Tingkatkan Kualitas SDM & IPM, Anggota DPRD Nunukan Usulkan Revitalisasi Lomba Cerdas Cermat
NUNUKAN — Guna mendongkrak kemampuan akademik dan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Nunukan, Sekretaris Komisi I DPRD Nunukan, Muhammad Mansur, mendesak Dinas Pendidikan untuk menghidupkan kembali dan mengembangkan lomba cerdas cermat bagi pelajar. Kegiatan yang dulu sempat populer pada era 1990-an ini dinilai terbukti efektif memacu semangat belajar serta memperluas wawasan siswa.
Dalam pernyataannya, Mansur menegaskan bahwa lomba cerdas cermat bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana strategis untuk melatih kecepatan berpikir, ketepatan jawaban, serta membangun kepercayaan diri dan kemampuan bekerja sama dalam tim. Nilai lebih dari itu, kegiatan ini juga membentuk kedisiplinan dan kemampuan siswa dalam memecahkan berbagai persoalan secara kritis.
“Kecerdasan anak harus ditumbuhkan sejak usia dini. Kita perlu memupuk kemampuan berpikir mereka lewat lomba-lomba kecerdasan, baik perorangan maupun berkelompok,” ujar Mansur, Jumat (04/09/3026).
Dorongan ini juga didasari oleh data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Nunukan yang masih berada di angka 69,87 — angka tersebut masih tertinggal dibandingkan kabupaten lain di Provinsi Kalimantan Utara seperti Tana Tidung (71,86), Bulungan (74,53), dan Malinau (75,21). Melalui kebangkitan lomba cerdas cermat, diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam peningkatan kualitas SDM dan angka IPM daerah.
Mansur menyarankan agar kegiatan ini dimasukkan ke dalam agenda rutin pendidikan tahunan, diselenggarakan pada momen-momen penting seperti peringatan HUT Kemerdekaan RI, Hari Pendidikan Nasional, maupun hari jadi Kabupaten Nunukan. Lebih dari itu, pemerataan kesempatan menjadi hal yang sangat ditekankan — tidak boleh hanya sekolah-sekolah di pusat kota yang berpartisipasi, melainkan seluruh siswa dari kecamatan hingga desa-desa terpencil harus mendapatkan peluang yang sama untuk mengembangkan potensinya.
“Jangan hanya sekolah di pusat kota yang berkesempatan. Anak-anak kita yang berada di wilayah kecamatan dan desa juga harus mendapatkan perlakuan yang setara. Potensi mereka sama besar, tinggal bagaimana kita memberikan ruang untuk berkembang,” tegasnya.
Ia berharap bibit-bibit unggul yang ditemukan dari kompetisi ini dapat terus dibina secara berkelanjutan, sehingga kelak mampu membawa nama Kabupaten Nunukan bersaing di tingkat provinsi bahkan hingga tingkat nasional.
Padli/admin
