Reses di Nunukan Barat, Arming S.H Tampung Keluhan Nelayan Rumput Laut dan Rumah Tak Layak Huni

NUNUKAN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara dari Fraksi PDI Perjuangan, Arming, S.H melaksanakan reses perdana dengan mendengar langsung aspirasi masyarakat di Kelurahan Nunukan Barat. Jl.Tanjung Batu,Rt.18
Senin (18/5/2026).

Kegiatan ini menjadi momen penting bagi politisi tersebut untuk bertemu warga, menyerap keluhan, serta menyalurkan bantuan di tengah masyarakat.

Dalam pertemuannya, Arming menyampaikan bahwa reses merupakan agenda yang selalu ia prioritaskan. Selain sebagai wadah bertemu rakyat, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk berbagi sembako sekaligus mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Reses ini saya selalu laksanakan dengan baik sesuai aturan. Ini momen saya bertemu masyarakat. Selain berbagi sembako, saya juga menyerap aspirasi mereka,” ujar Arming.

Dari pertemuan tersebut, sejumlah keluhan warga di Jalan Tanjung Batu, RT 18 Kelurahan Nunukan Barat, muncul ke permukaan. Di antaranya terkait fasilitas penjemuran rumput laut yang belum memadai serta kondisi sejumlah rumah tidak layak huni.

Terkait hal itu, Arming menegaskan akan menindaklanjuti aspirasi tersebut, termasuk mendorong bantuan bagi nelayan rumput laut. Ia juga meminta masyarakat untuk membentuk kelompok yang terdata di Dinas Perikanan agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran.

“Bantuan nelayan akan kita dorong ke sini. Saya juga minta mereka membina kelompok nelayan agar terdaftar di Dinas Perikanan. Jadi kalau ada bantuan, mereka bisa menerimanya,” jelasnya.

Selain itu, Arming juga menyoroti pentingnya prosedur administrasi dalam pengajuan bantuan, baik untuk rumah ibadah maupun kelompok masyarakat. Ia menekankan bahwa pendaftaran organisasi melalui instansi terkait diperlukan agar bantuan dapat disalurkan secara benar.

Dalam kegiatan tersebut, Arming juga membentuk tim pendampingan yang disebut “Tim Kamus”. Tim ini bertugas membantu masyarakat dalam pengurusan administrasi, termasuk pembuatan KTP serta penyelesaian berbagai kendala birokrasi.

“Tim Kamus ini saya bentuk untuk mendampingi masyarakat. Kalau ada kendala, kami turun bersama. Alhamdulillah sejauh ini persoalan bisa terselesaikan karena kami ikuti prosedur,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Arming juga mengungkapkan kepedulian sosialnya melalui program “Fardu Kifayah”. Program ini menggunakan dana pribadi untuk membantu kebutuhan jenazah warga yang meninggal dunia di wilayah Nunukan.

“Kalau ada yang meninggal dunia, ambil fardu kifayah di Toko Samsul. Ini dana pribadi saya. Saya percaya apa yang saya miliki sebagian adalah milik rakyat,” katanya.

Menutup pernyataannya, Arming menegaskan bahwa Fraksi PDI Perjuangan selalu hadir di tengah masyarakat, terutama ketika persoalan rakyat muncul.

“Kami Fraksi PDI Perjuangan dibentuk di mana persoalan rakyat itu ada. Kami pastikan kami bahu membahu berada di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.

(Padli/Nn)