Gaungkan Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Nunukan Launching Relawan Gerakan Lawan Politik Uang

Nunukan-Dalam rangka memperingati hari anti korupsi sedunia, Bawaslu Nunukan menggelar Launching relawan gerakan lawan politik uang Pemilihan Umum 2024 di tugu dwikora alun-alun kota Nunukan. (09/12/2023).

Relawan gerakan lawan politik uang adalah organisasi kemahasiswaan yang terdiri dari HMI, PMII, GMKI, IMM, LMND, Bem Poltek, Bem STIT, Ikami Sulsel, PM NTT dan komunitas lingkar seni merah satu.

Ketua Bawaslu Nunukan menyampaikan dengan hadirnya relawan gerakan lawan politik uang ini tentu sangat membantu kami dalam mencegah terjadinya pelanggaran politik uang, karena mereka sesuai dengan komitmennya akan mengedukasi masyarakat tentang dampak buruk politik uang dan siap melaporkan ke Bawaslu Nunukan jika menemukan poitik uang terjadi.

Lebih lanjut, Ketua Bawalu Nunukan akan mendukung penuh dan siap memfasilitasi para relawan di setiap aktifitas yang mereka lakukan sepanjang berkaitan dengan perlawanan politik uang, seperti yang telah mereka lakukan sebelumnya yakni Gerakan 1000 stiker.
Salah satu relawan dari kader HMI, Yasin juga menerangkan bahwa nantinya para relawan akan membuat posko aduan politik uang dibeberapa titik yang rawan terjadinya politik uang, aduan tersebut akan kami teruskan ke Bawaslu Nunukan untuk ditindaklanjuti.

Adapun pelaksanaan kegiatan launching ini diselenggarakan secara Bersamaan dengan pentas seni lawan politik uang, dan dihadiri juga oleh Sekretaris Daerah Nunukan, Kepala Kesbangpol, perwakilan dari kejaksaan dan kepolisian, partai politik, tokoh agama dan tokoh Masyarakat, serta Masyarakat Nunukan yang menyaksikan langsung melalui taman alun-alun kota Nunukan.

(Humas Bawaslu Nunukan)

Mahasiswa Nunukan Deklarasikan Lawan Politik Uang di Tugu Dwikora

Nunukan-Puluhan Mahasiswa Nunukan yang tergabung dalam organisasi HMI, PMII, GMKI, LMND, Bem Poltek, Bem STIT, Ikami Sulsel, dan PM NTT mendeklarasaikan Lawan Politik uang di tugu dwikora alun-alun kota Nunukan yang bertepatan dengan hari anti korupsi sedunia. (09/12/2023) 

Sebelum mendeklarasikan lawan politik uang, terlebih dahulu mahasiswa Nunukan membagikan stiker lawan poitik uang ke daerah pesisir dan melanjutkan mimbar demokrasi dengan menyampaikan orasi ataupun narasi tentang politik uang dari masing-masing perwakilan organisasi.

Turut hadir juga Bawaslu Nunukan dengan menyampaikan orasi pada mimbar demokrasi. Narasi yang disampaikan oleh anggota Bawaslu Nunukan Hariadi, yakni dengan mengingatkan kepada Masyarakat bahwa politik uang akan melahirkan pemimpin yang korup, oleh karena itu harus kita lawan Bersama.

Salah satu mahasiswa Nunukan yang tergabung dalam organisasi GMKI, yakni Magdalena dalam orasinya jangan sampai kita menjual harga diri dalam pemilihan umum tahun 2024 dengan menukar suara dengan uang yang jumlahnya tidak seberapa tapi selama 5 tahun kita akan mengalami menderita.

Adapun poin Naskah deklarasi lawan politik uang yang adalah sebagai berikut:

1. Kami Mahasiswa Nunukan Menolak Segala Bentuk Praktik Politik Uang

2. Kami Mahasiswa Nunukan Mengajak Seluruh Masyarakat Kabupaten Nunukan Untuk Melawan Segala Bentuk Praktik Politik Uang 

3. Kami Mahasiswa Nunukan Mengutuk Pelaku Praktik Politik Uang

4. Kami Mahasiswa Nunukan Dengan Amanat Undang-Undang Akan Melaporkan Segala Bentuk Praktik Politik Uang

5. Kami Mahasiswa Nunukan Siap Membantu Bawaslu Kabupaten Nunukan Dalam Mengawal Segala Bentuk Kecurangan Pemilu

6. Kami Mahasiswan Nunukan Siap Mengawal Pemerintah Agar Bersih Dari Korupsi, Kolusi Dan Nepotisme

(Humas Bawaslu Nunukan)

Gandeng Para Seniman, Bawaslu Nunukan gelar pentas seni lawan politik uang

Nunukan-Dalam rangka memperingati hari anti korupsi sedunia, Bawaslu Nunukan menggandeng komunitas lingkar seni merah satu untuk menggelar pentas seni lawan politik uang di tugu dwikora alun-alun kota Nunukan. (09/12/2023) 

Sekitar dua puluhan seniman yang terlibat dalam pentas seni lawan politik uang menampilkan seni tari, seni teater, seni sastra, dan seni musik dihadapan ratusan Masyarakat Nunukan yang hadir di alun-alun kota Nunukan.

Ketua Bawaslu Nunukan, Yusran menjelaskan kiranya penting kita melakukan sosialisasi ke Masyarakat melalui seni, mengingat saat ini sedang berlangsung tahapan kampanye pemilihan umum tahun 2024 yang dimana potensi politik uang sangat rentan terjadi.

