Penambang Mengadu, Gubernur Babel Beri Solusi


PANGKALPINANG, BerandaNKRInews.comRatusan warga Toboali Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Senin (29/3/2021) dengan menggunakan beberapa bus datang ke Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengadukan kegelisahan mereka, dan langsung diterima Gubernur Erzaldi Rosman.
 
Mereka ingin berkeluh kesah kepada gubernurnya. Berharap ada solusi yang bisa membuat kegiatan penambangan menggunakan TI Tungau/TI Mini di Desa Suka Damai, bisa terus berjalan. Harapan itu selain didengar oleh Gubernur Babel, juga didengar Kapolda Babel, Danrem 045 Garuda Jaya, Danlanal serta Kajati maupun perwakilan dari PT Timah Tbk yang digelar di Ruang Rapat Pasir Padi. Sementara di luar, pihak keamanan dari Polda Babel mengamankan aksi penyampaikan aspirasi tersebut.

Hidayat, salah satu warga menyampaikan keluhan terkait aktivitas tambang TI Tungau/TI Mini yang dianggap ilegal. Itu membuat mereka tak bisa lagi bergerak dan terpaksa berhenti beroperasi.
     
Hidayat berharap, pemerintah bisa melakukan pendampingan agar aktivitas penambangan TI Tungau/TI Mini dapat memenuhi standar dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
     
“Setelah beberapa waktu lalu dilakukan penertiban TI Tungau/TI Mini ini, kami jadi merasa resah karena kondisi ini banyak di antara kami yang sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami mohon agar kegiatan penambangan ini bisa diatur dan apabila tidak sesuai aturan, dampingi kami agar kami bisa menambang secara legal tanpa rasa takut,” harap Hidayat.
  
Dijelaskannya, TI Tungau/TI Mini dibuat sendiri oleh warga dengan total biaya sekitar Rp6-7 juta menggunakan satu unit pompa air, pipa, selang cobra serta alat lainnya. Hidayat mengatakan hasil yang diperoleh pun tidaklah banyak, namun cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.
     
Senada dengan Hidayat, Tevisa, warga yang juga merupakan anggota Aliansi Penambang Rakyat menuturkan kondisi tersebut membuat mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
     
“Saat ini kami sangat membutuhkan pekerjaan, apalagi di masa pandemi Covid-19 ini kondisi perekonomian kami turun. Saat ini  kami tidak bisa menambang dengan alasan aktivitas kami ilegal, tidak tertib serta tidak memenuhi standar,” ungkapnya.
     
Karenanya Tevisa berharap agar pemerintah provinsi dapat memberikan solusi terkait permasalahan di desanya.
 
Bagaimana tanggapan gubernur?
     
Kata Gubernur Babel, pemerintah akan berupaya memberikan solusi terhadap permasalahan penambangan tersebut. Pemprov. Babel sebelumnya telah mendorong PT Timah Tbk segera melakukan revisi amdal.
Bang ER, sapaan akrabnya juga memberikan pemahaman terkait aturan penambangan rakyat.
     
“Agar aktivitas penambangan bisa tertib dan tanggung jawab kita untuk menjaga keberlangsungan kelestarian lingkungan maka penambangan ini, jangan dilakukan secara perorangan. Agar tertib dan teratur maka prosesnya juga harus sesuai dengan aturan yang berlaku, maka penambangan ini hendaknya dilakukan secara kelompok dengan membentuk lembaga atau badan usaha,” jelas Gubernur Erzaldi.
     
“Revisi Amdal yang pertama ini dilakukan terkait penambahan Ponton Isap Produksi (PIP) Mini. Selanjutnya kami juga sudah meminta kepada PT. Timah Tbk untuk membuat kajian teknis terhadap alat-alat yang dipakai mulai dari standar teknis sampai pada standar keamanan dan keselamatan kerja,” ungkapnya.
     
 
Bagaimana dengan PT Timah?
     
Menanggapi aspirasi tersebut, perwakilan dari PT. Timah Tbk, Kepala Divisi Perencanaan dan Pengendalian Produksi, Nur Adi mengatakan jumlah PIP yang disetujui dalam amdal PT Timah Tbk berjumlah 360 unit.
     
