Bupati Nunukan dan Wakil Bupati Nunukan Hadiri Pembukaan Festival Budaya Daerah dan Paras Fest dalam rangka Resepsi Hari Jadi Kabupaten Nunukan ke 26 Tahun 2025

NUNUKAN – Setelah pagi hari digelar Rapat Paripurna DPRD, acara dilanjutkan pada malam harinya dengan agenda Pembukaan Festival Budaya Daerah dan Paras Fest dalam rangka Resepsi Hari Jadi Kabupaten Nunukan ke 26 Tahun 2025, Minggu (12/10/2025).

Tampak hadir Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, Wakil Bupati Nunukan Hermanus, jajaran Forkopimda, Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan oragnisasi perempuan, dan undangan memadati GOR Dwikora Nunukan.

Malam resepsi dan ramah tamah yang digelar di GOR adalah bentuk syukur pemerintah kabupaten Nunukan kepada Tuhan Sang Pencipta untuk anugerahnya sehingga kabupaten Nunukan bisa mencapai usia 26 tahun.

Bupati Nunukan H. Irwan Sabri dalam sambutannya mengatakan bahwa segala rangkaian gelaran kemeriahan HUT kabupaten Nunukan yang sudah, sedang dan akan terus berlanjut adalah bentuk komitmen pemerintah untuk memberi hiburan dan kemeriahan kepada masyarakat.

Bupati pun kembali menyampaikan bahwa untuk HUT kabupaten Nunukan tahun ini tidak dimeriahkan secara besar-besaran seperti tahun-tahun sebelumnya dengan mengundang artis ibukota tetapi untuk tahun ini pemerintah kabupaten Nunukan lebih kepada kepedulian terhadap masyarakat yang kurang mampu. Pemerintah mengalihkan dana HUT tahun ini untuk pemberian sembako kepada masyarakat yang kurang mampu.

H. Irwan Sabri juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kapada seluruh anggota ASN, TNI, Polri, para pengusaha, petani, nelayan, para pedagang-pedagang di pasar, para supir dan buruh, karyawan, para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh penuda dan wanita bahkan kepada seluruh pelajar di kabupaten Nunukan untuk kontribusi dan sumbangsih terbaiknya dalam pembangunan di semua aspek kehidupan di kabupaten Nunukan.

Menjadi harapannya agar kolaborasi dan sinergitas antar pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Nunukan semakin baik dengan energi baru sehingga tercapai Nunukan semakin maju.

(PROKOMPIM)

Rapat Paripurna DPRD Hari Ulang Tahun Kabupaten Nunukan ke 26, Apa Saja Dukungan Kabupaten Nunukan Untuk Program Prioritas Nasional ? Simak Paparan Bupati Nunukan

NUNUKAN – Dalam rapat Paripurna Hari Ulang Tahun Kabupaten Nunukan Ke 26, selain program unggulan daerah, Bupati H. Irwan Sabri juga memaparkan Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan dalam kurun waktu 1 tahun ini juga telah mendukung berbagai Program Prioritas Nasional (PRO SN) yaitu program penanggulangan kemiskinan, program ketahanan pangan, program kesehatan, pendidikan, dan program pertumbuhan ekonomi.

Program nasional kesehatan untuk semua, diwujudkan dalam bentuk dukungan terhadap Program Nasional Makan Bergizi Gratis dan capaian program jaminan kesehatan nasional.

“Perlu saya sampaikan, SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di Kabupaten Nunukan yang telah operasional adalah SPPG Nunukan Selatan, SPPG Nunukan, SPPG Nunukan Tengah, SPPG Sebatik Utara, SPPG Sebatik Timur. Terdapat 2 SPPG yang saat ini sedang dilakukan evaluasi oleh satgas pelaksanaan MBG yakni SPPG Nunukan Barat dan SPPG Sebatik Tengah.”ungkapnya.

Pemerintah Daerah mendukung program MBG tersebut melalui penyediaan lahan untuk 4 lokasi, namun saat ini hanya 1 lokasi yang memenuhi persyaratan.

Selanjutnya program jaminan kesehatan Nasional terwujud dengan persentase UHC mencapai 98,71% sampai Oktober Tahun 2025 dengan jumlah penduduk berdasarkan data Disdukcapil Kabupaten Nunukan per Oktober 2025 sebanyak dua ratus tiga puluh ribu enam ratus delapan puluh lima jiwa (230.685), dengan kontribusi anggaran daerah melalui Pemberian bantuan Iuran (PBI) sebesar Rp.33 miliar.

