NUNUKAN – Satgas Pamtas RI–Malaysia Sektor Timur Yonkav 13/SL kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan. Personel Pos Bambangan
NUNUKAN – DanSatgas Pamtas RI–Malaysia Sektor Timur Yonkav 13/SL Letnan Kolonel Kav Ikhsan Maulana Pradana, S.I.P.,M.I.P. kembali menegaskan komitmennya dalam
NUNUKAN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Arming, S.H, menyerahkan bantuan dana sebesar Rp70.000.000 kepada Pengurus Masjid Darussalam, Kampung Rambutan,
WAJO – Bupati Wajo berkunjung ke lokasi Desa Wisata Kawasan Pedesaan Tosagena di Desa Lautang, Selasa 17 September 2019.
Sebelum mengunjungi Lokasi Desa Wisata Tosagena, Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si. terlebih dahulu mengunjungi lokasi galian program SERASI ( Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani ) yang merupakan program Kementerian Pertanian RI.
Bupati Wajo berharap program serasi ini dapat dimanfaatkan sebesar besarnya oleh petani nantinya, untuk mengairi sawahnya sehingga dapat meningkatkan kesejahteraannya.
Selanjutnya dalam kunjungannya di lokasi Desa wisata kawasan pedesaan Tosagena, Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si. berharap kiranya lokasi tersebut terbangun beberapa spot wisata terapung seperti rumah terapung, restoran terapung, mushallah terapung, wisata pertanian dan spot spot lainnya yang terhubungan dengan destina desitinasi wisata lainnya dipinggir Danau Tempe sehingga dengan adanya Desa Wisata ini, kiranya dapat memutar roda perekonomian masyarakat.
Lebih lanjut Bupati Wajo menggambarkan beberapa kelengkapan pendukung penting yang perlu dibangun pada destinasi ini, diantaranya perbaikan akses transportasi dengan membangun jalan beton sekitar 4 – 5 kilometer, pembangunan areal parkir yang sekaligus juga dapat menjadi areal usaha bisnis masyarakat sekitar.
Karena padatnya kegiatan yang harus dihadiri pada hari ini, sehingga Bupati Wajo tiba dilokasi desa wisata ba’da magrib, dan ini menunjukkan keseriusan Bupati Wajo untuk mewujudkan Desa Wisata ini.
Turut mendamping pada kegiatan tersebut adalah Madis PMD, Kadis Pertanian, Camat Belawa, Kades lautang, PPK Pertanian Kecamata Belawa dan tokoh masyatakat setempat.
WAJO – Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE menghadiri acara Kongres Nasional Transmigrasi Indonesia di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa 17 September 2019.
Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) Indonesia yang semakin meningkat mendorong pemerintah untuk melakukan Reformulasi program transmigrasi. Reformulasi tersebut dilakukan dengan model bisnis kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan swasta.
Hal tersebut disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo saat membuka Kongres Nasional Transmigrasi Indonesia di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa (17/9).
“Kita tidak bisa pakai paradigma lama karena zamannya berbeda. Saat program transmigrasi pertama diluncurkan, GDP per kapita Indonesia di bawah 10 US Dollar. Sekarang GDP per kapita sudah 4.000 US Dollar. Diperkirakan tahun 2045 GDP sudah 20.000 US Dollar. Kita perlu dorong model-model transmigrasi yang kolaboratif, jadi tidak dari sisi pemerintah saja,” ujarnya.
Eko mengatakan, pengembangan kawasan transmigrasi juga harus memanfaatkan perkembangan teknologi industri 4.0. Ia menepis anggapan ketidakmampuan transmigran bersaing di era tersebut.
“Ada yang mencibir bagaimana memulai 4.0 di daerah transmigrasi. Mereka salah. Teknologi 4.0 adalah bagaimana menggunakan teknologi tersebut agar menjadi lebih produktif dan gampang, sehingga orang yang tidak memiliki knowledge (pengetahuan) juga bisa memanfaatkannya untuk produktifitas lebih baik,” terangnya.
Menurutnya, program transmigrasi telah berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi di luar jawa. Meski demikian, tantangan program transmigrasi saat ini lebih besar mengingat kebutuhan transmigran masa lalu dan saat ini jauh berbeda. Tak hanya rumah, lahan pertanian, dan biaya hidup sementara, menurutnya, transmigran juga butuh model bisnis baru yang dapat memberikan nilai tambah bagi transmigran.
“Dulu yang penting bisa dipindahkan dari daerah padat ke daerah yang membutuhkan. Transmigran diberikan sandang, pangan, papan sudah cukup. Saat ini tidak hanya cukup hanya itu. Mereka ingin anaknya sekolah sampai perguruan tinggi, hidup layak seperti masyarakat menengah di perkotaan,” ujarnya.
