SMP Negeri 2 Nunukan: Sekolah Unggulan Dua Lokasi, Minta Dukungan Sarana Dan Bus Sekolah
NUNUKAN – Kepala SMP Negeri 2 Nunukan, Arbain, S.Pd., menyampaikan laporan perkembangan dan kebutuhan sekolah saat menyambut kunjungan Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, S.E., yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Drs. Raden Iwan Kurniawan, M.A.P., beserta rombongan, Selasa 4 Agustus 2026.
Kehadiran pemerintah daerah menjadi kehormatan sekaligus penyemangat bagi seluruh warga sekolah.
SMP Negeri 2 Nunukan berdiri sejak tahun 2002 dan hingga kini tetap dipercaya masyarakat sebagai salah satu sekolah unggulan dengan akreditasi A. Pada Tahun Pelajaran 2026/2027, sekolah ini melayani 818 peserta didik yang dibimbing oleh 53 guru dan 9 tenaga kependidikan.
Siswa berasal dari beragam latar belakang agama, suku, dan budaya, menjadikan sekolah ini cerminan keberagaman yang menjunjung toleransi dan persatuan.
Prestasi sekolah terus meningkat. SMPN 2 Nunukan menerima BOS Kinerja tahun 2024 dan 2025, serta BOS Kinerja Prestasi tahun 2026. Sekolah ini juga ditetapkan Kementerian Pendidikan sebagai Sekolah Model untuk Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial.
Sekolah ini memiliki dua lokasi gedung. Gedung utama di Jalan Bhayangkara untuk kelas VII, dan gedung kedua di Jalan Sei Ujang Fatimah untuk kelas VIII dan IX. Luas lahan gedung kedua mencapai 4,5 hektare, namun masih memerlukan pengembangan sarana agar pelayanan pendidikan makin maksimal.
Beberapa kebutuhan prioritas yang diharapkan mendapat perhatian pemerintah daerah antara lain: penyelesaian pembangunan masjid, pagar keliling, gerbang utama, aula, ruang kepala sekolah dan ruang guru yang layak, kantin sehat, penataan halaman, serta sarana pendukung lainnya.
Satu hal yang sangat mendesak adalah kendaraan penunjang transportasi sekolah. Saat ini hanya tersedia satu unit bus yang kondisinya sudah tua dan sering rusak, sehingga membahayakan keselamatan siswa.
“Pihak sekolah berharap Pemkab Nunukan dapat memenuhi kebutuhan bus sekolah secara bertahap, sebagai investasi penting bagi masa depan anak-anak di daerah perbatasan,” ujar Arbain.
Dalam kesempatan yang sama, Arbain juga menjelaskan pelaksanaan kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana. Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran dan kesiapsiagaan warga sekolah, memperkuat prosedur keselamatan, serta mempererat kerja sama dengan pemerintah daerah, BPBD, Palang Merah Indonesia, aparat keamanan, komite sekolah, dan masyarakat.
Diharapkan SMP Negeri 2 Nunukan dapat menjadi teladan bagi sekolah lain dalam membangun lingkungan belajar yang aman dan tangguh bencana.
Padli/admin
