Musyawarah Wilayah Ke-22, Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sulsel Pusatkan di Kabupaten Sopeng

Soppeng, Berandankrinews.com–Ikatan Pelajar Muhammadyah Se Sulawesi Selatan mengelar Musyawarah Ke-22 yang dipusatkan di Lapangan Gasis jantung Kota Watansoppeng.

Kegiatan tersebut mengangkat Tema Karya Nyata Wujudkan IPM Sul-Sel Transformatif, Sabtu (2/3/2019).

Ketua panitua Ihmawan Aulya dalam sambutannya mengatakan, IPM dapat menjadi wadah untuk memajukan Ikatan Muhammadiyah di Sulawesi Selatan, dimana kita di amanahkan untuk menggerakkan Daya Kreatif untuk mendorong generasi Sul-Sel berkemajuan dan berkarakter.

Disampaikan Ihmawan, Intisari gerakan ini adalah gerakan kreatif yang harus mengandung unsur keterbaruan serta unsur yang inovatif dari segala gerakan yang dilakukan oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan kemudian bisa memberikan jawaban dari setiap perubahan.

Sementara itu, pimpinan IPM Sulsel Syamsul Hidayat dalam sambutannya sangat mengapresiasi kepada Bupati Soppeng yang telah memfasilitasi seluruh panitia.

“kami ucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Soppeng karena telah memfasilitasi panitia serta berpartisipasi dalam menyambut kami dengan sangat baik,”Tutur Syamsul Hidayat.

Dalam sambutannya Ia juga menyampaikan bahwa, seorang negarawan, sejak masa lampau, yang paling pertama mereka memiliki adalah jaringan Global serta memiliki wawasan, bahasa dan ide. Sehingga di dalam Permusyawaratan Muhammadiyah Ke-22 ini, saya berharap Kita semua dapat menghidupkan kembali ajaran-ajaran tersebut sehingga para negarawan saat ini bisa menjaga keutuhan negara dan bangsa Indonesia seutuhnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Soppeng yang diwakilkan oleh Staf Ahli Bidang Sosial dan SDM Drs Arif Dimas, MS.i dalam sambutan yang dibacanya menyampaikan, sangat mengapresiasi Kegiatan musyawarah yang diselenggarakan oleh IPM se Sulawesi Selatan pada hari ini.

“Saya berharap kiranya Muswil yang dilaksanakan ini mampu menjadi ajang evaluasi dan konsolidasi organisasi serta menetapkan program-program yang lebih tajam utamanya dalam menjaga pertumbuhan sumber daya manusia yang berkualitas. Hal ini dapat terwujud apabila terpelihara ketertiban dan ketentraman di masyarakat,”Ucap Drs Arif Dimas

Usai memberikan sambutan, Drs Arif Dimas membuka acara Muswil ditandai dengan pemukulan gong bersama para undangan lainnya.

Turut hadir dalam Musyawarah Wilayah Ke-22, Ketua PW Muhammadiyah Sulsel, Prof.Dr.H.ambo Asse, M.Ag, ketua BPH Unismuh Makassar,
Dr.Ir. Syaiful Saleh, M.Si, Bupati Wajo Dr.H.Amran Mahmud
Ketua Pengadilan Negeri Watansoppeng, Ardimas Arifin Bendum Pimpinan Pusat IPM,
Dr.Hj St Nurhayati Aziz, M.Si, ketua Aisyiyah Sulsel
Drs. H.Kasniady, Ketua Muhammadiyah Soppeng Muhammad Ihsan, Kabag Humas dan Protokol Soppeng, Elly Oschar Sekum KNPI Sulsel. (Herwan)

371 Patok Perbatasan di Temukan Satgas Pamtas Yonif Raider 613/RJA, Yang 42 Tahun Tidak Terpantau

Nunukan, Berandankrinews.com– Tim Patroli patok perbatasan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 613/RJA berhasil menyelesaikan tugas yang cukup berat, dengan melaksanakan patroli patok perbatasan RI-Malaysia sebanyak 371 patok di area blank post/ area yang belum pernah terpatroli wilayah Kecamatan Krayan Kabuaten Nunukan, Kaltara.

