Pemprov Sosialisasikan Penerapan Manajemen Anti Suap

TANJUNG SELOR – Asisten bidang Administrasi Umum Setda Kalimantan Utara (Kaltara), Pollymaart Sijabat, SKM., M.A.P., membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO37001:2016 dalam Membangun Ekosistem Anti Penyuapan Kegiatan Jasa Konstruksi di wilayah Provinsi Kalimantan Utara, di hotel Luminor, Rabu (6/3).

Pada kesempatan tersebut Pollymaart menyambut baik acara yang diinisiasi oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Provinsi Kaltara.

“Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman terkait Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dan menciptakan lingkungan yang mendukung integritas, kultur anti suap serta tercapainya wilayah bebas korupsi,” ujar Pollymaart.

Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) merupakan hasil adopsi Badan Standarisasi Nasional (BSN) terhadap ISO 37001:2016 Anti-Bribery Management Sistem menjadi SNI 37001 SMAP.

Selain itu untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha dari bentuk korupsi yang dilarang dalam Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo. Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Pollymaart menyebutkan sosialisasi ini menjadi wadah untuk membentuk ekosistem anti penyuapan melalui ISO 37001 sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap pengadaan barang dan jasa yang jujur, terbuka dan akuntabel.

“Melalui sosialisasi SMAP, kita bersama berharap dapat menciptakan budaya kerja anti suap dan anti korupsi sebagai bagian dari komitmen kita bersama dalam bekerja,” tuntasnya. Turut hadir Kepala Bidang Bina Jasa Konstruksi, Ibu Korsiana, ST., Kepala Balai Jasa Konstruksi, Sumihar ST., MT., dan perwakilan unsur perangkat daerah se – Kaltara.

(dkisp)

Festival Literasi Kaltara Digelar di Mansalong, Gerakkan Budaya Membaca Masyarakat di Perbatasan

NUNUKAN – Gelaran perdana Festival Literasi Kaltara 2024 yang dilangsungkan di Lapangan Aji Kuning Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, Rabu (6/3) berjalan sukses dan lancar. Kegiatan bertajuk; “Penguatan literasi untuk masa depan bangsa di perbatasan negeri” ini, sengaja dilaksanakan di wilayah perbatasan, untuk mengkampanyekan budaya membaca di daerah.

Kegiatan dilangsungkan selama sehari penuh, dengan menggelar beberapa kegiatan. Di antaranya, pameran produk literasi, gerakan budaya membaca selama 15 menit, lomba baca puisi, lomba mendongeng, hingga puncaknya ditutup dengan panggung literasi yang dihibur dengan penampilan artis Lena KDI dan Lidung Lambang, penyanyi asal Negara Tetangga, Malaysia.

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) H Zainal Arifin Paliwang, menyampaikan, bahwa kegiatan Festival Literasi ini merupakan salah satu solusi dalam pemecahan masalah rendahnya keinginan atau tingkat emosional seseorang terhadap pentingnya literasi informasi.

Sekaligus juga untuk menumbuh kembangkan budaya membaca atau literasi, bagi generasi muda di Kaltara. Utamanya yang berada di wilayah perbatasan.

Menurut gubernur, untuk meningkatkan Literasi informasi, pemerintah harus mengambil bagian, yaitu menyediakan dan memfasilitasi sistem pelayanan pendidikan sesuai Pasal 31 Ayat 1 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 31 disebut bahwa: Setiap Warga Negara berhak mendapat Pendidikan.

“Bukan hanya sekedar mendapatkan pendidikan saja namun tentunya pendidikan yang berkualitas, yang bisa didapat bukan hanya dari pendidikan formal, tetapi dapat juga diperoleh dari perpustakaan,” ucapnya.

Sesuai dengan amanah tersebut, ia mengatakan Pemerintah Provinsi Kaltara secara perlahan telah mewujudkannya. Salah satunya dengan menyediakan fasilitas layanan Perpustakaan dengan membangun Gedung Perpustakaan yang Megah dan menunjukan Komitmen kesungguhan Provinsi Kaltara dalam mengembangkan Budaya Literasi.

