Kuota PPDB 2019 Capai 10.301 Siswa

Berandankrinews.com – TANJUNG SELOR – Pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019/2020, total kuota yang disediakan sebanyak 10.301 siswa untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Demikian disampaikan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie berdasarkan draft petunjuk teknis (Juknis) PPDB pada SMA, SMK, atau bentuk lain yang sederajat di Provinsi Kaltara tahun pelajaran 2019/2020.

Menurut Gubernur, secara hierarki, akan diterbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Kaltara yang akan memperkuat legitimasi juknis tersebut. Sementara itu, sistem PPDB yang menggunakan sistem zonasi akan diatur menggunakan surat keputusan (SK) Gubernur Kaltara. “Ini berdasar pada Permendikbud (Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) RI No. 51/2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada TK, SD, SMP, SMA dan SMK,” ungkap Irianto.

Draft Pergub sendiri, dalam progress penyelesaian. “Setelah Pergub diterbitkan, akan dikeluarkan juknis secara resmi. Juknis sendiri, sudah siap. Begitupula sistem zonasi per sekolah di tiap kabupaten dan kota,” tutur Gubernur.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kaltara Sigit Muryono menuturkan, kuota sebanyak 10.301 siswa itu disiapkan bagi 60 SMA dan SMK berstatus negeri di Kaltara. “Tiap sekolah memiliki kuota masing-masing. Itu sudah termasuk kuota jalur prestasi dan zonasi,” jelas Sigit.

Pada PPDB tahun ini, Disdikbud Kaltara juga membuka peluang penerimaan bagi siswa repatriasi. Ada 80 siswa repatriasi bakal melanjutkan sekolah di wilayah perbatasan Kaltara, tepatnya di Kabupaten Nunukan.

Persebarannya, yaitu SMAK Gabriel sebanyak 11 siswa, SMK Negeri 1 Nunukan 35 siswa, SMK Sebatik Barat 23 siswa, dan SMK Mutiara Bangsa 11 siswa. “Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak terkait, maka jatah siswa repatriasi di SMK Negeri 1 Nunukan akan direlokasi ke SMK Sebatik Barat dan SMK Mutiara Bangsa. Ini dikarenakan kuota untuk SMK 1 Nunukan tidak cukup, akibat daya tampungnya sedikit namun yang masuk banyak,” urai Sigit. Perihal ini juga sudah disampaikan Disdikbud Kaltara kepada pihak Kemendikbud dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tawau, Sabah, Malaysia.(humas)

32 Orang Terjaring, Sanksi Tunggu Arahan Kepala Daerah

Berandankrinews.com – TANJUNG SELOR – Sebagai upaya untuk penegakan disiplin bagi para pegawai di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara), sdimotori oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), tim penegak disiplin Pemprov Kaltara melakukan razia di sejumlah lokasi pada jam kerja, Selasa (11/06).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Provinsi Kaltara H Sanusi mengatakan, dalam operasi gabungan kemarin, pihaknya melibatkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkup Pemprov Kaltara. Di antaranya dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Inspektorat, Biro Hukum dan Dinas Perhubungan Prov Kaltara. Termasuk juga ada Satpol PP Kabupaten Bulungan yang turut bergabung dalam tim.

“Kegiatan razia ini kita lakukan, sebagai upaya untuk penegakan kedisiplinan. Sasarannya, para pegawai yang berada di luar kantor pada saat jam kerja,” kata Sanusi, yang juga menjabat sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan itu.

Disebutkan, wilayah penyebaran razia gabungan dilakukan pada 14 titik. Dengan pembagian 4 tim. Meliputi warung-warung kopi, swalayan, pasar dan beberapa tempat umum lainnya.

Tidak hanya menemukan sejumlah pegawai yang mangkir atau berada di luar pada saat jam kerja, tim gabungan juga menemukan kendaraan dinas (roda 4 dan roda 2) yang digunakan tidak sesuai fungsinya.

“Kendaraan itu digunakan bukan atas nama pengguna, melainkan sanak keluarga yang tidak ada hubungannya dengan fungsinya, yang untuk tugas kedinasan,” sebutnya.

Terkait dengan sanksinya, lanjut Sanusi, bagai para pegawai Pemprov Kaltara yang terjaring akan dilaporkan secara berjenjang ke Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara yang akan diteruskan ke Gubernur Kaltara. Sedangkan untuk pegawai dari pemkab, akan diserahkan kepada pemerintah daerah yang bersangkutan. “Jenis sanksinya, untuk pegawai Pemprov menunggu arahan gubernur,” jelasnya.

Sanusi menambahkan, razia penegakan disiplin pegawai tidak hanya kali ini saja. Namun dengan secara tidak terjadwal akan kembali dilakukan pada waktu-waktu mendatang. “Razia seperti ini akan kembali dilakukan. Waktunya kapan, tidak kami informasikan sebelumnya. Karena bersifat mendadak,” kata Sanusi lagi.