Kegiatan patroli patok perbatasan dilaksanakan sejak awal bulan Februari 2019, yang dimulai dari patok C700 hingga patok C482.

Kegiatan Patroli dipimpin langsung Danpos Long Midang Lettu Inf Solo Atmanegara didampingi oleh Perwira Topografi, Letda Ctp Yudi, dengan menyusuri medan yang cukup sulit dengan cuaca ekstrim untuk menemukan titik patok yang sejak tahun 1977 tidak pernah terpatroli, sekaligus memantau dan mengawasi wilayah blank post area yang sudah 42 tahun hampir tidak terjamah oleh manusia.

Dansatgas Pamtas Yonif Raider 613/Rja, Letkol Inf Fardin Wardhana mengungkapkan rasa hormat dan bangga atas keberanian para prajurit yang melaksanakan patroli patok blank post area. Dengan berlandaskan tekad kuat sebagai pasukan penjaga perbatasan, tugas tersebut dapat dijawab dengan baik, Jumat (1/3/19).

Setapak demi setapak kaki prajurit dapat menembus wilayah yang hampir 42 tahun tidak dipatroli bahkan dengan menggunakan helikopter, dikarenakan medan tersebut relatif tertutup kabut sepanjang hari.

Letkol Inf Fardin Wardhana juga mengatakan, perjalanan yang ditempuh oleh jajarannya dalam operasi tersebut mencapai 80 km untuk pulang pergi dengan ketinggian medan antara 1.200 – 1.997 m di atas permukaan laut dengan suhu berkisar 7 – 13° pada malam hari dan 18 – 23° pada siang hari dan berhasil menemukan 371 patok.

“Umumnya patok perbatasan tersebut masih bagus hanya ada beberapa yang miring dan tertimbun baik tanah karena longsor maupun reruntuhan kayu,” ujar Letkol Inf Fardin Wardhana.

Sebanyak 371 patok kini telah dipastikan titik keberadaannya dan telah dibersihkan dan diberi tanda oleh Tim. Semoga misi ini dapat menjadi acuan dan semangat untuk Satgas berikutnya untuk dapat memantau dan mengawasi patok di perbatasan Negara RI-Malaysia dalam rangka menjaga kedaulatan wilayah NKRI.(***/RJA)

Kapolres Nunukan: 100 persen Api Telah di Padamkan Yang Menyebar Luas Dilahan Warga Sebuku, Namun Harus Tetap Siaga

Nunukan, Berandankrinews.com–Polres Nunukan gelar Apel Tanggap Bencana Kebakaran di Halaman Tribrata Polres Nunukan, Rabu (27/2/19) pagi tadi.

Kegiatan apel gabungan dari TNI Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

Apel Tanggap Bencana yang tergabung dalam Satuan Pencegahan Kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA) Kabupaten Nunukan siap siaga dalam mengantisipasi adanya kebakaran di wilayah kabupaten Nunukan.

Dengan Sinergitas Polri dan TNI selama dua hari, yang turun langsung untuk memadamkan titik Api yang ada di wilayah Sebuku dan Sembakung.

Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro, SIK, MH dalam Sambutannya di upacara Apel Tanggap bencana menyampaikan bahwa, titik Api kebakaran yang ada di wilayah Kabupaten Nunukan telah padam 100 Persen, namun kita tetap monitor terus setiap saat terhadap perkembangan yang ada di wilayah kabupaten Nunukan.

“Kita akan siaga untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan, berkat kekompakan Antara Polri Tni dan pemerintah bersama Warga masyarakat Nunukan,”Kata AKBP Teguh.

