Gubernur Lepas 121 Mahasiswa Penerima Beasiswa Pendidikan UPA dan ke Tiongkok

TANJUNG SELOR, – Sebagai wujud keseriusan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Drs H Zainal A Paliwang SH, M.Hum terhadap dunia pendidikan di wilayah Kaltara. Sebanyak 121 calon mahasiswa berdomisili Kaltara mengikuti program beasiswa Universitas Patria Artha (UPA)-Makasar dan program beasiswa ke Tiongkok oleh yayasan Indonesia Tionghoa Culture Centre.

Selain beasiswa ke perguruan tinggi lokal dan luar negeri, diberikan juga beasiswa untuk melanjutkan sekolah kedokteran.

Gubernur mengatakan bahwa dirinya akan terus berupaya semaksimal mungkin dalam mencetak generasi Kaltara yang hebat.

“Ini bukti keseriusan Pemprov Kaltara terhadap pendidikan dan lahirnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul sebegai generasi penerus bangsa,” kata Gubernur Kaltara Zainal Paliwang, Selasa (13/7).

Ia pun berpesan agar seluruh calon mahasiswa senantiasa menjaga nama baik daerah selama menempuh pendidikan. “Jaga nama Kaltara disana, belajar sungguh-sungguh agar segera mengabdi membangun Kaltara di masa mendatang,” imbuh Gubernur Zainal.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara, Teguh Henri Sutanto menyebutkan adapun 91 calon mahasiswa terdaftar dalam program beasiswa UPA diantaranya. Yakni dari Tanjung Selor (11) orang, Tarakan (7) orang, Nunukan (37) orang, Malinau (25) orang, Tana Tidung (8) orang. Sedangkan 3 pelajar di luar daerah.

Dikatakan 30 orang pelajar lainnya terdaftar menempuh pendidikan di Tiongkok. “Yang hadir disini 15 orang, dari keseluruhan 9 diantaranya menempuh pendidikan kedokteran,” ucap Teguh.

Sementara Rektor UPA Bastian Lubis menambahkan bahwa program beasiswa UPA seleras dengan visi dan misi Provinsi Kaltara. Oleh karena itu, dirinya beserta jajaran akan terus bersinergi dalam mendukung program Pemprov menciptakan Kaltara yang Berubah, Maju dan Sejahtera.

(*dkisp/yub)

BIN Gencar Vaksin di Beranda Negri


NUNUKAN – Mulai pertengahan Juli 2022 vaksinasi Covid-19 dosis ketiga
alias booster akan menjadi syarat untuk pelaksanaan kegiatan dan mobilitas
masyarakat. Pemerintah membuat kebijakan ini karena tingkat vaksinasi
booster nasional yang masih rendah.
Dalam menyikapinya, Badan Inteiljen Negara Daerah Kalimantan Utara
(BINDA Kaltara) terus menggelar vaksinasi Covid-19 bagi warga
masyarakat di Kabupaten Nunukan secara terpusat dalam rangka
meningkatakan capaian vaksinasi booster.

“Pemerintah akan kembali menerapkan persyaratan vaksinasi booster
sebagai syarat perjalanan baik udara, darat, maupun laut, yang akan
dilakukan maksimal dua minggu lagi. Dalam menyikapinya, kami terus
gencarkan kegiatan vaksinasi massal khususnya dosis booster,” kata
Dimas, Koordinator Vaksinasi Binda Kaltara di Nunukan pada Selasa
(05/07/2022).

Vaksinasi Covid-19 yang diperuntukkan bagi dosis 1, 2 dan 3 (Booster) tersebut dilaksanakan di Kantor Perpustakaan Nunukan scara vaksinasi
massal yang dimulai pukul 08.00 Wita. Kegiatan vaksinasi massal
masyarakat ini diadakan dengan menggunakan vaksin Pfizer yang digelar
berdasarkan kerjasama BINDA Kaltara dengan Dinas Kesehatan Nunukan.
Koordinator Vaksinasi BINDA Kaltara di Nunukan mengungkapkan total
sasaran vaksinasi yang diinisiasi oleh Binda Kaltara sampai saat ini telah
menyentuh angka 1.900 orang karena merasa terbantu telah membuka
layanan gerai-gerai vaksinasi.