Sementara itu, ketua lingkar seni merah satu, arianti juga menyampaikan bahwa seni yang ditampilkan memiliki makna bahwa pemimpin yang lahir dari politik uang setelah menjabat dia akan melakukan Tindakan korupsi. Itulah pesan yang ingin disampaikan sebagai pengingat kepada Masyarakat agar jangan menggadaikan suara kita hanya untuk uang yang tak seberapa.

Adapun kegiatan pentas seni ini dirangkaikan dengan kegiatan launching relawan Gerakan politik uang, yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Nunukan, Kepala Kesbangpol, perwakilan dari kejaksaan dan kepolisian, partai politik, tokoh agama dan tokoh Masyarakat, serta Masyarakat Nunukan yang menyaksikan langsung melalui taman alun-alun kota Nunukan.

(Humas Bawaslu Nunukan )

 

 

Wagub Sampaikan Pesan Kesetaraan

TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Dr. Yansen TP, M.Si menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional 2023 di Tugu Tanjung Selor, Sabtu, (9/12). Dalam agenda tersebut, Wagub Yansen menyampaikan pesan-pesan kesetaraan.

Hadir pada peringatan Hari Disabilitas Internasional, Wakil Bupati Tana Tidung, Hendrik, SH., MH, Wakil Ketua TP – PKK, Ping Yansen, Kepala Biro Kesra, H. Rosyit, serta unsur Forkopimda Kaltara.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kaltara, saya mengucapkan selamat memperingati Hari Disabilitas Internasional tahun 2023. Marilah kita jadikan peringatan ini sebagai momentum bagi kita semua untuk lebih peduli kepada saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” tutur Wagub Yansen dalam sambutannya.

Pemerintah Provinsi Kaltara mendorong terbukanya akses layanan publik yang ramah disabilitas dan inklusif agar penyandang disabilitas bisa lebih meningkatkan kontribusi positif dan partisipasi aktif dalam pembangunan di Kaltara secara berkelanjutan.

“Saya berpesan, kepada para penyandang disabilitas di Kaltara untuk tetap semangat menjalani kehidupan ini. Jangan patah arang. Percaya dirilah, Terus bekerja keras dan berinovasi dalam setiap bidang yang ditekuni masing-masing agar dapat meraih kesuksesan,” jelasnya.

Wagub Yansen juga memberikan motivasi kepada seluruh penyandang disabilitas. Menurutnya, meski memiliki kekurangan, tetapi potensi dan kontribusi mereka terhadap pembangunan cukup besar. “Jangan hanya melihat kekurangan, melainkan dengan hati yang tulus, bangkitlah dan kalian memiliki kesempatan setara untuk meraih sukses,” tegas Yansen.

Wagub berharap agar peringatan Hari Disabilitas Internasional menjadi panggilan untuk lebih peduli dan memberikan dukungan kepada para penyandang disabilitas. Mengingat bahwa setiap individu memiliki peran yang berharga dalam pembangunan daerah.

Dalam rangkaian Hari Disabilitas Internasional 2023, berbagai acara menarik seperti Fashion Show, pertunjukan menyanyi, dan pembacaan puisi telah ditampilkan.

Acara tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga menciptakan ruang inklusif untuk menyajikan bakat dan kreativitas penyandang disabilitas, memperkuat pesan penting tentang keberagaman dan partisipasi yang setara.

Pada kesempatan tersebut di Lantik Pengurus Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia Provinsi Kaltara (PPDI) Kab/Kota Se-Kalimantan Utara.

(dkisp)

 

 

Gubernur Buka Rakerda Dewan Adat Dayak Kaltara

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Drs. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum. didampingi Wakil Gubernur, Dr. Yansen TP, M.Si. membuka kegiatan pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Adat Dayak (DAD) Kaltara tahun 2023 yang berlangsung di Sekretariat DAD, Sabtu (9/12).

Dalam rangkaian pembukaan tersebut, Gubernur Zainal Paliwang menyerahkan hibah tanah kepada Ketua DAD Kaltara, Drs. Jhony Laing Impang, M.Si. sebagai wujud keseriusan Gubernur menjaga budaya asli Kaltara yang rencananya di atas tanah tersebut akan dibangun museum adat dayak.

Gubernur mengungkapkan banyak peninggalan leluhur suku Dayak yang akan diletakkan dalam museum tersebut. Hal ini bertujuan untuk menjaga benda bersejarah.

“Saya kira ukiran guci suku dayak ini indah sekali, dan saya memiliki koleksi guci yang akan saya serahkan untuk koleksi musem,” kata Gubernur Zainal Paliwang saat menyerahkan sertifikat tanah.

Gubernur melirik kondisi hari ini bahwa budaya modernisasi terus berkembang seiring perkembangan zaman. Karena itu, Gubernur berpesan agar budaya khas suku asli dayak seperti bahasa, tarian, dan adat budaya lain dapat dilestarikan dan diwariskan kepada generasi penerusnya.

“Jangan sampai keragaman adat budaya asli Kalimantan Utara seperti bahasa daerah punah di Kaltara,” jelasnya.

Apresiasi diberikan Gubernur kepada DAD Kaltara yang telah bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dalam memberikan gagasan dan ide dalam merawat warisan budaya serta membantu proses pembangunan di Kaltara.

“Saya berharap muncul ide-ide gagasan yang baik dalam rakerda ini untuk membangun Kalimantan Utara yang berubah, maju, dan sejahtera,” tuntas Gubernur.

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Presiden Masyarakat Adat Dayak, Dr. Drs. Marthin Billa, M.M., Wakil Bupati Bulungan, Ingkong Ala, S.E., M.Si., Forkopimda Kaltara, Tokoh Adat, dan Tokoh Masyarakat Kaltara.

(dkisp)