Dia juga menuturkan, Sosialisasi tentang Karhutla akan dilakukan terus menerus kepada seluruh masyarakat secara langsung maupun memasang banner/spanduk himbauan.

“Sosialisasi terkait karhutla terus kami lakukan setiap hari dan setiap kesempatan. Selain memasang spanduk/Banner kami (Polres Nunukan) juga menyebarkan brosur, memberikan sosialisasi langsung kepada masyarakat dan melaksanakan patroli dialogis. Harapannya dengan gencar dilakukan sosialisasi terkait larangan membakar hutan dan lahan, dapat mengurangi jumlah kebakaran hutan dan lahan. Selain itu secara perlahan mindset masyarakat untuk membuka lahan baru untuk perkebunan dengan cara dibakar dapat ditinggalkan” Beber AKBP Teguh Triwantoro Kapolres Nunukan. (**)

KONI Kaltara Harus Disiplin dan Kompak

TANJUNG SELOR, Berandankrinews.com Para pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) periode 2019-2023 harus memperhatikan 5 hal untuk memperlancar jalannya roda organisasi selama 4 tahun kedepan. Yakni, soal kedisiplinan, kekompakan, motivasi, adaptasi dan leadership. Ini disampaikan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat menghadiri Upacara Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus KONI Provinsi Kaltara Periode 2019-2023 oleh Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman di Aula Gedung Gabungan Dinas (GADIS) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, Senin (25/2).

Pada pelantikan yang mengangkat tema Kaltara Emas, Kaltara Terdepan ini, Gubernur juga mengingatkan agar KONI memiliki eksistensi dan berkarya. Selain 5 hal tadi, hal penting lainnya adalah pengalaman, berkompetensi, cerdas, dan sabar, ungkap Irianto.

Untuk pembiayaan, Gubernur berharap pengurus KONI saat ini, patut menyadari bahwa pengelolaannya harus dilakukan dengan baik dan berhati-hati. Bantuan yang diberikan, khususnya kepada KONI harus dipergunakan dan dipertanggungjawabkan dengan tepat guna dan tepat sasaran. Meski KONI Kaltara tak mendapatkan anggaran besar, saya berharap tetap dapat berprestasi. Saya juga mengajak pihak perusahaan yang ada di Kaltara untuk membantu pengembangan KONI Kaltara. Jangan lupa, untuk meluruskan niat dan membuat konsep atau program kerja yang bagus, beber Gubernur.

Dipastikan pula oleh Irianto, jajaran pengurus KONI yang dilantik, telah melalui mekanisme yang ditetapkan. Penyusunan pengurus KONI ini sudah memenuhi mekanisme yang ada. Diawali dari penyusunan formatur juga sejumlah usulan nama-nama pengurus. Jadi, siapapun yang terpilih, saya menghargainya, jelas Irianto.

KONI Kaltara juga diisi oleh sumber daya manusia yang beragam suku dan agama. Yang terpilih, berkerjalah. Yang tak terpilih, menerimalah. Saya berharap pengurus saat ini dapat merencanakan, membina dan memperjuangkan prestasi atlet dan wasit. Juga meningkatkan harkat dan martabat Indonesia di bidang olahraga, ulas Gubernur.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI (Purn.) Tono Suratman menyebutkan, para pengurus saat ini telah terikat pada aturan dan undang-undang keolahragaan dan aturan lainnya. Saya menilai KONI Kaltara telah menunjukkan semangat yang tinggi. Pengurus KONI harus bekerja tanpa pamrih dalam memperjuangkan kehormatan Provinsi Kaltara, jelas Tono.

Tono juga berpesan agar KONI Kaltara membuat grand strategi selama masa bakti sehingga memiliki arah dan program yang jelas. “Insya Allah, perhatian pemerintah akan diperoleh dan prestasi akan didulang pula. Jajaran pengurus juga harus mendukung kinerja Ketua KONI Kaltara sehingga dapat memaksimalkan program kerja yang ada, ucapnya.

