Persoalan Sampah Plastik Jadi Atensi Serius

TARAKAN – Asisten bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Pollymaart Sijabat, SKM., M.A.P. mengajak masyarakat Kaltara bersama – sama untuk mengatasi sampah dengan produktif.

Hal ini disampaikan Pollymaart dalam sambutannya pada acara Aksi Bersih Negeri Serentak (Clean Up) Tahun 2024 yang dipusatkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) UPTD Perikanan Budidaya Laut dan Payau Kaltara, Kelurahan Karang Rejo, Kota Tarakan, Jumat (9/3) pagi.

Kegiatan ini merupakan rangkaian Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024 dengan mengusung tema “Atasi Sampah dengan Cara Produktif” yang diselenggarakan bersama – sama di seluruh Indonesia oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI).

Dalam kesempatan itu Pollymaart mengapresiasi terhadap komunitas dan relawan peduli lingkungan yang ikut secara sukarela mendedikasikan tenaga dan fikiran untuk kelestarian lingkungan hidup.

“Saya yakin dengan komitmen dan kerjasama dari semua pihak, kita dapat mengatasi permasalahan sampah di Kalimantan Utara,” ujar Pollymaart membacakan sambutan Gubernur Kaltara.

Tujuan Aksi Bersih Negeri (Clean Up) untuk mendukung inisiatif masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah yang baik melalui kegiatan aksi kumpul, pilah dan olah sampah, juga sekaligus mendukung posisi Indonesia dalam kesepakatan Internasional mengenai pencegahan polusi plastik.

Sebutnya, pencapaian target Indonesia Bersih Sampah 2025 melalui pengurangan sampah sebesar 30 persen dan penanganan sampah 70 persen, tidak dapat diraih tanpa komitmen yang tinggi pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah.

“Semoga aksi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah dengan baik,” pungkasnya.

Turut hadir Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dr. Ir. Rahmat Wahyullah, ST., MT., serta Kepala Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM KLHK, Drs. Ade Palguna Ruteka.

(dkisp)

BNPP Gelar FGD Pengukuran Indeks Pengelolaan Kawasan Perbatasan Pusat Kegiatan Strategis Nasional (IPKP PKSN) Tahun 2023 di Kabupaten Nunukan

NUNUKAN- Mewakili Bupati Nunukan, Kepala BPPD Kab. Nunukan Ir. Dian Kusumanto membuka kegiatan FGD Pengukuran IPKP PKSN Kawasan Perbatasan Perbatasan Darat dan Perbatasan Laut di Kab. Nunukan. Kamis (7/3).

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang pertemuan lantai IV Kantor Bupati Nunukan dihadiri Drs. Sriyanto Perencanaan Ahli Madya Koordinator Fasilitasi Pelaksanaan dan Monitoring dan Evaluasi BNPP, Bambang Erie Perencana Ahli Madya pada Asdep Potensi Kawasan Perbatasan Darat BNPP, Perwakilan Forkopimda Kab. Nunukan, Kepala BPPD Kab. Nunukan, Kepala OPD Terkait, Instansi Vertikal.

Dalam kesempatan itu, Ir. Dian Kusumanto berkesempatan menyampaikan sambutan tertulis Bupati Nunukan.

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan ucapan selamat datang kepada Anggota tim surveyor data dari BNPP.

Selain itu dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Kepala BPPD Nunukan Ir. Dian Kusumanto disampaikan bahwa pada hari ini Pemerintah Daerah dan Tim Surveyor data dari BNPP duduk berdiskusi dalam rangka penyusunan IPKP.

“Sebagaimana kita ketahui bersama Kabupaten Nunukan Masuk dalam 18 wilayah yang menjadi Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) yang telah ditetapkan dalam RPJMN Tahun 2020-2024, sehingga penyusunan IPKP ini tentunya perlu kita dukung bersama,” ungkapnya.

Lebih lanjut lagi dijelaskan bahwa, PKSN Long Midang, PKSN Lumbis, PKSN Sebatik, dan PKSN Nunukan adalah wilayah yang telah ditetapkan menjadi kawasan perbatasan yang diharapkan mengalami pertumbuhan.

“Kami dari Pemerintah Daerah mendukung apa yang menjadi maksud dan tujuan dari BNPP kali ini, karena kami menyadari wilayah perbatasan ini tidaklah dapat dibangun oleh satu atau dua pihak saja, tetapi perlu kepedulian dan kemauan yang kuat dari semua pihak yang terkait, baik dari Perintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Instansi Vertikal serta TNI dan Polri,” ujarnya.