Program nasional penanggulangan kemiskinan melalui pembangunan 3 juta rumah. Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan mendukung program tersebut melalui program Rehabilitasi dan Revitalisasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang masuk dalam 17 arah baru menuju perubahan dengan realisasi mencapai 32 unit di tahap pertama dan 200 unit akan diselesaikan hingga akhir tahun ini.

Program nasional perluasan akses pendidikan melalui sekolah rakyat telah berproses dengan dukungan penyiapan lahan dan proses perijinan oleh Pemerintah Daerah. Sedangkan untuk program revitalisasi sekolah, saat ini juga sedang berproses di beberapa sekolah tingkat SD pada 10 lokasi, dan 8 lokasi untuk tingkat SMP yang tersebar di wilayah Krayan, Sembakung, Lumbis, Sei Manggaris, Sebatik dan Nunukan.

“Pemerintah Daerah mendukung program nasional melalui pembangunan dan rehab. Ruang Kelas Baru (RKB) yang tersebar di 13 lokasi SD maupun SMP Negeri dan Swasta dengan anggaran Rp.24,6 miliar, pembangunan sarana prasarana serta utilitas sekolah dengan anggaran Rp.7,7 miliar, dan pembangunan gedung sekolah baru dengan anggaran Rp.3,4 miliar.”ungkapnya.

Selanjutnya Program Nasional Ketahanan Pangan di Kabupaten Nunukan diwujudkan dengan optimalisasi lahan dengan realisasi tahap pertama 100% seluas 420 hektar, dan tahap kedua 3.135 hektar dengan realisasi fisik 45%, sehingga total optimalisasi lahan yang dilaksanakan di Kabupaten Nunukan seluas 3.555 hektar. Sedangkan untuk usulan cetak sawah kurang lebih seluas 3.000 hektar, saat ini masih dalam tahap penyusunan Survey Investigasi Desain (SID).

Pemerintah Daerah juga mendukung program ketahanan pangan nasional melalui penyediaan alat mesin pertanian berupa Hand Traktor, alat mesin panen dan penyediaan pupuk.

Gerakan Pangan Murah (GPM) telah direalisasikan sebesar 13.500 kilogram pada triwulan satu, 50.500 kilogram pada triwulan dua, 13.500 kilogram di triwulan tiga, dan hingga akhir bulan September 94.500 kilogram berupa beras, minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya.

Kemudian untuk Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nunukan di triwulan pertama sebesar 3,55%, dan 3,62% pada triwulan kedua tahun 2025, atau naik sebesar 0,07%. Upaya untuk menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi salah satunya dengan menjaga angka inflasi daerah. Berdasarkan data BPS pada Juni 2025, inflasi tercatat sebesar 2,23%, dan mengalami penurunan pada September 2025 sebesar 1,84%. Penurunan angka inflasi ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Daerah dalam mengendalikan angka inflasi di daerah sesuai target nasional 2,5 plus minus 1%.

“Saya menyadari, ada harapan dan ekspektasi yang sangat tinggi dari masyarakat terhadap pemerintah. hal itu, saya nilai sebagai sesuatu yang sangat wajar.”ungkapnya.

Kita tahu bersama, Pemerintah Presiden Prabowo di awal pemerintahannya melakukan efisiensi anggaran. Kebijakan ini sedikit banyak ikut memberikan pengaruh terhadap strategi pembangunan, dan membuat kami harus melakukan banyak penyesuaian.

Perang dagang yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap beberapa negara, meskipun terjadi pada tataran global, ternyata juga memberikan imbas yang tidak kita perkirakan.

Namun demikian, kita semua tidak boleh pesimis dalam menyikapi situasi ini. kita harus mampu bangkit, dan terus bergerak bersama sebagai satu keluarga besar yang saling membantu dan mendukung satu sama lain.

“Sebagai pemerintahan yang baru, tentu tidak lepas dari berbagai kekurangan dan kesalahan. Di era demokratis ini, silahkan masyarakat memberikan saran, masukan, bahkan kritik kepada pemerintahan kami. Kritik yang konstruktif sangat penting bagi kami, dan menjadi tanggung jawab kami untuk menjawabnya dengan penuh rasa tanggung jawab.”pungkasnya.

