Gubernur Hadiri Pelantikan Pengurus FWB

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara, Dr (HC) H Zainal A Paliwang SH, M.Hum, menghadiri Pengukuhan Pengurus Forum Warga Bojonegoro (FWB) Kabupaten Bulungan dengan tema “Guyub Rukun Seduluran Selawase” , bertempat Lantai 1 Ruang Serbaguna Gedung Gadis Provinsi Kaltara, Rabu (28/2), malam.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Kaltara menyampaikan ucapan terima kasih dan selamat kepada Pengurus FWB yang telah di lantik.

“Semoga dengan dikukuhkannya pengurus yang baru dapat melaksanakan tugas dan amanah organisasi dengan baik serta penuh tanggung jawab dan saya berharap melalui forum warga Bojonegoro ini dapat terus menjaga dan mempererat tali silaturahmi warga Bojonegoro di Kaltara khususnya di Kabupaten Bulungan,”tutur Gubernur.

Ia juga menyampaikan bahwa warga Bojonegoro sudah menjadi bagian mitra pemerintah dalam melaksanakan berbagai Bidang Pembangunan di Kaltara.

“Saya berharap Sinergi ini dapat terus kita jaga dan seluruh warga masyarakat kaltara dapat memberikan sumbangsi positif demi lancar dan suksesnya pembangunan daerah Provinsi yang kita cintai ini,”katanya.

Gubernur juga menjelaskan bahwa Sebagai Pemerintah daerah, akan terus mendukung kepengurusan suatu organisasi kedaerahan atau kesukuan yang terbentuk di Provinsi Kaltara, sebagai bentuk pelestarian budaya dan untuk meningkatkan partisipasi dalam pembangunan di Kaltara.

Karena itu, ia berpesan agar pengurus FWB yang baru saja dilantik tetap menjalin komunikasi dan kerja sama dengan Ormas lainnya yang berada di Kaltara. Serta dengan adanya keharmonisan di antara organisasi dan pimpinan akan menjadi contoh yang baik bagi warga yang di wadahi oleh organisasi tersebut tanpa memandang suku dan agama.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kaltara, Ketua Pembina Forum Warga Bojonegoro Kabupaten Bulungan, Ketua Umum Forum Warga Bojonegoro Kabupaten Bulungan serta Forkopimda Kabupaten Bulungan.

(dkisp)

 

 

MTQ ke XIX Tingkat Kabupaten Nunukan Resmi Ditutup

Laura : Asah terus kemampuan untuk menghadapi MTQ di tingkat yang lebih tinggi.

NUNUKAN – Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XIX tingkat Kabupaten Nunukan telah berakhir pada selasa malam, (27/02) dan ditutup secara resmi oleh Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid.

Seluruh kafilah dari kecamatan-kecamatan di Kabupaten Nunukan pun kembali ke daerahnya masing-masing dengan membawa kemenangan dan pula kenangan yang manis.

Perhelatan yang dimulai semenjak tanggal 24 hingga 27 Februari tersebut ditutup dengan kemeriahan tarian kolosal yang disiapkan oleh panitia dan pemukulan gong oleh Bupati.

Lapangan sepak bola astrada 88 desa Tanjung Karang Kecamatan Sebatik menjadi saksi kecamatan Nunukan telah mampu mempertahankan juara umum dengan nilai 82 poin dan berhak atas piala bergilir, sedangkan di posisi runner up Kecamatan Sebatik Timur dengan nilai 76 poin dan diikuti oleh kecamatan Sei Manggaris di posisi ketiga dengan nilai 40 poin.

Mengawali sambutannya Bupati Nunukan mengatakan saat ini sudah berada di penghujung acara MTQ yang ke-XIX tingkat kabupaten Nunukan tahun 2024.

” Yakin MTQ yang dilaksanakan di pulau santri ini akan membawa kebaikan dan keberkahan bagi kita semua.
MTQ kali ini mampu mendinginkan suasana di tengah-tengah masyarakat pasca pemilihan umum yang baru saja kita laksanakan bersama – sama. usai pemilu, saya mengajak kepada kita semua untuk kembali bersatu, bergandengan tangan sambil menunggu keputusan akhir dari KPU sebagai penyelenggara pemilu.”Ucap Bupati Laura.