“Adapun PIP yang disetujui tersebut adalah PIP yang sudah memenuhi aspek teknis dan lingkungan hidup yaitu yang sudah mendapatkan rekomendasi teknis dari Minerba. Nah, PIP ini PIP Mini, dan ini yang kami harapkan mirip dengan yang bapak/ibu gunakan selama ini. Jadi solusinya adalah kami melakukan revisi amdal untuk PIP yang telah eksisting sebelumnya,” ujarnya.
     
PT Timah katanya akan mengajukan surat ke pusat agar mereka dapat mengakomodir keinginan masyarakat untuk menambang, namun belum memenuhi kajian teknis dan lingkungan.
     
“Perlu kami sampaikan bahwa saat ini kami mengajukan amdal PIP Mini yang awalnya berjumlah 360 ini kita ajukan menjadi 2.000 unit. Kita berharap pengajuan kita ini dapat disetujui sesuai dengan rekomendasi teknis dan lingkungan,” pungkasnya. (*)

Wartawan: Yogi Pranata, A.Md
 
Penulis : Imelda
Foto : Rafiq
Editor: Lisia Ayu

DPN LPPN RI Mengecam Keras Aksi Brutal Bom di Gereja Katedral Makassar

JAKARTA – Aksi brutal bodoh dan kekerasan yang dilakukan oleh pihak yang tidak memiliki rasa kemanusiaan,oleh pihak picik serta tidak memiliki nurani kemanusiaan yang terjadi di makassar sulawesi selatan dengan melakukan tindakan bom bunuh diri di depan geraja katedral.

DPN LPPN RI Memerintahkan seluruh anggota serta pengurus yang ada untuk membantu Negara dalam mengungkap aktor-aktor yang menyuruh melakukannya segera.

Dan juga LPPN RI mengapresiasi serta memberikan penghargaan tinggi atas kinerja sdr.Kasmos selaku keamanan setempat.Sehingga dapat meminimalisir kerusakasn serta bahaya yang mungkun terjadi.

( Humas Dpn LPPN RI )

Ikan Cupangnya ‘Humas’ Juarai Nunukan Betta Contest 2021

NUNUKAN – Siapa sangka, ikan cupang milik Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan Hasan Basri, yang sehari – harinya cuma ditaruh dalam sebuah vas bunga kecil di atas meja kerjanya, ternyata berhasil meraih juara 1 dan 2 dalam kontes ikan cupang yang dilaksanakan di GOR Dwikora Nunukan, Minggu (28/3).

Padahal Hasan Basri awalnya cuma iseng – iseng saja ikut mendaftarkan diri dalam kontes ikan cupang bertajuk Nunukan Betta Contest 2021 tersebut.

“Niatnya sebetulnya hanya ingin meramaikan saja, sekalian pingin ajak keluarga menonton karena kebetulan pas hari libur,” kata Hasan Basri.

Bapak dua anak itupun tidak pernah berharap ikan mungil miliknya bisa menang. Apalagi ikan yang memiliki warna dominan hitam, merah dan biru itu sehari – harinya sebetulnya kurang terlalu diurus. Karena aktivitasnya yang cukup padat, Hasan Basri bahkan mengaku jarang memberi makan ikan cupangnya. Alhasil, ikan cupangnya lebih sering makan lumut ketimbang pelet atau makanan khusus ikan hias seperti yang banyak dijual di toko – toko.

Dalam kontes yang merupakan kali pertama digelar di Nunukan tersebut, Hasan Basri mengikutkan 5 ekor ikan cupang miliknya untuk diadu. Dua ekor ikut di kelas regular, sedangkan 3 ekor sisanya ikut di kelas pemula. Dari lima ekor tersebut, 1 ekor meraih juara 1 Plakat kategori pemula, 1 ekor meraih juara 2 Crowntile kategori pemula, dan seekor lagi meraih juara 3 Baby Plakat kategori multicolor. Ia mengaku ikan – ikan itu sebagian besar merupakan pemberian dari para sahabatnya yang memang hobi memelihara berbagai jenis ikan hias.

Kini setelah ikan miliknya keluar sebagai juara, Hasan Basri mengaku jadi tertarik ingin menambah koleksi ikan cupang di rumahnya.