Ditambahan, sesuai aturan pegawai memang tidak boleh berada di luar kantor pada saat jam kerja. Terkecuali memang ada keperluan yang jelas, dan ada hubungan dengan tugas kedinasan. “Kalau memang ada keperluan di luar harus jelas, dan atasannya harus memberikan surat tugas. Seperti misalnya mengantar surat, atau tugas kedinasan lainnya,” terang Sanusi.

Untuk diketahui, dalam razia kemarin ada sebanyak 32 orang pegawai yang terjaring. Yaitu, 14 orang pegawai Pemerintah Kabupaten Bulungan dan 17 pegawai dari Pemprov Kaltara. Ditambah satu orang bukan pegawai, yang kedapatan membawa mobil dinas.

Menurut Sanusi, razia ASN yang berada di luar pada saat jam kantor ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan. “Semoga sanksinya memberi efek jera dan pelajaran buat mereka,” tandasnya. (humas)

M Simanjuntak : Telkom Telah Berikan Santunan Kepada Keluarga Almarhum Syahwal

Berandankrinews.com-Nunukan, Pihak PT. Telkom Nunukan memberikan santunan kepada keluarga almarhum Syahwal Bin Guntur.

M Simanjuntak selaku Asman Home Service saat ditemui Berandankrinews.com Rabu (12/6/19) mengatakan, sejak Insiden yang terjadi kepada petugas kami di Jl. Hasanuddin Rt. 12 Dusun HB. Rahim, Desa Sungai Pancang Kecamatan Sebatik Utara Kabupaten Nunukan, Sabtu (8/6/19) lalu, Kita sudah sampaikan ke Manajemen.

“Nanti ada yang berkompeten dari HR karena kita hanya kantor perwakilannya, secara operasional, PT. Telkom dari Manajemen sudah mengunjungi keluarga, di hari kejadian itu, Sebagai Perusahaan BUMN apa yang diupayakan sudah kita upayakan,” kata Simanjuntak.

Lanjut Simanjuntak, Almarhum Syahwal bekerja di PT. Telkom baru sebulan, meski begitu, katanya Namanya bekerja dibawa Telkom group, kita seluruh berupaya menaungi seluruh personil.

“Jadi saat kejadian itu, pihak Manajemen telah menemui keluarga dan memberikan ucapan berbelasungkawa sekaligus memberikan santunan,” jelasnya.

Mengenai Nilai Santunan, Simanjuntak tidak mengetahui karena kita kantor perwakilan, sementara yang berkunjung ke rumah almarhum dari Manajemen mewakili Bagian SDM PT. Telkom.

“Ya langsung dari Kota Tarakan, Ir. Yudi Suryanto, mereka ada 4 orang,” Ujar Simanjuntak.

Syahwal bin Guntur (23) tewas ksetrum listrik ketika memasang kabel Wifi pada tiang listrik PLN yang berada di Jalan Hasanuddin Rt. 12 Dusun HB Rahim, Desa Sungai Pancang Kecamatan Sebatik Utara Kabupaten Nunukan, Sabtu (8/6/19), Almarhum terjatuh ditepi jalan dan pingsan, Dua rekan kerjanya sempat menolong dan membawa korban ke Puskesmas Sei Nyamuk namun tak dapat diselamatkan. (Red)

Bertaburan Tokoh Ormas Islam & Masyarakat Diacara Open House Calon Walikota Makassar Dr. H. Irianto Andi Baso Ince

Berandankrinews.com-,Makassar – Bertaburan sejumlah tokoh masyarakat dan ormas Islam menghadiri acara open house yang di gelar di kediaman Dr. H. Irianto Andi Baso Ince Jalan BTP Blok M sekaligus memberikan support atau dukungannya kepada beliau untuk ikut dalam kontestasi calon walikota Makassar, Senin (10/6/ 2019) Pukul 20.00 Wita.

Desakan sejumlah ormas dan masyarakat ini terdiri dari berbagai element antara lain sebagai penggas yakni Alumni 83 Fakultas Hukum UMI dan Forum Warga BTP, Forum Komunikasi Islam BTP, Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB), FOKUS, FPI, Hidayatullah, HMI, Akademisi, Praktisi Hukum, LPM, RT/RW, OKP, Pengurus Masjid, Aktivis, Remas, Majelis Taklim, serta Keluarga Besar Dewan Syuro Forum Komunikasi Islam BTP.

Dalam perhelatan akbar ini sejumlah perwakilan ormas menyampaikan pandangan politiknya diantaranya ketua ikatan alumni 83 Fakultas Hukum UMI, Dr. Ilyas Billah, SH yang mengatatakan bahwa saat ini alumni 83 Fakultas Hukum di Makassar sangat potensial dimana ada sekitar 11 ribuan tersebar di Sulsel ditambah lagi penduduk BTP yang berjumlah 52 ribu, untuk itu jika kita pertemukan keduanya maka apa yang kita harapkan bisa terwujud, untuk itu melalui moment ini kita harapkan terjalin ukhuwah semangat persatuan untuk sama-sama mengusung beliau untuk maju menjadi walikota Makassar dengan membentuk jaringan atau team sehingga kedepan BTP bisa lebih maju dan berkembang.