H. Irwan juga mengatakan, mewujudkan Kabupaten Nunukan yang inovatif, sejahtera, adil, dan mandiri hanya bisa di wujudkan jika kita bisa bekerja sama, terbuka, dan disertai rasa tanggung jawab yang tinggi. Kabupaten Nunukan yang nyaman hanya bisa terwujud jika kita bisa saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

“Akhirnya, saya ucapkan, Dirgahayu Kabupaten Nunukan ke-26 Tahun 2025. Dengan energi dan semangat baru, mari kita wujudkan Nunukan Maju”, Pungkasnya

(PROKOMPIM)

Energi Baru di Rapat Paripurna DPRD Hari Ulang Tahun Kabupaten Nunukan ke 26 Tahun, Bupati Nunukan Sampaikan Progres Program 17 Arah Baru Menuju Perubahan

NUNUKAN – 12 Oktober merupakan hari yang bersejarah bagi Kabupaten Nunukan, dimana pada tanggal itu Nunukan resmi berdiri menjadi daerah Kabupaten. Bertempat di Gedung DPRD Kab. Nunukan dilaksanakan Rapat Paripurna Hari Ulang Tahun Kabupaten Nunukan Ke 26. Minggu (12/10/25).

Acara dibuka dengan penampilan dari David, Juara 1 Lomba Festival Tunas Bahasa mendongeng bahasa tidung tingkat Provinsi Kalimanta Utara Tahun2025 dan Juara 2 Tingkat Nasional dokter cilik 2025. Dan juga persembahan Tari klaborasi daerah dari sanggar tari Sari Art Project.

Seperti Tahun-Tahun sebelumnya, Rapat Paripurna Istimewa kali ini juga menayangkan sebuah video sejarah singkat Kabupaten Nunukan dari masa ke masa. Sejarah yang menceritakan tentang perjuangan Konfrontasi RI-Malaysia pada tahun 1963 hingga saat ini. Serta para Pemimpin Kabupaten Nunukan dari masa ke masa.

Tahun ini merupakan tahun pertama kepemimpinan H. Irwan Sabri dan Hermanus dan tahun pertama memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Nunukan Ke 26. Mengawali sambutannya Bupati Nunukan H. Irwan Sabri tak lupa pula mengajak kepada tamu undangan yang hadir untuk bersama-sama berdoa atas berbagai musibah yang terjadi di Kabupaten Nunukan, dan terakhir beberpa waktu lalu musibah bencana kebakaran yang menimpa masyarakat di Nunukan, Lumbis dan Sebatik.

“Semoga saudara-saudara kita yang tertimpa musibah diberikan ketabahan dan kesabaran, Amin Ya Robbalalamin,”ungkapnya.

Peringatan Hari Ulang Tahun pada hari ini merupakan momentum yang sangat istimewa untuk melakukan evaluasi dan refleksi diri atas perjalanan Kabupaten Nunukan selama dua puluh enam tahun ini.

“Begitu banyak prestasi dan keberhasilan yang sudah kita capai sampai hari ini. namun dalam kesempatan yang baik ini, saya juga ingin menyampaikan bahwa masih banyak persoalan dan pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan. Angka stunting yang masih relatif tinggi sesuai data EPPGM, belum meratanya sarana infrastruktur, dan masih rendahnya indeks pembangunan manusia merupakan beberapa persoalan yang harus kita tuntaskan.”ujarnya.

H.Irwan menyampaikan bahwa sebagai pemerintahan yang baru memegang kepercayaan ini kurang dari satu tahun, akan sangat berkomitmen untuk menyelesaikan semua persoalan tersebut, dan H. Irwan percaya dengan sinergi pemerintah dan DPRD maka semuanya akan terwujud nyata. Melalui kerja keras dan dukungan dari seluruh masyarakat, dan semangat Energi Baru, serta ditunjang oleh strategi yang tepat, H. Irwan percaya semua masalah tersebut bisa di selesaikan.

“Namun demikian, saya mengingatkan bahwa tidak ada yang instan di dunia ini. semua butuh waktu dan proses yang tidak mudah, sehingga saya berharap kita semua bisa sabar dalam melalui setiap proses yang ada.”ungkapnya.

H. Irwan juga mengatakan bahwa setiap pemimpin memiliki cara dan prioritasnya masing – masing, tapi percayalah Visi besar yang akan dicapai tetaplah sama, yaitu kabupaten nunukan yang inovatif, sejahtera, adil dan mandiri.

