Anggaran Tak Sebanding Dengan Prestasi: Mansur Minta Pembenahan Kepengurusan KONI Nunukan
NUNUKAN – Anggota sekaligus Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Nunukan, Muhammad Mansur, menyampaikan sorotan tajam terkait alokasi anggaran dan pembinaan cabang olahraga dalam ajang Bupati Malinau Cup 2026, Senin 10 Agustus 2026.
Menurutnya, perlakuan KONI Kabupaten Nunukan terhadap atlet Kempo yang meraih prestasi gemilang dinilai sangat tidak seimbang dengan capaian yang diraih.
Mansur menjelaskan, kontingen Kempo Nunukan yang terdiri dari 16 atlet dan 5 pelatih/pendamping hanya menerima bantuan anggaran sebesar Rp20 juta dari KONI. Padahal, dengan capaian 4 Emas, 3 Perak, dan 7 Perunggu, mereka berhasil meraih Juara Umum Kedua se-Kalimantan Utara.
“Saya agak risih mendengarnya. Anggaran Rp20 juta untuk ke Malinau? Belum lagi uang saku para atlet juara pun tidak ada yang diberikan. Sangat tidak sebanding dengan apa yang mereka bawa pulang,” tegas Mansur.
Dengan total anggaran KONI yang mencapai lebih dari Rp2 miliar, Mansur mempertanyakan keadilan pembagian dana. Diduga KONI tidak membagi anggaran secara merata kepada 43 cabang olahraga yang ada, melainkan terkesan memilih-milih. Padahal, cabang seperti Kempo telah terbukti mampu bersaing hingga tingkat nasional.
“Biaya sewa kendaraan, penginapan, konsumsi saja sudah jauh melebihi bantuan yang diberikan. Di sana terlihat pelatih sendiri yang mengeluarkan uang sakunya untuk anak-anak. Padahal seharusnya ada pos anggaran pembinaan dari KONI,” tandasnya.
Tak hanya itu, Mansur juga menyoroti ketidakhadiran perwakilan KONI untuk mendampingi atlet di lokasi pertandingan.
“Seharusnya ada petugas KONI yang memantau, bukan hanya memberikan anggaran lalu lepas begitu saja. Untuk apa pengurus dibentuk jika tidak mengawal?” kritiknya.
Mansur menegaskan, alokasi anggaran harus memiliki patokan yang jelas dan proporsional bagi setiap cabang. Jangan sampai hanya satu cabang yang diprioritaskan, sementara cabang berprestasi diabaikan.
Ia juga meminta KONI tidak hanya mengandalkan APBD, melainkan aktif mencari dukungan dan mitra serta bapak angkat dari dunia usaha.
“Jika KONI tidak mampu berbuat adil dan memajukan semua cabang olahraga, maka kami minta Bupati membekukan anggaran KONI atau segera melakukan perombakan kepengurusan. Jangan hanya mengangkat pengurus yang tidak bisa memberikan manfaat nyata bagi atlet. Anak-anak kita sudah membawa nama harum Nunukan, mereka pantas diperhatikan dengan layak,” pungkas Mansur.
Padli/admin
