Pemilu 2019 Berjalan Aman dan Sukses, Bupati Karo Apresiasi Kepada Masyarakat Tanah Karo

Tana Karo (sumut) Berandankrinews.com–
Senin (06/05/2019) Bertempat di ruang kerjanya Bupati Kabupaten Karo Terkelin Brahmana SH mengapresiasi dan mengucapkan rasa terima kasih nya atas suksesnya Pemilu 2019 karena seluruh tahapan pemilu di kabupaten karo telah berjalan aman dan damai hingga proses berakhir nya rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kecamatan dan ditingkat kabupaten.

Terkelin Brahmana kepada tim awak media mengatakan, “saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat kabupaten karo yang telah menyalurkan hak suaranya pada Pemilu serentak pemilihan Presiden ,Wakil Presiden Republik Indonesia beserta Calon calon legislatif untuk tingkat DPD , DPR RI , DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten pada 17 April 2019 yang lalu seperti yang di amanah kan undang undang Republik Indonesia tentang pemilihan umum yang berlandaskan jujur,adil , bebas dan rahasia , di masing-masing TPS se kabupaten karo tahapan pemungutan suara telah berjalan sesuai mekanisme ,” Ucap Terkelin

Masih menurut Terkelin, “Sukses nya pesta demokrasi kali ini tidak terlepas dari peran serta masyarakat dan kinerja dari KPU D kabupaten karo, Bawaslu kabupaten karo, PPK, PPS, KPPS, TNI/Polri serta elemen terkait yang telah berhasil melaksanakan tugas mereka dengan baik, begitu juga dengan meningkatan jumlah partisipasi pemilih kali ini yang cukup signifikan pada pemilu kali ini yang tak terlepas dari kinerja seluruh pihak,” ungkapnya.

Keberhasilan ini merupakan korelasi dan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat Karo dan instansi yang terkait, sehingga Pemilu serentak 17 April 2019 di Kabupaten Karo berlangsung lancar, aman, tertib dan sukses, “Saatnya kita terus berupaya memajukan daerah kita, dengan saling mendukung , berkerja sama antar lapisan masyarakat agar kabupaten karo lebih baik kedepannya, selanjutnya harap kita bersabar menunggu hasil pengumuman resmi dari KPU pusat,” beber Terkelin. (Daris Kaban/Irwan)

Deklarasi Damai 01 & 02 Di jakarta Barat, Tokoh Agama Berikan Apresiasi

Jakarta, Berandankrinews.com-Sejumlah tokoh agama Jakarta Barat mengapresiasi Polres Metro Jakarta Barat yang mengajak sejumlah ulama dan umaroh untuk menggelar deklarasi damai.

Mereka menilai kegiatan ini tak lepas dari peran Polres Metro Jakarta Barat yang menggagasi Kegiatan Tersebut

“Ini sebuah langkah baik. Saya berterima kasih kepada Polres Metro Jakarta Barat yang menggas acara ini,” kata Ketua MUI Jakarta Barat, KH Suripno Husin, Minggu (5/5/2019)

Sebelumnya, Seluruh ulama dan umaroh pendukung 01 dan 02 se Jakarta Barat hadir mendeklarasikan diri menjaga kedamaian. Tampak Hadir juga Imam Besar Mesjid Istiqlal KH. Prof Nazaruddin Umar mengisi tausyiah dalam Kegiatan bertajuk ‘Kita Rajut Kebersamaan Dalam Menjaga Keutuhan NKRI Serta Menyambut Ramadhan 1440 Hijriah’ digelar di Masjid Agung Al-Muhlisin, Grogol, Jakarta Barat, Sabtu (4/5/2019) malam.

Selain dapat mempererat persatuan dan kesatuan. Acara ini menunjukan karakter Bangsa Indonesia yakni Bhineka Tunggal Ika. Terlebih dalam acara itu, Suripno mengatakan sejumlah timses masih masing paslon hadir. Mereka kemudian mendukung penuh acara ini, termasuk memastikan kondisi Jakarta Barat aman setelah pilpres.