BIN Kaltara akan terus gencar melaksanakan vaksinasi massal agar
terciptanya kekebalan komunal masyarakat Kalimantan Utara. Selain itu,
terus mendukung kebijakan Pemerintah dalam mendukung kegiatan dan
mobilitas masyarakat khususnya di perbatasan. (*)

Dansat Brimob Sampaikan Ini,saatPeletakan Batu Pertama Flat Batalyon C Pelopor




Watampone.Berandankrinews.com. Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Heru Novianto, S.I.K., M.Han bersama Bupati Bone Dr. H. A. Fahsar M Padjalangi, M.Si melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan rumah susun/flat Batalyon C Pelopor di Jalan Yos Sudarso Kel. Ta’ Kec. Tanete Riattang Kab. Bone, Rabu (13/07/2022).

Dalam sambutannya, Dansat Brimob menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Bone yang telah menghibahkan tanah untuk pembangunan flat Batalyon C Pelopor.

” Apa yang telah diberikan oleh Pemda Bone ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas Batalyon C Pelopor khususnya dalam menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Ditambahkannya, bantuan hibah ini adalah bukti nyata sinergitas antar instansi telah terjalin dengan baik khususnya di Kabupaten Bone.

Hal senada disampaikan oleh Bupati Bone Dr. H. A. Fahsar M Padjalangi, M.Si. Dikatakannya, untuk di wilayah Kabupaten Bone sinergitas yang kuat telah terjalin antara jajaran Pemda dengan TNI/Polri sampai di tingkat Kecamatan/Desa.

” Dengan dibangunnya flat Brimob ini diharapkan dapat memotivasi personel Batalyon C Pelopor dalam meningkatkan kinerja menjadi lebih baik lagi sehingga stabilitas Kamtibmas di Kabupaten Bone dapat dipertahankan dengan baik,” kata A. Fahsar.

” Kita sadari bahwa pembagunan flat ini telah lama dinantikan oleh anggota Brimob Bone yang memang belum memiliki perumahan,” lanjutnya.

Sementara itu, Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Kompol Nur Ichsan, S.Sos menyampaikan bahwa pembangunan flat yang menelan anggaran 5,5 Milyar ini diperkirakan selesai di akhir november tahun ini.

” Harapan kami, semoga tidak ada kendala dalam pelaksanaannya dan dapat diresmikan tepat waktu sebagai hadiah pada hari ulang tahun Brimob nantinya,” imbuhnya.

” Selama 22 tahun sejak dibentuknya Brimob di Bone, baru tahun ini Batalyon C Pelopor memiliki bangunan sendiri, diharapkan dengan adanya flat ini dapat mempercepat mobilisasi pasukan utamanya yang bersifat kontijensi,” pungkas Kompol Nur Ichsan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni Kapolres Bone AKBP Ardiansyah, S.I.K., M.Si, Dandim 1407 Bone Letkol Inf Moch Rizki Hidayat Djohar, Kajari Bone Aksyam, SH, Ketua Pengadilan Negeri Bone diwakili Haeruddin Tomo, SH, Dandenpom XIV/1 Hasanuddin Mayor Cpm Azis Hamdani, S.H., M.Hum serta tamu undangan lainnya.

Tata Strategi Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltara Gelar Rakor

TARAKAN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bidang Perpustakaan di Tarakan pada Senin (11/7). Rakor diikuti oleh instansi yang membidangi perpustakaan di kabupaten/kota se-Kaltara, serta OPD terkait di lingkup Pemprov Kaltara.

