Demi Kelancaran Pekerjaan Alat Berat,BBM Jenis Solar Selalu Siap Di Lokasi Pra TMMD Ke 108 Kodim Nunukan

Nunukan – Dukung Kelancaran Pekerjaan pada Program Pra TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 108 Kodim 0911/Nunukan adalah salah satunya mendukung Kelancaran Alat Berat dalam bekerja, yaitu dengan cara selalu menyiapkan Bahan bakar minyak ( BBM ) Jenis Solar, seperti hari ini terlihat jelas anggota Satgas pra TMMD bersama warga sedang menyiapkan BBM jenis solar untuk alat berat Eksavator yang sedang membuka badan jalan di sasaran Pra TMMD desa Makmur kecamtan Tulin Onsoi kabupaten Nunukan, Jumat(25/06/2020).

Terlihat Kerjasama yang baik ditunjukkan antara Satgas pra TMMD dan warga dalam setiap kegiatan ,dalam pembangunan sasaran fisik maupun kegiatan kegiatan lainnya,”Kami selalu bersinergi menjalankan tugas pokok di lokasi pra TMMD, kali ini kami melakukan kegiatan pembagian BBM jenis solar,yang nantinya akan kami isi ke Eksavator yang sedang bekerja di beberapa titik sasaran program Pra TMMD”Ucap Marwan salah satu warga yang turut membantu dalam kegiatan.

Menurut Mayor Inf Otang Mulyana Danramil 0911-03/Sebuku bahwa BBM Jenis Solar dalam pelaksanaan kegiatan program Pra TMMD Ke 108 Kodim Nunukan memang seyogyanya harus selalu siap di sasaran kegiatan,demi selalu mendukung kelancaran pekerjaan,”Siapkan BBM alat berat tersebut, sehingga pekerjaan sasaran fisik yang di kerjakan menggunakan alat berat, tidak terhambat dan dapat di selesaikan sesuai dengan rencana,”Tegasnya.

( *** )

Naik KRI Banda Aceh, Nenek Sumiyati Pulang Kampung Bersama Satgas Yonif 411 Kostrad

Merauke — Sosok Nenek Sumiyati atau akrab di panggil Mbah Ompong yang sempat Viral Di Youtube Channel Buletin TNI AD, akhirnya tercapai keinginannya yaitu ingin kembali ke kampung halaman di Kabupaten Kediri bersama Satgas Pamtas Yonif MR 411/PDW Kostrad yang akan kembali ke Home Base.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif MR 411/PDW Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., dalam rilis tertulisnya di Merauke, Papua, Kamis(25/6/2020).

Dansatgas mengungkapkan, cerita Nenek Sumiyati (57) yang dirawat selama tiga bulan oleh anggota Satgas Yonif MR 411/PDW Kostrad Pos Kout Sota karena hidup sebatang kara di daerah perbatasan RI-PNG tepatnya di Jalur 2 B Kampung Sota, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua menjadi viral di Youtube Chanel Buletin TNI AD.

Lanjutnya, mengetahui hal tersebut Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa melalui Danrem 174/ATW Brigjen TNI Bangun Nawoko dapat mengabulkan keinginan Nenek Sumiyati yang ingin pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Kediri bersama dengan Satgas Yonif MR 411/PDW Kostrad yang akan kembali ke Jawa.

“Untuk mengabulkan keinginan nenek, Brigjen TNI Bangun Nawoko selaku Dankolakops Satgas Pamtas RI -PNG Sektor Selatan berkoordinasi dengan Komandan Lantamal XI Brigjen TNI (Mar) Lukman, S.T., M.Si (Han)., agar dapat membantu Satgas membawa Nenek Sumiyati kembali ke kampung halamannya,” terang Rizky.

“Permohonan Danrem 174/ATW kepada
Danlantamal XI Merauke pun disetujui, bahwa Nenek Sumiyati dapat dibawa pulang bersama anggota Satgas Yonif MR 411/PDW Kostrad yang akan berlayar menggunakan KRI Banda Aceh-593,” pungkas Dansatgas.

