Terima Pengaduan Ahli Waris Tanah IKN, Ketum PPWI Minta Presiden Prabowo Lakukan Moratorium Pembanguan Ibu Kota Nusantara

Jakarta –Berandankrinews.com
Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, meminta dengan hormat kepada Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto, agar melakukan moratorium atau penghentian sementara pelaksanaan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebelum dilakukan pembayaran atas tanah-tanah yang digunakan untuk membangun sarana-prasarana IKN.

Hingga saat ini, tanah seluas 2.806 hektar milik warga yang sudah digunakan untuk membangun istana negara dan puluhan bangunan serta fasilitas lainnya belum dibayar kepada pemilik tanah tersebut.

Hal itu disampaikan alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini kepada jaringan media se-tanah air sebagai tindak lanjut atas pengaduan yang disampaikan ahli waris kepemilikan lahan-lahan yang sudah digunakan oleh Pemerintah Indonesia untuk membangun bakal ibu kota negara Indonesia yang baru di Kalimantan Timur. “Ahli waris lahan yang digunakan untuk membangun IKN, atas nama Lisa Anggaini, menyampaikan pengaduan kepada PPWI Nasional dan meminta bantuan kepada kita untuk mendesak Pemerintah membayarkan ganti rugi atas tanah-tanah ahli waris yang sudah digunakan.

Oleh karena itu, atas nama ahli waris saya meminta Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan sementara pelaksanaan pembangunan IKN hingga persoalan pertanahan itu diselesaikan,” ungkap Wilson Lalengke, Selasa, 08 April 2025.

Merespon pengaduan dan pemintaan bantuan advokasi dari Lisa Anggaini dan para pemilik lahan lainnya, tokoh pers nasional ini telah mengunjungi lokasi IKN beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan itu, jelas Wilson Lalengke, pihaknya juga sudah melakukan wawancara dengan beberapa pihak yang mengetahui sejarah dan kedudukan tanah yang diklaim sebagai milik ahli waris.

“Seluruh lokasi yang digunakan untuk membangun istana presiden (Istana Garuda – red) di IKN beserta bangunan lainnya adalah wilayah Kedatuan Kerajaan Kutai Kartanegara. Luasnya hampir 1 juta hektar. Yang sudah ‘dijamah’ oleh Pemerintah untuk membangun IKN adalah dua ribu delapan ratus enam hektar. Lahan tersebut belum diganti-rugi sama sekali oleh Pemerintah,” imbuh Wilson Lalengke sambil mempertanyakan keabsahan pembangunan istana presiden dan bangunan lainnya di lokasi yang hak kepemilikannya masih di tangan orang lain itu.

Ketika meninjau lokasi IKN pada 22-24 Januari 2025 lalu, Ketum PPWI Wilson Lalengke juga menyambangi Kantor Otoritas IKN di Balikpapan. Pihak PPWI juga sudah menyampaikan surat permohonan audiensi kepada Kepala Otorita IKN untuk mempertanyakan penyelesaian kasus penggunaan lahan 2.806 hektar milik para ahli waris yang belum diselesaikan namun sudah digunakan untuk pembangunan istana presiden dan sarana-prasarana lainnya.

“Dalam pemahaman publik, membangun dan atau beraktivitas di atas lahan orang lain tanpa izin termasuk kategori tindak pidana penyerobotan lahan yang diatur dalam KUHPidana. Bangunan-bangunan yang ada di sana juga hampir dipastikan belum memiliki kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan dalam pendirian sebuah bangunan, seperti amdal dan IMB,” terang Wilson Lalengke dengan menambahkan bahwa tidak semestinya Pemerintah memberikan contoh buruk, mengangkangi aturan yang dibuat Pemerintah sendiri, kepada masyarakat.

Sejak mengirimkan surat permohonan audiensi ke Otoritas IKN, kata lulusan pasca sarjana bidang studi Etika Terapan dari konsorsium Universitas Utrecht, Belanda, dengan Universitas Linkoping, Swedia, ini, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono belum merespon sama sekali. “Hingga hari ini, sudah hampir dua bulan surat permohonan audiensi belum dibalas atau direspon ke kita di PPWI Nasional. Saya sangat menyayangkan sikap Otorita IKN dan Pemerintah yang terkesan mengabaikan rakyatnya,” ucap Wilson Lalengke menyesalkan.

Dalam kunjungannya selama 3 hari di Balikpapan dan wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, wartawan senior itu juga mendapat pengaduan dari pihak sub-kontraktor pembangunan sarana-prasarana IKN yang mengeluhkan hasil kerja mereka yang belum dibayarkan hingga saat ini. Utang Pemerintah kepada para sub-kontraktor itu bervariasi dari ratusan juta hingga miliaran belum dibayar.

