Percepat Capaian Vaksinasi, Binda Kaltara Gandeng DPD KNPI Nunukan

NUNUKAN – Kendati pemerintah pusat telah menetapkan sejumlah kebijakan baru terkait melonggarkan protokol kesehatan (prokes) dimasa pandemi Covid-19 , diantara kelonggaran prokes tersebut adalah membolehkan masyarakat untuk tidak memakai masker diruang terbuka.

Hal ini merupakan langkah awal menuju transisi dari masa pandemi ke endemi, namun harus diingat kita tidak boleh lengah dan abay terhadap ancaman covid-19 yang tentu masih ada.

Saat ini upaya massif yang dilakukan pemerintah sesuai harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah dengan mempercepat vaksinasi sesuai target nasional, harapan Presiden Jokowi herd immunity (kekebalan kelompok) di Indonesia bisa segera tercapai.

Demi mempercepat capaian vaksinasi, Binda Kalimantan Utara melakukan akselerasi percepatan vaksinasi massal serempak diwilayah Provinsi Kalimantan Utara.

Tidak terkecuali Kabupaten Nunukan yang menurut data tanggal 28 Juni 2022, capaian vaksinasi dosis pertama 80,37 persen, dosis dua 65.66 persen dan dosis ketiga sebesar 21.63 persen.

Untuk itu Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Kaltara mengajak DPD KNPI Kabupaten untuk melaksanakan kegiatan vaksinasi dari rumah kerumah dan membuka sentra vaksinasi dosis 1, 2 dan 3 (Booster) di Taman Baca “Adil” Kabupaten Nunukan pada Rabu (29/6)

Ketua DPD KNPI Kabupaten Nunukan, Anna Bela Morizcha menyampaikan apresiasinya kepada BINDA Kaltara.

“Kita tidak menutup diri dan sangat mengapresiasi Binda Kaltara yang turut berkolaborasi bersama DPD KNPI Nunukan dalam giat vaksinasi ini”

Selain itu yang akrab disapa Bella menjelaskan bahwa perlu ada kiat khusus serta terus menerus agar seluruh masyarakat Kabupaten Nunukan dapat memperoleh vaksin seluruh dosis mengingat peningkatan pasien covid dibeberapa daerah di Indonesia.

“Tentu kami berharap bahwa protokol kesehatan dan gerak vaksinasi ini harus terus dilakukan hingga seluruh masyarakat Nunukan dapat memperoleh seluruh dosis vaksin mengingat beberapa daerah di Indonesia mengalami peningkatan jumlah pasien Covid.” Jelas Bella.

Selain mengajak DPD KNPI Kabupaten Nunukan, Binda Kaltara juga mengajak kerjasama dengan Dinkes, Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan.(*)

BNPP Gelar Kegiatan Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Terdepan

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Serfianus hadir pada acara pembukaan Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Terdepan, Perbatasan Negara sebagai Bagian Sistem Pertahanan & Keamanan (Hankam) yang digelar oleh BNPP (Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan)

Tampak juga hadir dalam acara Asisten Deputi Pengelolaan Batas Negara Wilayah Darat Deputi I BNPP Drs. Ismawan Harijino, dan hadir secara virtual Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Dr. Robert Simbolon. Turut hadir juga Forkopimda serta Kepala OPD terkait, acara tersebut digelar di Ballroom Hotel Laura, Jumat (17/06).

Tujuan acara dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan merubah sikap peserta Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Terdepan, Perbatasan Negara sebagai Bagian Sistem Pertahanan & Keamanan (Hankam) serta memahami Kebijakan Pengelolaan Batas Wilayah Negara, memahami Kewenangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta memahami Sistem Pengamanan Perbatasan Terpadu.

Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid pada sambutannya yang disampaikan oleh Sekda Serfianus mengatakan bahwa di era pemerintahan Presiden Joko Widodo ini pembangunan daerah perbatasan menjadi salah satu agenda prioritas pembangunan, sebagaimana telah diamanatkan dalam program nawacita ketiga, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka kesatuan republik indonesia.

“Komitmen tersebut harus disambut dengan penuh optimisme karena sejalan dengan komitmen dari pemerintah daerah untuk membangun lokasi-lokasi prioritas di beberapa wilayah kecamatan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga”, ucap Serfianus.