Kemudian, dengan adanya program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan bahkan sampai dengan desa/kelurahan, Bunda Literasi sangatlah diperlukan kehadirannya dalam pengembangan Perpustakaan dan Pengembangan Literasi pada masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, dirinya juga berharap agar transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, dapat menjadikan perpustakaan bukan hanya tempat membaca dan meminjam buku. Namun perpustakaan juga merupakan tempat terbuka sebagai sarana belajar sepanjang hayat, pusat kreatifitas, berbagai kegiatan dapat dilaksanakan di perpustakaan dengan melibatkan masyarakat.

Dikatakan, melalui kegiatan ini dapat mendorong dan meningkatkan minat baca dan kebiasaan membaca bagi generasi muda di Kaltara. Tak terkecuali untuk warga di perbatasan negeri.

Kemudian memperkenalkan fungsi perpustakaan kepada masyarakat pemakai; menumbuhkan kesadaran membaca sampai tindakan untuk memanfaatkan keberadaan perpustakaan di masyarakat; serta menggerakkan dan menumbuh kembangkan minat baca anak-anak secara berkelanjutan dimulai dari sejak usia dini dalam rangka percepatan untuk memenuhi daya saing bangsa menuju generasi emas Indonesia.

Sementara itu Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kaltara Yosua Batara Payangan mengatakan kegiatan festival literasi sendiri merupakan gagasan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Utara. Dengan berbagai kegiatan dan lomba untuk meningkatkan, mengenalkan perpustakaan kepada masyarakat, meningkatkan literasi serta melestarikan budaya daerah/budaya lokal.

Dikatakan, pelaksanaan festival ini merupakan bagian dari rangkaian haru membaca nyaring sedunia atau world read aloud day pada 7 Februari, serta hari mendongeng sedunia (world storytelling day) pada 20 Maret.

“Alhamdulillah kita punya Bunda Literasi yang sangat aktif, Ibu Rachmawati, beliau sangat aktif, banyak sekali kegiatan beliau dalam meningkatkan literasi masyarakat di Provinsi Kaltara,” ucapnya.

Ia menambahkan, melalui kegiatan ini pula diharapkan dapat meningkatkan minat baca masyarakat di Kaltara, terutama bagi para pelajar. Membaca merupakan kegiatan melihat, mengambil informasi, dan belajar dari bacaan dengan maksud tertentu.

“Dengan membaca, kita bisa mendapatkan wawasan yang luas termasuk informasi dari seluruh dunia yang awalnya kita tidak tahu. Dengan membaca pula kita dapat memperbaiki kualitas diri menjadi lebih baik lagi,” kata Yosua.

Membaca, lanjutnya, menjadikan seseorang, khususnya generasi muda seperti pelajar menjadi individu yang kreatif, inovatif, pandai dan cinta serta bangga terhadap budaya membaca.

(dkisp)

Peringatan Hari Membaca Nyaring Sedunia dan Hari Dongeng Sedunia Digelar Pemprov Kaltara di Mansalong

NUNUKAN – Wakil Bupati Nunukan H.Hanafiah menghadiri malam penutupan acara festival literasi pemerintah provinsi kalimantan utara tahun 2024 melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Utara dengan tema “Penguatan Literasi untuk Masa Depan Bangsa di Perbatasan Negeri” yang bertempat lapangan bola Aji Kuning Mansalong, kecamatan Lumbis, kabupaten Nunukan, Rabu (06/03/24)

Acara ini diawali dengan penyerahan hadiah pemenang lomba oleh Wakil Bupati Nunukan H.Hanafiah dan di dampingi (Plt). Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kaltara, Ir. Yosua Batara Payangan.

Terdapat berbagai macam kegiatan menarik dan seru seperti lomba baca puisi, lomba mendongeng, lomba cerita pendek (cerpen),serta lomba membaca nyaring (Read Aloud).

Dalam sambutannya Gubernur H.Zainal A. Paliwang menyampaikan atas nama pribadi pemerintah Provinsi Kalimantan Utara , saya mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang diinisiasi langsung oleh dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Utara untuk meningkatkan literasi kepada anak – anak mudah dan masyarakat.

” Hal ini patut kita apresiasi juga atas semangat dan antusiasme para pelajar dan masyarakat di kecamatan Lumbis ini karena telah mengikuti setiap rangkaian kegiatan festival literasi Kalimantan Utara yang dilaksanakan sejak pagi tadi. “katanya.