Hadir sebagai narasumber dalam Rakor ini, selain dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi, juga ada dari Bappeda-Litbang Provinsi Kaltara, Staf Ahli Gubernur, serta dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud dari tanggung jawab dan wewenang Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kaltara dalam pembinaan dan pengembangan perpustakaan yang berada di wilayah Provinsi Kalimantan Utara, yang meliputi Perpustakaan Umum kabupaten/kota, Perpustakaan Sekolah, Pegiat Perpustakaan, Perpustakaan OPD Pronvinsi, dan Taman Baca Masyarakat.

Dalam rapat juga dipaparkan berbagai persoalan dan juga rencana strategis Perpustakaan di Kaltara. Yang disinergikan dengan strategi Perpustakaan Nasional.

Juga beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan perpustakaan, antara lain kurangnya data dukungan perpustakaan, masih ada perpustakaan yang belum terdata, kurangnya kualitas dan kuantitas tenaga pengelola perpustakaan, belum maksimalnya keberpihakan pemangku kepentingan terhadap perpustakaan, terbatasnya anggaran untuk operasional, jumlah bahan bacaan yang masih minim, sarana dan prasaran yang masih kurang, serta masih rendah minat baca masyarakat.

Untuk mengatasi permasalahan ini, seperti disampaikan kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltara, Ramli, sudah ada beberapa solusi yang dilakukan. Di antaranya, memperkuat struktur kelembagaan perpustakaan dengan pembuatan peraturan daerah, peraturan gubernur, dan peraturan bupati sampai di tingkat bawahnya.

Hal yang perlu lagi ditingkatkan, lanjut dia, adanya pengembangan koleksi, update data dan pelaporan, peningkatan SDM secara kulitas dan kuantitas, peningkatan kualitas layanan (kegiatan dan sarpras), perlu adanya sinergitas program pembangunan perpustakaan dari pusat sampai ke daerah, serta komitmen bersama bahwa keberadaan perpustakaan yang juga tak kalah penting.

Mewakili Perpusnas, Kusmeri menyampaikan ada dua masalah pokok yang menyebabkan literasi secara nasional masih rendah. Masalah pertama adalah rasio ketersediaan bahan bacaan dibandingkan jumlah penduduk di Indonesia.

Masalah pokok yang kedua adalah rendahnya tingkat inovasi. “Indonesia adalah negara dengan tingkat inovasi yang rendah di dunia, dengan tingkat produksi yang rendah (juga),” tambahnya.

Dua masalah ini dijadikan dasar oleh Presiden untuk merancang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang salah satunya berfokus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). “Tidak ada cara lain yang bisa dilakukan kecuali meningkatkan kualitas SDM,” katanya.

Rendahnya kualitas SDM menyebabkan Indonesia saat ini hanya berperan sebagai penyuplai bahan mentah ke negara maju. Karenanya perpustakaan harus terus memperluas aksesnya ke masyarakat untuk menciptakan manusia unggul dengan tingkat literasi tinggi, bukan sekedar literasi baca tulis, tetapi kedalaman pengetahuan seseorang yang dapat menciptakan barang atau jasa yang berkualitas tinggi yang dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Disampaikan, sesuai rencana strategis Perpusatakaan Nasional, tujuan utama yang akan dicapai adalah terwujudnya budaya literasi masyarakat. Dengan sasaran strategis, terrwujudnya Perpustakaan sesuai standar nasional Perpustakaan dan berbasis inklusi sosial untuk memperkuat budaya literasi.

Dari itu, laniut Kusmeri, sasaran program yang akan dicapai antara lain; terwujudnya semua jenis Perpustakaan sesuai Standar Nasional, terwujudnya layanan prima, pelestarian, pengembangan dan Pemanfaatan bahan Perpustakaan dan naskah Nusantara. Kemudian ketiga, terwujudnya tata kelola dan manajemen Perpustakaan Nasional yang baik dan handal.

