Alumni Uncen: “Kemenangan Mutlak Jokowi – Ma’ruf Di Papua Adalah Bukti Mandat Rakyat…!”

Jakarta – Berandankrinews.com – Forum Komunikasi Lintas Alumni Uncen Bersatu Untuk Indonesia Maju mengucapkan selamat atas kemenangan pasangan Calon Presiden/Wakil Presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin yang telah berhasil meraup 99,66 persen suara dalam Pilpres 2019 di Papua. Hal itu diketahui dari hasil rapat pleno terbuka penetapan hasil pemilu tingkat Provinsi Papua di Abepura, Minggu (19/05/19).

Petrodes Mercianus Mega Setiawan Keliduan S.Sos ( Alumni Jurusan Antropologi Fisip Uncen, Mantan ketua MPM UNCEN), Nelius Awaki ( Alumni Jurussn Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Uncen, Mantan ketua UKM PMK UNCEN), Hugo Karubaba (Mantan Ketua Senat Mahasiswa FEKON Uncen) dan Martin L. Andato SH (Mantan ketua BEM FAKULTAS HUKUM UNCEN) .

“Kami mengucapkan selamat kepada Pak Jokowi-Amin, atas kemenangannya yang drastis di Papua. Ini adalah bukti nyata, bahwasanya Jokowi dalam pemerintahan yang kemarin telah berhasil membangun Papua melalui beberapa terobosan-terobosan yang sangat menyentuh akar rumput. Ini murni karena apresiasi masyarakat akar rumput yang disalurkan melalui hak suara,” ujar Petrodes selaku Ketua Forum Komunikasi Lintas Alumni Uncen Bersatu untuk Indonesia Maju.

Petrodes juga menambahkan, bahwasanya kemenangan drastis pasangan Capes dan Cawapres nomor urut 01 ini juga adalah harapan kami seluruh alumni Uncen yang tersebar di seluruh Pelosok Papua. Hal ini disebabkan Jokowi lah satu-satunya Presiden Republik Indonesia yang sangat intens mengunjungi dan menaruh perhatian serius terhadap pembangunan di Papua.

“Menurut kami, pak Jokowi harus menuntaskan harapan beliau untuk Papua yang maju dan memiliki daya saing dengan provinsi lainnya di Indonesia dengan tambahan 1 periode lagi. Waktu 5 tahun belum cukup, pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 ini harus menang diatas angka 75% di Papua, sebagai bukti nyata rasa rindu kami akan perubahan di Papua melalui karakter kepemimpinan yang merakyat yang di miliki Jokowi,” tukas Petrodes.

Jokowi-Ma’ruf meraih 3.021.713 suara dan meraih suara tertinggi di 29 Kabupaten/Kota di Papua. Sedangkan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga memperoleh 331.352 suara.

Dari 29 kabupaten/kota, pasangan Jokowi-Ma’ruf meraih 100 persen di lima kabupaten, yakni Kabupaten Puncak Jaya mendapat 183.886 suara, Puncak 158.330 suara, Lanny Jaya 188.305 suara, Nduga 94.214 suara, dan Mamberamo Tengah sebanyak 37.592 suara.

Jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Provinsi Papua adalah 3.599.354 orang, ditambah 52.019 daftar pemilih khusus (DPK) dengan tingkat partisipasi pemilih pada Pilpres 2019 cukup tinggi mencapai 94,23 persen. (fri)

Ungkap Berbagai Kasus, Polres Jakbar “Dihujani” Penghargaan

Jakarta – Berandankrinews.com – Polres Metro Jakarta Barat “dihujani” berbagai penghargaan atas keberhasilannya mengungkap berbagai kasus kriminalitas hingga narkoba. Empat penghargaan diberikan MURI, KPAI, Granat, Yayasan Puteri Indonesia tepat dihari Hari Kebangkitan Nasional, Senin (20/5/19).

Bentuk komitmen jajaran Polres Metro Jakarta Barat dalam memberantas peredaran gelap narkoba dan juga tindakan kejahatan kriminal dimana sebelumnya Polres Metro Jakarta Barat menerima penghargaan dari Lemkapi kembali diganjar penghargaan oleh Museum Rekor Indonesia (MURI), Komnas Perlindungan Anak, dan juga Organisasi Kemasyarakatan Gerakan Anti Narkotika (Granat).

Dalam penghargaan tersebut, diterima langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi SIK MH, Wakapolres Metro Jakarta Barat AKBP Hanny Hidayat SIK MH, Kasat Narkoba AKBP Erick Frendriz SIK MSi, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edi Suranta Sitepu SIK, Kanit Krimsus AKP Rullian Syauri, Kanit 1 Narkoba AKP Arif Purnama Oktora SIK, pada saat usai dilaksanakannya upacara Hari Kebangkitan Nasional di halaman Mapolres Metro Jakarta Barat, Senin (20/05/19).

Perwakilan MURI, Yusuf mengatakan, pemberian penghargaan kepada Polres Metro Jakarta Barat atas komitmen dan kesungguhan yang kuat dalam pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba khususnya di wilayah hukum Jakarta Barat terutama dalam pengungkapan kasus narkotika jenis shabu-shabu.

