Pemprov Kaltara Raih Predikat “AA” Istimewa Indeks Reformasi Hukum

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih nilai Indeks Reformasi Hukum (IRH) sebesar 96,70 pada tahun 2024, serta memperoleh predikat “AA” (Istimewa).

Ini disampaikan Pj. Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, Dr. Bustan, S.E., M.Si ketika membuka kegiatan Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Gedung Gadis Lantai I, Senin, (30/6).

Bustan mengatakan keberhasilan merupakan bentuk konsistensi dan komitmen dalam membangun pemerintahan berbasis hukum dan tata kelola yang transparan.

“Melalui Indeks Kualitas Kebijakan (IKK), kita diingatkan untuk menyusun kebijakan yang berbasis data, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang efektif,” kata Bustan.

Bustan menyampaikan bahwa sosialisasi ini menjadi bagian penting dalam mendorong evaluasi sistematis terhadap kebijakan yang telah berjalan lebih dari dua tahun.

Capaian nilai IRH “AA” ini merupakan buah dari kolaborasi seluruh pihak di Kaltara dalam membangun sistem hukum yang kuat, mendorong kepastian investasi, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah.

“Ini bukan hanya pencapaian administratif, tapi cerminan dari tekad kolektif kita dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan responsif,” tegasnya.

Pada sosialisasi ini turut menyoroti berbagai isu strategis lainnya, yakni Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Oleh karena itu, Bustan mengingatkan narkotika masih menjadi ancaman nyata di Kaltara.

Ia menerangkan bahaya narkotika masih mengancam generasi muda, sehingga perlu adanya sinergi yang aktif oleh seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan benteng sosial yang kuat.

Karena itu, Pj. Sekprov Kaltara mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya memahami materi sosialisasi, tetapi juga bisa menerapkannya dalam tugas-tugas pemerintahan.

“Hanya dengan penegakan hukum yang konsisten dan pemahaman regulasi yang menyeluruh, kita dapat mendorong pembangunan daerah yang efektif, efisien, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Hadir dalam sosialisasi tersebut, Dr. Ferry Gunawan C., S.H., M.H., Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Timur, Rustan, SP., M.A., M.SE., Analis Kebijakan Ahli Madya Kantor Regional Lembaga Administrasi Negara (LAN) Samarinda, Tulus, S.Kep., Ns., M.AP., Konselor Adiksi Ahli Madya Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Utara, seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Kaltara.

(dkisp)

BNNK Nunukan Gelar Puncak HANI 2025.

NUNUKAN-Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Nunukan gelar malam puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2025 di halaman kantor BNNK Nunukan. Dengan mengusung Tema ” Memutus Rantai Peredaran Gelap Narkoba Melalui Pencegahan, Rehabilitasi dan Pemberantasan Menuju Indonesia Emas 2045″. Pada Kamis, 26/06/2025 malam.

Sebelumnya acara dilakukan secara online melalui zoom meeting yang di gelar BNN dalam puncak peringatan HANI 2025 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Anton Suriyadi Siagian, S.H.,M.H selaku Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Nunukan dalam sambutannya mengatakan bahwa momen peringatan HANI ini merupakan momen keprihatinan dunia terhadap permasalahan peredaran gelap narkotika.

Ia juga memaparkan bahwa BNN pusat berhasil menangkap kurang lebih 2 ton sabu, sehingga ini menjadi bentuk peringatan bahwa negara kita darurat Narkoba.

“Baru- baru ini BNN menangkap kurang lebih 2 ton sabu, kita ketahui dari penangkapan tersebut secara tidak langsung negara kita sudah diserang narkoba”.Tutur Anton.

Disisi lain, selain tren penyalaguna narkoba BNNK Nunukan juga mendapati adanya tren penyalaguna liquid vape dikalangan anak muda dan anak sekolah. Sehingga Anton berharap ini menjadi atensi khusus bagi pemerintah, orang tua, maupun masyarakat.

“Ini seharusnya menjadi perhatian khusus kita terhadap tren penyalaguna liquid vape, dimana kita ketahui bahwa liquid itu banyak disalahgunakan pada anak remaja”.Lanjutnya

Lanjut Anton dimana ia mengharapkan melalui momentum ini dapat memutus mata rantai peredaran gelap narkoba melalui pencegahan, rehabilitas dan pemberantasan menuju Indonesia emas 2045. Sehingga kordinasi dan kerjasama dari berbagai pihak baik dalam negeri maupun luar negeri menjadi kunci keberhasilan ini.

” Menjadi sebuah kunci keberhasilan dan pencegahan narkoba dari masyarakat maupun pemerintah daerah dengah harapan tren penyalaguna narkoba semakin berkurang”. Harapnya

Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat apabila dilingkungannya ada terindikasi penyalaguna narkoba harap dilaporkan maupun diri sendiri dapat didampingi keluarga melapor kepada BNNK Nunukan

“Jangan khawatir untuk melaporkan atau bahkan melaporkan diri kepada BNN, kami tidak akan melakukan tindak pidana kepada penyalaguna ataupun pengguna narkoba, tetapi kami akan melakukan rehabilitasi”.Jelas Anton.