Selain itu, Kabupaten Nunukan sendiri sampai saat ini telah memiliki lima belas lokasi prioritas atau lokpri, yaitu Kecamatan Sebatik, Nunukan, Krayan, Krayan Selatan, Sebatik Barat, Nunukan Selatan, Sebatik Timur, Sebatik Utara, Sebatik Tengah, Sei Menggaris, Tulin Onsoi, Lumbis Ogong, Krayan Tengah, Krayan Barat, Krayan Timur.

Serfianus lanjut mengatakan bahwa, sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia, tidak jarang muncul persoalan – persoalan yang berpotensi bisa mengganggu keharmonisan antar negara, misalnya masalah klaim tapal batas negara secara sepihak. Beberapa kali pemerintah negara Malaysia mencoba untuk mengklaim wilayah perbatasan dengan berbagai cara, meskipun selama ini selalu bisa diselesaikan dengan baik.

“Namun demikian, kondisi itu harus menjadi fokus dan perhatian kita semua, karena jika tidak disikapi secara serius dan hati – hati, bukan tidak mungkin persoalan tapal batas akan mengancam kedaulatan negara dan sumber daya alam nasional yang kita miliki. Untuk itu pemerintah Kabupaten Nunukan menyambut baik kegiatan pada hari ini untuk memperkokoh komitmen kita semua, terutama komitmen dari masyarakat yang berada dan tinggal di garda terdepan perbatasan negara untuk dan menjaga daerah – daerah perbatasan yang kita miliki”, jelasnya.

Di akhir sambutannya, Serfianus atas nama pemerintah Kabupaten Nunukan menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang sebesar – besarnya kepada pemerintah pusat yang telah membangun tiga Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Long Midang Kecamatan Krayan, Sei Pancang di Kecamatan Sebatik dan Labang di wilayah Kecamatan Lumbis Pansiangan.

“Kami sungguh berbesar hati, dan tidak pernah membayangkan bahwa pemerintah pusat akan membangun PLBN yang sedemikian besar dan mewah di wilayah perbatasan kabupaten nunukan. Semoga keberadaan PLBN – PLBN itu nantinya akan diikuti dengan perhatian yang semakin sungguh – sungguh untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah – wilayah perbatasan”, ujarnya.

(*/prokompim)

Kodim 0911/Nunukan Gelar Liga Santri Piala Kepala Staf Angkatan Darat

NUNUKAN – Sebagai ajang pencarian bakat atlet sepak bola di kalangan pesantren, Liga Santri Piala Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) di wilayah Kodim 0911/Nunukan, resmi digelar di Stadion Sei Bilal Nunukan, Senin (20/6/2022).

Komandan Kodim 0911/Nunukan Letkol Inf Albert Frantesca, M. Han mengatakan, kejuaraan ini merupakan jalinan silaturahmi antar pondok pesantren yang ada di Kabupaten Nunukan itu sendiri. Liga santri ini juga bagian dari memberikan ruang bagi kalangan santri, dalam mengembangkan olahraga sepak bola dikalangan Pesantren.

“Satu inisiasi KSAD dalam mengembangkan olahraga di kalangan pesantren, ajang ini juga sebagai upaya dalam mencetak bibit sepak bola kedepannya,” katanya.

Kegiatan dihadiri oleh segenap unsur FKPD diantaranya Dandim 0911/Nunukan Letkol Inf Albert Frantesca, Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadiyanto, S.H, S.I.K, MH, Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yon Armed 18/Komposit Letkol Arm Yudhi Ari Irawan, S.T.han. M.Han, Dan Sub PM Nunukan Letda Cpm Catur, Perwakilan dari Kejari dan Pengadilan Negeri Nunukan serta tamu undangan lainnya.

Liga Santri ini juga bagian dari penyaluran bakat bagi santri dalam sepak bola. Sebab sudah banyak atlet nasional seperti Nadeo, Evan Dimas, Witan, serta sejumlah nama lainnya yang ada di tim nasional juga dari kalangan pesantren.

Bupati Nunukan yang dalam hal ini diwakili oleh Sekda Nunukan Serfianus, S.I.P, M. Si, memberikan apresiasi dan berharap ajang ini menjadi agenda rutin setiap tahunnya kedepan.