“Pengaduan para kontraktor yang diberi pekerjaan dari proyek pembangunan IKN sebagai sub-kontraktor itu menambah keyakinan kita untuk meminta kepada Presiden Prabowo Subianto agar kelanjutan pembangunan IKN di-moratorium dulu. Nanti, ketika utang-utang sudah diselesaikan, terutama kedudukan lahan IKN telah berpindah kepemilikannya ke Pemerintah, pada saat itulah pembangunan sarana-prasarana IKN dapat dilanjutkan,” ujar Wilson Lalengke.

Saat ini, tambahnya, kita masih ingin menempuh dialog dengan Pemerintah sebagai pemilik program IKN. “Saya berharap kasus ini bisa diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan gejolak di masyarakat, terutama di Kalimantan Timur, tempat IKN dibangun. Tentu saja kita tidak akan berhenti sampai di sini yaa, jika pihak yang berkepentingan dengan IKN tidak peduli dengan masalah lahan yang sudah digunakan tanpa penyelesaian kepemilikan tanahnya terlebih dahulu, kita akan membawa kasusnya ke ranah hukum, baik tingkat nasional maupun internasional,” tegas Wilson Lalengke, dengan menyebutkan bahwa dokumen kepemilikan tanah oleh Kerajaan Kutai Kartanegara itu juga disahkan oleh Pemerintahan Belanda sebelum kemerdekaan. (TIM/Red)

SMSI Verifikasi Perusahaan Media Siber di Kaltara, Dukung Program Pembangunan Strategis di Daerah

TANJUNG SELOR – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), melakukan verifikasi keanggotaan untuk memastikan setiap perusahaan media online yang terdaftar memenuhi syarat administrasi dan standar yang telah ditetapkan oleh SMSI.

Ketua SMSI Kaltara, Victor Ratu mengatakan, verifikasi perusahaan media yang tergabung di SMSI Kaltara untuk menjamin keabsahan media terhadap anggota organisasi.

“Kami melakukan verifikasi terhadap dokumen yang sudah diserahkan oleh masing-masing media, tujuannya untuk memastikan seluruh anggota memenuhi kriteria sebagai perusahaan media siber yang profesional dan memenuhi ketentuan organisasi,” kata Victor, Selasa (8/4/2024).

Victor menegaskan, anggota SMSI Kaltara memiliki komitmen yang sama terutama mendukung dan mengawal agenda strategis pembangunan di Provinsi ke 34 ini di Utara Kalimantan yang berbatasan langsung dengan beranda Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang nantinya akan menjadi penyanggah Ibu Kota Nusantara (IKN) dimasa yang akan datang.

“Sebagai organisasi media siber yang solid, anggota SMSI memiliki komitmen dan spirit yang sama dalam mengawal pembangunan daerah,” tegasnya.

Victor menerangkan, SMSI merupakan salah satu organisasi media yang menjadi konstituen Dewan Pers.

“hasil verifikasi ini akan kita laporkan ke SMSI Pusat untuk diteruskan ke Dewan Pers, upaya ini sekaligus untuk menguatkan posisi tawar organisasi di daerah,” terangnya.

Ditambahkan Sekretaris SMSI Kaltara, Didi Febriyandi, S.IP, M.AP, jumlah perusahaan media siber di Kaltara saat ini terus bertambah. Berdasarkan data keanggotaan SMSI Kaltara pada bulan Maret – April tahun 2025 tercatat ada 60 perusahaan media Siber tersebar di Kabupaten Bulungan, Nunukan, Malinau dan Kota Tarakan.

“Sampai awal tahun 2025 ada 56 perusahaan media, sedangkan yang 4 media masih berproses, jadi total semuanya ada 60 yang tergabung. Kami juga tetap berharap agar jumlah anggota terus bertambah. Perusahaan media siber yang sudah terverifikasi sesuai syarat di internal pastinya akan menerima sertifikat SMSI Kaltara,” tambahnya.

Seyogyanya, SMSI Kaltara menargetkan, langkah ini untuk mengatur tata tertib administrasi surat menyurat sehingga yang tergabung dalam keanggotaan adalah media siber online yang terdaftar di Kementerian Hukum.

“Perusahaan media siber online yang ingin bergabung dalam keanggotaan SMSI Kaltara haruskah memenuhi syarat-syarat yakni mengisi formulir pendaftaran, melampirkan Akta notaris, SK Kemenkumham, punya portal website yang jelas dan pemberitaan aktif,” tutupnya.