“Dengan demikian saya harapkan kondisi damai dan sejuk tercipta,” tuturnya.

Sikap sama pengurus Vihara Ratana Graha, biksu Bante Sadhaviro. Ia mengatakan apa yang dilakukan Polres Metro Jakarta Barat wajib diikuti semua pihaknya. Dalam ketegangan tensi politik menunggu hasil real count, kata Bante, polisi mengajak masyarakat untuk berdamai

“Pesta demokrasi telah usai mari bersama-sama kita bersatu tak ada lagi perbedaan karena masing-masing pilihan saat pesta demokrasi, mari kita bersama sama menciptakan suasana khusus nya jakarta barat yang aman dan damai,” tutupnya. (Irwan)

KPU dan Bawaslu Apresiasi TNI Polri Dalam Mengamankan Pemilu 2019

Nunukan, Berandankrinews.com-KPUD Kabupaten Nunukan merelease Hasil Rapat pleno pemilu serentak tahun 2019 di Hotel Lenflin Nunukan, Sabtu (4/5/19). Setelah tiga hari melakukan pleno penghitungan surat suara.

Ketua KPUD Nunukan Rahman mengatakan, terkait Hasil Rapat Pleno terbuka penghitungan suara Pemilu serentak tahun 2019 di Kabupaten Nunukan berjalan dengan baik, Pelaksanaan pemilu pada Rabu 17 April ada beberapa dari Anggota KPU Nunukan yang mengalami kecelakaan dalam tugas, keguguran kandungan dan lainya ini semua untuk perjuangan pesta demokrasi.

“Terima kasih kepada Kapolres Nunukan dan Jajarannya, Dandim dan jajarannya, Satgas Pamtas, para Saksi dan ketua PPK di 19 kecamatan,” tutur Rahman.

Hasil dari pleno tingkat KPUD Nunukan ini nanti akan kita bawa ke tingkat provinsi, di provinsi akan di tetapkan hasil Pemilu serentak yang di Kabupaten Nunukan, kata Rahman.

Pada kesempatan itu, Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro, SIK, MH mengatakan bahwa Polri dan TNI bekerja sama bersinergi dalam mengawal Tahapan pemilu serentak dari mulai masa kampanye, masa pemungutan suara pada Rabu 17 April, hingga penghitungan rekap di tingkat PPK dan selama tiga hari Rapat Pleno tingkat KPUD Nunukan yang digelar di Hotel New Lenflin ini.

“Alhamdullilah semua berjalan dengan aman tertib dan kondusif,” kata Kapolres.

Kapolres juga berpesan agar tetap menjaga keamanan yang telah kondusif.

“tetap menjaga keamanan yang sudah kondusif ini, setelah Pres release ini hasil dari Rapat pleno tingkat Kabupaten ini, kita jangan saling memenangkan diri dari pihak simpatisan, tim sukses dan lainnya atas kemenangan perolehan suara khususnya untuk pemilihan pilpres, kita tetap menjaga kondusifitas sampe kita menunggu hasil resmi dari KPU pusat yang akan menetapkan hasil pemilu serentak pileg dan pilpres 2019,” Tutur Kapolres.

Sementara, Ketua Bawaslu Yusran SH, mengapresiasi kepada semua pihak Kepolisian yang sudah menyiapkan Pengamanan yang sangat panjang bersama TNI dan LSM lainya sehingga proses tahapan pemilu serentak di Kabupaten Nunukan berjalan dengan kondusif. Namun Yusran menuturkan ada beberapa kendala dilapangan yang perlu diperbaiki kedepannya. (Ruth)

Nurman Idrus :Lembaran C1 Lusuh Pembawa Kisruh

Soppeng (Sul-Sel) Berandankrinews.com-Direktur Lembaga Bantuan Teknis dan Managemen Pemilu Nurani Strategis (NUSA) Nurman Idrus mengatakan dalam tiga pekan pasca pemungutan suara Pemilu 2019 lalu, lembaran kertas berkode C1 yang gampang lusuh itu menjadi barang paling dicari di Indonesia.

