Bendungan Air Jebol, Hujan Deras Picu Banjir Besar di Nunukan: Rumah Terendam, Jalan Rusak, Tiga Ekor Sapi Hanyut
NUNUKAN — Hujan lebat disertai angin kencang dan kilat mengguyur sejak dini hari. Bendungan air ikut jebol, sehingga luapan air tak lagi tertahan dan melanda sejumlah kawasan Kabupaten Nunukan, Senin (03/08/2026).
BPBD Nunukan mencatat lima wilayah terdampak paling parah: Pasar Baru, Sei Bilal, Lumba-Lumba, Sei Sembilan, dan Fatahillah. Banjir juga merambah ke Pulau Sebatik dan daerah lainnya.
Air yang meluap merendam serta merusak rumah-rumah di tepi sungai hingga kawasan pesisir. Jembatan penyeberangan sepeda motor rusak berat, sementara tanah longsor menimpa area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sei Fatimah. Jalan utama menuju RSUD Nunukan pun mengalami kerusakan dan menjadi prioritas segera dipulihkan.
Bahkan, dilaporkan tiga ekor sapi milik warga hanyut terbawa arus, dan potensi longsor suslan masih dipantau ketat.Saat ini masih berlangsung pendataan.
“Kami bersama pimpinan BPBD terus memantau kawasan terdampak yang rata-rata berada di sepanjang aliran sungai,” ujar Kasubid Informasi BPBD Nunukan, Mochammad Hidayat, melalui pesan tertulis.
Hidayat menjelaskan bahwa tanah longsor juga terjadi di lokasi TPA Sei Fatimah. Pihaknya kini terus mendata wilayah dan warga yang terdampak, serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat penanganan banjir dan longsor.
Padli/admin