Bupati Laura mengajak masyarakat untuk mengakhiri semua perdebatan yang mungkin ada selama masa – masa kampanye, sekarang saatnya semua all in bekerja dengan penuh semangat untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan di masa depan.

” Kesempatan yang mulia ini, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada kantor kementerian Agama kabupaten Nunukan, LPTQ, seluruh panitia MTQ, tokoh – tokoh masyarakat, dan seluruh masyarakat di Sebatik yang telah memberikan support dan dukungannya sehingga MTQ kali ini berlangsung dengan meriah dan sukses”, ucapnya.

Tak lupa Bupati Laura juga menyampaikan terima kasih kepada dewan hakim yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik.

” Saya percaya, para dewan hakim telah melakukan penilaian secara adil dan jujur, sehingga kualitas MTQ kita bisa makin baik dari waktu ke waktu dan penghargaan yang setinggi – tingginya harus kita berikan kepada seluruh peserta, pelatih dan pendamping dalam MTQ kali ini. keseriusan dan antusiasme kalian semua dalam bertanding telah membuat MTQ kali ini benar – benar terasa lebih dinamis”, ujarnya.

Tampak hadir Penutupan MTQ ke-XIX tingkat Kabupaten, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltara H.Andi Muhammad Akbar, Asisten Pemerintahan dan Kesra Abdul Munir, kabag Kesra Setda, kepala kantor kementerian agama kab.Nunukan, ketua MUI kab.Nunukan,ketua FKUB kab.Nunukan, Kepala RRI kab.Nunukan, Forkopimda kab.Nunukan, serta para Camat Se-kabupaten Nunukan.

(PROKOMPIM)

Bekali Pelaut Kaltara Melalui BST-KLM

TANJUNG SELOR-Melalui Dinas Perhubungan (Dishub) dan BPSDM Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Politeknik Pelayaran Barombong pelaksanaan Diklat Basic Safety Training Kapal Layar Motor (BST-KLM).

BST-KLM ini merupakan Pendidikan dan Pelatihan kecakapan dasar yang diperuntukan bagi para nelayan atau motoris tansportasi air. Peserta yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 100 orang yang berasal dari kab/kota yang ada di Kaltara, Rabu (28/02/2024).

Diwawancarai di sela-sela pelatihan, Kepala Bidang Pengembangan Transportasi, Dishub Kaltra, Marmo mengatakan, salah satu tujuan diklat ini adalah untuk penyelamatan bagi nelayan maupun kapal.

“Supaya tahu teknisnya jika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di laut. Harapannya peserta bisa mempunyai pengalaman dan pengetahuan di lapangan,” katanya.

Selain itu, Kerjasama ini diharapkan terus berlanjut mengingat antusias dan kebutuhan masyarakat terhadap keselamatan jiwa diperairan. Dikatakan juga, kemungkinan untuk dibukanya kembali pelatihan di tahun ini dan akan dikomunikasikan ke pihak Poltek.

Kepala Seksi Pelabuhan Bidang Pelayaran Dishub Kaltara, Fernando Lolowang menambahkan, untuk tempat penyelenggaraan akan di rolling. Ia menjelaskan, peserta yang mengikuti kegiatan ini juga diikuti ABK speed yang belum memiliki sertifikat.

Di tempat terpisah, Muhammad Saleh selaku instruktur menjelaskan kegiatan ini menggunakan zona dan kegiatan ini di lakukan di setiap zona.

“Kegiatan ini pake zona. Ada yang dari wilayah Indonesia Barat, Tengah, Timur. Kebutulan Barombong itu wilayah Tengah, meliputi Kalimantan sebagaian, Nusa Tenggra, dan Sulawesi Sebagian,” terangnya.