Untuk itu ia meminta peserta Kongres Nasional Transmigran agar dapat merumuskan model yang bisa memberikan benefit lebih besar kepada transmigran. Jika tidak ada benefit lebih yang diberikan pada transmigran, ia khawatir para transmigran agar pulang ke kampung halaman atau melakukan urbanisasi ke kota.
“Semoga kongres ini bisa menciptakan model bisnis baru untuk transmigrasi, untuk menjawab tantangan-tantangan besar kita di masa akan datang,” ujarnya.
Dan harapan dari pusat mengharapkan adanya dukungan Pemerintah Daerah berupa dana sharing dan dukungan mensukseskan program transmigrasi, kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Drs.H.Syahran
Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE hadir dalam acara ini bersama dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Wajo
WAJO – Bupati Wajo membuka Pameran Bumdes Expo di Atakkae yang merupakan rangkaian kunjungan kementerian Desa dan Transmigrasi, Selasa 17 september 2019.
Laporan dari kepala Dinas PMD Syamsul Bahri, S.IP., M.Si. yang menyampaikan bahwa yang melatarbelakangi dari pelaksanaan expo ini berangkat dari nawacita Bapak Jokowi yang ingin membangun desa dari pinggiran yang salah satu program unggulannya adalah bagaimana membangun dan menggerakkan inovasi desa dan membangun ekonomi desa dari pelosok penggerak yaitu Bumdes.
Dan dikatakan kalau Ini sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Wajo khusus Visi dari Bupati dan Wakil Bupati Wajo yang di urai dalam 25 program nyata yang salah satunya dalam membangun inovasi setiap Kecamatan, menggerakkan roda perekonomian, roda pemberdayaan di masyarakat di Kabupaten Wajo dengan program inovasi Kecamatan yang didukung oleh inovasi setiap desa.
“Expo ini kita laksanakan dengan tujuan salah satunya adalah bagaimana seluruh desa di Kabupaten Wajo menunjukkan hasil inovasinya masing-masing, berdasarkan produk unggulan dan potensi desa masing-masing melihat antar desa satu dengan desa yang lain,” jelas Syamsul Bahri, S.IP., M.Si.
Lanjut dikatakan kalau diharapkan seluruh desa menggeliat inovasinya, program inovasi Desa untuk mendukung program Bupati lima tahun kedepan, peserta Expo kali ini ada 13 Kecamatan dan setiap Kecamatan hadirkan seluruh desa masing-masing di stand tersebut.
“Sedianya pelaksanaan Expo ini juga dirangkaikan dengan kunjungan jajaran Kementerian desa dan Transmigrasi yang akan di agendakan hari Kamis, untuk itu kita menerima dengan berbagai rangkaian agenda yang tetap akan kita laksanakan,” kata Kepala Dinas PMD.
Dilaporkan juga bahwa sebagai rangkaian pelaksanaan expo ini ada beberapa kegiatan sebagai wujud Monitoring evaluasi dan pemberian reward kepada pelaku inovasi Bumdes di desa.
“Kategori inovator Desa akan kami berikan penghargaan dan penilaian terhadap inovator inovator di desa dan Kecamatan masing masing,” ungkap Syamsul Bahri, S.IP., M.Si.
Dan lebih lanjut kalau ketegori terbaik juga akan diadakan penilaian secara khusus dan sudah dinilai secara bertahap sebelumnya, dan juga akan memberikan penilaian terhadap tampilan stand dari setiap Kecamatan, penilaiannya bukan saja melihat casing yang bagus tetapi apakah di dalam stand itu menampilkan Inovasi dan Bumdes masing-masing di setiap Kecamatan.
Sambutan Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si mengatakan hari ini menandai dimulainya Expo Bumdes, atau Badan Usaha Milik Desa dan gelar inovasi Desa se Kabupaten Wajo, dimana beberapa waktu yang lalu sudah dilaksanakan dalam bentuk Zona dan hari ini dilanjutkan dengan expo Bumdes ini untuk sekaligus menjadi wadah tempat mengapresiasi semua, sekaligus terus berinovasi dengan menumbuhkembangkan kreativitas potensi di setiap desa untuk ditampilkan, untuk dimunculkan dalam rangka mencapai visi dan misi 5 tahun kedepan.
“Kami sampai tengah malam bersama Bapak Gubernur, karena ada yang sekarang ini yang kita perjuangkan di perubahan, mudah mudahan di sisa anggaran perubahan masih ada yang bisa kita dapat untuk membantu infrastruktur jalan kita, karena salah satu yang dinanti-nantikan masyarakat kita di Wajo adalah infrastruktur jalan,” harap Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.