Selain itu, Sriyanto Perencanaan Ahli Madya Koordinator Fasilitasi Pelaksanaan dan Monitoring dan Evaluasi BNPP juga menjelaskan tujuan dari kegiatan ini adalah merupakan bagian dari amanat RPJM 2020-2024, dimana untuk mengukur perkembangan kawasan perbatasan khusunya Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) di ukur dengan Indeks Pengelolaan Kawasan Perbatasan (IPKP).

“Untuk target 2020-2024 ada 18 PKSN yang tersebar di 16 Kabupaten/Kota, dimana dari 18 PKSN tersebut 3 PKSN di antaranya adalah di Kabupaten Nunukan untuk pengukuran di Tahun 2023 dan pengukuran ini dilakukan setiap tahun,” ungkapnya.

Sriyanto juga mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan tersebut diharapakan dengan pengukuran ini akan tahu pengembangan PKSN Nunukan seperti apa, lendala dan hambatannya seperti apa.

Sehingga program-program kegiatan yang perlu menjadi usulan untuk pengembangan PKSN Nunukan, PKSN Long Midang, PKSN Tau Lumbis. Dan kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak dengan membagi 18 tim di 16 Kabupaten/Kota.

Selanjutnya dikatakan, yang menjadi dasar adalah Bappenas untuk penyusunan program kegiatan 2025-2029.

(PROKOMPIM)

Wabup H. Hanafiah Hadiri Rembug Stunting dan Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim yang Digelar Pemprov Kaltara di Malinau

NUNUKAN– Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah menghadiri acara Rembuk Stunting dan Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2024 bertempat di Ruang Tebengang Kantor Bupati Malinau, Kamis (07/03/24).

Kegiatan Rembug Stunting dan Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Kalimantan Utara tahun 2024 dengan tema“ Peningkatan Komitmen, Sinergitas, dan Kolaborasi Pencapaian Percepatan Penurunan Stunting dan Kemiskinan secara Berkelanjutan”.

Dalam sambutannya Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Dr. Yansen TP menyampaikan apresiasi atas partisipasi pemerintah kabupaten dan kota yang telah menyukseskan pelaksanaan penilaian kinerja stunting, yang hasilnya telah diketahui bersama dan akan menjadi potret dari apa yang telah kita lakukan.

” Penilaian kinerja stunting tersebut juga akan memberi gambaran apa yang harus kita lakukan pada masa yang akan datang”, ujar Yansen.

Menurutnya, upaya untuk mewujudkan visi Indonesia emas 2045 tidak semudah membalikkan telapak tangan. Aspek terpenting dan yang paling utama dalam pencapaian visi tersebut adalah terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas, unggul dan berdaya saing.

” Dan salah satu isu penting dalam pembangunan nasional khususnya dalam upaya mewujudkan SDM yang berdaya saing tersebut adalah bagaimana kita dapat mempercepat penurunan stunting dan penanggulangan kemiskinan ekstrem”, tambahnya.

Lanjut disampaikan Stunting dan kemiskinan ekstrem menjadi persoalan penting yang perlu segera diatasi agar bangsa Indonesia dapat memaksimalkan adanya bonus demografi. Dengan adanya bonus demografi tersebut bangsa Indonesia memiliki kekuatan dan peluang yang besar untuk bisa keluar dari kondisi negara midle income dikarenakan adanya sumber daya manusia usia produktif yang melimpah.

Menurutnya struktur penduduk seperti ini harus terus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik, salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitas pelayanan dasar terutama dalam pemenuhan dan peningkatan akses dan kualitas kesehatan dan gizi, pendidikan, kecukupan akses dan kualitas pangan, kualitas lingkungan dan sanitasi, serta peningkatan akses dan kualitas ekonomi. bonus demografi juga merupakan salah satu situasi yang harus dimanfaatkan lintas sektor pembangunan.

” Agenda pembangunan bangsa indonesia dalam meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing tersebut dirumuskan dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024 yang salah satunya ditetapkan melalui major project 2020-2024 berupa percepatan penurunan kematian ibu dan stunting dengan menetapkan target menurunnya prevalensi stunting hingga 14 persen”, ungkapnya.

Selain itu, disampaikan juga telah ditetapkan bahwa sasaran makro pembangunan 2020-2024 berupa tingkat kemiskinan sebesar 6-7 persen pada tahun 2024 dan secara nasional angka kemiskinan ekstrem ditetapkan sebesar 0 (nol) persen.