Implementasi dari Visi dan Misi tersebut dituangkan dalam 17 arah baru menuju perubahan yang meliputi :
1.Memastikan ketersediaan air bersih di seluruh wilayah;
2.Memastikan kebutuhan Energi Listrik.
3.Pembukaan 100 kilometer jalan tani per tahun;
4.Memastikan pembangunan jalan 50 kilometer jalan penghubung kecamatan dan desa;
5.Pengadaan satu kecamatan satu unit alat berat;
6.200 rumah layak huni per tahun dengan anggaran Rp. 25 juta per unit;
7.Seragam sekolah gratis untuk peserta didik SD, dan SMP;
8.Penyediaan 1.000 beasiswa untuk siswa dan mahasiswa berprestasi dan kurang mampu;
9.Satu sekolah satu starlink untuk daerah yang tidak terjangkau internet;
10.Penguatan fungsi dan manajemen rumah sakit daerah dan rumah sakit pratama;
11.Memastikan pemenuhan tenaga medis dan dokter spesialis di setiap rumah sakit (RS. Pratama Tipe D);
12.Pemberian bantuan bibit, pupuk kepada petani, dan alat mekanisasi pertanian secara gratis;
13.Membuat kampung pertanian hortikultura dan palawija berbasis kewilayahan;
14.Menjaga stabilitas harga rumput laut melalui peraturan daerah;
15.Memberikan bantuan alat tangkap dan mesin kepada nelayan, serta mendorong kampung budidaya perikanan;
16.Pemberian modal bantuan dan peningkatan ketrampilan pelaku usaha UMKM;
17.Satu desa satu program unggulan berbasis potensi lokal melalui penguatan BUMDES.

Bupati H. Irwan sabri memaparkan capaian Visi dan Misi yang dituangkan dalam 17 Arah Baru Menuju Perubahan.

“Sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi, dalam kesempatan yang baik ini, izinkan saya menyampaikan progres terhadap 17 Arah Baru Menuju Perubahan yang telah dilaksanakan sejauh ini.”ungkapnya.

Yang pertama di Bidang Penyediaan Air Bersih. Pada tahun ini, akan dilakukan pembebasan lahan untuk pembangunan Embung Lapri dengan anggaran sekitar Rp25 miliar. Yang prosesnya kini telah memasuki tahap pengukuran di lapangan oleh tim BPN.

Untuk pembangunan jaringan perpipaan, dialokasikan anggaran sebesar Rp6,4 miliar di daerah Sebuku yang diperkirakan selesai pada Desember 2025. Normalisasi sistem penyediaan air minum sebanyak lima unit dengan anggaran sekitar Rp.1,4 Miliar, tiga unit sudah mencapai 57%, dan dua unit lainnya progresnya mencapai 34,25%.

“Selanjutnya di Bidang Penyediaan Energi Listrik, dapat kami sampaikan bahwa pada tahun ini melalui Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Utara sudah dilakukan Perencanaan Pembangunan Solar Home System atau PLTS perumahan sebanyak 110 unit di Desa Tagul dan 19 unit di Desa Lingsayung dengan anggaran sebesar Rp.3,2 Miliar, informasi yang diperoleh melalui Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Utara pengadaan tersebut telah selesai dan saat ini menunggu jadwal pemberian bantuan yang direncanakan akan diserahkan oleh Gubernur.”jelasnya.

Sementara untuk Revitalisasi PLTS di Desa Tepian Kecamatan Sembakung telah masuk dalam Roadmap PLN Tahun 2025. Pemerintah Daerah juga terus berkoordinasi dengan Dinas ESDM Provinsi terkait dengan usulan pembangunan PLTS Sebakis ke APBN pada tahun 2026 dengan kapasitas terpasang sebesar 100 KWP dengan anggaran mencapai Rp. 9,5 miliar. Dukungan Pemerintah Daerah terhadap usulan tersebut telah melalui tahapan proses kewajiban pemenuhan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang (KKPR).

Informasi dari Dinas ESDM Provinsi menyebutkan bahwa pengadaan tersebut telah selesai dan saat ini menunggu jadwal penyerahan bantuan yang direncanakan akan diserahkan langsung oleh Gubernur.

Selanjutnya, untuk program pembangunan 100 kilometer Jalan Tani per tahun, saat ini secara fisik sudah terealisasi sepanjang 35 kilometer, dari total 107 kilometer yang direncanakan.