(smsikaltara)

Revolusi PKL Solusi Lesunya Ekonomi: dr. Ali Mahsun ATMO Luncurkan Program MUPP untuk 40 Juta Pelaku UMKM

JAKARTA –Berandankrinews.com
Lesunya ekonomi nasional dan tantangan berat yang dihadapi 65,4 juta pelaku UMKM mendapat perhatian serius dari dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed. Untuk itu, Tokoh Nasional yang dikenal sebagai “Dokter Ekonomi Rakyat” ini siap meluncurkan program MUPP (Modal Usaha Produktif dan Pendampingan) sebagai langkah konkret membangkitkan ekonomi rakyat berbasis pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku UMKM, untuk melejitkan kesempatan usaha dan lapangan kerja baru di Indonesia.8 April 2025

Dalam bincang santai bertajuk Ngopi Ala Kawulo Alit di bilangan Cempaka Putih Raya, Ketua Umum Asosiasi PKL Indonesia, dr. Ali Mahsun ATMO menegaskan bahwa revolusi PKL adalah jawaban terhadap situasi ekonomi nasional yang stagnan. Jawaban untuk bangkitkan lesunya UMKM Indonesia. Program MUPP akan menyasar 20 juta pelaku UMKM baru dan merevitalisasi 20 juta pelaku UMKM eksisting di seluruh Indonesia. Langkah ini jadi keharusan Indonesia agar sukses jemput puncak demografi 2030 yang mensyaratkan 100 juta UMKM unggul, serta mampu rengkuh pertumbuhan ekonomi nasional 8% tahum 2029.

“Ini adalah sebuah keniscayaan demi utuhnya kedaulatan ekonomi bangsa, merah putih dan NKRI ditengah kondisi global makin tidak menguntungkan. Rakyat dan bangsa ini harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri, harus mampu bersaing dan unggul di dunia global. Oleh karena itu, PKL dan UMKM harus mampu maju, unggul, serta naik kelas. Untuk itu harus bersatu dan tangguh”, tegas Ali Mahsun ATMO, Dokter Ahli Kekebalan Tubuh alumni Universitas Brawijaya Malang dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Jakarta.

Didampingi Ketua DPW Asosiasi PKL Indonesia Jatim Adi Mulyono, SE., MM., lelaki sahaja dan berkumis eksentrik yang juga emban Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI) ini juga menyampaikan hal yang sama ketika Halal Bihalal PKL dan UMKM Se-Jatim di Pasar Rakyat Jambangan (PRJ) Masjid Al Akbar Surabaya dan Ngopi Ala Kawulo Alit bersama Tokoh Muda Bangsa, Dedy Priyadi Senopati WD, S.E., M.Ak., CAI., CCD., CPCD., CLA., di Surabaya Barat Minggu 6 April 2025. Menurutnya, UMKM dan PKL adalah tulang punggung ekonomi rakyat dan pilar utama perekonomian Indonesia, dinana saat ini kondisinya makin lesu. Bahkan jalani usaha (berjualan) hanya untuk bertahan belaka dimana ancaman bangkrut ada di depan mata.

Lebih lanjut Ketua Umum Komite Ekonomi Rakyat Indonesia (KERIS) ini menggunakan analogi yang menggugah: “Semut hitam itu mampu kalahkan gajah sebesar apa pun. Ketika semut-semut hitam negeri ini bersatu dan tangguh, sebesar dan sekuat apa pun gajah ekonomi — baik dari dalam maupun global — yang merongrong ekonomi rakyat dan merobek kedaulatan ekonomi Indonesia, pasti akan tunduk dan mengikuti alur pembangunan negeri ini seutuhnya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.”

dr. Ali Mahsun ATMO, Ketua Bakornas LKMI PBHMI 1995-1998 dan Pembantu Rektor Universitas Darul Ulum Jombang Jawa Timur 2010-2012 ini telah lama dikenal sebagai pejuang ekonomi rakyat yang konsiten sejak 2011 ketika teramanahi Ketua Umum APKLI pada Munas IV di Java Design Center Semarang Jateng. Ia menekankan pentingnya sinergi, kolaborasi dan kerja sama Asosiasi atau organisasi usaha dan ekonomi rakyat UMKM dengan pemerintah, swasta, serta para pemangku kekuatan ekonomi lain, baik dalam negeri mau pun global.