Baginya antusian peserta cukup besar, terlihat respon baik saat mengikuti setiap instruksi. Ia berharap bagi seluruh pemilik speed boat yang beroperasi membawa penumpang, agar aktif mengikutsertakan krunya mengikuti pelatihan ini.

“Karena tujuannya adalah meningktkan keselamatan terlebih khususnya keselamatan penumpang. Karena rata-rata penumpang banyak yang tidak tahu apa yang perlu dilakukan saat situasi darurat,” harapnya.

Terakhir, Jufri, motoris speed boat non regular mengaku senang dan terbantu dengan adanya pelatihan ini. “Selama tiga hari ini dapat ilmu yang sangat besar manfaatnya bagi kita yang ada di daerah pelayaran. Dilapangan kami dapat ilmu. Karena kami sering mengalami kecelakaan di lautan, dengan adanya pelatihan ini kami bisa (belajar,red) kerja sama,” tutupnya.

Untuk diketahui, Kaltara yang memiliki luasan darat, laut dan Sungai, umumnya menggunakan kapal cepat untuk bisa terhubung dari daerah satu dan lainnya sehingga pembekalan pengetahuan pagi para pelaut wajib dilakukan guna mengantisipasi kecelakaan dan potensi keselamatan jiwa penumpang dan awak kapal dapat terjadi.

(dkisp)

 

 

Hati – hati !!, Modus Penipuan di Bidang Keuangan, Inilah Macam dan Ragamnya Menurut OJK

NUNUKAN – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim Kaltara Made Yoga Sudharma mengungkapkan saat ini banyak modus penipuan yang dilakukan di bidang keuangan dengan memanfaatkan media sosial.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Keuangan yang diselenggarakan oleh Bankaltimtara di Balai Pertemuan Umum (BPU) Long Bawan, Kecamatan Krayan, Selasa (27/02/2024).

Kegiatan sosialisasi in juga dihadiri Bupati Nunukan yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Serfianus, Pimpinan Divisi Funding Bankaltimtara Amuniantoyo, Pimpinan Cabang Bank Kaltimtara Nunukan Agus Siswanto, para camat di wilayah Krayan, Kapolsek Krayan, Danramil Krayan, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan segenap peserta sosialisasi.

Made Yoga menjelaskan OJK diberi mandat oleh Pemerintah untuk mengawasi seluruh perusahaan jasa kuangan, termasuk perusahaan multi finance, perusahaan pembiayaan untuk kendaraan sewa atau kredit motor, asuransi, dan juga pinjaman online yang legal.

“Pengawasan investasi yang legal kami juga yang mengawasi. Ruang lingkup pengawasan industri jasa keuangan itu cukup luas dan kami diberikan mandat oleh pemerintah untuk melakukan pengawasan secara ketat”, ujarnya.

Lanjut dikatakan Kehadiran OJK di Krayan pada kesempatan ini adalah ingin memberikan sosialisasi terkait pengelolaan keuangan maupun waspada terhadap modus modus yang sekarang sangat marak terjadi, penipuan penipuan di bidang keuangan, terutama yang menggunakan media sosial.

Made membeberkan, berdasarkan pengalamannya contoh yang paling sering terjadi adalah penipuan dengan memanfaatkan pesan di whatsapp.

“Kalau bapak dan ibu memperoleh whatsapp yang menyampaikan surat undangan nikah atau biasanya kalau di kami itu ada surat tilang, tiba tiba ada tagihan PLN, bukti kirim barang, kita disuruh mendownload sesuatu, kalau itu berasal dari nomor yang tidak dikenal dan bapak ibu tidak merasa melakukan transaksi itu, itu mendingan tidak usah di-klik atau di-download, apapun itu karena akan membahayakan.
Karena kalau kita punya mobile banking di dalam mobile phone kita ini, semuanya akan bisa dibaca oleh mereka dan uang kita bisa dikuras habis”, ujarnya menjelaskan.

Lanjut dikatakan, OJK juga sering mendapatkan pengaduan kerugian dari nasabah akibat kelalaian nasabah itu sendiri yang memberikan data pribadinya kepada orang yang tidak kita kenal yang mengaku sebagai petugas bank.

