TARAKAN – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara melakukan kunjungan kerja ke PT. Phoenix Resources International dalam rangka monitoring dan pengawasan tenaga kerja terkait standar keselamatan kerja serta penyerapan tenaga kerja lokal.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV, Tamara Moriska, S.H., didampingi Wakil Ketua Komisi IV, Dr. H. Syamsuddin Arfah, S.Pd.I., M.Si., serta Anggota Komisi IV, yakni Ruman Tumbo, S.H., Supaad Hadianto, S.E., Muhammad Hatta, S.T., Dino Andrian, S.H., Rahman, S.K.M., Kes., Hj. Laela, dan Listiani.
Rombongan diterima oleh Manager SSL PT. Phoenix Resources International, Oemar Kadir, bersama HRD, Eko Wahyudi, serta jajaran manajemen perusahaan.
Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan menyampaikan bahwa PT. Phoenix Resources International termasuk dalam kategori perusahaan dengan klasifikasi high risk, karena banyak menggunakan bahan baku berupa cairan kimia dan material berisiko tinggi. Oleh sebab itu, manajemen keselamatan kerja (safety management) menjadi prioritas utama yang wajib dipatuhi oleh seluruh pekerja maupun pengunjung (visitor).
Selain itu, perusahaan juga memaparkan kondisi kebutuhan tenaga kerja. Saat ini, sekitar 41 persen tenaga kerja berasal dari daerah Kalimantan Utara. Meski demikian, terdapat kendala dalam pemenuhan tenaga kerja yang sesuai dengan spesifikasi keahlian yang dibutuhkan perusahaan, khususnya di bidang teknik industri, teknik kimia, dan teknik mesin.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, Tamara Moriska, S.H., menegaskan bahwa pihaknya mendorong perusahaan untuk lebih maksimal menyerap tenaga kerja lokal dengan tetap memperhatikan aspek keahlian.
“Kami berharap perusahaan dapat terus memberikan ruang bagi putra-putri daerah untuk bekerja dan mengembangkan potensi di sini. Namun tentu harus diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM lokal agar sesuai dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Tamara juga menekankan pentingnya aspek keselamatan kerja di perusahaan yang berisiko tinggi.
“Keselamatan kerja adalah hal yang tidak bisa ditawar. Kami ingin memastikan seluruh karyawan maupun pengunjung mendapatkan perlindungan dan mengikuti standar yang telah ditetapkan perusahaan,” tambahnya.
Kemudian HRD PT. Phoenix Resources International, Eko Wahyudi, menanggapi bahwa pihaknya berkomitmen untuk memperluas kesempatan bagi tenaga kerja lokal.
“Kami akan terus berusaha menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja dengan potensi yang ada di Kaltara. Namun kami juga berharap dukungan pemerintah daerah dalam menyiapkan SDM dengan latar belakang pendidikan sesuai kebutuhan industri,” jelasnya.
Kunjungan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara DPRD Kaltara dan perusahaan, sekaligus memastikan bahwa standar keselamatan kerja berjalan dengan baik serta tenaga kerja lokal mendapat peluang yang lebih besar untuk terserap di sektor industri strategis.
(Humas DPRD Kaltara)