Dikesempatan yang sama, Bupati Nunukan H.Irwan Sabri, S.E menyampaikan bahwa HANI 2025 menjadi momentum untuk kembali meneguhkan tekad dan semangat untuk terus memerangi peredaran dan penyalagunaan narkoba dilingkungan kita masing-masing.

“Peredaran narkoba di tanah air sudah dalam tahap mengkhawatirkan, peredaran terus menyusup kampung-kampung dan bahkan sekolah merusak masa depan generasi muda kita”. Tutur Bupati Irwan

“Sehingga melalui Hari Anti Narkoba kali ini sebagai langka awal untuk melakukan aksi-aksi nyata dalam memberantas peredaran dan penyalaguna narkoba khususnya diKabupaten Nunukan”.Lanjutnya.

Bupati Irwan juga mengatakan bahwa perang terhadap narkoba menjadi komitmen bagi setiap orang tanpa terkecuali, terlebih bagi orang tua untuk selalu peka akan perubahan sikap anak.

“Sebagai orang tua kita harus peka jika anak- anak mengalami perubahan sikap dan tingkah laku secara drastis dan mencurigakan, kita harus tau teman anak- anak kita dan tak kalah penting harus memberikan perhatian yang cukup”.Jelasnya.

Lanjut dikatakannya bahwa Kabupaten Nunukan merupakan zona merah narkoba yang merupakan pintu masuk narkoba dari Malaysia kemudian diedarkan ke Sulawesi dan Kalimantan.

“Maka pesan saya, jangan pernah lengah dan kehilangan kewaspadaan. Ayo, bersama-sama mengambil peran dalam perang melawan narkoba bukan demi siapa- siapa, tetapi demi anak cucu kita dan semi bangsa dan negara kita”.Tutupnya.

Meri/Neni

.

Tingkatkan Literasi, Gubernur Dorong Inovasi Digital Perpustakaan

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Perpustakaan Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2025 yang digelar di Ballroom Hotel Luminor, Kamis (26/6).

Gubernur menyambut baik Rakor yang mengusung tema “Sinergi dan Strategi Membangun Budaya Membaca dan Peningkatan Kecakapan Literasi Provinsi Kalimantan Utara”, menurutnya sangat strategis karena menyentuh langsung aspek fundamental dalam pembangunan manusia.

“Literasi bukan hanya sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman,” kata Gubernur membuka sambutannya.

Gubernur menyebutkan pemerintah melalui berbagai kebijakan, telah menetapkan Indeks Peningkatan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Gemar Membaca (TGM) sebagai Indikator Kinerja Kunci (IKK) dalam Bidang Perpustakaan.

Bebernya, meskipun provinsi Kaltara masih tergolong sebagai provinsi termuda di Indonesia, tapi disaat yang bersamaan Kaltara juga memiliki tantangan tersendiri dalam hal pemerataan pendidikan dan literasi.

“Luas wilayah yang besar, akses ke daerah-daerah pedalaman yang tidak mudah, serta keterbatasan fasilitas dan infrastruktur, menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama,” ucapnya.

Namun Gubernur optimis dengan adanya rintangan tersebut justru tidak menjadi penghalang bagi provinsi Kaltara, tapi bisa di hadapi dengan semangat juang bersama dan diyakini dapat meningkatkan literasi di Bumi Benuanta.

Lanjutnya, ia juga mendorong perpustakaan di Kaltara dapat bertransformasi digital, membuka akses layanan berbasis teknologi, serta mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat termasuk di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

“Saya percaya, dengan kerja sama yang kuat antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, instansi vertikal, dunia pendidikan, komunitas literasi, dan seluruh masyarakat, kita bisa menjadikan literasi sebagai gerakan bersama dan bukan sekadar program sektoral,” tegas Gubernur Zainal.

“Anak-anak yang gemar membaca hari ini adalah pemimpin-pemimpin cerdas di masa depan. Masyarakat yang memiliki budaya literasi yang kuat akan lebih tangguh dalam menghadapi perubahan, lebih bijak dalam menyikapi informasi, dan lebih siap dalam bersaing secara global,” pungkasnya.

Rakor ini dirangkaikan dengan penyerahan cenderamata oleh Gubernur Zainal kepada Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Maros, Sulawesi Selatan dr. Hj. Fitri Adhicahya, S.Ked., M.Kes.

(dkisp)

Gubernur Himbau BI Dorong Pengembangan Ekonomi Syariah

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum menghadiri acara puncak Kalimantan Utara Sharia Festival 2025 (KaShaFa) yang digelar di aula Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (25/6) sore.

