Front Pembela Islam Kabupaten Bone Berduka Atas Wafatnya Srikandi BPN Bone

BONE – Tak ada lagi senyum dan tawa candamu, engkau kini terbaring kaku sahabatku, Kami yakin Allah punya Rencana yang lebih indah untukmu

Innalillahi lillahi wainna illahi Rojiun Hanya ini yang bisa kami ucapkan Atas kepergianmu Yang begitu cepat meninggalkan kami semua saudariku Asih Sulastri, Kami seakan Tak percaya mendengar berita kepergianmu untuk selama lamanya ungkap Idris A palloge ketua front pembela islam Kabupaten Bone saat dihubungi Awak media ini melalui sambungan whatsap pribadinya minggu, 15-09 – 2019

Almarhum Asih Sulastri 42 tahun, wafat Sabtu, 14 – 09-2019 setelah Magrib dikediamannya Barebbo, Aktivis perempuan yang tak pernah mengenal kata lelah jika diberi Amanah dan tanggung jawab, bahkan sampai ke Pelosok Bone Selatan, Bone Utara dan Bone Barat hanya dengan naik Motor lanjut A. Lilo biasa beliau di panggil Sama Aktivis Aktivis Bone

Irwan N Raju Biro Bone

Bpn Bone Berduka Salah Satu Srikandi Terbaiknya ASIH SULASTRI Wafat

BONE – jodoh, Resky dan Kematian adalah Rahasia Allah Subhana wataala, dan semua makhluk hidup ciptaannya Akan menuju ke sana, begitulah ketetapan Allah untuk setiap Insan Manusia didunia ini

Asih Sulastri 42 tahun salah satu srikandi BPN Bone , telah dipanggil sang penguasa jagad Raya ini, Sabtu 14-09-2019 setelah Sholat magrib, Aktivis perempuan ini tak pernah mengenal lelah selama hidupnya, urai Andi Ilham Atau akrab dipanggil Andi Ilo sekertaris BPN Bone pada pileg dan pilpres bulan Juni lalu

Andi Ilham mewakili teman teman Eks BPN Bone, sangat merasa kehilangan salah satu sosok wanita pekerja keras, bahkan terkadang Pulang malam saat beliau diberi Amanah dan tanggung jawab

Asih Sulastri Atau difacebook dikenal dengan Nama Rani Amelia tak pernah mengeluh sekalipun dalam keadaan sakit jika diberi Tanggung jawab penuh oleh teman teman seperjuangan Di BPN Bone bahkan dikomunitas lainnya tutur Andi Basir 44 tahun Sahabat Akrabnya yang saat ini berkifrah di Front pembela Islam kab Bone

Irwan N Raju Biro Bone

Luar Biasa Kontingen Pencak Silat Pulau Sembilan Borong Medali Emas

SINJAI – Kontingen Kecamatan Pulau Sembilan juara umum pada Cabang olahraga Pencak Silat PORKAB Sinjai ke IV Tahun 2019 berlangsung di Gedung Sinjai Bersatu Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai, (14/09/2019)

Saifullah kordinator lomba pencak silat menyebutkan ada 12 kelas yang dipertandingkan seharusnya 16 kelas, tetapi kelas berat hanya memiliki 1 peserta sehingga tidak dipertandingkan.

”Kemudian yang menjadi juara umum di cabor pencak silat ini yaitu kontingen pulau sembilan yang meraih 7 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu disemua kelas yang dipertandingkan” Masrul Pelatih pencak silat Pulau Sembilan menjelaskan di pertandinagan tersebut ia menurunkan 16 atlet untuk bersaing dengan kecamatan lain.

“Alhamdulillah 16 atlet yang saya turunkan hampir menyapu bersih semua kelas yang dipertandingkan 7 diantaranya yang mendapat medali emas, 1 perak dan 1 perunggu”

Ia berharap untuk kedepannya ada pembinaan dari KONI Kabupaten Sinjai terhadap atlet yang berprestasa terkhusus di cabor pencak silat ini untuk persiapan porprov tahun 2020

Atlet pulau sembilan yang mendapat medali emas Nurfath halim kelas B putri, Ardini R Kelas C putra, Ferawati kelas C putri, Suriani kelas E Putri, Yumni khulwaini Kelas D Putri, Agung pramana Kelas E Putra, Gilang ramadhan kelas F putra dan Feri Kelas D putra medali perak serta Rahmat Kelas B putra medali perunggu.

Irwan N Raju Biro Bone

Pemikiran Dan Nilai-Nilai Sastra Muhammad Iqbal Sang Penyair Asal Pakistan Sejalan Dengan Peradaban Melayu

Jakarta — Pusat Kajian Peradaban Melayu ( PKPM ) secara konsisten mengangkat tema diskusi tentang Sastra Islam.

Untuk diskusi seri kedua ini PKPM bekerjasama dengan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jasin, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi DKI Jakarta.

Acara ini diadakan Jumat (13/09/ 2019 ), pukul 13.30 Wib- Selesai bertempat di Gedung Pusat Dokumentasi Sastra HB Jasin, Lantai 2 Taman Ismail Marzuki, Jl. Cikini Raya no. 73 Jakarta Pusat.

Hadir sebagai Pembicara Kunci (Key Note Speaker) Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, Mr. Abdul Salik Khan. Sedangkan sebagai pembicara hadir , Prof. Dr. M. Yunan Yusuf, Dosen Fakultas Ushuluddin, UIN Jakarta. Dr. H. Suhardi Somomoeljono, SH,.MH,. Advokat dari SSA dan Dr Mas’ud M. Nur. Ketua Umum PKPM. Moderator adalah Erizal Ag, penyiar Radio DFM 103,4.