Hal ini merupakan wujud kepedulaian TNI AD terhadap berbagai kesulitan rakyat seperti Nenek Sumiati yang hidup sebatang kara tanpa sanak saudara. Dimana pada saat dirawat oleh tetangga sekitar rumahnya dan anggota Satgas dirinya ingin ikut pulang ke Jawa bersama bapak-bapak tentara agar bisa kembali ke kampung halamannya.

Nenek Sumiati sendiri telah merantau bersama suaminya pada tahun 2009 di Kab. Merauke, Papua. Dan harus hidup seorang diri tanpa ada keluarga, sejak suaminya wafat pada bulan Februari 2020 lalu dengan kondisi kesehatan yang terganggu sehingga menghambat aktifitasnya sehari-hari.

Saat ini sang nenek telah bersama-sama dengan Satgas Yonif MR 411/PDW Kostrad yang sedang dalam perjalanan kembali ke satuan asal di Kota Salatiga, Jawa Tengah, dengan menggunakan KRI Banda Aceh-593.

( *** )

Kasad Gelar Coffee Morning dengan Awak Media

JAKARTA – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa menggelar acara Coffee Morning dan Olah Raga Bersama dengan para petinggi media dan wartawan media massa, bertempat di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), Jl. Veteran No. 5 Jakarta Pusat, Rabu (24/06/2020).

Demikian disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Nefra Firdaus dalam rilisnya.

Selaku penanggung jawab acara, Kadispenad mengurai tujuan digelarnya acara tersebut, yaitu sebagai upaya mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kerja sama konstruktif yang selama ini telah terjalin antara TNI AD dengan media massa nasional.

“TNI AD menyadari bahwa media massa, baik cetak, elektronik maupun online, merupakan mitra Satuan Penerangan khususnya dan TNI AD pada umumnya, yang telah banyak membantu menyebarluaskan informasi tentang kebijakan, program satuan serta pelaksanaan tugas dan kinerja TNI AD kepada seluruh masyarakat di Indonesia, secara objektif dan transparan,” ujar Nefra.

Ditambahkan oleh Nefra, disamping menjadi sarana publikasi, media juga berperan penting sebagai sarana aspirasi masyarakat Indonesia terhadap institusi TNI AD.

“Itulah mengapa TNI AD selalu menjadikan media massa sebagai patner kerja sama agar TNI AD semakin profesional dan dicintai rakyat,” lanjutnya.

Kegiatan diawali dengan olah raga bersama di Lapangan Mabesad. Kasad didampingi para pejabat TNI AD dan segenap tamu undangan yang hadir melaksanakan jalan santai mengelilingi lapangan, dilanjutkan dengan ajang silaturahmi dengan Seluruh awak media yg hadir.

Kasad menyampaikan, diselenggarakannya kegiatan tersebut dalam rangka membangun kembali komunikasi dengan gaya baru, dan sekaligus meningkatkan kebugaran dan imunitas tubuh, dimana olah tubuh dan sinar matahari pagi sangat bagus bagi kesehatan.

“Namun, tetap mengutamakan protokol kesehatan, jaga jarak atau physical distancing, duduknya berjauhan
serta disediakan masker dan hand sanitizer,” ujar Andika.

Kasad menambahkan bahwa, komunikasi perlu dibangun dan dipelihara demi kepentingan masyarakat dan berharap upaya ini dapat lebih memudahkan pihak TNI AD dan awak media dalam bertukar informasi sebagai bentuk transparansi di masyarakat.

“Komunikasi perlu dilaksanakan terus menerus sebagai bagian dari transparansi informasi terhadap situasi yang terjadi,” ujar Andika.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang kesiapan TNI AD dalam penanganan Covid-19, Jenderal bintang empat ini menjelaskan bahwa pengadaan alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) TNI AD telah siap dan dipergunakan untuk mendukung 68 rumah sakit milik TNI AD di seluruh Indonesia.

“Pembagian disesuaikan dengan kebutuhan rumah sakit. Kita akan menyiapkan PCR sebanyak 10.000,” jawabnya.

Sementara, terkait validasi Orgas TNI AD, Kasad menyampaikan bahwa saat ini TNI AD sedang melakukan validasi tahap kedua.