Dalam acara tersebut, Gubernur mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara KaShaFa, terkhususnya Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kaltara yang menginisiasi kegiatan ini.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara atas kerja sama dan komitmennya dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah di provinsi ini,” kata Gubernur.

Gubernur menuturkan even KaShaFa ini merupakan bentuk nyata sinergi dan semangat kolaborasi yang bertujuan mendorong sertifikasi halal, meningkatkan literasi ekonomi syariah, serta mempercepat pertumbuhan industri halal dan keuangan syariah di Kaltara.

Dengan mayoritas penduduk Kaltara yang beragama Islam sebesar 73,36 persen, dirinya menilai hal ini menjadi modal besar dalam pengembangan sektor ekonomi syariah di daerah.

Berdasarkan potensi tersebut, Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kaltara terus berkomitmen dalam mempercepat penguatan ekonomi syariah, termasuk melalui akselerasi program sertifikasi halal.

“Kami berharap, sektor ini dapat menjadi sumber pertumbuhan baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Kaltara ke level yang lebih tinggi,”katanya.

Kemudian ia memaparkan beberapa program konkret yang telah dilaksanakan, seperti sosialisasi dan edukasi pentingnya sertifikasi halal, kemudian pelatihan dan seminar jaminan produk halal bagi pelaku UMKM.

Selanjutnya Gubernur juga mengapresiasi program Bazar UMKM dan Gerakan Kaltara Berwakaf yang tidak hanya menghadirkan beragam produk halal, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.

Gerakan Kaltara Berwakaf merupakan sebuah inovasi yang menjadikan wakaf sebagai instrumen dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.

Sebelumnya, Gubernur juga telah menyampaikan permintaan bantuan peralatan UMKM secara langsung pada kunjungan kerja Komisi VII DPR RI di Tanjung Selor beberapa waktu lalu.

Ia menilai kualitas hasil produk UMKM Kaltara sudah bagus, namun perlu didukung dengan kemasan yang lebih baik dan inovatif sehingga bisa menarik minat konsumen untuk membeli dan tertarik untuk menggunakan produk UMKM Kaltara.

Acara ini dirangkaikan dengan Kick Off Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat), harvesting sertifikasi halal, dan penyerahan bantuan lainnya.

Hadir dalam acara ini Pj. Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara Dr. Bustan, S.E., M.Si, Kepala KPw BI Kaltara Hasiando G. Manik, Forkopimda Kaltara, perwakilan instansi vertikal Kaltara, dan unsur perbankan, serta masyarakat.

(dkisp)

Datu Iqro Himbau Pengelolaan Dana BOS Harus Tertib Administrasi

TARAKAN – Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, Pemerintah akan terus berupaya meningkatkan mutu dan pemerataan akses layanan pendidikan.

Disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) H. Datu Iqro Ramadhan, S.Sos., M.Si membuka Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2025 Tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan Tahun 2025, digelar di Hotel Tarakan Plaza, Selasa (24/6) malam.

Mewakili Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H. M.Hum, Datu Iqro menjelaskan salah satu instrumen penting dalam mendukung upaya ini adalah Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).

“Dana BOSP ini bersumber dari APBN dan dialokasikan ke satuan pendidikan untuk mendanai kegiatan operasional, sehingga dapat mengurangi beban biaya pendidikan yang ditanggung masyarakat,” kata Datu Iqro.

Datu Iqro menuturkan di tahun 2025 provinsi Kaltara menerima alokasi dana BOSP sebesar Rp62,6 miliar, yang akan disalurkan ke 108 satu pendidikan di seluruh wilayah provinsi Kaltara.

Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara juga mengalokasikan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) sebesar Rp20,4 miliar dari APBD kepada 112 sekolah yang menjadi kewenangan provinsi.

“Pengelolaan Dana BOSP yang baik merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, merata dan berkeadilan di wilayah Kalimantan Utara,” ujarnya.

Melalui pengelolaan yang tertib, transparan, dan akuntabel dan BOSP ini, ia berharap dapat digunakan untuk menunjang seluruh kebutuhan operasional sekolah, dari pengadaan sarana dan prasarana, peningkatan kompetensi guru, hingga mendukung pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan.

Terakhir, Datu Iqro berpesan bahwa dana ini bukan hanya angka dalam anggaran, melainkan amanah untuk mencerdaskan generasi Kaltara yang unggul dan berdaya saing.

“Saya mengingatkan bahwa pengelolaan dana BOSP bukan teknis administrasi. Ini adalah cerminan dari tanggung jawab moral kepada peserta didik dan masyarakat. Jangan sampai ada penyimpangan atau penyalahgunaan dana yang berdampak pada turunnya mutu pendidikan,” tutupnya.

Dalam rakor tersebut juga menghadirkan narasumber dari Dirjen Paud Dikdas Dikmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Sudarno, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kaltara, Nur Indah Palupi, S.T.P., dan Tim Manajemen BOS Kaltara.

(dkisp)