“Program ini akan dilaksanakan di Wilayah Nunukan, Lumbis, Krayan Barat, Krayan Timur, Nunukan Selatan, Sebatik, Sebatik Barat, Sebatik Tengah, Sebatik Timur, Sebatik Utara, Sebuku, Sei Manggaris, Sembakung, Sembakung Atulai dan Tulin Onsoi dengan total nilai anggaran sebesar Rp.25 miliar.”pungkasnya.

Kemudian terkait dengan pembangunan jalan 50 kilometer yang menghubungkan kecamatan dan desa, saat ini sudah memasuki tahap persiapan pekerjaan pasca lelang dan 1 paket jalan yang masih dalam tahap akhir lelang, sehingga diperkirakan pekerjaan pembangunan dan rekonstruksi jalan tersebut akan selesai pada Desember 2025, dengan nilai anggaran sebesar Rp.198,6 miliar.

Untuk Program pengadaan alat berat, 1 Kecamatan 1 unit alat berat, pada tahun ini dialokasikan sebanyak 5 unit melalui pengadaan dengan E-PURCHASING dengan anggaran Rp.5,056 Miliar. Diperkirakan proses pengadaannya akan selesai pada bulan November 2025 untuk wilayah 4 dengan titik penerimaan berada di Kecamatan.

H.Irwan juga menjelaskan, tentang program 200 rumah layak huni per tahun dengan anggaran Rp.25 juta per unit. Pada tahun 2025 ini dialokasikan anggaran untuk 232 unit yang tersebar hampir di semua kecamatan.

“Saat ini sudah mampu menyelesaikan tahap 1 sebanyak 32 unit. Sementara untuk tahap kedua sebanyak 200 unit sudah memasuki proses pelaksanaan pembangunan dan selesai di awal bulan Desember 2025. Untuk program ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 6,3 miliar.”ungkapnya.

Selain itu, H. Iwan juga menyampaikan Untuk program pengadaan seragam sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP Negeri dan Swasta, H. Irwan menyampaikan bahwa saat ini sudah dalam proses pendistribusian ke seluruh sekolah di Kabupaten Nunukan dengan jumlah seragam merah putih dan pramuka SD sebanyak 8.322 set, seragam biru putih dan pramuka SMP sebanyak 7.170 set. Diperkirakan selesai terdistribusi di bulan November tahun ini. pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp.8 miliar.

Selanjutnya, program penyediaan 1.000 beasiswa untuk pelajar dan mahasiswa, saat ini masih dalam tahap verifikasi berkas, dan direncanakan akan dilakukan penyerahan di triwulan ke – 4 pada tahun ini dengan anggaran Rp.10,5 miliar. Demikian juga program beasiswa kelas afirmasi bekerjasama dengan Universitas Hasanuddin Tahun Akademik 2025 telah terlaksana dengan jumlah mahasiswa sebanyak 32 orang.

Sementara itu, untuk program 1 sekolah 1 unit starlink bagi daerah yang tidak terjangkau internet, sudah terealisasi sebanyak 17 unit dari jumlah keseluruhan sebanyak 17 unit dengan persentase realisasi sebesar 100%. Sementara untuk tingkat SMP dengan anggaran Rp.500 juta untuk 13 lokasi, progresnya sudah mencapai 100 %.

Selanjutnya,Untuk menguatkan fungsi dan manajemen RSUD dan Rumah Sakit Pratama, saat ini pemerintah dan jajaran manajemen RSUD dan Rumah Sakit Pratama tengah melakukan proses melengkapi berkas dan persyaratan yang dibutuhkan.

Program penyediaan dokter spesialis sekarang sudah terealisasi 100%, yang terdiri dari spesialis kandungan dan kebidanan, anak, anastesi, bedah, dan penyakit dalam. Penempatan dokter spesialis ini masing – masing 5 dokter spesialis di Rumah Sakit Pratama Sebuku dan 5 dokter spesialis di Rumah Sakit Pratama Sebatik. Sementara Rumah Sakit Pratama Krayan masih menunggu tenaga hasil rekruitmen dari Kementerian Kesehatan melalui Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Program Magang Dokter Spesialis dari kerjasama dengan Universitas Hasanudin Makassar dengan nilai anggaran Rp.1,9 miliar. Program ini untuk mendekatkan kebutuhan layanan bagi masyarakat yang ada di daerah pedalaman dan terpencil.

