Harlah Muslimat NU ke-80, Wagub Apresiasi Peran Aktif dan Kontribusi Perempuan dalam Pembangunan Bangsa

TARAKAN – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara) Ingkong Ala, S.E., M.Si., mengapresiasi Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) atas peran aktif dan kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa, khususnya dalam penguatan ketahanan keluarga, pendidikan, kesehatan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Hal ini disampaikan Wagub Ingkong dalam acara Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), yang digelar di Hotel Tarakan Plaza, Sabtu (10/1).

Mewakili Gubernur Kaltara dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, Wagub Ingkong mengucapkan selamat hari lahir ke-80 kepada seluruh keluarga besar Muslimat NU.

“Delapan dekade bukanlah perjalanan singkat. Ini merupakan bukti nyata konsistensi, keteguhan dan pengabdian Muslimat NU dalam mendampingi umat, memperkuat ketahanan keluarga serta berkontribusi membangun bangsa dari akar rumput,” kata Wagub Ingkong.

Ingkong menuturkan Muslimat NU telah menunjukkan peran strategisnya sebagai organisasi perempuan yang tidak hanya bergerak di bidang keagamaan tetapi berkiprah nyata di bidang sosial, pendidikan, kesehatan hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.

Pemprov Kaltara menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dan mendukung penuh organisasi kemasyarakatan termasuk Muslimat NU dengan membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di Bumi Benuanta.

“Dengan kolaborasi antara pemerintah, organisasi keagamaan dan masyarakat dapat menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA RI) Dra. Hj. Arifah Choiri Fauzi, M.Si., menyebutkan perempuan memiliki peran strategis mendukung agenda pembangunan nasional khususnya dalam penguatan SDM, kesehatan, pendidikan, perlindungan perempuan dan anak, serta kesetaraan gender.

“Kolaborasi antara Muslimat NU dan pemerintah dinilai penting dalam menyukseskan berbagai program nasional, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, pemenuhan gizi anak, serta penguatan ketahanan keluarga,” ujarnya.

Memasuki usia ke-80 tahun Muslimat NU diharapkan akan semakin solid, adaptif dan responsif dalam menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai perjuangan dan jati diri organisasi.

(dkisp)