Di TMP Telabang Bangsa, Sekprov Denny Ingatkan Perjuangan Belum Usai

TANJUNG SELOR – Langkah para pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Telabang Bangsa, Rabu (20/5), menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial. Di tempat peristirahatan para pejuang itu, tersimpan pengingat bahwa kemerdekaan dan keberlangsungan bangsa lahir dari pengorbanan panjang.

Usai mengikuti Upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara H. Denny Harianto, S.E., M.M., bersama kepala perangkat daerah melakukan ziarah dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan.

Di momen tersebut, Sekprov Denny menegaskan bahwa perjuangan bangsa tidak berhenti setelah kemerdekaan diraih.

“Bangsa ini ada karena jasa para pahlawan yang telah berjuang melawan penjajah. Tapi perjuangan tidak berhenti sampai di sini, kita harus terus berjuang,” kata Denny.

Menurutnya, tantangan perjuangan saat ini telah berubah. Jika dahulu melawan penjajahan secara fisik, kini bangsa dihadapkan pada tekanan geopolitik, dinamika ekonomi, dan berbagai tantangan global lainnya.

Karena itu, menjaga keberlangsungan pembangunan dan memastikan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian dari perjuangan masa kini.

“Bangsa ini harus tetap berjalan dan mampu menyejahterakan masyarakat, khususnya di Kaltara,” ujarnya.

Bagi Denny, semangat para pahlawan seharusnya tidak hanya dikenang, tetapi juga dijadikan dorongan untuk terus bangkit dan berkarya sesuai peran masing-masing.

“Pejuang ini menjadi motivasi untuk kebangkitan kita di bidang dan keahlian masing-masing,” pungkasnya.

Tabur bunga di TMP Telabang Bangsa pun menjadi ruang refleksi, bahwa semangat kebangkitan dan perjuangan harus terus hidup, meski bentuk tantangannya telah berubah seiring waktu.

(dkisp)

Sensus Ekonomi 2026: BPS Kabupaten Nunukan Terapkan Metode Baru “Ngibar” Demi Data Lebih Akurat

NUNUKAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan menggelar kegiatan sosialisasi dan pendataan Sensus Ekonomi 2026 di ruang pertemuan lantai 5, yang dihadiri oleh para pelaku usaha besar dan menengah dari berbagai wilayah, termasuk Nunukan dan Sebatik. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memetakan seluruh aktivitas ekonomi di daerah, dengan inovasi metode baru yang disebut “Ngibar” atau Mengisi Bareng.

Dalam wawancaranya, Dr. Iskandar Ahmadi menjelaskan bahwa kegiatan ini secara khusus menyasar pelaku usaha skala besar dan menengah. Berbeda dengan pendataan biasa, metode Ngibar mengundang pelaku usaha hadir langsung untuk mengisi kuesioner dengan didampingi petugas BPS. “Tujuannya agar jika ada pertanyaan yang sulit dijawab, petugas kami langsung mendampingi. Kuesionernya pun hanya terdiri dari 23 pertanyaan, sehingga prosesnya cepat, cukup 30 hingga 60 menit saja,” ujarnya. Metode ini diharapkan mampu menghasilkan data yang lebih presisi dan berkualitas tinggi.

Sebanyak 200 lebih pelaku usaha telah diundang, dan sekitar 20 hingga 30 persen di antaranya telah hadir berpartisipasi dalam tahap awal ini. Sementara itu, jadwal pelaksanaan dibagi menjadi dua tahap: pendataan usaha besar dan menengah dimulai pada Mei, sedangkan pendataan usaha mikro dan kecil akan dimulai pada 16 Juni mendatang. Untuk usaha mikro dan kecil, petugas akan mendatangi langsung rumah atau lokasi usaha warga, dan setiap lokasi yang telah didata akan ditempeli stiker tanda telah disensus.

Sementara itu, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Nunukan, Juni Mardiansah, AP, yang mewakili Bupati Nunukan memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia menekankan bahwa Sensus Ekonomi bukan sekadar rutinitas nasional, melainkan fondasi utama bagi penyusunan kebijakan daerah.

“Kegiatan ini memberikan gambaran nyata mengenai struktur dan potret ekonomi Kabupaten Nunukan. Data yang terhimpun akan menjadi bahan dasar penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan ke depannya. Oleh karena itu, kami berharap seluruh pelaku usaha dapat memberikan data yang lengkap dan akurat, agar gambaran ekonomi Nunukan terlihat jelas dan tepat sasaran,” ungkap Juni Mardiansah.

Data hasil sensus ini nantinya tidak hanya mencatat aspek ekonomi, tetapi juga data sosial ekonomi masyarakat, sehingga menjadi rujukan lengkap bagi pemerintah dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah ke depan.

(Padli)

Harkitnas ke-118, Sekprov Ajak Jaga Semangat Kebangkitan dan Perkuat Generasi Bangsa

TANJUNG SELOR – Semangat kebangkitan nasional harus terus dijaga dengan menyesuaikan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa.

Pesan ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M., saat menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Lapangan Agatis, Rabu (20/5).

Membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid, Sekprov Denny menyampaikan bahwa peringatan Harkitnas menjadi momentum refleksi atas lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada 1908, yang menandai awal tumbuhnya kesadaran berbangsa.

Menurutnya, semangat perjuangan saat itu menjadi tonggak perubahan dari perlawanan fisik menuju perjuangan melalui pemikiran dan diplomasi demi menjaga kedaulatan bangsa.

“Semangat 1908 adalah tonggak di mana perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan bangsa yang bermartabat,” kata Denny.

