Sinjai (Sulsel)-Setelah selesai seluruh rangkaian upacara dalam rangka Hari Bhayangkara Ke-73, Kepala Kepolisian Resor Sinjai Ajun Komisaris Besar Polisi (Akbp) Sebpril Sesa, S.Ik didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Sinjai Ny. Yovita Sebpril Sesa dan pejabat utama polres sinjai serta pengurus bhayangkari kunjungi panti asuhan yayasan Al- Hidayah Sinjai, jln. jend. sudirman, kel. biringere, kec. sinjai utara, kab. sinjai untuk berikan bantuan berupa tali asih.
Kedatangan Kapolres Sinjai disambut langsung oleh ketua yayasan panti Asuhan Al-Hidayah Dra. Sitti Marwah dan pada kesempatan tersebut kapolres sinjai bersama ketua bhayangkari menyerahkan langsung tali asih sebagai wujud kepedulian antar sesama.
Kapolres Sinjai Akbp Sebpril Sesa, S.Ik menuturkan bahwa kegiatan ini
sebagai bentuk kepedulian sosial antar sesama dan untuk mempererat tali silaturahmi serta berbagi dengan harapan moment hari Bhayangkara Ke-73 ini kita berbagi kebahagian dengan anak – anak panti asuhan.
Dan kegiatan tersebut di lakukan sebagai wujud kepedulian Polres Sinjai terhadap sesama khususnya anak-anak panti asuhan yang perlu mendapat perhatian kita semua. Harap Kapolres Sinjai. (Irwan N Raju)
Nunukan (Kaltara)- Stunting, kata ini begitu familiar di telinga kita akhir – akhir ini. Pada saat debat Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) Tahun 2019 baru – baru ini, kata stunting bahkan sempat viral karena menjadi salah satu topik yang diperdebatkan.
Persoalan stunting dianggap sebagai persoalan lintas sektoral, dan bahkan sampai harus melibatkan 13 kementerian. Jumlah balita dan anak yang terkena stunting khusus di wilayah Kabupaten Nunukan juga tidak boleh disepelekan.
Berdasarkan hasil pendataan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, data penderita stunting yang sudah disusun berdasarkan nama dan alamat (by name by address) mencapai angka 28 persen, dimana penderita terbanyak berada di Kecamatan Lumbis dan Lumbis Ogong.
Sebetulnya apa itu stunting ? Stunting menurut Selamat Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, adalah kondisi gagal tumbuh kembang anak yang terjadi dalam waktu lama, dimulai sejak 1000 hari pertama kehidupan, atau dimulai sejak ibu hamil. Sehingga secara fisik anak yang terkena stunting tinggi badannya lebih pendek daripada anak – anak normal seusianya atau tidak memenuhi standar WHO.
Jika seorang anak menderita stunting sampai pada usia 2 tahun, maka hal itu akan permanen dan ikut mempengaruhi tingkat kecerdasanya. “Karena 70 persen organ tumbuh kembang anak sudah terbentuk, sedangkan di sisa usia selanjutnya hanya sekitar 30 persen. Sehingga kepada anak yang sudah terkena stunting, langkah yang bisa dilakukan adalah mengurangi dampaknya,” tambahnya.
Berdasarkan identifikasi, stunting di wilayah Kabupaten Nunukan disebabkan tingkat konsumsi yang rendah dan infeksi berbagai penyakit.
“Tingkat konsumsi ini sangat erat kaitannya dengan akses pangan, sementara infeksi penyakit disebabkan juga oleh kondisi sanitasi dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang kesehatan. Pola asuh orang tua yang salah juga menjadi penyebab stunting. Mungkin orang tuanya berkecukupan, tetapi karena anaknya tidak diurus dengan baik, dan pola makannya salah juga bisa menyebabkan stunting,” kata Selamat.
