TPID Wajo Monitoring Harga Dan Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Idul Adha 1446 H

WAJO – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H, Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Ir. Armayani, S.Sos, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), asisten, perangkat daerah, instansi vertikal, serta unsur terkait lainnya, melakukan monitoring harga dan ketersediaan bahan pokok melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Wajo.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memastikan stabilitas harga dan kecukupan stok kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional, menjelang hari besar keagamaan.

Kabag SDM Polres Wajo, Kompol H. Andi Syamsulifu, S.Sos, MH, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pengecekan langsung di lapangan, tidak ditemukan adanya kelangkaan bahan pokok.

“Stok sembako menjelang Idul Adha dipastikan cukup. Kami juga terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menjaga kestabilan harga di pasaran,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa monitoring akan terus dilakukan secara berkala agar masyarakat merasa aman dan nyaman dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Polres Wajo berkomitmen menjaga keamanan pangan serta memastikan ketersediaan bahan pokok lainnya tetap aman. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying, karena persediaan mencukupi hingga Idul Adha nanti,” tegasnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan masyarakat dapat merayakan Idul Adha dengan tenang dan tanpa kekhawatiran terhadap kenaikan harga maupun kelangkaan kebutuhan pokok.

**Kasi Humas Polres Wajo** / Vetty Rilla

 

Pemerintah kabupaten Nunukan Laksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025 

NUNUKAN – Pancasila bukan sekedar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup Bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita – cita Indonesia yang Merdeka Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, S Sos saat menyampaikan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025 di halaman Kantor Bupati Nunukan, Senin (02/06/2025).

Upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila ini juga dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Nunukan, kepala OPD dilingkungan Pemkab Nunukan, Pimpinan Instansi Vertikal, Pimpinan BUMN, Tim Penggerak PKK, Organisasi Perempuan, tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI Polri, ASN serta para pelajar.

Wakil Bupati Nunukan Hermanus, S.Sos yang membacakan Pidato Kepala BPIP menyampaikan bahwa hari ini , tanggal 1 juni 2025 diperingati momentum yang sangat penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Peringatan Hari lahir Pancasila Tidak hanya mengenang rumusan dasar negara tetapi juga meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai – nilai Luhur yang menjadi pondasi berdirinya Negara kesatuan Republik Indonesia.

“Dalam konteks pembangunan nasional saat ini, pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu yang paling fundamental dalam Asta Cita tersebut adalah memperkokoh ideologi Pancasila,demokrasi dan hak asasi manusia”, ucapnya.

Lanjut dikatakan memperkokoh ideologi Pancasila berarti menegaskan kembali bahwa pembangunan bangsa harus selalu berakar pada nilai-nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan sosal dalam era globalisasi dan digitalisasi yang semakin kompleks dimana tantangan terhadap Pancasila pun semakin nyata.

” Kita menyaksikan penyebaran paham – paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi, hingga disinformasi yang mengancam kohesi sosial kita. Oleh karena itu, melalui Asta Cita kita dipanggil untuk melakukan revitalisasi nilai – nilai Pancasila dalam segala dimensi kehidupan dari Pendidikan, birokrasi, ekonomi hingga ruang – ruang digital”, tambahnya.

Lanjut disampaikannya, BPIP sebagai Lembaga yang bertugas membina dan memperkuat ideologi Pancasila, terus berkomitmen menghadirkan berbagai program strategis dari pembinaan ideologi di lingkungan Pendidikan, pelatihan bagi Aparatur Sipil negara (ASN) dan apararur negara, penguatan kurikulum Pancasila hingga kolaborasi lintas sektor, untuk mengutamakan Pancasila di berbagai lapisan masyarakat, semua ini bertujuan agar Pancasila tidak hanya dihafalkan, tetapi dihidupi, dijalankan dalam Tindakan nyata.

Diakhir Sambuatannya Wakil Bupati mengajak agar menjadikan hari lahir Pancasila bukan hanya sekedar seremonial, tetapi momen untuk memperkuat komitmen dan sebagai pengingat.

“Bahwa masa depan bangsa berada di tangan kita jika kita ingin mewujudkan Indonesia raya maka tidak ada jalan lain selain memastikan bahwa Pancasila tetap menjadi jiwa di dalam setiap denyut nadi pembangunan, mari kita bergotong royong menjaga persatuan ,menghargai perbedaan dan menanamkan nilai – nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Jadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa dan bernegara”, pungkasnya.

(PROKOMPIM)

 

Wakapolres Wajo Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025 di Kantor Bupati

WAJO – Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 di Lapangan Upacara Kantor Bupati Wajo, Jl. Rusa, Sengkang, Kabupaten Wajo. Upacara tahun ini mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya.” paada Senin, 2 Juni 2025, pukul 07.45 WITA, 

Bertindak sebagai Inspektur Upacara yakni Kepala Staf Kodim 1406/Wajo, Mayor Inf. Azkar.

Dalam amanatnya, Mayor Inf. Azkar membacakan pidato seragam dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, yang menekankan beberapa hal penting, antara lain:

1. Hari Lahir Pancasila merupakan momentum untuk memperteguh komitmen kebangsaan dan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2. Pancasila tidak hanya merupakan dokumen historis atau teks normatif dalam pembukaan UUD 1945, tetapi juga jiwa bangsa dan pedoman hidup bersama.

3. Setiap sila dalam Pancasila mengandung prinsip gotong royong, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

4. Pemerintah telah menetapkan Asta Cita, delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu pilar utamanya adalah penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia.

5. Kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa landasan nilai-nilai Pancasila dapat menyebabkan ketimpangan sosial dan dehumanisasi.

6. Tantangan terhadap Pancasila semakin kompleks di era globalisasi dan digitalisasi, termasuk penyebaran paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi, dan disinformasi.