” Ada satu kasus yang cukup besar, pengaduan satu nasabah itu tabungannya terkuras sampai dengan 400 juta karena dia mengikuti arahan seorang untuk mengisi data pribadi melalui tread di whatsapp yang diberikan. Kejadiannya sabtu dan minggu jadi dia tidak mengetahui, rena sabtu dan minggu bank juga tutup.
Ketika hari senin dia ke bank mengecek rekeningnya tiba tiba sudah habis 450 juta. Jadi itu kerugian yang dialami oleh nasabah akibat lalai menyimpan data pribadinya. Jadi kalau bapak dan ibu punya ATM jangan pernah memberikan nomor PIN ATM tersebut kepada siapapun”, tambahnya.

Olehnya Made berharap agar masyarakat tidak mengumbar data pribadinya di media sosial sehingga bisa dimanfaatkan oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab.

“Jadi hati hati juga bagi bapak dan ibu semua bila ada yang menawarkan, misalnya ada yang menawarkan taruh uang di saya 10 juta, bulan depan saya kasih 15 juta, kira kira mau atau tidak ? Bunganya 50 persen sebulan.Itu adalah tanda tanda kita harus mulai curiga, 10 juta saya taruh, saya dapat 15 juta berarti bunganya 50 persen. Pertanyaannya saya yang
menerima uangnya harus melemparkan dana yang saya terima tadi 10 juta ke tempat lain dengan bunga lebih dari 5 juta sebulan, 5 jutanya saya kasih ibu sisanya buat saya dong agar saya dapat cuan sedikit”, ujarnya menjelaskan.

Pertanyaannya kemudian, katanya apa investasi di luar sana yang bisa menghasilkan 60 persen atau 70 persen sebulan.

“Kalaupun ada ngapain saya ajak bapak ibu, saya investasi saja uang saya sendirian biar saya bisa dapat duit lebih banyak.
Nah itu yang kadang kadang sering terjadi, bahwa penawaran penawaran investasi itu di luar sana juga tidak sedikit yang sifatnya ilegal, karena kalau sudah ilegal urusannya panjang dan dipastikan 99,99 persen uang itu tidak kembali, karena namanya ilegal kita mau tagih kemana”, tambahnya.

Lanjut berkisah dan berbagi, Made menceritakan sebuah kasus yang mengakibatkan kerugian hingga puluhan miliar.

“Ada juga kejadian, pelakunya mash muda, 21 tahun, mahasiswi, dia menawarkan investasi. Kita (OJK) kerjasama dengan Polda Kaltim dan berdasarkan penelusuran Polda Kaltim itu perputaran uang di pelaku, di rekeningnya itu dilihat dari dana yang masuk 60 sampai dengan 70 milyar. Seukuran mahasiswi, usia 21 tahun, di salah satu perguruan tinggi ternama di Kalimantan Timur itu bisa melakukan penipuan 70 milyar. Ketika mau ditarik lagi uangnya sudah tidak ada. Apa yang bisa dikumpulkan, 1 unit mobil CRV, 3 tas branded, sama sepatu sepatu saja yang sisa”, kisahnya.

Lalu yang bisa dilakukan kepolisian adalah menyitanya, dijual diuangkan lalu dibagi ke seluruh korban.

” Bisa dibayangkan 70 milyar yang bisa ditarik cuma sekian juta, itu bisa dipastikan dana itu bisa hilang”, ujarnya.

Atas semua kejadian tersebut, sekali lagi Made berharap agar masyarakat bisa semakin berhati hati dan memilih menyimpan (menabung) uangnya di Bank, salah satunya adalah Bankaltimtara.

” Karena Bankaltimtara ini adalah salah satu industri jasa keuangan yang tercatat dan diawasi resmi oleh kami, oleh Otoritas Jasa Keuangan, operasionalnya kita perhatikan. Jadi kalau sudah miring miring sedikit kita lurusin lagi supaya kembali ke jalan yang benar”, tuturnya.