Kusmeri juga membeberkan, perlunya sinkronisasi dokumen perencanaan, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga secara nasional. “Sesuai hasil Rakornas, hal penting menjadi tujuan kita adalah Transformasi Perpustakaan untuk Mewujudkan Ekosistem Digital Nasional,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kaltara Drs H Zainal A Paliwang SH, M.Hum, melalui Staf Ahli Bidang Aparatur Pelayanan Publik dan Kemasyarakatan, Ir Syahrullah Mursalin, MP mengatakan, peran perpustakaan sangat penting dalam mewujudkan visi dan misi Provinsi Kaltara. Yaitu: Mewujudkan pembangunan Sumber Daya Manusia yang sehat, cerdas, kreatif, inovatif, berakhlak mulia, produktifitas dan berdaya saing dengan berbasiskan Pendidikan wajib belajar 16 Tahun dan berwawasan.

Gubernur, kata dia, berharap agar budaya literasi di Kaltara semakin ditingkatkan. Dengan budaya literasi, maka SDM masyarakat akan semakin meningkat.

Disebutkan, ada delapan tipe kecerdasan yang meliputi kecerdasan spasial atau visual, kinestetik, linguistik, intrapersonal, interpersonal, logis, musikal, dan naturalistik.

Gubernur mendorong pendidikan di Kaltara agar dapat mengakomodir berbagai potensi bakat berdasarkan tipe tersebut.

Setiap orang bisa mengakselerasi lebih dari dua tipe kecerdasan tersebut. Karenanya pendidikan baik formal maupun non formal harus dapat menyediakan sarana agar literasi dalam konteks tersebut bisa tumbuh.

“Sekolah itu harus ada sarana musik, olahraga, dan guru yang kompeten, sehingga seluruh anak bangsa kita bisa tumbuh dan berkembang dengan tipe kecerdasan yang bermacam-macam,” tekannya. (dkisp)

Workshop internasional, hadirkan ahli tafsir dari cairo






Bone-Berandankrinews.com
Prodi Ilmu Al-Qur’an dan tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Bone menggelar Workshop Kitab kuning Internasional menghadirkan pemateri dari Al-Azhar Cairo Mesir
,Rabu (6/7/2022) di Aula kampus 1 IAN Bone.

Workshop kitab kuning Internasional dengan tema “Membumikan al-Qur’an melalui Budaya Literasi Baca Kitab Klasik”. menghadirkan prof. Dr. H. Emmad Mahmoud Abdel Karim. MA seorang guru besar sekaligus pakar tafsir dari Universitas Al- Azhar Assyarief Cairo Mesir.

Ketua panitia yang juga wakil dekan I FUD Junaid bin Junaid menjelaskan bahwa workshop kitab kuning internasional ini bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa di bidang literasi kitab klasik.

” Hal tersebut merupakan sebuah keniscayaan bagi mahasiswa kususnya prodi IAT karena untuk memahami isi kandungan alqur’an dibutuhkan literasi klasik (kitab kuning) yang ditulis oleh para ulama pakar ilmu tafsir sejak jama sahabat dan berkembang pesat di abad pertengahan ribuan tahun yang lalu”.ujarnya

Sementara itu Dekan FUD Dr. Sarifa Suhra, S.Ag. M.Pd.I menyampaikan rasa gembiranya atas berlangsungnya acara workshop internasional ini karena peserta melebihi ekspektasi panitia karena dalam random kegiatan peserta disiapkan hanya 50 orang namun yang hadir ratusan orang.

Ia juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada panitia dan juga 2 alumni al-Azhar Cairo Mesir yaitu; moderator/penterjemah A. Ridwan, Lc. MA dan juga kepada Dr. H. Fahri Amir, Lc. M.E yang telah memfasilitasi kedatangan pemateri di IAIN Bone.

Rektor IAIN Bone Prof. Dr. Syahabuddin, M.Ag dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan berskala internasional dan berharap agar kerjasama antar 2 Perguruan Tinggi dapat terjalin dengan baik dalam berbagai program seperti; short course dan visit lecture seperti ini.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor IAIN Bone dan para wakil rektor, para dekan dan wakil dekan sera mahasiswa IAIN Bone perwakilan dari semua prodi yang didominasi oleh Mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) sebagai pelaksana kegiatan.