Usia pernikahan, pemeriksaan kesehatan dan asupan gizi pada masa kehamilan, dan pemberian Air Susu Ibu (ASI) akan sangat menentukan apakah seorang anak bisa terkena stunting atau tidak. Sehingga semestinya tidak boleh ada yang bersikap acuh, semua harus ikut mengawasi, dan memberi pemahaman tentang ancaman stunting ini kepada masyarakat, dan ikut mencegahnya.
“Gerakan pencegahan stunting harus sinergi dilakukan, mulai dari memberi pemahaman kepada masyarakat, memperbaiki sanitasi, memperbaiki akses pangan, layanan kesehatan dan lain sebagainya. Ini melibatkan semua kalangan, mulai dari OPD – OPD, camat, lurah/kades, LSM, PKK, guru, hingga para orang tua, tidak boleh ada yang cuek karena stunting akan mengancam masa depan bangsa,” ujarnya.
Saat ini Pemerintah Kabupaten Nunukan sangat serius melakukan pencegahan stunting. Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid bahkan sudah menandatangani Komitmen Percepatan dan Pencegahan Anak Stunting dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Jakarta tanggal 3 Juli 2019 lalu. Komitmen itu selanjutnya diikuti dengan penandatanganan komitmen di tingkat daerah, dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait.(HUMAS)
Nunukan (Kaltara)-Besok pembukaan TMMD 105 akan digelar. Persiapan pembukaan TMMD Kodim 0911/Nunukan semakin matang. Hari ini Rabu (10/7/19) prajurit TNI Kodim 0911/Nunukan menggelar gladi bersih guna memantapkan acara upacara Pembukaan TMMD ke-105 di Pulau Sebatik besok.
Acara Pembukaan TMMD ke 105 dipastikan akan digelar Kamis (10/7/19) besok pukul 09.00 wita.
Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0911 Nunukan, Letkol Czi Abdillah Arif mengatakan, TMMD 105 rangkaian kemarin telah kita laksanakan gladi kotor, hari ini kita melaksanakan gladi bersih, diharapkan semuanya sudah siap sesuai yang kita rencanakan. Seluruh pasukan yang terlibat dalam TMMD sudah berada di Sebatik hari ini.
“Insya Allah, besok jam 09.00 wita kita buka untuk kegiatan TMMD,” ujar Abdillah Arif.
Dia berharap dengan adanya TMMD bisa membantu pemerintah Kabupaten Nunukan dalam mengakselerasi pembangunan.
“Kita berharap TMMD yang dilaksanakan di Wilayah perbatasan ini dapat membantu pemerintah Kabupaten Nunukan dalam mengakselerasi pembangunan baik fisik maupun non fisik, khususnya bagi Masyarakat yang berada di garis perbatasan,” Tuturnya.
Sementara itu, Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid, SE, MM mengatakan sebagai bentuk support kita kepada rekan-rekan tni, kita dari Pemerintah Daerah Nunukan mengalokasikan APBD kita biasanya dari 500 juta sampai 1 milyar, agar bagaimana rekan-rekan tni kita ini bisa langsung memperlihatkan juga kinerja dan bantuannya kepada masyarakat kita yang ada dilapangan dan itu juga sangat dirasakan oleh masyarakat.
Mereka sangat terbantu dari cara kerja tni yang mengelola anggaran TMMD itu, ya masyarakat disana bisa belajar juga bahwa dalam menyelesaikan satu pekerjaan ya,
“Disana jugakan diajar kedisiplinan dan lain sebagainya, misalnya harus membangun cepat dengan tepat waktu, ya kita sangat bersyukur sekali karena adanya kerja sama antara Masyarakat dengan TNI,” Ujarnya.
Hal yang sama dikatakan Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro, SIK, MH menyatakan, untuk TMMD kemarin permintaan dari Kodim ke Polres Nunukan karena pelaksanaannya di Sebatik, kita kerahkan personil dari Polsek Sebatik Barat maupun Sebatik Timur ditambah beberapa staf Polres Nunukan dari Binmas kurang lebih 15 sampai 20 Personil.