“Sepertinya harus segera menambah koleksinya (ikan cupang) nih, karena saya merasakan hobi ini lama kelamaan menjadi cukup menarik,” ujar pria yang rajin memposting puisi – puisi romantis di media sosial facebook miliknya ini.

Sebelum memutuskan ingin menekuni hobi memelihara ikan cupang, Hasan Basri sebetulnya justru lebih senang menanam bunga. Makanya tidak heran jika halaman depan rumahnya di KPN dipenuhi dengan pot – pot berisi berbagai jenis bunga. Hasan Basri memiliki tidak kurang dari 15 jenis bunga, terutama jenis bunga yang saat ini sedang booming di berbagai daerah.

Pria berkaca mata yang menyukai buku – buku Khalil Gibran ini sepertinya memang menyukai segala sesuatu yang indah. Bunga yang identik dengan keindahan dan keharuman, dan sekarang ikan cupang yang selalu berlenggak – lenggok memamerkan keindahan tubuhnya dari balik kaca.

( Humas )

Danrem 141/tp hadiri pra Mattompang Arajang sebelum Hari jadi Bone ke 691

Watampone-Berandankrinews.com Danrem 14Toddopuli Brigjen TNI Djashar Djamil, S.E.M.M menghadiri acara Pramattompang Arajang yang digelar di Museum Arajange Kompleks Rujab Bupati Bone Jl. Jend. Ahmad Yani Kec. Tanete Riattang, Kabupaten Boneyang dihadiri Anggota Forkopimda Kab. Bone beserta Dewan Adat Bone.(29/03).

Mattompang arajang merupakan upacara adat yang sakral dengan tujuan untuk mensucikan benda-benda pusaka peninggalan kerajaan Bone.

Benda-benda pusaka yang ditompang meliputi Teddung Pulaweng (Payung emas), Sembangeng Pulaweng (selempang emas), Kelewang LaTea RiDuni, Keris La Makkawa, Tombak La Sagala, Kelewang Alameng Tata Rapeng (Senjata adat tujuh atau Ade’ Pitu).

Kegiatan Pramattompang dan Ritual Mattompang Arajang tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan jelang hari jadi Bone yang Ke 691 dengan tema”Yatutu Yaupe, Yacapa Yacilaka” Yang berhati-hati yang beruntung, yang gegabah yang sial.

Pencucian benda pusaka tersebut menggunakan beberapa air sumur yang berada di Kabupaten Bone, yakni Bubung Parani, Bubung Bissu, Bubung Tello’, dan Bubung Laccokkong. Sumber mata air ini dikumpulkan sebagai bahan pembersihan benda pusaka

Ril Penrem 141/ Toddopuli

Danyon Gas kunjungi tempat pengasingan bung Hatta DiBoven Digoel, Begini komentarnya

Boven Digoel -Papua berandankrinews.com Komandan Batalyon Penugasan (Danyon Gas) Kompol Nur Ichsan, terus memantau perkembangan situasi Kamtibmas Kabupaten Boven Digoel pasca putusan sidang di Mahkamah Konstitusi (MK).

Di sela aktivitas penugasan tersebut, lelaki kelahiran Kota Gudeg tersebut menyempatkan diri mengunjungi / tapak tilas ke tempat pengasingan Bung Hatta di Boven Digoel yang didampingi oleh Danki Gas AKP Muh Amin dan Pasi Ops Gas Iptu Abd Azis, Minggu (28/3/2021).

Lawatan Danyon Gas, ke lokasi tersebut penuh kesan mendalam. Apa yang terjadi?

Ya, Kompol Nur Ichsan terhenyak sesaat saat tiba di lokasi. Lantaran, mengenang perjuangan dan pengorbanan Bung Hatta yang sangat berat, kala itu.

“Dari tempat pengasingannya saja kalau dilihat sungguh berat. Apa yang beliau (Bung Hatta, red) rasakan saat berjuang untuk Bangsa Indonesia, sungguh luar biasa,” ucap Danyon Gas Ichsan, kepada awak media melalui telepon, Senin (29/3/2021).

Diceritakan Kompol Nur Ichsan, lokasi pengasingan Bung Hatta berupa rutan. Tidak jauh berbeda dengan rutan yang ada sekarang. Hanya ada los untuk penampungan sekitar 25 hingga 40 orang.