Ia menegaskan, makna kebangkitan nasional terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Karena itu, tema Harkitnas tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, dinilai relevan untuk memperkuat perlindungan dan pembangunan generasi muda sebagai aset bangsa.

Denny menyebut pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto tengah menjalankan sejumlah program strategis untuk memperkuat fondasi kesejahteraan masyarakat, mulai dari Makan Bergizi Gratis, pemerataan pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, hingga layanan kesehatan.

“Kedaulatan pangan, kesehatan dan pendidikan kini sedang kita bangun sebagai salah satu ekosistem kesejahteraan yang utuh,” tegasnya.

Selain itu, penguatan ekonomi masyarakat juga didorong melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai penggerak ekonomi baru di tingkat desa.

Di akhir amanat, Denny mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Harkitnas sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan pembangunan berorientasi pada kemajuan bersama.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital dan memastikan setiap langkah pembangunan berorientasi pada kemajuan bersama,” pungkasnya.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Telabang Bangsa Tanjung Selor bersama seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara.

(dkisp)

Momen Pamit Kepala BI Kaltara, Wagub Apresiasi Kontribusi untuk Ekonomi Daerah

TANJUNG SELOR – Suasana hangat mewarnai ruang kerja Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Selasa (19/5), saat Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kaltara Hasiando G. Manik datang untuk berpamitan menjelang penugasan baru.

Pertemuan itu bukan sekadar audiensi biasa. Ada apresiasi atas perjalanan pengabdian selama lebih dari satu tahun memimpin BI Kaltara dan membangun sinergi bersama pemerintah daerah.

Wagub Kaltara Ingkong Ala, S.E., M.Si., menyampaikan terima kasih atas kontribusi yang telah diberikan, khususnya dalam memperkuat sektor ekonomi dan menjaga stabilitas keuangan daerah.

“Atas nama pribadi dan masyarakat kami berterima kasih banyak atas apa yang telah diberikan, semoga jabatan baru yang akan diemban dapat berjalan dengan baik,” kata Ingkong.

Menurut Ingkong, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dan BI berjalan baik serta memberi dampak positif terhadap stabilitas ekonomi daerah.

Ia menilai berbagai kontribusi yang diberikan selama masa tugas menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Kaltara.

“Selama ini kontribusi yang sudah diberikan sangat bermanfaat, khususnya dalam pertumbuhan ekonomi di Kaltara,” ujarnya.

Di akhir pertemuan, Hasiando turut mengundang Wagub Ingkong menghadiri acara syukuran yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Mei 2026 di Kantor Perwakilan BI Kaltara.

Pertemuan singkat itu bukan sekadar agenda pamit, tetapi juga menjadi penanda kuatnya sinergi antara pemerintah daerah dan BI dalam mendukung pembangunan ekonomi di Bumi Benuanta.

(dkisp)


Peringatan 118 Tahun Kebangkitan Nasional, Pemkab Nunukan Tekankan Pentingnya Jaga Tunas Bangsa dan Kedaulatan Digital

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-118 pada 20 Mei 2026 dengan mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Dalam amanat yang dibacakan PLH Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, H. Muh. Amin, S.H., disampaikan pesan dari Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang mengajak seluruh elemen bangsa menyesuaikan diri dengan tantangan zaman, termasuk pergeseran menuju kedaulatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Dalam sambutannya, H. Muh. Amin menegaskan semangat Kebangkitan Nasional yang dipelopori organisasi Budi Utomo pada 1908 silam, kini telah bertransformasi dari perjuangan fisik menjadi perjuangan intelektual dan penguasaan teknologi. Jika dahulu bangsa ini bersatu melawan penjajahan, kini tantangan utama adalah melepaskan diri dari ketertinggalan ilmu pengetahuan dan memastikan kedaulatan bangsa di era digital.

“Kebangkitan nasional adalah proses dinamis yang menyesuaikan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Tahun 2026 ini, fokus kita bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan AI. Kemajuan negara tidak ditentukan bantuan orang lain, melainkan keteguhan hati kita bersatu dalam visi besar,” ujar Amin saat membacakan amanat tersebut.

Pemerintah Kabupaten Nunukan juga menyoroti langkah strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada pembangunan sumber daya manusia dan kesejahteraan rakyat. Berbagai program unggulan seperti makan bergizi gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, peningkatan kualitas guru, hingga layanan kesehatan gratis disiapkan untuk memperkuat fondasi generasi masa depan.

Di sektor ekonomi, kehadiran Koperasi Desa atau Kelurahan ditekankan sebagai pilar kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan. Koperasi ini diharapkan menjadi akses utama warga terhadap permodalan, pupuk, obat-obatan, dan distribusi hasil bumi, sehingga desa dapat tumbuh mandiri dan sejahtera.

Poin penting lainnya yang disampaikan adalah perlindungan anak di ruang digital sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025. Mulai 28 Maret 2026, akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun telah dibatasi negara. Kebijakan ini bertujuan memastikan tunas bangsa hanya mengakses konten yang sehat, beretika, dan sesuai tahap perkembangannya.

“Negara hadir melindungi generasi muda. Kita pastikan ruang digital menjadi tempat yang aman dan mendidik. Ini bagian dari menjaga tunas bangsa agar tumbuh kuat dan menjaga kedaulatan negara,” tegasnya.

Momen ini juga dijadikan pengingat untuk mengimplementasikan Asta Cita — delapan misi besar pembangunan nasional — sebagai kompas arah perjuangan bersama. Seluruh elemen masyarakat, mulai pemerintah, akademisi, hingga pemuda, diajak memperkuat solidaritas dan literasi digital demi menjadikan Indonesia bangsa yang maju, berdaulat, dan berjaya di mata dunia.

(Padli)