Kenapa kami mengangkat tema: ” Muhammad Iqbal: Sang Penyair Pembangun Spiritualitas Islam di Seluruh Penjuru Dunia?”. Menurut Dr. Mas’ud M. Nur selaku Ketua Umum Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM), Muhammad Iqbal adalah sosok sastrawan yang syair-syair dan puisinya banyak dikenal di dunia Islam bahkan di seluruh penjuru dunia, karena karya puitisnya penuh dengan pesan-pesan spiritual, Ketuhanan, moral Keindahan dan Kebudayaan.

“Muhammad Iqbal, dikenal juga sebagai Allama Iqbal, selain seorang penyair, dia juga seorang politisi, dan filsuf besar abad ke-20. Ia dianggap sebagai salah satu tokoh paling penting dalam sastra Urdu, dengan karya sastra yang ditulis baik dalam bahasa Urdu maupun Persia,” ungkap dosen Filsafat Univesitas Prof. Dr. Hamka ini.

Muhammad Iqbal Lahir: 9 November 1877, Sialkot, India dan Wafat pada 21 April 1938, Lahore, Pakistan.

Ditambahkan Masud, karya pantun, sastra dan puisi Iqbal kalau ditelaah sejatinya sejalan dan seiring dengan karya- karya dari sastrawan Melayu.

“Kemungkinan karena Pakistan dan Melayu atau Indonesia memiliki kesamaan kultur dan Islam mayoritas sehingga karya sastra kedua negara inipun memiliki kesamaan massege ( pesan) dan mission (misi) dalam pengembangan kebudayaan yang sangat essensial bagi keadaban suatu bangsa dan negara,” jelas Mas’ud.

Terkait menghadapi masa depan peradaban global, tambah Mas’ud, nilai-nilai sastra Muhammad Iqbal yang sarat dengan spiritualitas dan sufistik akan menjadi jawaban alternatif bagi berbagai permasalahan kemanusiaan, “pungkas Masud yang kini juga menjabat anggota Majelis Hubungan Luar Negeri PP Muhammadiyah.

Duta besar Pakistan Mr. Abdul Salik Khan juga sangat mengapresiasi seminar ini menurutnya Muhammad Iqbal bukan cuma milik Pakistan tetapi milik dunia karena syair-syairnya sangat menggugah, yang selalu mengingatkan manusia tentang kefanaan dunia.

Segala aktifitas muslim harus berkaitan dengan sang maha pencipta agar terjadi keseimbangan.

Hidup tidak hanya di dunia tetapi ada kehidupan setelah kematian dan kita harus mempertanggungjawab kan nya di akhirat kelak. Hubungan Indonesia dengan Pakistan juga sangat erat karena di zaman Perjuangan di Era Bung Karno ada 600 orang tentara Pakistan yang ikut berjuang bersama tentara Indonesia untuk mengusir penjajah Belanda, dari 600 orang yang gugur/syahid 540 orang . Sisa 60 orang merekalah yang tetap bertahan dan tinggal menetap di Indonesia. Dan terus berjuang hingga Indonesia merdeka, keturunan mereka menjadi warga negara Indonesia hingga kini. (fri)

Menyanyikan Lagu-lagu Nasional Hiasi Materi Wasbang Dandim 0911/Nunukan

NUNUKAN – Pemberian Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara pada hari jumat pagi kemarin berjalan dengan penuh antusias, (12/09) berlokasi di Sei Fatimah Kelurahan Nunukan Barat Kecamatan Nunukan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimanatan Utara. Tepatnya di SMK N 1 Nunukan Komandan Kodim 0911/Nunukan Letkol Czi Eko Pur Indriyanto, SE, M. I. Pol, M. Tr. Han memberikan materi wawasan kebangsaan kepada 100 pelajar SMK N 1 Nunukan.

Bukan hanya materi yang diberikan, untuk menghidupkan suasana, Dandim 0911/Nunukan juga mengajak para siswa tersebut untuk menyanyikan lagu-lagu Nasional yang dipimpin oleh murid SMK N 1 itu sendiri. Mulai dari Satu Nusa Satu Bangsa, Bagimu Negeri dan lagu lainnya.

Tujuan Dandim mengajak para murid tersebut untuk menyanyikan adalah untuk mengingat kembali betapa luar biasanya perjuangan pada masa lalu hingga terbentuknya masa saat ini. Kalau tidak ada dahulu, tidak mungkin ada sekarang, petiknya.

Dandim juga menekankan kepada 100 murid yang hadir betapa pentingnya toleransi antar sesama, memahami benar arti bhineka tunggal ika dan penggunaan sosial media yang bijak.

Anak muda atau generasi milenial saat ini sudah banyak yang kecanduan dengan main game seperti PUBG atau nonton drama korea. Hal tersebut sah-sah saja akan tetapi jangan dijadikan candu yang merusak kepribadian kita sebagai pelajar. Bermain yang sewajarnya saja dengan tidak berlebihan, selebihnya tuntut ilmu setinggi mungkin dan jadilah apa yang kalian cita-citakan sejak masih kecil, tegasnya.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangkaian kemah Blok SMK N 1 Nunukan, pada akhir sesi Dandim, guru beserta para pelajar melakukan foto bersama.

(Pendim 0911/Nunukan)