“Seperti kita ketahui bersama, hanya sekali penangkapan, Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengamankan 120 kg sabu. Itu penangkapan terbanyak di level Polres dalam sekali penangkapan,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait. Menurutnya, kasus anak berhadapan dengan hukum terus meningkat, terlebih anak yang menjadi korban, sehingga dukungan dalam penanganannya pun harus ada.

“Penanganan kasus anak itu memang dilakukan secara khusus karena memang undang-undangnya pun khusus. Adanya kerjasama dengan Komnas PA pun memudahkan polisi dalam menangani kasus anak,” ujarnya.

Penghargaan juga diberikan oleh Gerakan Anti Narkotika (Granat). Menurut Ketua DPP.Granat Komjen Pol (Purn) Togar Sianipar, apresiasi yang sangat dalam dari masyarakat khususnya kepada Kapolres Metro Jakarta Barat yang telah menoreh keberhasilan berupa rekor Muri yang telah mendunia.

Ini tidak lepas dari keberhasilan dari para team di lapangan baik narkoba maupun reskrim yang telah berhasil mengamankan 1.105 orang preman ditangkap dalam kurun 1 tahun, demikian juga kasus narkoba yang begitu spektakuler menangkap 1,3 ton ganja, 3 pabrik narkoba terbesar, penyeludupan 40 kg sabu di Cilegon, dan 120 kg sabu di Lampung.

“Itu pengungkapan narkotika yang sangat fantastis sejak 2018 sampai 2019, ini yang membuat rekor Muri memberikan penghargaan kepada Polres Metro Jakarta Barat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama Putri Indonesia memberikan Penghargaan dan apresiasi kepada polres metro Jakarta Barat atas keberhasilannya dalam mengungkap 120 kg narkoba jenis sabu, dimana penghargaan tersebut diserahkan langsung Ibu Mooryati Soedibyo pendiri Putri Indonesia.

Sementara, di tempat yang sama, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi SIK MH juga menyampaikan ucapan terima kasih atas penghargaan tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih atas pemberian penghargaan ini, semoga kedepannya kami bisa terus meningkatkan pengungkapan kasus narkoba dan kriminal khususnya di Jakarta Barat,”ujarnya.

Hengki pun mengapresiasi penghargaan yang diberikan Komnas Perlindungan Anak. Meski mendapatkan penghargaan, tak serta merta Polres Jakarta Barat menjadi surut semangatnya dalam menangani kasus anak.

“Ke depan pihaknya bakal terus menjalin kerjasama dengan Komnas PA dan lembaga lainnya dalam menangani kasus anak serta terus melakukan evaluasi-evaluasi pada kasus-kasus anak agar penanganannya menjadi lebih baik,” tambahnya.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Barat juga menerima penghargaan dari Lemkapi. Atas penghargaan tersebut, Polres Metro Jakarta Barat dinobatkan sebagai Polres terbaik dalam pengungkapan kasus yang menjadi sorotan publik yang begitu spektakuler sehingga menaikkan citra Polri di mata masyarakat.

Seperti diketahui, kinerja Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Barat dalam ungkap kasus premanisme sejak tahun 2018 sampai 2019 telah berhasil mengungkap kasus premanisme dalam setahun mengungkap sebanyak 1.105 premanisme.

Sedangkan, Kinerja Satuan Narkoba dalam ungkap kasus sejak tahun 2018 sampai 2019 telah berhasil mengungkap antara lain 1,3 ton ganja, pabrik sabu di Cibinong, Penyelundupan 40 Kg sabu di Cilegon, dan penyelundupan 120 kg sabu di Lampung. (humas)

Korem 141/Toddopuli peringati Hari Kebangkitan Nasional Ke-111

Bone, Sulsel – Berandankrinews.com – Upacara bendera dalam rangka memperingati hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, di Lapangan Makorem 141/Tp Jalan Jendral Sudirman No.09 Kab. Bone dengan Irup Danrem 141/Tp. Kolonel Inf Suwarno, S.A.P, Senin (20/5/19).

Petugas upacara dari Personil Denpom XIV/ Bone dengan Komandan upacara Mayor Cpm Rudi Harsono dan Perwira upacara Letda Cpm Kahar.

Adapun amanat Menteri Komunikasi Informatika Republik Indonesia yang dibacakan oleh Danrem 141/Tp. Kolonel Inf Suwarno, yang intinya, peringatan hari kebangkitan Nasional yang ke-11, Senin (20/5/19). Kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut. Kita berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita.

Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu, tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita.

Apalagi peringatan hari Kebangkitan Nasional kali ini juga dilangsungkan dalam suasana bulan Ramadhan. Bagi umat muslim, bulan suci ini menuntun kita untuk mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dibenci Allah SWT.

Seperti permusuhan dan kebencian, apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah. Hingga pada akhirnya, pada ujung bulan Ramadhan nanti, kita bisa seperti Mahapatih Gadjah Mada, mengakhiri puasa dengan hati yang lingkungannya bersih berkat hubungan yang kembali fitri dengan saudara-saudara di sekitar kita.