Sekali lagi, pelaku PKL dan UMKM harus bersatu dan tangguh, bersama-sama dan kerja keras untuk mampu maju dan unggul, mampu naik kelas sehingga mampu bersaing di era one world of digital ekonomi. Kuncinya adalah pendampingan dari hulu hingga hilir atau pagari rapat-rapat, serta kelola dengan baik dan benar potensi ekonomi PKL dan UMKM Indonesia yang sangat besar,

Sebagai ruh perekonomian nasional. Atas landasan itulah, Revolusi Pedagang Kaki Lima, suka tidak suka menjadi niscaya bagi Indonesia kini dan ke depan. Lebih dari itu, MUPP jadi instrumen utama bagi Indonesia

Peluncuran resmi Program MUPP dijadwalkan dalam waktu dekat dan akan melibatkan degenap pemangku kepentingan di republik ini. Bukan saja asosiasi PKL atau organisasi usaha dan ekonomi rakyat UMKM, namun juga melibatkan pemerintah, BUMN/BUMD, perbakkan dan lembaga keuangan non bank, perguruan tinggi, serta kekuatan ekonomi terkait, pungkas Sekretaris Lembaga Sosial Mabarot PBNU 2000-2005.

Gubernur Zainal Resmikan Pelayaran Perdana KM.Gandha Nusantara 05, Pacu Pertumbuhan Ekonomi Daerah

BULUNGAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) dipimpin Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum, secara simbolis melepas secara resmi pengoperasian pelayaran perdana KM. Gandha Nusantara 05 rute Ancam Bulungan – Tarakan di Dermaga Pelabuhan Feri Ancam, Desa Ardi Mulyo, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Ahad (6/4).

Dalam acara peresmian turut hadir Plh. Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara Dr. Bustan, S.E., M.Si, para jajaran kepala OPD Pemprov Kaltara, Forkopimda, beserta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Gubernur Zainal menyampaikan bahwa kehadiran kapal feri KM. Gandha Nusantara 05 merupakan upaya pemerintah dalam menyediakan akses transportasi yang merata, aman, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat, khususnya di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

“Transportasi adalah urat nadi pembangunan. Dengan dibukanya rute ini, kita harapkan akan terjadi peningkatan aktivitas ekonomi dan akses layanan dasar yang lebih baik bagi masyarakat di wilayah Ancam,” kata Gubernur Zainal.

KM. Gandha Nusantara 05 merupakan kapal penumpang yang disediakan dalam skema Rede Transport oleh Kementerian Perhubungan, bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Diakhir sambutannya, Gubenur Zainal berharap dengan adanya layanan kapal feri rute Bulungan – Tarakan ini dapat mempercepat waktu tempuh pelayaran masyarakat dan menjadi akses penghubung antar daerah sekitarnya.

“Kapal ini akan melayani pelayaran rutin yang diharapkan dapat menjadi solusi mobilitas bagi masyarakat serta mendukung distribusi logistik,” pungkasnya.

(dkisp)

Kapolres Bone Ikuti Panen Raya Padi Serentak Yang Dipimpin Gubernur Sulsel dan Forkopimda


BONE – Berandankrinews.com
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bersama Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs. Rusdi Hartono, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Windiyatno, Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud, Danlantamal VI Brigadir Jenderal TNI Dr. Wahyudi dan Kabinda Sulsel Brigjen TNI Dwi Surjatmodjo melakukan panen raya padi serentak di Samaelo, Kecematan Barebbo, Kab. Bone.

Panen Raya Padi Serentak diikuti oleh Bupati Bone H.Andi Asman Sulaiman, Kapolres Bone AKBP Erwin Syah,SIK.,MH, Ketua DPRD Andi Tenri Walinonong, Danrem 141 Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, Dandim 1407 Bone Letkol Inf Moch Rizki Hidaya, Danyon C Kompol Rudi, Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin dan Masyarakat kec. Barebbo.

Kegiatan ini di gelar serentak di 14 Provinsi yang dipimpin Presiden Republik Indonesia H.Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang panen raya di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jati 7, Kabupaten Majalengka.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyampikan bahwa, kegiatan Panen Raya serentak dipimpin oleh bapak presiden di Majalengka dan untuk Sulawesi Selatan Kita pusatkan di Kabupaten Bone.

“Kegiatan Panen Raya di pusatkan di Bone, karena memang Bone merupakan Kabupaten tertinggi dalam produksi Padi”, Ujar Gubernur Sulsel. Senin (7/4/2025).

Gubernur Sulsel juga menyampaikan bahwa, panen ini luar biasa serapannya. Terima kasih banyak TNI Polri, seluruh jajaran dan Bulog. Tahun lalu kalau dari catatan ada 193 ribu ton dan tahun ini baru April sudah 200 ribu ton.

Gubernur Sulsel juga meminta kepada Petani apa bila menanam padi jangan dihambur dan lahannya selalu dibersihkan jangan sampai lebih tinggi pohon rumputnya dibanding padinya.

“Saya minta tolong kepada seluruh petani untuk betul-betul memelihara sawah dan padinya karena sekarang ini harga gabah sedang tinggi atau berada di angka 6500 perkilonya”, Jelasnya.

Usai sambutan Gubernur Sulsel, acara dilanjutkan dengan Panen Raya Padi Serentak dan Tanam Padi serentak.