Ketua DPRD Provinsi Kaltara, Hadiri Coffee Morning Bersama Forkopimda dan Pemerintah Provinsi Kaltara

TANJUNG SELOR – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara, H. Achmad Djufrie, SE., MM., bersama Sekretaris DPRD Provinsi Kaltara, Dr. H. Mohammad Pandi, SH., M.AP., menghadiri kegiatan Coffee Morning Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Utara bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (27/10/25) di Ruang Pertemuan Lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara Tanjung Selor.

Acara Coffee Morning ini sekaligus menjadi momen ramah tamah dan perkenalan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Utara yang baru, Yudi Indra Gunawan, SH., MH.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat semakin mempererat sinergi dan koordinasi antara Forkopimda dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dalam mendukung kemajuan pembangunan di wilayah Kaltara.

(Humas DPRD Kaltara)

Arpiah ST Serap Aspirasi Warga Tanjung Cantik, Infrastruktur Jalan dan Bantuan Sosial Jadi Prioritas

DPRD, SIMPATIK – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nunukan, Ir. Arpiah ST, M.I.Kom menyerap aspirasi warga RT 05 Tanjung Cantik, Desa Binusan, Kamis (30/1/2025).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda reses masa sidang yang rutin dilakukan anggota dewan untuk menjaring kebutuhan masyarakat secara langsung di lapangan.

Dalam pertemuan itu, Arpiah mengajak masyarakat aktif menyampaikan aspirasi dan usulan prioritas pembangunan yang dibutuhkan di wilayah mereka.

Ia menegaskan, setiap masukan dari warga akan dihimpun dan disampaikan melalui pokok-pokok pikiran DPRD Kabupaten Nunukan agar dapat diakomodir dalam program pembangunan daerah.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menjelaskan, reses merupakan bentuk tanggung jawab moral dan politik wakil rakyat dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, anggota dewan dapat memastikan arah kebijakan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar warga.

Dalam sesi penyampaian aspirasi, warga RT 05 Tanjung Cantik mengusulkan sejumlah program perbaikan infrastruktur dan bantuan sosial. Beberapa di antaranya meliputi pembangunan jalan pemukiman di sekitar rumah Ibu Bani, pembuatan drainase lingkungan, serta penyediaan jemuran bettang di rumah Ibu Kasma.

Selain itu, warga juga mengusulkan bantuan untuk Masjid Tanjung Cantik dan pengadaan alat pemotong rumput guna mendukung kegiatan kebersihan lingkungan.

Usulan tersebut dinilai penting karena berkaitan langsung dengan kenyamanan dan aktivitas sosial warga setempat.

Menanggapi aspirasi tersebut, Arpiah menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat agar dapat direalisasikan melalui program pemerintah daerah.

Ia menilai, peningkatan infrastruktur jalan dan fasilitas umum menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Masukan dari warga sangat berarti. Kami akan berupaya agar seluruh aspirasi ini dapat diakomodir sesuai kemampuan anggaran daerah. Prinsipnya, pembangunan harus berpihak kepada masyarakat dan berdampak nyata,” ujar Arpiah.

Arpiah juga berterima kasih atas partisipasi warga yang antusias mengikuti kegiatan reses. Ia berharap, komunikasi antara masyarakat dan DPRD terus terjalin dengan baik agar setiap kebijakan yang dirumuskan benar-benar sesuai dengan kebutuhan lapangan dan membawa kemaslahatan bagi seluruh warga Nunukan.

(Humas DPRD Nunukan)

Wakil Ketua II DPRD Nunukan Jaring Aspirasi Warga Nunukan Timur, Ini Permintaan Konstituen

DPRD, SIMPATIK– Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Nunukan, Hj. Andi Mariyati, menyerap aspirasi masyarakat Kecamatan Nunukan Timur melalui kegiatan reses masa sidang III tahun 2025 yang digelar di Jalan Cik Di Tiro, Porsas, Sabtu (1/11/25).