“Terus sel untuk perorangan sangat sempit dengan ukuran 1×2 meter dengan papan tidur hanya ukuran 50 cm kali 2 meter. Sungguh miris,” ujar Danyon Gas Ichsan.

Butuh waktu sekitar 45 menit, Danyon yang beken dengan sebutan Danyon Tindizzz ini menyusuri ruang-ruang yang ada di lokasi yang kini menjadi cagar budaya tersebut.

“Kunjungan ini sekaligus menjadi bahan edukasi bagi saya secara pribadi. Melihat lebih dekat tempat yang dulunya menjadi lokasi pengasingan Bung Hatta, ya mumpung lagi tugas di sini dan situasi juga masih kondusif,” ungkapnya.

Setelah puas menyusuri lokasi cagar budaya tersebut, Danyon Ichsan kembali melakukan pemantauan di pos – pos pengamanan yang dijaga oleh personel Sat Brimob Polda Sulsel BKO Polda Papua untuk memastikan kondusifitas keamanan di Kabupaten Boven Digoel.

Diketahui sebelumnya, pasca putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi yang menyatakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di seluruh wilayah Kabupaten Boven Digoel dan mendiskualifikasi pemenang pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Boven Digoel Yusak Yaluwo dan Yakobus Weremba, seluruh aparat keamanan termasuk BKO Brimob Polda Sulsel yang berada di sana disiagakan.

Penyiagaan seluruh aparat keamanan ini dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan situasi yang dapat menggangu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Boven Digoel pasca putusan sidang di MK .

Pengecekan pos-pos pengamanan oleh Danyon Gas ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa personel beserta perlengkapannya siap mengantisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi peningkatan dinamika keamanan yang mengarah ke konflik sosial di Kabupaten Boven Digoel pasca putusan sidang di MK .

“Hingga saat ini situasi Kamtibmas di Kabupaten Boven Digoel masih kondusif, meskipun masih ada aksi unjuk rasa damai dari simpatisan calon bupati dan wakil bupati yang didiskualifikasi oleh MK pada sidang PHPU Senin, 22 Maret 2020 lalu.

Walaupun demikian kami tetap meningkatkan kesiapsiagaan kami dalam mengantisipasi hal-hal yang dapat menggangu kondusifitas keamanan dan

hari ini saya melakukan pengecekan secara langsung situasi di Kabupaten Boven Digoel sekaligus mengecek kondisi anggota dan kesiapan perlengkapannya,” ungkap Danyon Gas.

Kompol Nur Ichsan juga menambahkan bahwa seluruh personel Satbrimob Polda Sulsel yang dia pimpin dalam tugas pengamanan di Provinsi Papua akan berupaya sebaik mungkin menjaga keamanan Kabupaten Yolimo dan Boven Digoel hingga seluruh tahapan pilkada 2020 yang masih bergulir saat ini dinyatakan selesai dan aman.

“Tentunya tugas kami disini adalah melakukan penebalan pengamanan terhadap tahapan Pilkada 2020 yang masih bergulir hingga saat ini, jadi sebagai wujud dari Bhakti Brimob Untuk Indonesia, kami bertekad untuk menjaga keamanan wilayah ini hingga seluruh tahapan pilkada selesai dengan damai dan sejuk,” tambah Kompol Nur Ichsan.

Di lokasi berbeda, Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulsel Kombes Pol. Muhammad Anis menyebutkan, seluruh personelnya yang saat ini menjalankan tugas pengamanan di Polda Papua merupakan personel-personel terbaik Satbrimob Polda Sulsel.

“Untuk memastikan kondusifitas Kamtibmas di Provinsi Papua khususnya di Kabupaten Yolimo dan Boven Digoel yang saat ini masih menjalani tahapan Pilkada 2020, kami mengirim 2 SSK personel Satbrimob Polda Sulsel yang merupakan perwakilan terbaik dari masing-masing Batalyon Pelopor dan Detasemen Gegana.

Tentunya hal ini kami lakukan agar pengamanan di wilayah tersebut menjadi maksimal sehingga implementasi Bhakti Brimob Untuk Indonesia dapat terwujud,” tandas Kombes Pol. Muhammad Anis.

Ril Yon C pelopor

Laporan
Arjuna Wiwaha
Kabiro Papua