“Menghadirkan 1.000 km Jalan mantap selama 5 tahun kedepan, Saya yakin dan optimis kalau kita akan memberikan prioritas untuk bangun infrastruktur kita, dari 1.000 km jalan yang harus kita tangani, ada sekitar 37% yang sudah dianggap aman sisanya kita harus ekstra kerja keras. Sehingga sudah hitung-hitung dan melihat ini juga masuk dari bantuan dari keuangan Provinsi,” Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si menambahkan.
Dan dikatakan kalau ada sedikit ruang untuk untuk membenahi beberapa ruas jalan di Wajo kemudian ke depan akan prioritaskan lebih banyak sampai 5 tahun kedepan.
Dan juga dikatakan kalau bagaimana produk-produk unggulan di setiap desa dan pengembangan Bumdes, kalau infrastruktur jalan tidak baik, bagaimana petani petani mau meningkat pendapatannya, kalau jalannya jelek, bagaimana produksi pertanian mau maju kalau infrastruktur juga tidak baik dan bagaimana pariwisata mau dikembangkan kalau infrastrukturnya tidak mendukung.
“Ini sesuai dengan visi misi kita, ada tiga rangkaian program dari 25 program yang sangat terkait yang harus kita singkronkan. mencetak 10.000 enterpreneurship, bagaimana bisa bersinergi bekerja keras mencetak 10.000 enterpreneurship,” ungkapnya.
Dan dikatakan kalau satu saja program dari Kementerian kalau dikawal dengan baik, dimana ada bantuan rumah tangga miskin lebih dari 3.200 rumah tangga yang akan dibantu dengan 50 ekor ayam di setiap rumah tangga, lengkap kandangnya, lengkap makanannya Kalau dikawal dengan baik, ini bisa membuat mereka mandiri, bisa berdaya dan bisa maju usahanya, dan akan dikawal oleh Kapolsek, Danramil, Camat serta Kepala Desa sehingga sudah bisa terbentuk rumah tangga Mandiri yang bisa berwirausaha.
“Sekarang ini, juga kita sudah mendapatkan fasilitas dengan menjadi pilot project percontohan khususnya di pulau Sulawesi tepatnya di Wajo, dengan menjadi percontohan dari Kementerian Pemuda dan olahraga untuk membina wirausaha muda,” kata Bupati Wajo.
“Anak muda kita baik yang sudah sarjana ataupun pengangguran intelek dan pengangguran lainnya, akan kita dorong buat usaha untuk mereka, kita kembangkan Padduppa, juga akan kembangkan Andi Ninnong dekat Stadion dan juga Atakkae yang akan menjadi kawasan ramai ekonomi,” Bupati Wajo menambahkan.
Dan dikatakan kalau Atakakkae di samping pariwisatanya, juga akan di benahi sedikit demi sedikit, juga akan mengajak pihak ketiga bangun Waterpark, bangun macam-macam disini, diberi ruang ekonomi buat siapa-siapa yang mau berinovasi, siapa yang mau berwirausaha, siapa yang mau bekerja dan bukan sekedar seremonial, tidak sekedar memamerkan, tapi ini jadi bisnis menjadi motivasi, agar Expo ini betul-betul punya nilai tersendiri.
Lebih lanjut dikatakan kalau dalam program itu juga, ada 1 dari 25 programnya yaitu bagaimana ada produk-produk lokal di setiap Kecamatan, misal di Kecamatan Sabbangparu produk sutra jadikan program unggulan di situ, karena nantinya akan membutuhkan banyak produk-produk industri kreatif yang bisa jadi produk oleh-oleh.
“Jangan kita mau kalah dengan Bali, Jogja atau Jawa, masa kita tidak mampu berbuat seperti itu, Bapak Gubernur akan membantu melalui JICA dengan akan menurunkan tim ahlinya membina anak kita agar membuat industri kreatif,” tegas Bupati Wajo.
“Sehingga juga nanti ada Mart lokal kita, dimana didalamnya ada produk lokal kita, dalam 4 sampai 5 tahun kedepan, kami bercita-cita kedepan sudah ada Mart Mart lokal di dalamnya, ada produk lokal dengan sentuhan kemasannya saja bisa menghadirkan harga yang berbeda,”Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si menambahkan.
Dan dikatakan bila Produk Sutra diberi sentuhan dengan desain tersendiri, dengan pewarnaan tersendiri, sehingga bisa meningkat harganya tentunya dengan sentuhan desainer desainer yang dipakai, disamping dengan membuat tas tas, souvenir, kita mau ada produk lokal yang bisa dijual kepada pengunjung atau wisatawan baik mancanegara juga domestik.
“Kita berharap pameran ini Expo ini menjadi penyemangat buat kita, dan saya sangat berharap ada yang menarik masyarakat masuk ke sini jangan cuma kita yang menyaksikan ini,” harap Bupati Wajo.