Kegiatan ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai usulan prioritas pembangunan di Kecamatan Nunukan Timur.

Mengawali Kegiatan penjaringan Aspirasi itu, Hj. Andi Mariyati menjelaskan masa reses merupakan waktu yang disediakan bagi anggota dewan untuk turun langsung ke daerah pemilihan dan mendengar aspirasi masyarakat.

Ia menegaskan, seluruh masukan yang diterima akan menjadi bahan pokok pikiran DPRD dalam penyusunan program pembangunan tahun anggaran 2026.

“Kegiatan reses ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung apa yang dibutuhkan masyarakat. Semua aspirasi yang masuk akan kami catat dan perjuangkan agar dapat direalisasikan dalam anggaran mendatang,” ujar politisi Partai Demokrat tersebut.

Memasuki sesi penyampaian aspirasi, perwakilan warga RT 21 Nunukan Timur menyampaikan beberapa usulan yang dianggap mendesak untuk pembangunan tahun 2026.

Warga meminta agar pemerintah daerah membangun gedung sekolah menengah pertama di wilayah Nunukan Timur yang dinilai sudah sangat diperlukan untuk menunjang akses pendidikan anak-anak di Kecamatan tersebut.

Selain itu, warga juga mengusulkan perbaikan infrastruktur jalan, khususnya di Jalan Lumba-Lumba yang kondisinya sudah rusak dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Permintaan lainnya adalah perhatian terhadap pemulihan ekonomi masyarakat pascapandemi, mengingat banyak warga yang mengalami kesulitan ekonomi dan beralih profesi menjadi pembudidaya rumput laut di wilayah Nunukan Selatan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Hj. Andi Mariyati menyampaikan apresiasi dan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan warga.

Ia menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan akan menjadi prioritas dalam pembahasan bersama pemerintah daerah dan akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

“Kami akan kawal semua usulan ini melalui mekanisme pembahasan di DPRD. Harapannya, program yang disampaikan masyarakat bisa terakomodasi dan memberi manfaat nyata bagi warga Nunukan Timur,” tegasnya.

Reses yang berlangsung dengan suasana hangat dan penuh antusiasme itu diakhiri dengan dialog terbuka antara warga dan wakil rakyat.

Hal ini membuktikan DPRD Nunukan dalam menjalankan fungsi representatif, memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan dan diupayakan untuk direalisasikan dalam kebijakan pembangunan daerah.

(Humas DPRD Nunukan)

Serap Aspirasi Di Kawasan Wisata Mangrove, Anggota Dewan bersama perangkat Desa Tanam Delapan Pokok Tunas Kelapa

NUNUKAN – Penyerapan aspirasi masyarakat yang digelar Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Muhammad Mansur, kali iniberbeda dari biasanya.

Sebelum memulai kegiatan reses masa sidang III tahun 2025, Sekretaris Komisi I DPRD Nunukan itu bersama perangkat daerah dan masyarakat melakukan penanaman delapan pokok tunas kelapa di kawasan wisata mangrove, Jalan Mayo Busra RT 04, Desa Persiapan Ujang Fatimah, Jumat (31/10/25).

Penanaman tunas kelapa menjadi simbol kesejahteraan masyarakat yang diharapkan dapat membawa manfaat ekonomi dan lingkungan bagi kawasan wisata tersebut.

Muhammad Mansur mengatakan, penanaman tunas kelapa ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk menjaga dan mengembangkan potensi wisata mangrove.

Ia berharap pohon kelapa yang ditanam dapat tumbuh subur dan kelak menjadi sumber penghidupan baru bagi warga sekitar.

“Kelapa adalah simbol kehidupan. Selain sebagai penghijauan, pohon ini punya nilai ekonomi tinggi. Kita ingin kawasan wisata mangrove ini tidak hanya indah, tapi juga produktif bagi masyarakat,” ujar Mansur.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Nunukan, Kepala Desa Binusan Rudi Hartono, Plt. Kepala Desa Persiapan Ujang Fatimah, Babinkamtibmas Polsek Nunukan, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemuda setempat.

