Antisipasi Krisis Energi: APKLI-P Temui Dewan Energi Nasional

JAKARTA – Ancaman kelangkaan gas melon dan BBM subsidi merupakan bagian dari dampak perang US-Israel dengan Iran yang sudah memasuki minggu ke-5 sejak 28/2/2026. Telah lonjakkan harga BBM, gas, dan pangan dunia, tentunya juga berdampak ke Indonesia.

Alhamdulillah, Presiden Prabowo Subianto pada 31 Maret 2026 telah tetapkan tidak menaikkan harga BBM dan Gas LPG subsidi walau bisa membengkakkan APBN 2026 sekitar Rp 100-120 triliun. Langkah berani dan langka, sebuah wujud nyata rasa cinta dan kepedulian Presiden RI ke-8 ke rakyat kecil, serta kesatuan dan persatuan bangsa.

Ketua Umum APKLI-P, dr Ali Mahsun ATMO M Biomed, didampingi Waketum M Zahrudildin, menemui Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Yudha, di Kantor DEN Jakarta Kamis 2/4/2026, untuk mengantisipasi ancaman krisis gas melon dan BBM subsidi.

“Kami sangat mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo Subianto yang tidak menaikkan harga BBM dan Gas LPG subsidi, meskipun ini berarti membengkakkan APBN. Ini adalah langkah yang sangat berani dan menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap rakyat kecil,” kata dr Ali Mahsun.

Satya Yudha, Anggota DEN, menyatakan bahwa pemerintah telah siap menghadapi kemungkinan krisis energi dan akan terus memantau situasi.

“Kami akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan energi di Indonesia, terutama gas melon dan BBM subsidi, tetap stabil,” ujarnya.

APKLI-P berharap pemerintah dapat terus mengambil langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi krisis energi dan melindungi rakyat kecil dari dampak kenaikan harga energi.

(Nn/*)