Angka prevalensi stunting (gagal tumbuh) dan kemiskinan yang masih tinggi, menurutnya merupakan ancaman utama terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa, hal ini dikarenakan anak yang gagal tumbuh ini, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya.
Kondisi stunting dan kemiskinan ekstrem merupakan isu nasional bahkan global, yang merupakan suatu crosscutting issue yang memerlukan upaya-upaya strategik, holistik, integratif dan kolaboratif mengingat dampak jangka panjang yang dapat ditimbulkan baik bagi perekonomian suatu negara bahkan ketahanan negara.

” Pemerintah provinsi Kalimantan Utara berkomitmen untuk melakukan percepatan penurunan stunting dengan mendorong mekanisme kolaborasi, baik dari aspek penyediaan data, perencanaan program kegiatan dan sharing praktek dengan para pihak.
Dalam kerangka percepatan penurunan stunting tersebut, pada tahun 2024 pemerintah provinsi kalimantan utara telah menganggarkan kurang lebih sebesar 33 milyar rupiah untuk melaksanakan 20 program di antaranya,peningkatan pemberian makanan tambahan, layanan dokter terbang dan pelaksanaan berbagai intervensi baik sensitive maupunintervensi spesifik”, ujarnya.

Selain itu, Yansen juga menyampaikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara selain berkomitmen dalam percepatan penurunan stunting, Pemprov Kaltara juga berkomitmen dalam percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.

” Perlu diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2023 adalah sebesar 6,45 persen (per maret 2023) dan berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS), angka kemiskinan ektrem provinsi kalimantan utara pada tahun 2023 adalah sebesar 6,34 persen”, paparnya.

Pada tahun 2024, Yansen menjelaskan pemerintah provinsi Kalimantan Utara menganggarkan dana sebesar 421 milyar rupiah untuk melaksanakan kurang lebih 38 program baik secara langsung maupun bersifat pendukung. Kegiatan tersebut diantaranya adalah bantuan beasiswa dan penyediaan biaya personil peserta didik, peningkatan infrastruktur dan layanan dasar, bantuan bagi masyarakat tidak mampu dan lanjut usia, bantuan bagi kelompok usaha dan sejenisnya, bantuan pasang listrik gratis dan berbagai program lainnya.

” Selain itu, pemerintah provinsi Kalimantan Utara juga berupaya untuk terus menjalin
kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai pihak baik organisasi non pemerintah, pihak swasta, akademisi, masyarakat sipil, komunitas dan media demi tercapainya tujuan bersama yaitu masyarakat kalimantan utara yang berubah, maju dan sejahtera”, ungkapnya.

(PROKOMPIM)

Rekapitulasi Pemilu, Gubernur Minta Hormati Hasil Rekapitulasi

TANJUNG SELOR-Gubernur DR. (H.C.) H. Zainal Arifin Paliwang, M.Hum menghadiri pembukaan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara, Kamis (7/3).

Pada kesempatan ini, Gubernur Zainal mengapresiasi totalitas seluruh pihak mulai dari KPU, Bawaslu, TNI/Polri, hingga seluruh masyarakat Kaltara sehingga pesta demokrasi pemilu legislatif tahun ini berjalan lancar dan aman.

“Untuk itu pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan pemilu tahun 2024 di Kalimantan Utara,” katanya.

Dikatakannya, bahwa rapat rekapitulasi ini merupakan tahapan penting dalam proses penyelenggaraan pemilu, di mana akan dilakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara dari seluruh kabupaten/kota.

Ia menambahkan agar rapat rekapitulasi hari ini dapat berjalan dengan kondusif agar tujuan dari pesta demokrasi ini berjalan sukses dan bermartabat. “Saya juga menghimbau kepada semua pihak untuk menghormati hasil rekapitulasi yang ditetapkan oleh KPU,” harapnya.

Ditempat yang sama, Ketua KPU Kaltara, Hariyadi Hamid memperkirakan pelaksanaan rekapitulasi tersebut dapat diselesaikan dalam kurun waktu beberapa hari kedepan.

“Alhamudlillah, atas dukungan semua pihak kami bisa melaksanakan (rapat,red) di hari ini di tanggal 7 Maret. Mudah-mudahan bisa selesai hingga nanti malam. Kalau tidak, ya, kami sudah booking tempat ini sampai besok,” katanya.

Hariyadi juga melaporkan, sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 05 Tahun 2024, kabupaten/kota yang seyogyanya melakukan rekapitulasi paling lambat tanggal 5 Maret telah berhasil melaksanakan rekapitulasi sejak di akhir Februari.

