Wakil Bupati Nunukan: Kajian Akademik Jadi Kompas Pembangunan Nunukan Menuju 2045, UMKM Jadi Prioritas

NUNUKAN – Wakil Bupati Nunukan Hermanus, S.Sos menyampaikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan rapat koordinasi pembangunan perbatasan, yang digelar dilantai V Kantor Bupati Nunukan,selasa (12/5/2026).

Dalam wawancaranya, ia menegaskan masukan dan kajian dari para pakar dan narasumber menjadi panduan jangka panjang bagi pemerintah daerah merancang arah pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Hermanus, kegiatan ini bukan sekadar pertemuan sesaat, melainkan wadah merumuskan konsep dan kerangka berpikir yang akan menjadi pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan — mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kementerian/lembaga, hingga pemerintah desa dan kecamatan. Sinergi dan kolaborasi berbasis karakteristik serta potensi wilayah akan disusun menjadi satu sistem pertumbuhan ekonomi yang memberi nilai tambah nyata bagi masyarakat.

“Kita harus optimis. Keberadaan IKN bukan ancaman, melainkan peluang besar jika dikelola dengan tepat. Tanpa panduan atau kompas, pembangunan bisa kacau. Melalui master plan ini, kita tahu di mana tantangan, di mana kekurangan, dan di mana arah yang benar agar pembangunan berjalan teratur dan tepat sasaran,” ujarnya.

Hal lain yang disoroti dan diapresiasi Wakil Bupati adalah pelibatan aktif pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam penyediaan konsumsi kegiatan. Berbeda dengan kebiasaan sebelumnya yang hanya melibatkan vendor tertentu, kali ini produk makanan dan jasa diserap langsung dari masyarakat setempat.

“Ini prinsip sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui. Selain acara berjalan lancar, UMKM kita mendapat pemasukan dan pengakuan. Ini harus jadi contoh bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke depan: setiap kegiatan resmi harus melibatkan masyarakat luas agar dampak ekonominya dirasakan langsung oleh warga,” tegasnya.

Ia berharap pola kolaborasi dan pemberdayaan ekonomi rakyat ini terus didukung dan diperluas, sehingga pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tapi juga memperkuat ekonomi masyarakat dari akar rumput.

(Padli/Timredaksi)