7. Asta Cita merupakan bentuk revitalisasi nilai-nilai Pancasila di berbagai dimensi kehidupan: pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang digital.

8. Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremonial, melainkan momen untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam setiap kebijakan, tindakan, dan ucapan.

Pejabat yang Hadir: Ketua DPRD Wajo Ir. H. Firmansyah Perkesi, M.Si, Bupati Wajo H. Andi Rosman, S.Sos, M.M, Wakil Bupati Wajo Dr. H. Baso Rahmanuddin, M.Kes, Wakapolres Wajo Kompol Hardjoko, S.H., M.H, Ketua Pengadilan Negeri Sengkang Dr. Ilham, S.H., M.H, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sengkang Andi Syaifullah, S.H., M.H, Ketua TP PKK Kabupaten Wajo Hj. Fatmawati A. Rosman, para Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Wajo dan Seluruh Kepala OPD Kabupaten Wajo.

Upacara berlangsung khidmat dan menjadi momen penting dalam mengukuhkan kembali semangat kebangsaan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di Kabupaten Wajo.

**Kasi Humas Polres Wajo** / Vetty Rilla

 

Polsek Tempe Laksanakan Patroli Biru untuk Cegah Gangguan Kamtibmas

WAJO _ Personel Polsek Tempe Polres Wajo yang dipimpin oleh Kanit Intel Aiptu Ridwan Nur melaksanakan kegiatan Patroli Biru (Blue Light Patrol) sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta tindak kriminalitas di malam hari di wilayah hukum Polsek Tempe. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 31 Mei 2025, mulai pukul 21.30 WITA.

Kapolsek Tempe, AKP Candra Said Nur, SH, MH melalui Kanit Intel Aiptu Ridwan Nur menjelaskan bahwa patroli dilakukan secara mobiling dan berkelanjutan di wilayah Kecamatan Tempe. Kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas Polres Wajo untuk menjaga stabilitas keamanan, khususnya pada jam-jam rawan.

“Sasaran patroli meliputi area publik dan objek vital seperti pasar malam di Terminal Sengkang, rumah bernyanyi, pertokoan, ruko, serta fasilitas penting seperti bank BUMN, Alfamart, dan SPBU yang berada di wilayah Kecamatan Tempe,” ujarnya.

Selain melaksanakan patroli, petugas juga melakukan pendekatan humanis dengan menjalin silaturahmi bersama tokoh masyarakat. Warga diajak berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dan diimbau untuk segera melaporkan jika menemukan potensi gangguan kamtibmas atau tindakan yang meresahkan, baik langsung ke Polsek Tempe maupun melalui layanan pengaduan Polri di nomor 110.

**Kasi Humas Polres Wajo** / Vetty Rilla

 

Persiapan Tuan Rumah Nunukan Gelar Porwada II Kaltara 2026 Ajak Jurnalis se-Kaltara ke Garis Batas Negara Terdekat

NUNUKAN – Persiapan Kabupaten Nunukan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Daerah (PORWADA) II Kalimantan Utara (Kaltara) tahun 2026 semakin dimatangkan.

Terbaru, Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (SIWO PWI) Nunukann telah menggelar rapat persiapan komprehensif, membahas mulai dari venue pertandingan hingga akomodasi peserta.

Dalam rapat dihadiri oleh seluruh pengurus SIWO PWI Nunukan yang digelar jumat (30/5) malam, materi rapat fokus pada kesiapan fasilitas dan akomodasi untuk menyambut para jurnalis se-Kaltara yang akan melibati perhelatan ini.

Ketua SIWO PWI Nunukan, Alamsyah memastikan dalam PORWADA II di Nunukan kali ini ditetapkan sebanyak sembilan cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Lima di antaranya yang akan dipusatkan di Gelanggang Olahraga (GOR) Dwikora Nunukan, meliputi Futsal, Tenis Meja, Domino, Catur, dan E-Sport.

“Atas pertimbangan efisiensi dan kemudahan akses, pertandingan lima cabang olahraga, masing-masing Futsal, Tenis Meja, Domino, Catur, dan E-Sport akan kita pusatkan di GOR Dwikora Nunukan.,” ujar Alamsyah dalam laporan internal.

Sedangkan empat cabang olahraga lainnya akan diselengga pada beberapa lokasi terpisah. Misalnya Cabang olahraga Atletik yang akan memanfatkan fasilitas yang ada di Stadion Dwikora Nunukan. Cabang olahraga Bulutangkis menggunakan Gedung Putra Tunggal yang berada di kawasan Pangkalan POSAL. Sedangkan Rumah Biliar Next Pool/Lenfin menjadi pilihan untuk menyelenggarakan pertandingan Cabang Olahrga Biliar.

Cukup menarik, untuk pertandingan jenis lomba non-olahraga, yakni lomba jurnalistik, lomba fotografi, dan Berita Radio akan dilaksanakan di Pulau Sebatik. Tempat yang dipilih untuk pelaksanaan lomba tersebut merupakan ikon-ikon daerah perbatasan. Masing-masing adalah kawasan sekitar patok perbatasan negara, hutan Mangrove serta Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

Pilihan tempat lomba yang digelar di Pulau Sebatik, menurut Alamsyah bertujuan untuk menghadirkan pengalaman unik yang akan diperoleh.dari sebuah wilayah yang berada di batas dua negara yang berdekatan.

“Pengalaman unik yang akan didapatkan, tidak hanya diperoleh para wartawan yang menjadi peserta lomba. Juga rekan-rekan jurnalis lainnya yang mungkin untuk pertama kali melihat laangsung dari dekat seperti apa rupa sempadan dua negara asing yang bertetangga,” ujar Alamsyah.(*)