Nurman mengatakan, Dalam tiga pekan pasca pemungutan suara Pemilu 2019 lalu, lembaran kertas berkode C1 yang gampang lusuh ini menjadi barang paling dicari di Indonesia ujarnya dalam group WA tersebut, Sabtu (4 /5/ 2019).

Menurutnya, menjadi masuk akal untuk dicari karena lembaran kertas ini menjadi penentu besaran perolehan suara baik capres dan juga caleg.

“Pilihan-pilihan pemilih di lima kertas suara Pemilu di TPS oleh KPPS, dipindahkan menjadi catatan-catatan tulis tangan ke dalam formulir C1 ini. Kertas suara langsung menjadi barang tak berguna, ketika catatannya sudah dipindahkan ke C1, kecuali ada penghitungan suara ulang,”kata Nurman.

Disebutkan Nurman, C1 sendiri terdiri dari dua bahagian penting. C1 Plano berukuran besar yang diisi dengan kode tally, ditempel dipapan penghitungan suara TPS, yang merupakan rekapitulasi perolehan suara. Lanjutnya dari C1 Pleno berhologram ini, kemudian dipindahkan ke C1 yang lebih kecil berupa sertifikat perolehan suara beserta banyak lampirannya.

“C1 Pleno jumlahnya hanya satu lembar saja per parpol. Tak ada salinannya begitu juga kopiannya,” Ujar Nurman.

C1 Plano ini juga disebut kitab rekapitulasi suara. Kertas ukuran plano yang lembarnya hingga maksimal 20 buah per TPS ini, dimasukkan ke dalam kotak suara yang selanjutnya dikirim ke PPK di kecamatan.

Direkapitulasi suara di kecamatan, saat para pihak tak sepakat dengan hasil penghitungan di C1 kecil, maka C1 Pleno ini menjadi penengah. Tak ada yang bisa membantah angka apapun di C1 Pleno sebab hanya satu buah, ungkap Nurman.

Namun kisruh juga terkadang terjadi ketika C1 Pleno hilang di dalam kotak, oleh KPPS yang tak paham dengan juknis dan menyimpannya diluar kotak saat dikirim ke kecamatan.

Kata Nurman, berbeda dengan C1 Pleno, C1 yang lebih kecil, mempunya puluhan salinan. Dipegang oleh KPPS, PPS, KPU, para saksi dan panwas TPS serta C1 hologram yang berada di dalam kotak bersama C1 Pleno.

Pertikaian di tingkat rekapitulasi kecamatan sering terjadi dan memperlambat rekapitulasi oleh karena C1 kecil ini, karena banyak salinannya maka tak ada yang bisa menjamin ada tangan-tangan nakal yang mengutak-atik angkanya sebelum dibawa ke kecamatan.

“Lalu, mengapa begitu sulitnya banyak pihak terutama caleg yang kesulitan mendapatkannya,” ungkapnya penuh tanda tanya

Dikatakannya, Setelah saya analisis situasi terakhir di Pemilu 2019 ini, maka saya menarik dua kesimpulan.

Pertama, kesalahannya ada pada penyelenggara yang mayoritas tidak mempublikasikan C1 ini di tingkat TPS dan PPS. Padahal dalam UU 7/2017, KPPS wajib mencantumkan C1 di TPS pasca penghitungan selesai. Begitupula dengan PPS wajib menempelkan seluruh lembar C1 di wilayah desa nya di kantor desa atau kelurahan, Kondisi itu semakin diperparah karena sistem hitung cepat KPU yang dasarnya dari upload C1 yang dikirim langsung ke situs KPU, ternyata lambat, lemot dan tak berdaya.

