Harga Rumput Laut Nunukan Menguat, Petani Harap Ada Fasilitas Pengolahan agar Nilai Jual Naik

IMG-20260925-WA0006

NUNUKAN — Sepanjang tahun 2026, harga rumput laut di Kabupaten Nunukan terus menguat dan bertahan di tingkat menguntungkan bagi pembudidaya.

Ketua Bidang Pemasaran Rumput Laut Perkumpulan Rumput Laut Nusantara (PRLN), Kamaruddin, menyampaikan harga jual di tingkat petani kini berkisar Rp25.000 hingga Rp27.000 per kilogram, bahkan bisa menyentuh Rp30.000 tergantung kualitasnya. Meski sempat turun sedikit, harganya dinilai tetap stabil dan menguntungkan.

Jenis rumput laut yang dominan dikembangkan saat ini berwarna merah, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang didominasi jenis cokelat dan hijau. Hasil panen tiap bentangan berkisar 3 hingga 7 kilogram. Seluruh hasil produksi terserap pasar. Hasil panen dikirim melalui dua pelabuhan utama, yaitu Surabaya dan Makassar.

Kamaruddin mengakui kualitas rumput laut Nunukan belum sepenuhnya seragam. Faktor cuaca dan keterbatasan tempat penjemuran menjadi kendala utama. Rasio pengeringan ideal adalah 10 kilogram basah menjadi 1 kilogram kering, namun di lapangan sering terjadi 7–8 kilogram basah untuk 1 kilogram kering. Hal ini membuat kadar air masih tinggi saat dikirim, sehingga biaya pengiriman menjadi lebih mahal.

“Tempat penjemuran sangat kami butuhkan. Saat panen tumpuk, lantai jemur sudah penuh, sehingga kami terpaksa menjual sebelum kadar air turun sempurna. Kerugian pun muncul: kami membayar ongkos kirim untuk mengangkut air, bukan bahan keringnya,” jelasnya dalam wawancara bersama awak media, Jumat(25/9).

Saat ini, pengolahan di Nunukan masih sangat terbatas. Beberapa Usaha Kecil dan Menengah hanya mengolah menjadi camilan seperti puding, amplang, atau jajanan lain dalam jumlah kecil. Produk olahan ini pun mulai dikenal hingga ke Malaysia dan Jepang.

Kamaruddin berharap ke depannya Nunukan memiliki fasilitas pengolahan yang lengkap dan standar, sehingga rumput laut dapat dikemas siap jual dan diekspor langsung dari daerah, tanpa harus dikirim ke kota lain terlebih dahulu.

Padli/admin