“Sangat apresiasi dan turut bangga atas digelarnya ajang Piala Bergengsi ini. Kita semua tahu bahwa masih banyak potensi atlet yang ada di pesantren, sehingga Liga Santri ini adalah ruang bagi santri dalam meraih prestasi olahraga, khususnya sepak bola”.

(Pendim 0911/Nunukan)

BNN Kaltara Ingin P4GN Diimplementasikan Maksimal di Nunukan

NUNUKAN – Kepala BNN Provinsi Kalimantan Utara Brigjen Pol. Rudi Hartono, SH., S.I.K melakukan kunjungan ke Kabupaten Nunukan dalam rangka Implementasi dalam pelaksanaan P4GN di Kabupaten Nunukan.

Mewakili Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, Sekretaris Daerah Serfianus hadir beserta Ketua DPRD Kabupaten Nunukan Hj. Leppa, Kepala BNN Kabupaten Nunukan Emmanuel Hendri, jajaran Forkopimda Kabupaten Nunukan, Kepala OPD dilingkungan Pemda Nunukan dan para pimpinan instansi vertikal. Acara digelar di ruang rapat VIP lantai IV, Kantor Bupati, Kamis (16/06).

Kegiatan ini berlangsung bertujuan untuk mengetahui Kebijakan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Nunukan. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan entri data sekunder, wawancara mendalam ke lebih banyak informan, dan dokumentasi.

Dalam sambutan Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid yang disampaikan oleh Sekda Nunukan Serfianus mengucapkan selamat datang kepada Brigjen Pol. Rudi Hartono beserta rombongan atas kunjungan ke Kabupaten Nunukan dengan harapan pada kunjungan tersebut bisa mendapatkan kesan yang baik dan dapat mengenal lebih dekat tentang Kabupaten Nunukan.

“Terkhusus tentang penyeludupan dan peredaran narkotika, kami pemerintah daerah Kabupaten Nunukan mengapresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kebijakan pemerintah untuk menghadirkan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kabupaten Nunukan,” ujar Serfianus.

Lebih lanjut Serfianus mengatakan bahwa langkah kolaborasi oleh BNN Kabupaten Nunukan dan provinsi yang digagas dan dilaksanakan dalam rangka pencegahan dan penindakan penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Nunukan merupakan langkah baik yang harus dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan mengingat Kabupaten Nunukan yang menjadi salah satu pintu perbatasan negara yang harus dijaga dari hal-hal negatif yang masuk luas wilayah Kabupaten Nunukan.

“Tentunya kita semua berharap walaupun berada di wilayah batas negara, masyarakat di Kabupaten Nunukan bisa terbebas dari pengaruh narkoba yang nantinya akan berpengaruh pada kualitas generasi muda sebagai generasi penerus pembangunan “, ucapnya.

Di samping itu, Serfianus berharap silaturahmi yang dilaksanakan itu dapat meningkatkan koordinasi dan komunikasi yang lebih intensif dengan berbagai pihak khususnya BNN provinsi Kaltara, BNN Kabupaten Nunukan, serta unsur Forkopimda di Kabupaten Nunukan.

Pada kesempatan ini, Kepala BNN Provinsi Kalimantan Utara Brigjen Pol. Rudi Hartono pada sambutannya menyampaikan beberapa permasalahan yang mungkin akan menjadi target penyelesaian pelajaran terutama Pemda tentang masalah Inpres No. 6 tahun 2018 tentang aksi P4GN yang Nunukan belum dilaksanakan.

Hal tersebut menjadi dasar hukum bagi seluruh instansi, TNI, Polri untuk melakukan aksi pemberantasan salah satunya adalah narkotika.

Rudi meminta kepada seluruh aparat untuk membangun koordinasi perihal P4GN untuk bergerak dalam hal narkotika yang merupakan kewajiban seluruh aparat yang berkaitan untuk memerankan tugas dan fungsinya.

Selain itu, Rudi mengatakan bahwa jalur-jalur di wilayah Nunukan merupakan jalur yang subur dan jalur utama narkotika yang 98% menggunakan jalur laut.

“Saya sudah cukup lama meneliti Nunukan, tapi ada satu yang kurang disini, yaitu sinergitas tugas, kebersamaan tugas. Ini yang agak sulit, dan perlu kita sadari bersama menyadari peran masing-masing terlebih untuk Imigrasi dan Bea Cukai”, ucap Rudi.