Kedua, partai politik tidak mampu mengkonsolidasi secara terpusat saksi-saksinya di lapangan. Saksi-saksi banyak yang tidak menyetorkan lembar C1 yang dipegangnya langsung ke partai. Sebagian bahkan bermain dengan mengcopi lebih banyak dan membagikannya kepada caleg dengan imbalan tertentu.

“Ironisnya banyak juga ditemukan C1 dengan angka menipu alias palsu entah dari mana asalnya. Akibatnya banyak caleg yang mengeluh karena angka C1 yang dipegangnya berbeda dengan asil rekapitulasi di kecamatan,”ungkap Nurman.

Sungguh ini akan menjadi masalah berulang jika tak segera diatasi. Para pemangku kepentingan, para ahli pemilu dan semua yang berkepentingan harus kembali duduk bersama menyelesaikan persoalan berat ini, tutup Nurman

Sementara itu, Caleg dari Partai PBB Rusdiaman Tahir mengungkapkan atas laporan dari saksinya, fakta yang terjadi dilapangan di tps 16 Tettikenrarae Kecamatan Marioriwawo Dapil 5 Soppeng.

“Fakta dilapangan terjadi di TPS 16 Tettikenrarae Kecamatan Marioriwawo Dapil 5 Soppeng, dari laporan saksi, hampir semua salinan C1 dipegang oleh panwas dan saksi merekap, suara Kusman Aras sebanyak 1 suara, namun setelah ada keganjalan yang ditemukan dari Saksi lain maka dibukalah polling yang besar dan ternyata suara Kusman Aras ada 24, sesuai dengan C1 Asli,” ungkap Rusdiaman Tahir. (Herwan)

Pemilu Telah Selesai, Ketua MUI Medan: Serahkan Semua Pada Ahlinya

MEDAN (Sumut), Berandankrinews.com- Pemilu 2019 sudah dilaksanakan secara transparan, jujur dan adil serta demokratis.

Ketua MUI Kota Medan Prof DR H Muhammad Hatta mengatakan apabila ada pelanggaran dalam pemilu 2019 silahkan dilaporkan.

“Kita yakin, laporan tersebut akan diproses sesuai hukum yang berlaku,”katanya, Kamis (2/5/2019).

Ia mengingatkan kepada masyarakat agar sabar dalam menanti hasil dari Pemilu yang diadakan pada 17 April 2019 kemarin. Perlu diketahui bahwa, sambungnya, pemilu merupakan syarat demokrasi.

“Kita semua berpartisipasi untuk mewujudkan sebuah tata pemerintahan yang baik dan benar,”ujarnya.

Tentu saja, akunya, sebagai negara yang bersatu Indonesia khususnya Provinsi Sumut dan Kota Medan telah teruji dalam pelaksanaan pesta demokrasi.

“Terujinya kita lalui dari proses awal sampai kepada proses akhir. Saat ini kita berada pada proses tersebut . Kita telah menyelesaikan proses pelaksanaan pemilu dan menuju kepada hasil,”terangnya.

Ia berharap agar proses ini dilalui dengan penuh keseksamaan dengan tata pikir, tata pelaksanaan dan tata perencanaan serta pelaksanaan yang sebaik-baiknya.

“Pelaksanaannya belum selesai, kita akan menunggu pernyataan resmi dari badan yang berkompeten. Saat itulah maka diperlukan kesabaran, kesungguhan, bagi kita semua di dalam menunggu hasil pemilu 2019 kemarin,”jelasnya.

“Begitulah seharusnya kesabaran ketika kita menyerahkan semua kepada para ahlinya dalam melaksanakan prosea tersebut dengan penuh rasa percaya diri, dan taat kepada aturan,”ujarnya.

Dengan demikian, katanya, Insya Allah masyarakat Kota Medan dan Sumut akan mendapatkan tata pemerintahan yang baik dan benar.(Leo)