Gubernur berharap semoga melalui penyelenggaraan festival ini tidak hanya meningkatkan budaya membaca di tengah – tengah masyarakat untuk mengakses informasi yang terpercaya.

Menurutnya seiring dengan bertumbuhnya tingkat literasi di Kalimantan Utara, semakin berdampak positif pula bagi meningkatnya kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

“Tentu kita sadari bersama bahwa membaca merupakan salah satu fungsi yang penting dalam kehidupan dengan membaca kita dapat mengakses berbagai macam informasi yang bermanfaat baik dari segi kesehatan maupun pengetahuan, sehingga kita dapat meningkatkan kompetensi diri, kinerja dan produktivitas,” Kata H. Zainal A. Paliwang.

Lanjut dikatakan di jaman yang serba modern seperti saat ini kemudahan dalam mengakses informasi sangat berkembang pesat.

” Namun Hal ini juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi anak – anak muda dan masyarakat kita. Karena kemudahan – kemudahan tersebut dapat mengurangi minat kita untuk membaca. Melalui festival literasi ini diharapkan dapat meningkatkan minat mebaca anak – anak muda dan juga masyarakat kita”, ujarnya.

Semakin semangat untuk membaca dapat meningkatkan ilmu pengetahuan kebiasaan membaca sehingga Gubernur berharap membaca jangan hanya dilakukan ketika bersekolah, tetapi juga harus di lakukan setiap hari sampai masa tua.

“Saya mengharapkan agar budaya gemar membaca di masyarakat Kalimantan Utara bisa terus di tingkatkan, yang tentunya akan meningkatkan sumber daya manusia kita dengan pengetahuan. “Katanya

Dalam upaya membudayakan kegemaran membaca ini, Gubernur Paliwang mengatakan peran perpustakaan di sekitar masyarakat menjadi sangat diperlukan, terlebih lagi untuk daerah – daerah yang tidak terjangkau oleh jaringan komunikasi yang baik.

“Setiap desa yang ada di Kalimantan Utara dapat memiliki perpustakaan desa atau minimal memiliki taman bacaan masyarakat”, tambahnya.

Di akhir kata Gubernur Kalimantan Utara H.Zainal A.Paliwang mengharapkan agar festival literasi ini dapat terus dilaksanakan, sehingga dapat meningkatkan budaya gemar membaca pada masyarakat Kalimantan Utara.

“Semoga kegiatan ini juga dapat menjadi ruang untuk berkarya dan menunjukkan eksistensi diri yang positif serta mampu meningkatkan peran sebagai salah satu upaya kita mewujudkan Kalimantan Utara yang berubah maju dan sejahtera”, ujarnya di akhir sambutannya.

Setelah menyampaikan sambutannya Gubernur Kalimantan Utara H.Zainal A.Paliwang Sekaligus menutup acara tersebut dan di lanjutkan dengan pembagian donprize dan dilanjut dengan hiburan bintang tamu Lidung Lambang dan Rena KDI.

Festival literasi ini juga di selenggarakan dalam rangka memperingati Hari Membaca Nyaring Sedunia ( World Read Aloud Day) yang diperingati setiap tanggal 07 Februari dan Hari Dongeng Sedunia (World Story Telling Day ) yang diperingati setiap tanggal 20 maret.

(PROKOMPIM)

Sekda Serfianus Buka FGD Penyampaian LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2023

NUNUKAN – Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Serfianus membuka acara Forum Group Discussion (FGD) Penyampaian Laporan Akhir Penyusunan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati tahun anggaran 2023 dan Desk Penyusunan Dokumen Evaluasi Hasil Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2023. Acara tersebut berlangsung di ruang rapat VIP lantai IV Kantor Bupati Nunukan, Selasa (05/03).

Laporan keterangan pertanggungjawaban yang disingkat LKPJ adalah laporan yang disampaikan oleh pemerintah daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang memuat hasil penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menyangkut laporan pertanggungjawaban kinerja yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah selama 1 (satu) tahun anggaran.

Sekda Serfianus dalam menyampaikan sambutan Bupati mengatakan bahwa LKPJ bupati ini harus segera disampaikan kepada DPRD paling lambat 31 Maret 2024.

“Untuk itu saya harapkan kepada seluruh perangkat daerah untuk dapat membantu mengakselerasi proses penyelesaian LKPJ ini dengan melengkapi kekurangan data dan informasi yang diperlukan dalam form kertas kerja LKPJ secara tepat waktu”, ungkapnya.