Selanjutnya untuk program pemberian bibit, pupuk dan alat mekanisasi pertanian, pada tahun ini pemerintah sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp.7,6 miliar. program ini akan direalisasikan dalam bentuk pemberian bantuan alat produksi pertanian dan sarana pendukungnya sebanyak 100 buah di Kecamatan Lumbis, dan 175 buah di Kecamatan Sembakung. Untuk pemberian pupuk NPK sawit sudah terealisasi 100%, dalam bentuk bantuan 23.550 kilogram dan tambahan 4 ribu kilogram dari perubahan APBD 2025 di wilayah Sebuku dan Lumbis. Sementara untuk pengadaan bibit kakao untuk lahan seluas 10 hektar di Kecamatan Sebatik Tengah, saat ini masih dalam proses pekerjaan.

Pemberian bantuan alat produksi pertanian berupa mesin Hand Traktor, mesin Power Threser, mesin kultivator, pompa air, gerobak dorong, hand sprayer, dan alsintan combine harvester sudah mencapai 100%. Kelompok tani penerima bantuan tersebar dari Kecamatan Nunukan, Nunukan Selatan, dan Sebatik Barat.

Program membuat kampung pertanian hortikultura, sudah terealisasi 100%. Yang terdiri dari program pemberian bantuan untuk kawasan cabe di Kecamatan Lumbis, Sebatik Tengah, Sebatik Utara, Sebuku, Sei Manggaris, Sembakung dan Tulin Onsoi untuk luasan mencapai 8 hektar. Dan bantuan untuk kawasan hortikultura seluas 15 hektar.

“Terkait dengan program menjaga stabilitas rumput laut melalui peraturan daerah, dapat kami sampaikan bahwa Pemerintah Daerah mengambil langkah – langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan mutu serta stabilitas harga melalui upaya antara lain pembangunan rumah ikat bibit rumput laut dengan anggaran sebesar Rp.685 juta dengan progres 10%, dan pengadaan sarana budidaya rumput laut sekitar Rp.1 miliar dengan progres 20%.”ungkapnya.

Selanjutnya, Pemerintah Daerah melalui Perumda Nusa Serambi Persada sudah melakukan penandatanganan MoU dengan Perumda di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Berdasarkan data dari Perumda Nusa Serambi Persada, sampai dengan saat ini rumput laut dari Kabupaten Nunukan yang telah masuk di PT. Biota Laut Ganggang Kabupaten Pinrang telah mencapai 100 ton yang berdampak pada perbaikan harga rumput laut. Sebelum ditandatanganinya perjanjian kerjasama ini, harga rumput laut berada di kisaran 8.000 – 9.000 rupiah per kilogram, namun setelah dilakukan penandatanganan kerjasama harganya mencapai 14.500 rupiah per kilogram, atau naik di kisaran 4.000 – 5.000 rupiah per kilogram untuk mutu kualitas baik.

Pemerintah Daerah, Bea Cukai, Karantina dan Mitra logistik juga telah memfasilitasi ekspor rumput laut cottoni ke Korea Selatan sebanyak 60 ton oleh PT. Kebula Raya Bestari. Ekspor tersebut tentu memberikan dampak besar bagi keberlanjutan usaha perikanan budidaya rumput laut di Kabupaten nunukan.

“Sementara itu dibidang di bidang perikanan, pemerintah pada tahun ini sudah memberikan bantuan alat tangkap bagi para nelayan dengan rincian pengadaan sarana alat penangkapan ikan berupa waring dan gilnet di wilayah Sebatik dengan anggaran Rp.344,9 juta, dan bantuan alat tangkap ramah lingkungan berupa 271 gilnet dan 818 jaring di wilayah Sebuku, Sembakung, Tulin Onsoi, Sebatik dan Sebatik Barat dengan anggaran Rp.643,7 juta.”pungkasnya.

Pemerintah juga memberikan bantuan perahu dan mesin ketinting dengan anggaran sebesar Rp.1,4 miliar, serta bantuan sarana alat penangkapan ikan sebesar Rp.227,9 juta.

Untuk Program prioritas ke 16, yaitu pemberian modal dan pelatihan keterampilan pelaku UMKM, Pemerintah mengalokasikan bantuan sebesar Rp.172,7 juta dengan rincian : pelatihan kewirausahaan dan manajemen pembukuan UMKM untuk 15 orang, sosialisasi akses pembiayaan UMKM untuk 35 orang, dan belanja subsidi KUR ke pelaku usaha.