Kepala Desa Binusan, Rudi Hartono, menyambut baik kegiatan tersebut, Ia mengatakan, pohon kelapa memiliki banyak manfaat mulai dari batang, daun, hingga buahnya yang bisa diolah menjadi berbagai produk.

Menurutnya, hal ini merupakan awal bagi upaya menghidupkan kawasan wisata berbasis lingkungan di Desa Binusan.

Hal senada disampaikan Tokoh Pemuda Adat Tidung, Ramsah, ia mengatakan kegiatan penanaman pohon di kawasan wisata merupakan contoh kepedulian pemerintah dan wakil rakyat terhadap pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat.

“Kita harus jaga bersama agar kawasan ini menjadi kebanggaan masyarakat Nunukan,” ujarnya.

Kegiatan reses tersebut kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama warga untuk menjaring aspirasi terkait pembangunan infrastruktur, ekonomi, dan pengelolaan potensi wisata.

Suasana hangat dan penuh kebersamaan menjadi ciri khas kegiatan reses Muhammad Mansur kali ini yang memadukan kepedulian lingkungan dengan penyerapan aspirasi masyarakat.

(Humas DPRD Nunukan)

Reses Anggota DPRD Nunukan Disambut Tari Tepung Tawar dan Penyematan Singal

NUNUKAN – Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Muhammad Mansur, melaksanakan kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat (reses) masa sidang III tahun 2024–2025 di Balai Desa Yaki Manurani, Jalan Mayo Busra RT 04, Desa Persiapan Ujang Fatimah, Kecamatan Binusan, Jumat (31/10/25).

Kedatangan Muhammad Mansur disambut hangat oleh masyarakat desa persiapan ujang Fatimah Binusan melalui prosesi adat khas suku Tidung.

Dalam penyambutan tersebut, tokoh adat menyematkan singal sebagai bentuk penghormatan kepada wakil rakyat yang datang menjumpai konstituennya.

Suasana kian semarak dengan penampilan Sanggar Tari Busak Malay yang membawakan tari tepung tawar dan tari liaban atau tari tamping sebagai simbol pembuka kegiatan reses.

Dalam sambutannya, Muhammad Mansur menyampaikan apresiasi atas sambutan yang penuh kehangatan dari masyarakat dan tokoh adat Desa Persiapan Ujang Fatimah.

Ia menegaskan bahwa reses bukan sekadar seremonial, tetapi sarana untuk menyerap langsung aspirasi warga agar dapat diperjuangkan melalui kebijakan pemerintah daerah.

“Kami hadir di sini untuk mendengar langsung keluhan, usulan, dan harapan masyarakat. Semua masukan akan kami tampung dan sampaikan dalam rapat pembahasan di DPRD agar dapat menjadi prioritas pembangunan daerah,” kata Sekretaris Komisi I DPRD Nunukan ini.

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Nunukan, Plt. Kepala Desa Persiapan Ujang Fatimah, Kepala Desa Binusan, Babinkamtibmas Polsek Nunukan, serta tokoh adat, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat Tidung.

Kehadiran para pemangku kepentingan itu menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan wakil rakyat dalam memperkuat peningkatan pembangunan desa.

Warga yang hadir memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari infrastruktur jalan, akses pendidikan, hingga kebutuhan fasilitas air bersih.

Dengan harapan aspirasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti dan menjadi perhatian dalam program pembangunan daerah ke depan.

Melalui kegiatan ini, Muhammad Mansur berharap komunikasi antara masyarakat dan DPRD semakin terbuka.

Ia menegaskan untuk terus memperjuangkan kepentingan rakyat, khususnya dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh Kabupaten Nunukan.

(Humas DPRD Nunukan)