Pelaksanaan Forum Group Discussion (FGD) laporan akhir LKPJ Bupati Nunukan tahun anggaran 2023 sekaligus dilaksanakan desk evaluasi hasil rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Kabupaten Nunukan tahun 2023 yang bertujuan untuk mewujudkan konsistensi antara RKPD dengan RPJMD, dan menilai kesesuaian antara capaian pembangunan daerah dengan indikator kinerja yang telah ditetapkan.

“Melalui desk ini, saya harapkan kepada seluruh perangkat daerah untuk dapat membantu mengakselerasi penyusunan dokumen evaluasi hasil rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) ini dengan melengkapi data dan informasi yang diperlukan dalam form kertas kerja, seperti data-data realisasi capaian kinerja dan anggaran, tingkat capaian kinerja dan realisasi anggaran, serta faktor pendorong dan penghambat pencapaian kinerja tersebut”, lanjutnya.

Bupati berharap dokumen LKPJ ini dapat diselesaikan dengan baik dan diserahkan ke DPRD tepat waktu sebelum tanggal 31 maret 2024. Oleh karena itu, saya harapkan kita semua dapat bersinergi dan komitmen untuk dapat bersama-sama menyelesaikan dan menyampaikan LKPJ ini sesuai dengan target yang telah ditetapkan”, tutup Serfianus.

(PROKOMPIM)

Kabupaten Nunukan Dapatkan Piala Adipura untuk Kedua Kalinya

NUNUKAN- Rasa haru bercampur bangga disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nunukan dr. Meinstar Tololiu saat mewakili Bupati Nunukan dalam menerima penganugerahan Piala Adipura dari Presiden Republik Indonesia yang diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta 05 Maret 2024.

Penghargaan Adipura tersebut adalah bentuk apresiasi yang diberikan kepada kabupaten/kota yang sudah bekerja keras terkait pengelolaan sampah dan melakukan pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) dengan baik.

Anugerah Adipura yang diberikan kepada Kabupaten Nunukan sebagai penghargaan lantaran mampu menunjukkan kinerja pengelolaan lingkungan hidup perkotaan yang baik.

Untuk di Kalimantan Utara, hanya Kabupaten Nunukan yang mendapat penghargaan Piala Adipura, dan ini merupakan yang kedua kali yang di dapatkan berturut turut dari Anugerah Adipura 2022 dan Anugerah Adipura 2023.

Untuk Adipura 2023 tahun ini, Pemerintah memberikan penghargaan Adipura kepada 162 kota/kabupaten dengan 4 jenis yaitu penghargaan tertinggi Adipura Kencana, Anugerah Adipura, Sertifikat Adipura dan Plakat Adipura.

Mewakili Bupati Nunukan, Meinstar Tololiu mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Daerah dalam mendukung dan mensupport DLH dalam hal kebersihan di Kabupaten Nunukan, serta para pasukan kuning dan pasukan hijau yang bekerja di lapangan.

“Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh tenaga kebersihan, pasukan kuning untuk kebersihan, dan pasukan hijau untuk pertamanan, dan seluruh masyarakat yang tidak kenal lelah membersihkan lingkungan dan mengelola sampah dengan,” ungkapnya.

Tidak lupa permintaannya kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi memberikan dukungan kepada petugas di lapangan dengan membuang sampahnya di malam hari, supaya petugas di lapangan dapat mengambil sampahnya di pagi hari.

” Tentunya kami sangat membutuhkannya dukungan masyarakat untuk membuang sampahnya di pagi hari, agar petugas sampah lebih mudah mengambil sampah tersebut di pagi hari,” pintanya.

Melalui pesan WhatsApp Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid juga menyampaikan terimakasihnya kepada semua pihak yang terlibat dalam mendapatkan Piala Adipura yang kedua.

“Semoga dengan diraihnya Adipura ini masyarakat semakin peduli arti pentingnya kebersihan dan dapat mengelola sampah dgn sistem 3R dan mendukung Inovasi Osilebah, Optimalisasi Layanan Edukasi, Ekologi dan Ekonomi Berbasis Sampah untuk pengurangan sampah,” katanya.

(PROKOMPIM)