“Terakhir, program 1 desa 1 program unggulan berbasis potensi lokal melalui penguatan BUMDES, dapat kami sampaikan bahwa Pemerintah sudah mengalokasikan anggaran untuk kegiatan pembinaan dan pemberdayaan BUMDES dan lembaga kerjasama antar desa dengan target 20 desa. Program ini direncanakan akan dilaksanakan pada triwulan ke- 4 tahun ini.”jelasnya.

Pemerintah juga akan memberikan fasilitasi pembangunan bagi kawasan pedesaan yang telah dibentuk. Program pembangunan di kawasan tersebut akan disinkronkan dengan program 1 desa 1 program unggulan berbasis komoditas potensi lokal desa yang telah diluncurkan oleh Bupati Nunukan bersama dengan Program Desa Cerdas pada bulan Agustus 2025. Dengan program unggulan ini diharapkan terjadi perubahan paradigma dari desa konsumtif menjadi desa produktif menuju desa mandiri.

(PROKOMPIM)

Meriah, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri Resmi Melepas Pawai Budaya HUT Kabupaten Nunukan ke 26

NUNUKAN – Bupati Nunukan H. Irwan Sabri melepas secara resmi para peserta Pawai Budaya Tahun 2025 dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Nunukan ke-26 di depan Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Sabtu (11/10).

Turut hadir Wakil Ketua DPRD II, Plt. Sekretaris Daerah, para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Nunukan, Ketua TP PKK Kabupaten Nunukan, serta para Asisten.

Pawai Budaya merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan dalam menyemarakkan hari ulang tahun Kabupaten Nunukan juga momen yang paling ditunggu oleh masyarakat Nunukan, karena menampilkan keindahan beragam suku budaya yang ada di Kabupaten Nunukan.

Masyarakat Nunukan begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut, terpantau mempadati setiap ruas jalan untuk datang menonton dan mendukung langsung para peserta yang mengikuti pawai budaya.

Di garis start, Bupati Irwan Sabri melepas para peserta Pawai Budaya dengan berharap kegiatan ini terus dilaksanakan setiap tahunnya karena dapat menampilkan berbagai tradisi suku budaya yang rukun di Kabupaten Nunukan.

“Saya harap kegiatan seperti ini dapat terus kita gaungkan, dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim pawai budaya dalam rangka memperingati hari ulang tahun Kabupaten Nunukan ke-26 secara resmi saya lepas”, ujarnya.

Tak sekedar melepas, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri dan Ketua Penggerak PKK Kabupaten Nunukan Andi Annisa Muthia Irwan beserta Ibu Susanti turut berjalan kaki di barisan paling depan bersama peserta dari Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan.

Setiba di garis Finish Bupati Nunukan H. Irwan Sabri Ketua TP PKK Anri Annisa Muthia Irwan, beserta، Ibu Susanti Hermanus dan segenap asisten setda yang mendampingi dan undur Forkopimda langsung menempati tenda undangan untuk selanjutnya menerima para peserta lain yang akan masuk ke garis finish.

Banyak ragam budaya dan kesenian yang ditampilkan oleh para peserta karnaval pawai budaya kali ini, dari etnis suku Dayak, suku Bugis, suku Toraja, suku Jawa, suku Tidung. suku Timor dan masih banyak lagi ragam budaya yang ada di kabupaten Nunukan.

Penampilan-penampilan dan atraksi-atraksi yang cukup unik bahkan menantang nyali pun turut di tampilkan dalam pagelaran karnaval pawai budaya kali ini.

Sebagai informasi untuk kategori SD diikuti sebanyak 27 peserta, SMP 12 peserta, SMA 11 peserta, serta umum 46 peserta dengan rute start Pelabuhan Tunon Taka – Jl. Tien Soeharto – Jl. Patimura – Jl. Ahmad Yani Alun-alun – Jl. Yos Sudarso – finish Jl. Bahari Tanah Merah.

(PROKOMPIM)

DPRD Minta Perda Rumput Laut Dipercepat, Ribuan Warga Pesisir Nunukan Butuh Kepastian Harga

NUNUKAN — Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan, Andi Fajrul Syam, menegaskan bahwa momentum Hari Jadi ke-26 Kabupaten Nunukan tahun 2025 harus menjadi titik balik untuk memperkuat sektor ekonomi rakyat, khususnya di bidang kelautan dan perikanan yang menjadi tulang punggung daerah pesisir.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu lebih serius memperhatikan fasilitas dasar di wilayah pesisir yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi warga.