Sebagai informasi, KONI Kaltara periode 2019-2013 diketuai oleh Muhammad Nasir. Sementara agenda perdananya, adalah mempersiapkan atlet Kaltara untuk menghadapi PON ke-20 di Papua.(humas)

Pemprov Siapkan Pergub Kebersihan Lingkungan-2025, Ditargetkan Sampah Berkurang 33.642,13 Ton

TANJUNG SELOR, Berandankrinews.com Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait gerakan bersama untuk pembersihan lingkungan di wilayah ini serta pengelolaan sampah plastik. Utamanya, saluran drainase, sungai dan kawasan yang kotor lainnya. Informasi ini disampaikan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat memimpin apel pagi, Senin (24/2) di Lapangan Agatish, Tanjung Selor.

Dipastikan Irianto, gerakan itu akan berjalan massif. Kita akan bekerjasama dengan pihak kepolisian dan aparat lainnya. Untuk ASN, pelopori masyarakat sekitarnya untuk aktif melakukan gotong royong membersihkan wilayahnya. Pemprov juga akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota sehingga gerakan ini dapat dilakukan secara kontinu, menyeluruh dan serius, beber Gubernur.

Di lingkungan perkantoran Pemprov Kaltara, Gubernur menegaskan agar Pergub itu dilaksanakan dengan ketat. Saya minta kepada kepala biro/OPD untuk menyediakan tong sampah. Jangan tunggu anggaran, tapi sebisa mungkin menyediakannya dengan dana pribadi. Selain itu, penyajian makanan dan minuman, mulai hari ini jangan menggunakan plastik. Minuman botol juga dikurangi, urai Irianto.

Sebagaimana diketahui, sampah plastik sangat berbahaya bagi manusia. Selain dampak kesehatan, dampak lainnya juga sangat besar dari keberadaan sampah plastik tanpa pengolahan. Yakni, dampak biaya yang akan semakin besar, jika tak ditangani sejak dini, beber Gubernur.

Upaya diatas, dilakukan Gubernur sejurus dengan digencarkannya gerakan Indonesia Bersih oleh Pemerintah Indonesia. Ini semua harus dimulai dari jajaran pemerintahan. Dari itu, mari kita tingkatkan pengelolaan sampah. Dan kebersihan itu, bukan hanya fisik tapi juga batin karena ini bagian utama dari revolusi mental, tutur Gubernur.

Diinformasikan, sesuai data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kaltara, total timbunan sampah harian mencapai 982,04 meter kubik per hari atau 353.534 meter kubik per tahun. Komposisinya, 70 persen sampah organik dan 30 persen anorganik. “Pemprov Kaltara juga melakukan upaya dan strategi berkelanjutan baik dalam pengurangan dan penanganan sampah dari 2018 hingga 2025 sesuai dengan target JAKSTRADA Provinsi Kaltara Tahun 2018,” timpal Kepala DLH Provinsi Kaltara Edi Suharto di ruang kerjanya, Senin (25/2).

Tahun ini, diperkirakan potensi timbulan sampah mencapai 132.051,72 ton per tahun. Dan, ditargetkan pengurangannya sebesar 20 persen atau sebanyak 26.410,34 ton. Sedangkan pada 2025 potensi timbunan sampah ditaksir bakal mencapai 112.140, 45 ton per tahun. Untuk pengurangannya, ditaksir sebesar 30 persen atau sebesar 33.642,13 ton. Sedangkan sisanya, akan dilakukan langkah penanganan. “DLH akan mendukung kabupaten dan kota dalam upaya pengurangan sampah ini. Salah satunya dengan mengeluarkan Kebijakan Gubernur Kaltara tentang Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga. Sebelumnya, juga telah mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Kaltara No. 005/1136/DLH/GUB tentang Kegiatan Kaltara Bersih, khususnya sampah plastik di perkotaan,” tutupnya.(humas)