Untuk diketahui, Kabupaten Tana Tidung menjadi kabupaten pertama yang telah melakukan rekapitulasi yakni pada tanggal 25 Februari, disusul Kabupaten Malinau tanggal 28 Februari, Kabupaten Bulungan tanggal 29 Februari, Kota Tarakan tanggal 03 Maret, dan Kabupaten Nunukan tanggal 04 Maret 2024.

“Terima kasih dedikasi teman-teman, berhari-hari melaksanakan proses rekap. Bertahun-tahun kita melaksanakan proses tahapan pemilu, dan ini bagian akhir kita melakukan rekapitulasi secara berjenjang,” imbuhnya.

Turut hadir dalam pembukaan rapat pleno ini Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya, Danrem 092/Maharajalila Brigjen TNI Adek Chandra Kurniawan, Ketua dan komisioner Bawaslu Kaltara, Komisioner KPU Provinsi dan kabupaten/kota, dan para saksi partai politik.

(dkisp)

Wagub Kaltara Buka Rembug Stunting

MALINAU – Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Wagub) Dr. Yansen TP. M.Si, membuka Kegiatan Rembuk Stunting dan Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Provinsi Kalimantan Utara tahun 2024 Berlangsung di Ruang Tebengang Kantor Bupati Malinau, Kabupaten Malinau, Kamis (7/3)

Kegiatan ini bertujuan untuk penguatan dan peran pemerintah daerah serta mitra kerja dalam peningkatan akses kualitas pelayanan, pergerakkan program percepatan penurunan stunting dan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim di provinsi kaltara.

Dalam kesempatan ini, Wagub menyampaikan dengan adanya bonus demografi, bangsa indonesia memiliki kekuatan dan peluang yang besar untuk bisa keluar dari kondisi negara midle income di karenakan adanya sumber daya manusia usia produktif yang melimpah.

Stuktur penduduk seperti ini harus terus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi, pendidikan, kecukupan akses dan kualitas pangan, kualitas ekonomi serta kualitas lingkungan dan sanitasi. Jelasnya saat membacakan sambutan Gubernur

Tambahnya, Wagub juga selaku ketua penggerak tim penurunan stunting di provinsi kaltara ini, mengajak seluruh perangkat daerah agar tetap semangat untuk bisa menurunkan stunting dan kemiskinan ekstrim dikaltara.

“Saya berharap dengan rembuk ini kita mendapatkan hasil, tetap semangat dan berlomba lomba untuk membebaskan provinsi kaltara bebas dari stunting dan kemiskinan ekstrim sesuai target yang sudah kita sepakati bersama dengan cara berkalobarasi antar seluruh kabupaten/kota,”kata Wagub.

Perlu juga diketahui berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan Provinsi Kaltara pada tahun 2023 adalah sebesar 6,45 Persen (per maret 2023). Sementara berdasarkan data survei sosial ekonomi nasional (SUSENAS), angka kemiskinan ekstrem Provinsi Kaltara pada tahun 2023 adalah sebesar 6,34 persen.

Dari data itu, Wagub menyampaikan pada tahun 2024 Pemprov Kaltara menganggarkan dana sebesar Rp421 miliar untuk melaksanakan kurang lebih 38 program baik secara langsung maupun bersifat pendukung diantaranya bantuan beasiswa dan penyediaan biaya personil peserta didik, peningkatan infrastruktur dan layanan dasar, bantuan bagi masyarakat tidak mampu dan lanjut usia, bantuan bagi kelompok usaha, bantuan listrik gratis dan berbagai program lainnya.

Dan juga menganggarkan dana untuk percepatan penurunan stunting sebesar Rp33 miliar untuk melaksanakan 20 program diantaranya pemberian makanan tambahan, dokter terbang dan pelaksanaan berbagai intervensi sensitive maupun spesifik.

“Pemerintah saat ini berupaya untuk terus menjalin kerja dama dan kolaborasi dengan berbagai pihak swasta, akademisi, masyarakat sipil, komunitas dan media demi tercapainya tujuan bersama yaitu masyarakat kaltara yang berubah, maju dan sehaterah,”katanya.

Penurunan angka stunting dan kemiskinan ekstream di Kaltara membuat provinsi ke-34 ini optimis dapat mencapai target nasional pada tahun 2024. Yakni 0 persen kemiskinan, dan 14 persen prevelensi stunting.

(dkisp)