Sementara Ketua Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) Sulsel, Muchtar Dg. Lau sangat mengapresiasi majunya H. Irianto Andi Baso Ince maju dalam bursa calon walikota karena dinilai memiliki kriteria sebagai pemimpin yang religius yang memiliki kapabilitas, elektabilitas dan integritas yang sangat memadai, selaku ketua FUIB Sulsel merupakan sejarah terbaru bisa memimpin dan menggerakkan pendemo sebanyak 200 ribu orang di Makassar dalam aksi 212 kemarin, ia juga sangat memahami yang menjadi basis starategi serta pergerakan untuk mendulang suara dalam rangka mengflot kemenangan.

Hal yang senada juga di sampaikan ustad usman bahwa kekuatan ummat Islam harus memiliki pemimpin yang amanah yang mampu memperjuangkan kepentingan agama yang rela berkorban untuk mempertahankan kehormatan Islam.

Ditempat terpisah ketua LPM BTP Sudirman dengan semangat antusias menyerukan agar seluruh warga BTP bersatu dan solid untuk mengusung bapak H. Irianto Andi Baso Ince menjadi Walikota Makassar tanpa terpengaruh dari berbagai iming-iming serta janji-janji paslon melalui serangan fajar atau black campaign.

Ditempat yang sama Dr. H. Irianto Andi Baso Ince dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga semangat persatuan atau ukhuwah Islamiyah dengan membangun komunikasi agar dalam mengelolah kehidupan senantiasa di landasi dengan nilai-nilai keagamaan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, juga perlunya agama ini di menejs dengan baik karna dengan begitu kita mampu mengelolah sesuatu kebaikan untuk dikordinir dengan baik, dimana tidak lain dimaksudkan agar ummat Islam bisa menjadi kuat, hebat dan kaya. Untuk itu dirinya berharap agar tercipta suatu kebersamaan atau ukhuwah yang kuat diantara ummat Islam satu sama lain. (Irwan N Raju)

Kabupaten Bone Sulit Meraih Piala Adipura, Masyarakat Harusnya Lebih Peduli Kebersihan Lingkung Bukannya Buang Sampah Sembarangan

Berandankrinews.com-Bone, Rabu (12/6/19), Perangi Sampah di Kabupaten Bone, Seluruh tangan sudah pernah turun, salah satunya, kapolres Bone AKBP Muhammad Kadarislam Kasim SH, SIK, M.Si, Dandim 1407 Bone Letkol Infantri Mustamin, Danyon Brimob C Pelopor Bone, Kompol Nur Ichsan S. Sos bahkan menurunkan langsung pasukannya mengepung Sungai Jalan Mangga hingga Jalan Sambaloge Baru.

Tampak sampah disepanjang sungai yang membelah kota Watampone ini, Basarnas Bone juga terlibat dalam operasi pembersihan sampah.

Bupati Bone Dr H A. Baso Fashar Padjalangi M. Si bersama seluruh SKPD juga tak ketinggalan ikut berjibaku membersihkan sampah yang menumpuk.

Hal ini dikarenakan, Faktor kurangnya kesadaran sebagian masyarakat akan pentingnya kesehatan yang dengan seenaknya membuang sampah dipinggir jalan maupun sungai. Hal ini menjadikan kota Watampone Kabupaten Bone, sulit untuk meraih kembali piala Adipura.

Terkadang hal ini menjadi pro dan kontra dikalangan Aktivis dan pemerhati masalah sosial, dengan menyalahkan pemerintah, namun jika diperhatikan, segala upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat dari kalangan Aktivis peduli lingkungan hidup sudah cukup membuktikan.

Namun sayagnya, Masih banyak Masyarakat yang kurang peduli dengan lingkungannya sendiri yang dengan seenaknya membuang sampah disembarang tempat.

Ketua Federasi Mountaineering Indonesia Propinsi Sulawesi Selatan, Andi Idris A Palloge menuturkan, Keberadaan sampah dipinggir jalan juga penyebab rusaknya Jalanan.

Katanya, Kalau mau bukti otentik silahkan lihat didepan Rumah sakit Dr Muh Yasin di Jalan jenderal Sudirman Tanete Riattang.

“Jalanan disana becek terus, bukan hanya dimusim hujan saja, karena aktivitas salah satu catering yang dengan seenaknya membuang air dan Sampahnya dijalanan,” Jelas Pria yang akrab disapa Andi Lilo.

Hal itu juga dibenarkan salah seorang warga, Musmulyadi S. Pd, dikatakannya apa yang sedang terjadi didepan rumah sakit tentara itu, seharusnya pihak terkait segera turun tangan.

Gerakan bersih sungai dan sampah yang pernah dilakukan sekitar tahun lalu melibatkan semua elemen organisasi pemerintah, TNI Polri dan komunitas aktifis pencinta Alam, Siswa pecinta Alam serta Masyarakat yang peduli lingkungan Hidup. (Irwan N Raju)