Kapolres Nunukan berharap dengan kegiatan TMMD ke 105 yang dilaksanakan TNI proses pembangunan diperbatasan berjalan terus menerus.
“Harapannya karena ini pelaksanaannya dari TNI, kita membantu dan mendukung bagaimana proses pembangunan disegala bidang khususnya diperbatasan dapat berjalan terus menerus, sehingga untuk perbatasan ini karena kita etalase ujung perbatasan NKRI khususnya Kabupaten Nunukan juga bisa seperti negara sebelah, jangan sampai warga kita bangga dengan negara sebelah tapi paling tidak diperbatasan ini dengan pembangunan yang sudah berjalan baik termasuk pelaksaan TMMD menjadikan warga kita semakin semangat dalam pembangunan NKRI,” Tutur AKBP Teguh Triwantoro. (Red)
Nunukan (Kaltara)-Dalam Rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Bhayangkara Ke 73, Jajaran Polres Nunukan menggelar kegiatan Panggung Prajurit dengan tema “Dengan semangat promoter, pengabdian Polri untuk masyarakat bangsa dan negara”.
Kegiatan yang digelar di Alun-alun Nunukan diisi dengan hiburan Polisi Cilik, syukuran pemotongan tumpeng dan panggung hiburan prajurit, syukuran dan kemeriahan panggung prajurit itu juga menunjukan sebagai salah satu pencapaian polres Nunukan dalam melaksanakan tugasnya di Bumi penekindi debaya.
Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro, SIK, MH, Rabu (10/7/19) menuturkan Pencapaian Polres Nunukan kalau saya yang menilai tidak objektif, seharusnya yang nilai Masyarakat.
“Selama kurang lebih 8 Bulan kepemimpinan saya di polres Nunukan, bagaimana tentang polres Nunukan dari segala aspek, baik dari penampilan personil polres Nunukan sendiri, Penampilan kesatuan maupun penampilan operasional. Selama disini yang terjangkau dengan masyarakat adalah Inovasi Pelayanan Publik melalui Aplikasi SEBATIK yang bisa langsung berhubungan dengan Kepolisian Resor Nunukan,” Jelasnya.
Sementara ada beberapa point yang dicanangkan Kapolri untuk laksanakan, menurut AKBP Teguh Triwantoro dari yang dicanangkan semua kita prioritaskan.
Ada tiga yaitu, Peningkatan Kinerja, perubahan kultur, dan manajemen Media yang sudah luar biasa sekali. Dipolres sendiri ada beberapa pelatihan cybertroops yang aktif dengan teman-teman Media Nunukan, lanjutnya, kemudian peningkatan kinerja cukup luar biasa untuk anggota polres Nunukan.
“Teman-teman media mungkin melihat bagaimana rangkaian hari ulang tahun bhayangkara yang tidak ada habisnya,” Tutur AKBP Teguh Triwantoro.
Selain pencapaian peningkatan Kinerja, ketegasan dari sosok Kapolres yang humanis dalam memimpin sesuai aturan.
“Untuk kepemimpinan ketegasan ya kita harus tegas namun tetap humanis, tegas artinya bukan mengunakan kekerasan namun tegas ini sesuai aturan. Jadi kalau aturan seperti itu ya kita harapkan anggota melaksanakan juga karena kita sebagai polisi penegakan hukum jangan melanggar,”jelasnya.
Kapolres Nunukan juga menambahkan, ketegasan ini hanya semata-semata untuk meningkatkan perubahan kultur anggota polres Nunukan.
Dia juga mengatakan, untuk penegakan hukum sejauh ini kita konsisten dan komitmen, secara transparan dan seimbang.