Selanjutnya, Rudi meminta untuk seluruh data tentang penangkapan narkoba diserahkan ke BNN maupun Polri.

“Jika tidak diserahkan, sama saja ilegal. Karena siapa yang akan mengobati dan menanggung anak-anak bangsa yang terpapar? Menegakkan hukum tidak boleh melanggar hukum dan diproses memproses juga tidak boleh melanggar HAM”, ujarnya. (*/ist)

Kodim 0911/Nunukan Gelar Tanam Perdana Ketahanan Pangan Di Desa Binusan

Nunukan – Sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap ketersediaan bahan pokok pangan bagi masyarakat, Kodim 0911/Nunukan membuat lahan percontohan berupa penanaman padi di Desa Binusan, Kecamatan Nunukan. 

Hal tersebut ditandai dengan digelarnya Tanam Perdana Percepatan Luas Tanam Padi Ketahanan Pangan Kodim 0911/Nunukan pada Jumat 27 Mei 2022. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penanaman benih padi secara simbolis oleh Dandim 0911/Nnk, Sekda Nunukan, Danlanal Nunukan dan unsur Forkompimda Nunukan lainnya.

Dandim 0911/Nunukan Letkol Inf Albert Frantesca Hutagalung menuturkan bahwa kegiatan tersebut merupakan perintah Panglima TNI melalui KASAD dan akan diksanakan oleh Kodim 0911/Nunukan bersama-sama Kelompok Tani di Desa Binusan. 

“Direncanakan setelah penanaman perdana ini akan dilanjutkan sampai dengan target seluas 22 hektar yang nantinya sudah siap akan diserahkan pengelolaannya kepada masyarakat atau kelompok tani,” tuturnya. 

Lebih lanjut Letkol Inf Albert mengungkapkan, apabila sudah berhasil, kegiatan ini nantinya akan dipadukan dengan peternakan dan Perikanan sehingga bisa menjadi food estate di Kabupaten Nunukan.

Lettkol Inf Albert mengingatkan, Kaltara merupakan daerah komoditas pangan yang strategis dengan jumlah lahan pertanian yang cukup luas dan mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani. Sehingga hal ini dapat menjadi potensi wilayah Kaltara sebagai lumbung pangan nasional. 

Memang tak dapat dipungkiri, dalam rangka mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan, menurut Albert, masih dihadapkan dengan tantangan yang cukup berat yakni dengan jumlah penduduk yang terus bertambah sedangkan lahan pertanian semakin berkurang akibat dari berbagai aspek baik aspek pembangunan maupun aspek lainnya. 

“Untuk itulah perlunya kita memaksimalkan pengelolaan lahan-lahan yang ada agar menjadi produktif,” tandasnya. 

Dandim juga menegaskan, ketahanan pangan tidak harus bertumbuh pada komoditas jenis beras saja. Namun enis lainnya sangat dimungkinkan untuk dijadikan cadangan pangan yang sesuai dengan tipologi wilayah tersebut.

“Hal ini akan mendorong berkembangnya pangan lokal dan rekonomian di wilayah. Selain itu, peningkatan sumber daya SDM sangat penting untuk meningkatkan pembangunan nasional yang maju dan mandiri,” katanya. 

Diketahui, bibit padi yang ditanam adalah jenis Cakrabuana dan jenis Pajajaran. Bibit padi akan ditanam di lahan seluas 22 hektar. Penanaman bibit padi secara keseluruhan akan dilakukan oleh anggota Kodim 0911/Nnk bersama kelompok tani. 

Dandim berharap, dengan adanya lahan percotohan ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk memaksimalkan dalam mengolah lahan serta menambah wawasan masyarakat dalam becocok tanam secara baik dan benar. 

Dandim Nunukan secara khusus menyampaikan terimaksihya kepada Pemkab Nunukan terutama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan, Polres Nunukan dan semua pihak yang telah membantu program tersebut. 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Nunukan dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan yang sudah mendukung benih padi dan alsintan pada kegiatan ini. Terimaksih juga kepada Polri dalam hal ini Babinkamtibmas yang turut bekerjasama dengan Babinsa yang menanam atau membuka lahan pertanian ini”. 

Pendim 0911/Nunukan/Yutdalin