“Sekarang ini kita kerja keras membangun persuteraan kita dari hulu sampai ke hilir, kita kerjasama dengan Unhas, sehingga 3 tahun kedepan kita sudah bisa memproduksi telur sendiri, indukan sendiri sehingga kita tidak tergantung lagi kepada Cina,” Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si menambahkan.
Di akhir acara dilanjutkan dengan pemukulan Gong oleh Bupati wajo yang menandai dimulainya acara expo ini.
BONE – Kasrem 141/Tp Letkol Inf Bobbie Triyantho, dampingi Pengawasan pembinaan petunjuk (Wasbin) TNI-AD dari Tim Kodiklatad dipimpin oleh Kolonel Inf Taufik Risnandar, S. Ip ( Pabandokjuk Sdirdok Kodiklatad ), bertempat di ruang data Makodim 1407/Bone Jln Lapatau Kelurahan Manutungge Kec Tanete Riattang. Selasa (17/09).
Pengawasan pembinaan petunjuk (Wasbin) TNI-AD tiba di Makodim dan di sambut oleh Kasrem 141/Tp Letkol Inf Bobbie Triyantho. S.I.p,Dandim 1407/Bone Letkol Inf Mustamin S.E dan perwira staf Kodim 1407/Bone dilanjut transit di kantor jabatan Dandim 1407/Bone.
Dan dilanjutkan Paparan oleh Letkol Arm Dodi Diantoro, S. Sos. MM (Pabandya-2/Dok Spabandokjuk Sdirdok Kodiklatad)tentang pencerahan Doktrin dan Petunjuk Sdirdok kodiklatad TNI AD yang intinya memperkenalkan Alutista TNI AD kedepan,Pedoman penyelenggara pendidikan, latihan, Operasi, Mempedomani Buku Doktrin TNI AD dan Petunjuk.
Hadir dalam Kegiatan tersebut: Kasrem 141/Tp Letkol Inf Bobbie Triyantho. S.I.p Letkol Arm Dodi Diantoro, S. Sos. MM (Pabandya-2/Dok Spabandokjuk Sdirdok Kodiklatad)
Dandim 1407/Bone Letkol Inf Mustamin S.E.Mayor Chb Suhardi (Pabandadok Pabandya-2/Dok Spabandokjuk Sdirdok Kodiklatad) Para Kasi dan Pasi korem 141/Tp Para Pasi Dim 1407/Bone Para Bintara Staf Kodim1407/bone.
NUNUKAN – Patriotisme bukan sebuah pemikiran ataupun watak yang dibawa sejak lahir melainkan karena tempaan keadaan sekitar dimana individu tersebut berada. Maka dari itu perlu pembinaan sejak dini pada setiap generasi agar tercipta sebuah sikap dan perilaku yang muncul dari sebuah keinginan untuk mencintai tanah airnya.
Hal tersebut yang ingin disampaikan Rahmadina, salah seorang aktivis pemerhati pendidikan melalui komunitasnya ‘Lapak Buku’ saat mengajak anak-anak usia dini di Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa (17/9/2019).
Bagi wanita cantik yang akrab dipanggil Dina tersebut, anak-anak masih dalam pemikiran yang ‘habut taqli’ atau senang meniru. ” Ya kalau yang ditiru itu positif sih alhamdulillah, kalau negatif? Maka dari itu kita harus berupaya bersama agar pemikiran mereka yang masih polos tersebut semaksimal mungkin kita isi dengan pengetahuan yang akan melahirkan ide-ide besar untuk negeri,” tuturnya.
Penulis buku Setumpuk Rasa Cuek tersebut mengungkapkan bahwa komunitasnya tak hanya bertujuan menumbuhkan minat baca pada anak – anak yang tak sekedar mengajar membaca abjad maupin aksara pada sebuah buku, namun juga diharap akan membangun mental nasiolisme dengan mengejawantahkan bacaanya pada aksara kehidupan dilingkungannya.
“Literasi budaya dan kewargaan tidak hanya menyelamatkan dan mengembangkan budaya nasional, tetapi juga membangun identitas bangsa Indonesia di tengah masyarakat global,” ujarnya.
Apalagi menurut Dina, generasi muda di Perbatasan tak hanya harus menjadi generasi pembela tanah air namun juga harus mampu menjadi generasi unggul dan mampu bersaing dengan bangsa lain kedepan.
Walaupun berada di perbatasan cinta tanah air harus terus dipupuk agar terus tumbuh dengan baik. Selain itu perlunya juga kemampuan untuk memahami keberagaman dan tanggung jawab warga negara sebagai bagian dari suatu bangsa yang patut dimiliki oleh setiap individu.
“Dengan mengajar mereka membaca melalui metode yang kita lakukan, saya berharap mereka akan terpacu berfikir pentingnya sebuah kebersamaan apapun latar belakangnya,” tandasnya. (eddy/santry)