“Bisa dilihat beberapa kasus-kasus selama ini yang kita tangani cukup banyak. Saya mohon doanya rekan-rekan media untuj polri khususnya polres Nunukan dengan usia polri yang ke 73 ini dengan tema Dengan semangat promoter, pengabdian polri untuk Masyarakat bangsa dan negara kita terus menerus konsisten mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara,” tandasnya. (Red)
Wajo (Sulsel)- Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si dan Ibu ketua Tim Penggerak PKK Hj. Sitti Maryam, S.Sos., M.Si serta Forkopimda Kabupaten Wajo hadiri acara HUT BHAYANGKARA ke 73 di Lapangan Lapabbesi Paria Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, Rabu (10/7/19).
Kegiatan ini merupakan hal yang pertama kalinya dilaksanakan di Kecamatan, ini dalam rangka mengikuti instruksi KAPOLRI, agar pelaksanaan HUT Bhayangkara ke 73 ini diluar ibukota Kabupaten.
Kompol.Wigino yang merupakan Kabag Sumda yang juga selaku panitia pelaksana mengatakan,
“Dalam rangka pelaksanaan HUT Bhayangkara ke 73, ini dilaksanakan di Lapangan Kecamatan Majauleng, karena posisi wilayah berada ditengah tengah dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Wajo,” ungkapnya.
Dalam acara ini Bupati Wajo selaku pembina upacara membacakan sambutan seragam dari Presiden Republik Indonesia dengan menyampaikan rasa terima kasih dan memberikan penghargaan atas kerja keras pengabdian pengorbanan dan Perjuangan tanpa pernah mengenal lelah yang ditunjukkan personel Polri, dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum serta memberikan perlindungan pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.
“Dalam momentum yang baik ini marilah kita mendoakan para personel Polri yang gugur dalam tugas memelihara keamanan negara kita, Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tuhan yang Maha Kuasa memberikan balasan atas seluruh pengorbanan perjuangan dan pengabdian serta memberikan kesabaran dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan,” jelasnya.
Selanjutnya disampaikan bahwa kerja keras dan pengabdian Polri telah dirasakan hasilnya oleh seluruh masyarakat Indonesia, situasi keamanan dalam negeri sepanjang tahun 2018 dan 2019 terpelihara dengan baik.
Polri dan TNI telah mengamankan seluruh perhelatan internasional yang diselenggarakan pemerintah, yaitu Asian Games, Asian para games serta IMF World Bank Annual Meeting 2018. Polri dan TNI juga telah mengamankan penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2018 dan pemilu tahun 2019 dengan Aman damai dan demokratis.
Selanjutnya dalam pengelolaan organisasi Polri telah meningkatkan akuntabilitas dan transparansi laporan keuangan, sehingga Polri meraih opini wajar tanpa pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan selama 6 tahun berturut-turut.
Diakhir sambutan seragam dari Presiden Republik Indonesia Bapak Jokowidodo disampaikan beberapa intruksi sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas diantaranya.
Pertama terus tingkatkan kualitas sumber daya manusia Polri, guna menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin Kompleks serta untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Kedua kedepankan strategis pemulihan proaktif dan tindakan Humanis dalam mencegah dan menangani berbagai permasalahan sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.
Ketiga terus tingkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah, murah, cepat serta konsisten dan berkelanjutan.
Keempat tingkatkan profesionalisme dalam penegakan hukum yang profesional transparan dan berkeadilan.
Kelima perkuat koordinasi dan kerjasama dengan TNI, Kementerian, lembaga Pemerintah Daerah, serta masyarakat dalam memelihara keamanan dalam negeri, Bupati Wajo mengakhiri sambutan seragam Presiden Republik Indonesia.
Disela acara diselingi dengan penyerahan Piagam penghargaan kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama, Atas kerjasamanya dalam menjaga ketertiban di wilayah hukum Kabupaten Wajo.dan diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Wajo juga peragaan dari Bupati Wajo dengan mencoba kendaraan dinas, yaitu Motor lantas dengan uji ketangkasan safety reading, sehingga nantinya bisa menjadi panutan kepada masyarakat guna tertib berkendara di jalan raya.
Turut hadir Forkopimda Kabupaten Wajo, Purnawirawan dan elemen masyarakat yang ikut memeriahkan acara hari ini.