“Ini yang kedua, dipersiapkan guna menghadapi tantangan tugas ke depan. Karena memang itulah nature dari public policy, yaitu setiap organisasi publik itu harus berubah dan menyesuaikan dengan perkembangan situasi,” tandasnya.

Usai olah raga bersama, acara dilanjutkan dengan ramah tamah menikmati hidangan tradisional yang telah disediakan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, para Pejabat Utama TNI AD, para pimpinan media nasional serta tamu undangan lainnya.

Sumber : Dispenad

Cerdaskan Anak Perbatasan, Satgas Yonif 623 Jadi Guru Bantu di Sebatik Barat

NUNUKAN, – Bekali ilmu dan pengetahuan dalam mencerdaskan anak-anak perbatasan, Satgas Yonif 623/BWU menjadi guru bantu di wilayah Sebatik Barat.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 623/BWU, Letkol Inf Yordania, S.I.P., M.Si., dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (18/6/2020).

Diungkapkan Dansatgas, bantu mengajarkan anak-anak perbatasan dalam mata pelajaran matematika ini dilakukan dua personel Pos Bukit Keramat Satgas pada Rabu (17/6/2020).

“Adalah Praka Rizani dan Pratu Fuad Ibrahim yang menjadi tenaga pendidik dengan cara door to door di tengah wabah Covid-19 di Desa Kampung Keramat,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, selain melaksanakan tugas pengamanan wilayah perbatasan Satgas juga melaksanakan kegiatan menjadi tenaga pendidik dengan cara door to door.

“Agar anak-anak dapat belajar walau sekolah libur di tengah wabah Covid-19, kita yang jemput bola mendatangi mereka ,”jelasnya.

Di tempat terpisah, Danpos Bukit Keramat, Sertu Billy Yoga mengatakan bahwa menjadi guru bantu ini merupakan wujud kepedulian Satgas dalam mencerdaskan anak-anak perbatasan.

“Kami prihatin, lebih tiga bulan ini anak-anak tidak ke sekolah akibat pandemi Covid-19, dan untuk itu kami hadir mengajari mereka,” urainya.

“Dan kali ini diikuti empat anak yaitu Era, Andisa, Fitria dan Abdal yang begitu antusias dan semangat mengikuti materi pelajaran matematika dan menggambar,” tandas Billy.

Selain mengajar terang Billy, Satgas juga memberi motivasi kepada anak-anak yang begitu lugu ini untuk belajar sungguh-sungguh agar dapat meraih cita-cita.

“Agar mereka tidak cepat bosan, kita selingi dengan pelajaran menggambar dan bermain bersama,” tuturnya.

“Semoga kehadiran Satgas dapat membantu peningkatan ilmu dan kecerdasan anak-anak ini, karena mereka merupakan generasi muda bangsa yang harus kita didik menjadi manusia yang mandiri dan berkepribadian,” pungkas Billy.

(Dispenad)

Terjunkan Alat Berat, Kodim 0911/Nnk Bangun Badan Jalan Sepanjang 1,6 Km Di Desa Makmur

Nunukan- Jalan sepanjang 1,6 Km akan segera dibangun di Desa Makmur Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan Kaltara dan pengerjaannya sudah berjalan, Pelaksanaan pembangunan jalan ini masuk dalam program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-108 yang di gelar oleh Kodim 0911/Nnk.

Selain penbangunan badan jalan, dalam TMMD kali ada beberapa sasaran diantaranya pembangunan 4 unit jembatan dengan ukuran 5 x 1,5 meter dan rehap 1 unit gereja, dalam pengerjaan jalan sepanjang 1,6 km ini kodim Nunukan menerjunkan alat berat untuk memperlancar proses pengerjaannya.

Perlunya dibangun badan jalan untuk mempermudah arus mobilisasi masyarakat terutama bidang perkebunan, dikarenakan masyarakat desa Makmur Kecamatan Tulin Onsoi banyak yang bermata pencarian sebagai petani kelapa sawit, selain itu untuk memperlancar arus barang dan jasa, sehingga masyarakat bisa meningkatkan perekonomian mereka.

Pendim 0911/Nnk