Ia menyoroti kondisi jalan dan jembatan jeramba yang menjadi akses vital bagi para pembudidaya rumput laut di sejumlah kecamatan.

“Harapan bagaimana pemerintah lebih giat lagi memperhatikan fasilitas yang diberikan untuk masyarakat pesisir dan kelautan. Jalan-jalan jeramba itu semua perlu diperbaiki,” ujarnya saat diwawancara wartawan pada, minggu (12/10/2025).

Fajrul menekankan, pertumbuhan ekonomi Nunukan sangat bergantung pada aktivitas budidaya rumput laut.

Karena itu, ia mendorong Pemkab Nunukan segera merumuskan dan mengesahkan peraturan daerah (Perda) untuk menstabilkan harga rumput laut agar tidak terus berfluktuasi.

“Kita mendorong bagaimana pemerintah lebih cepat membuat Perda untuk menstabilkan harga rumput laut. Karena kalau harga rumput laut ini stabil, saya rasa perekonomian daerah juga akan bertumbuh lagi,” jelasnya.

Fajrul menilai, harga rumput laut yang kini berfluktuasi membuat pembudidaya di daerah pesisir belum merasakan kesejahteraan yang ideal.

Ia mencontohkan, harga yang sempat melonjak dari Rp9.000 per kilogram menjadi Rp15.000 kini kembali turun di kisaran Rp12.000 hingga Rp13.000.

“Harga fluktuatif, kadang Rp12 ribu, kadang Rp13 ribu. Jadi memang belum stabil. Makanya kami dorong segera ada payung hukum yang bisa menjaga stabilitas harga itu,” kata Fajrul

Selain kebijakan harga, Fajrul juga menyoroti pentingnya kelanjutan program bantuan kepada pembudidaya rumput laut agar tidak terhenti.

Menurutnya, program bantuan bibit, alat, dan sarana budidaya harus tetap dilanjutkan karena terbukti menopang ekonomi masyarakat pesisir.

“Saya juga berharap bantuan ke pembudidaya rumput laut itu terus dilanjutkan. Jangan sampai terhenti karena mereka sangat bergantung pada program itu,” tegasnya.

Ketika disinggung soal kesiapan regulasi Perda harga rumput laut, Fajrul mengaku hingga kini DPRD belum menerima draf atau pengajuan resmi dari pemerintah daerah.

“Untuk saat ini belum ada pengajuan dari pemerintah daerah ke DPRD. Jadi kami menunggu, tapi tentu kami juga dorong agar segera diajukan,” katanya.

Ia menambahkan, percepatan Perda ini penting mengingat ribuan masyarakat di wilayah pesisir Nunukan menggantungkan hidupnya dari budidaya rumput laut.

“Nunukan ini ada ribuan masyarakat di wilayah pesisir yang bergantung hidupnya dari rumput laut. Jadi Perda ini akan sangat membantu mereka,” tuturnya.

Selain itu, Fajrul juga menekankan pentingnya koordinasi pemerintah daerah dengan pemerintah provinsi dalam penataan alur pelayaran.

Ia menilai masih ada tumpang tindih antara jalur pelayaran dengan area budidaya rumput laut di lapangan yang berpotensi mengganggu keselamatan dan aktivitas ekonomi warga.

“Pemerintah daerah perlu berkoordinasi dengan pemerintah provinsi terkait penataan alur pelayaran. Karena masih ada kita temui pondasi rumput laut yang masuk ke alur pelayaran. Ini perlu diatur supaya jelas dan aman,” jelasnya.

Dengan demikian, harapan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan adalah agar pemerintah dapat lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat dan meningkatkan perekonomian daerah melalui berbagai kebijakan dan program yang tepat sasaran.

Menutup pernyataannya, Andi Fajrul Syam menegaskan bahwa pembangunan ekonomi Nunukan hanya bisa berjalan jika pertumbuhan ekonominya sehat dan merata.

“Yang utama itu dulu, sehatkan dulu pertumbuhan ekonomi. Kalau ekonomi sehat, otomatis aktivitas masyarakat juga akan berjalan dengan baik,” pungkasnya

Neni/Mery