(PROKOMPIM)

Asisten Administrasi Umum Buka Musrenbang Kewilayahan Dalam Rangka Penyusunan RKPD Tahun 2025

NUNUKAN- Asisten Administrasi Umum Drs. Syafarudin mewakili Bupati Nunukan Membuka Acara Musrenbang Kewilayahan Dalam Rangka Penyusunan RKPD Tahun 2025. Acara tersebut dilaksanakan di Kantor Camat Lumbis. Selasa (27/2).

Kegiatan Musrenbang Kewilayahan ini dilaksanakan di Kecamatan Lumbis dan diikuti 4 kecamatan yaitu Kecamatan Lumbis, Kecamatan Lumbis Ogong, Kecamatan Lumbis Hulu, dan Kecamatan Lumbis Pansiangan. Tampak turut hadir Kepala BAPPEDA Litbang Nunukan, Kepala BPPD Nunukan, Kepala BPBD Nunukan, Kepala Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Forkopimcam Kec. Lumbis.

Musrenbang kali ini mengusung Tema, “Peningkatan Produktifitas Unggulan Daerah dan Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Manusia Kabupaten Nunukan’.

Musrenbang RKPD Kecamatan Tahun 2025 bertujuan untuk penajaman penyelarasan klarifikasi dan pembangunan desa/kelurahan yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan daerah di wilayah kecamatan yang telah diinput dalam aplikasi SIPD RI.

Dalam kesempatan itu, Asisten Administrasi Umum Drs. Syafaruddin menyampaikan sambutan tertulis Bupati Nunukan.

Dalam sambutannya disampaikan bahwa Musrenbang kewilayahan yang telah disepakati pada musrenbang kecamatan yang termuat dalam SIPD RI untuk dapat lebih diprioritaskan lagi sesuai potensi dan permasalahan yang dihadapi guna menyesuaikan pada arah kebijakan pembangunan daerah dan kapasitas kemampuan keuangan daerah.

Lebih lanjut lagi disampaikan Rencana Kerja Pembangunan Kabupaten Nunjman Tahun 2025, merupakan tahun keempat RPJMD Kabupaten Nunukan Tahun 2021-2026 dengan arah kebijakan pembangunan kewilayahan yang didasarkan pada karakteristik geografis, demografis, konektivitas wilayah dan kemantapan infrastuktur, potensi wilayah serta beberapa pertimbangan khas wilayah lainnya, dan dasar inilah yang menjadi kebijakan dalam pelaksanaan musrenbang kewilayahan.

Dalam Musrenbang kewilayahan kali ini ada 7 prioritas pembangunan

Pertama, Pengambangan Ekonomi yang berbasis potensi unggulan daerah yang berkelanjutan (pertanian, perikanan, UMKM).

Yang kedua, Peningkatan pembangunan infrastruktur (jalan, jembatan, listrik, air bersih, sanitasi).

Ketiga, Peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (pendidikan, kesehatan, pelatihan).

Keempat, Meningkatkan penyelenggaraan perlindungan sosial yang terintegrasi dan tepat sasaran (Fakir miskin, BPJS, Beasiswa).

Kelima, Penguatan tata kelola pemerintahan yang baik melalui agenda reformasi birokrasi (Pembangunan Kantor Pemerintahan, peningkatan SDM Aparatur).

Keenam, Peningkatan kualitas lingkungan hidup dan ketahanan bencana (Persampahan, reboisasi, kebakaran).

Dan Ketujuh, Peningkatan ketentraman dan ketertiban umum.

“Pada kesempatan ini, saya mengharapkan kepada semua yang hadir untuk dapat menyampaikan usulan yang sangat prioritas untuk di ajukan ke forum perangkat daerah dan Musrenbang Kabupaten dengan mensingkronkan usulan prioritas musrenbang ecamatan dengan program kerja pemerintah yang ada pada perangkat daerah sehingga dapat diakomodir dan menghasilkan dokumen perencanaan pembangunan yang mampu menampung aspirasi masyarakat dan mewujudkan visi dan misi Kabupaten Nunukan,” ungkapnya.

(PROKOMPIM)