Dengan semua harapan tersebut, kiranya sangat relevan apabila peringatan hari Kebangkitan Nasional, disematkan tema “Bangkit Untuk Bersatu” kita bangkit untuk kembali menjalin persatuan dan kesatuan dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia.

Seraya mengajak agar kita semua sebagai anak bangsa secara sadar memaknai peringatan kali ini dengan memperbarui semangat gotong royong dengan kolaborasi, sebagai warisan kearifan lokal yang akan membawa kita menuju kejayaan si pentas global.

Selesai upacara, dilanjutkan pemberian THR secara simbolis oleh Danrem 141/Tp. Kolonel Inf Suwarno, S.A.P.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kasrem 141/Tp. Letkol Inf Bobbie Triyantho, S.I, Para Danbalakrem 141/Tp, Para Kasi dan Pasi Korem 141/Tp serta Personel Makorem dan balakrem 141/Tp. (Irwan N Raju)

Bagi Takjil dan Buka Puasa Bersama Personil Polsek Tellu Siattinge Bersama Bhayangkari Ranting Tellu Siattinge

BONE, SULSEL – Berandankrinews.com – Minggu (19/5/19) pukul 17.30 Wita, bertempat di depan Mako Polsek Tellu Siattinge Poros Bone-Wajo Kec. Tellu Siattinge Kab. Bone Personil Polsek Tellu Siattinge, bersama Bhayangkari ranting Tellu Siattinge yang di Pimpin langsung Kapolsek Tellu Siattinge Iptu Syarifuddin, S.H bersama Ketua Bhayangkari Ranting Tellu Siattinge ibu Rosmawati Nur Syarifuddin bagi-bagi takjil kepada pengguna jalan yang melintas di depan Mako Polsek Tellu Siattinge kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama.

Kegiatan bagi-bagi takjil tersebut merupakan bentuk kepedulian Polsek Tellu Siattinge bersama Bhayangkari Ranting Tellu Siattinge kepada warga masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa dan sedang dalam perjalanan.

Tepat pada pukul 17.55 Wita, buka puasa bersama dengan Kapolsek Tellu Siattinge Iptu Syarifuddin, S.H, Personil Polsek Tellu Siattinge bersama ibu Ketua Bhayangkari Ranting Tellu Siattinge Rosmawati Nur Syarifuddin dan anggota Bhayangkari dengan keluarga bertempat di kantor Polsek Tellu Siattinge.

Setelah berbuka puasa, dilanjutkan sholat magrib secara berjamaah di Masjid Nurul Itiqad Kel. Tokaseng Kec. Tellu Siattinge.

Kegiatan berakhir dalam keadaan aman terkendali dan kondusif sebagaimana dilaporkan ke Bapak Kapolres Bone, jelas Kapolsek Tellu Siattingnge. (Irwan N Raju)

Surianto PKL Tangguh Asal Desa Talungeng Barebbo Kabupaten Bone

Jatuh bangun dalam berdagang sudah beberapa kali dialaminya namun tak membuatnya patah semangat.

BONE, SULSEL – Berandankrinews.com – Minggu (19/5/19) Pukul 14.30 Wita, ditemui di tempat biasa dia mangkal di Jln. Andi Sambaloge Baru (pinggir sungai) Kelurahan Masumpu Tanete Riattang Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan.

Surianto (35), sementara sibuk melayani pembeli Pukis dagangan yang saat ini sementara digelutinya.

“Orangnya paling ramah saat melayani kami sebagai pembeli,” ujar Andi Silvia Wahyuli salah satu warga Bulu Tempe langganan tetapnya.

Malang melintang di bisnis dagang yang digelutinya bukan tanpa hambatan dan rintangan. Pernah suatu hari karena pembeli lagi lesu-lesunya, sehingga kreditnya macet sampai-sampai penagih mendatangi rumahnya namun dengan sabar dia memohon kepada si penagih agar diberi waktu.

Hambatan ini pun dilaluinya, namun hambatan yang paling susah dihadapinya jika pembeli sudah kumpul tiba-tiba hujan keras, ungkapnya.

“Dagangan Pak Surianto walaupun murah namun gak murahan karena beberapa kali kami mencoba kue pukis ditempat lainnya. Rasa dan kualitasnya masih diatas rata-rata,” ujar Anha (32) juga pelanggannya.

Selesai menjual pukis malam dilanjutkan dengan menjual buah-buahan, seperti langsat, jagung, rambutan dan manggis. Kadang kalau sudah dapat buah, banting stir ke jualan ikan, udang atau kepiting, tergantung mana yang bisa menghasilkan, lanjutnya.

“Bapak tiga anak ini adalah PKL tangguh di segala cuaca, jika melihat ada peluang bisnis menguntungkan, dia selalu mencobanya,” ungkap Nirwana sang istri yang setia mendampingi suaminya.

“Tapi karena baru saja melahirkan, terpaksa sendiri berjualan di bulan Ramadhan ini,” ungkapnya. (Irwan N Raju)