsi Kalimantan Utara di Tarakan ini dipimpin langsung oleh Ketua Pansus LKPj, Dino Andrian, SH., serta dihadiri unsur pimpinan DPRD, anggota Pansus LKPj, dan jajaran OPD teknis.

Pada hari pertama, agenda difokuskan pada penyusunan rekomendasi Pansus LKPj Tahun 2025 dengan melibatkan tenaga ahli dan tim pakar. Pembahasan dilakukan secara mendalam guna memastikan rekomendasi yang dihasilkan bersifat komprehensif dan tepat sasaran.

Memasuki hari kedua, rapat dilanjutkan dengan agenda konfirmasi dan klarifikasi data hasil monitoring Pansus LKPj bersama OPD terkait. Pembahasan mencakup evaluasi pelaksanaan program di sejumlah daerah, di antaranya Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau, dan Kabupaten Nunukan.

Ketua Pansus LKPj, Dino Andrian mengatakan bahwa Pansus LKPj berkomitmen untuk menghasilkan rekomendasi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kinerja OPD serta pelayanan kepada masyarakat.

Dengan pelaksanaan rapat ini, DPRD Kalimantan Utara melalui Pansus LKPj diharapkan dapat menyusun rekomendasi yang dapat menjadi acuan penting bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan di tahun-tahun mendatang.

(Humas DPRD Kaltara)

Pansus IV DPRD Kaltara Lakukan Kunjungan Kerja Ke Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tarakan

TARAKAN – DPRD Provinsi Kalimantan Utara melalui Panitia Khusus (Pansus) IV terus mengakselerasi penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Literasi dan Perbukuan. Upaya ini diwujudkan melalui kunjungan kerja ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tarakan, Kamis (30/04/26).

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Anggota Pansus IV, Hj. Siti Laela, bersama Supaad Hadianto, SE., dan Muhammad Hatta, ST., yang disambut langsung oleh jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tarakan.

Dalam pertemuan tersebut, Pansus IV melakukan pendalaman terhadap berbagai kebijakan, program, hingga implementasi pengembangan literasi dan perbukuan. Kota Tarakan dinilai memiliki sejumlah inovasi yang dapat menjadi rujukan, khususnya dalam meningkatkan minat baca masyarakat dan pengelolaan perpustakaan yang adaptif.

Hj. Siti Laela menegaskan bahwa Ranperda Literasi dan Perbukuan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Utara. Karena itu, proses penyusunannya harus berbasis data, pengalaman empiris, serta selaras dengan kebutuhan riil masyarakat.

“Melalui kunjungan ini, kami ingin menggali langsung strategi pemerintah kota dalam meningkatkan minat baca, pengelolaan perpustakaan, serta dukungan terhadap ekosistem perbukuan. Ini menjadi bahan penting agar Ranperda yang disusun benar-benar aplikatif dan implementatif,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tarakan memaparkan sejumlah program unggulan, di antaranya pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial, layanan perpustakaan keliling, serta kolaborasi aktif dengan sekolah dan komunitas literasi.

Namun demikian, mereka juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan sumber daya, akses wilayah yang belum merata, serta kebutuhan peningkatan koleksi buku yang relevan dengan perkembangan zaman.

Pertemuan berlangsung dinamis, mencakup berbagai aspek penting mulai dari regulasi, skema pembiayaan, peran pemerintah daerah, hingga partisipasi masyarakat dalam membangun budaya literasi. Pansus IV juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta pemangku kepentingan lainnya.

Melalui kunjungan ini, DPRD Kaltara berharap Ranperda tentang Literasi dan Perbukuan dapat menjadi payung hukum yang kuat dan komprehensif, sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara konkret.

Tak hanya itu, regulasi ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan minat baca, memperkuat industri perbukuan lokal, serta memperluas akses literasi secara merata di seluruh wilayah Kalimantan Utara.

(Humas DPRD Kaltara)

Penantian Panjang Berbuah Haru, Kakak Beradik Asal Nunukan Tunaikan Haji di Tengah Duka Mendalam

NUNUKAN – Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan calon jemaah haji asal Kabupaten Nunukan yang digelar di Aula Serbaguna lantai 5 Kantor Bupati Nunukan, Kamis (30 April 2026). Kegiatan tersebut dilepas langsung oleh Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, SE, atas nama Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Di antara para jemaah, terselip kisah menggetarkan hati dari kakak beradik, Andi Yakub dan Andi Nur Syafariyanti. Keduanya berangkat ke Tanah Suci bukan hanya untuk menunaikan rukun Islam kelima, tetapi juga membawa amanah besar—mewujudkan impian kedua orang tua mereka.

Duka mendalam masih membayangi langkah keduanya. Sang ibu telah lebih dahulu berpulang, sementara ayah mereka kini tengah berjuang melawan penyakit demensia dini (young-onset dementia). Di tengah ujian tersebut, harapan orang tua untuk menunaikan ibadah haji tetap hidup, dan kini dilanjutkan oleh anak-anaknya dengan penuh keikhlasan.

Dengan mata berkaca-kaca, sang adik, Andi Nur Syafariyanti—yang juga tercatat sebagai salah satu calon jemaah haji termuda asal Nunukan tahun ini—mengungkapkan isi hatinya dengan suara bergetar.

“Sesampainya kami di Tanah Suci nanti, kami ingin mendoakan ibu, semoga segala amal ibadahnya diterima dan diampuni dosa-dosanya semasa hidup. Dan untuk ayah, kami akan terus memohon kepada Allah agar diberikan kesembuhan dan kesehatan kembali,” ucapnya lirih menahan tangis.

Ia menegaskan bahwa perjalanan ini bukan sekadar ibadah, tetapi juga bentuk bakti dan cinta yang tak terhingga kepada orang tua. Bersama sang kakak, ia bertekad menjalani setiap rangkaian ibadah dengan niat tulus, menghadiahkan doa terbaik bagi kedua orang tua mereka.

Isak tangis keluarga pecah saat momen perpisahan. Pelukan hangat dan doa-doa yang dipanjatkan mengiringi langkah kakak beradik tersebut menuju perjalanan suci yang sarat makna. Di balik keberangkatan mereka, tersimpan kisah tentang kehilangan, kesabaran, dan keteguhan hati dalam menjaga amanah.

Dalam sambutannya, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE menyampaikan apresiasi dan doa bagi seluruh jemaah haji, khususnya bagi mereka yang membawa kisah penuh perjuangan dan ketulusan.

“Ini adalah bentuk bakti yang luar biasa. Semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan, kemudahan dalam menjalankan ibadah, serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” ujarnya.

Kisah Andi Yakub dan Andi Nur Syafariyanti menjadi pengingat bahwa perjalanan haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan hati. Di dalamnya ada doa yang tak sempat terucap, harapan yang tertunda, dan cinta yang terus hidup dititipkan dalam setiap langkah menuju Tanah Suci.

(PROKOMPIM)