Hari Kedua, Turnamen Tenis Meja se-Kabupaten Nunukan 2024 Capai Babak Semifinal Pelajar dan 16 Besar Tunggal Umum

NUNUKAN – Turnamen olahraga Tenis Meja se-Kabupaten Nunukan tahun 2024 yang digelar oleh Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Nunukan dan Persatuan Tenis Meja (PTM) Ambalat Nunukan memasuki setengah kompetisi pada hari kedua pergelaran.

Turnamen tersebut telah mencapai babak semifinal kategori pelajar U-15 dan U-18, lalu perdelapanfinal kategori tunggal umum dan ronde 8 besar untuk ganda umum.

Dengan menggunakan sistem gugur akhirnya pada hari pertama, kategori U-15 dan U-18 memasuki babak semifinal dengan mempertemukan 4 pelajar terbaik dan akan berlangsung pada hari ketiga yakni Minggu, 24 November 2024.

Sama halnya dengan kategori pelajar, babak 16 besar tunggal umum dan perempatfinal ganda umum juga akan digelar pada hari terakhir turnamen.

Saat ditemui, salah satu peserta dari kategori tunggal dan pasangan umum, Muhammad Adhe Fachriady berterima kasih atas diadakannya kembali turnamen tenis meja di Kab. Nunukan.

“Terima kasih yang paling pertama saya ucapkan tentunya kepada penyelenggara, karena telah kembali lagi menggelar turnamen tenis meja seperti ini, dimana yang pasti sudah ditunggu-tunggu oleh peminat olahraga tenis meja di Nunukan,” ungkapnya di Gedung Inhutani, Sabtu (23/11/2024).

Kemudian, pemuda yang kerap disapa Adhe tersebut juga menerangkan bahwa dirinya baru kembali lagi bermain ataupun melakukan pertandingan setelah sekian lama tidak ikut dikarenakan kurangnya kompetisi dan faktor waktu.

“Kompetisi ini saya ikut lagi karena memang mungkin baru ada lagi kan terus juga sibuk di usaha kecil-kecilan padahal sebenarnya sudah lama tidak pernah main, jadi ya coba-coba walaupun sudah mengenyam olahraga ini dari kecil, karena orang tua juga peminat tenis meja soalnya,” sebut Adhe.

Bersama dengan itu, Ia berharap dapat memenangkan kompetisi dengan usaha dan hasil yang maksimal.

“Bersyukur bisa sampai tahap ini, kita coba maksimal saja untuk bisa menang, yang penting berusaha sekuat tenaga dan fokus saja dulu di setiap pertandingan,” harap Adhe.

Adapun pada hari ketiga, seluruh rangkaian turnamen akan berakhir bersama dengan partai final hingga para peserta berusaha melakukan yang terbaik agar dapat memperebutkan posisi juara III, II dan I pada masing-masing kategori.

(nam/nam)

Sempat Lama Vakum, Turnamen Tenis Meja se-Kabupaten Nunukan Kembali Digelar

NUNUKAN – Bertempat di Gedung Inhutani, Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Nunukan yang didukung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kab. Nunukan dan Persatuan Tenis Meja (PTM) Ambalat Nunukan, menggelar pembukaan Turnamen Tenis Meja antar Pelajar dan Umum se-Kab. Nunukan tahun 2024, Jumat (22/11/2024) pagi.

Turnamen tersebut akan bergulir selama 3 hari mulai tanggal 22 hingga 24 November dengan mempertandingkan kategori tunggal, putra serta putri untuk U-15, U-18 dan tunggal putra putri  umum dan ganda putra umum dengan diikuti total 118 peserta, dimana sebagian besar pelajar berasal dari SMPN/Sederajat dan SMAN/Sederajat di Kab. Nunukan.

Keseluruhan peserta diantaranya U-15 Putra sebanyak 10 peserta, U-15 Putri 1 peserta, U-18 Putra total 17 peserta, U-18 Putri sejumlah 3 peserta, Umum Putra sebanyak 42 peserta, Umum Putri dengan 5 orang peserta dan Umum ganda sebanyak 25 pasangan.

Selaku Wakil Ketua PTMSI Kab. Nunukan, Muhammad Ilyas berterima kasih kepada KONI dan pihak-pihak lainnya hingga kegiatan turnamen yang telah lama vakum dapat kembali digelar.

“Kami PTMSI sangat berterima kasih kepada KONI Kab. Nunukan yang pada akhirnya kita diberikan bantuan berupa pembiayaan bersama dengan PTM Ambalat dan teman-teman yang telah membantu sehingga turnamen yang telah lama vakum dapat terselenggara hari ini,” ucap Muhammad Ilyas yang juga membuka kegiatan turnamen.

Menurutnya, antusias pelajar dan masyarakat sangat luar biasa, dimana terlihat dari jumlah pendaftar peserta turnamen tenis meja.

“Antusias masyarakat luar biasa, bahkan saya dengar dari teman-teman panitia, jikalau batas waktu pendaftaran tidak ditutup maka bisa lebih dari 118 peserta, maka dari itu kedepan PTMSI akan berkoordinasi dengan KONI, bagaimana tenis meja dapat diberikan fasilitas untuk pembinaan atlet-atlet terutama para pelajar,” ungkapnya.

Melalui turnamen ini, PTMSI akan melakukan evaluasi dalam rangka membuat program pada olahraga tenis meja di Kab. Nunukan dengan rencana jangka pendek yakni meninjau kalender kompetisi, lalu rencana jangka menengah, mendukung pembinaan atlet dari semua kelompok usia dan terakhir rencana jangka panjang yaitu pembinaan yang dapat bersaing ataupun berkompetisi di tingkat provinsi, Nasional dan Internasional.

Lebih lanjut, Muhammad Ilyas menyampaikan turnamen tenis meja di Kab. Nunukan telah lama tidak digelar akibat kepengurusan PTMSI yang sempat vakum dan faktor ditiadakan kompetisi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) untuk cabor tenis meja.

“Faktornya akibat kepengurusan PTMSI yang sempat vakum di tahun 2019 dan terbentuk kembali pada tahun 2022 diperbarui oleh KONI, termasuk salah satunya yakni ditiadakannya kegiatan O2SN cabor tenis meja, dimana itu sebagai acuan kalender kompetisi pelajar,” jelas Muhammad Ilyas.

Wakil Ketua PTMSI tersebut mengatakan kedepan akan terus memberikan support terhadap tempat pembinaan atlet tenis meja.

“Kita bersyukur bahwa tenis meja masih eksis pada kalangan pelajar, selanjutnya PTMSI akan mensupport klub-klub yangasih eksis membina tenis meja di Kab. Nunukan seperti PTM Ambalat ini,” kata Wakil Ketua PTMSI Kab. Nunukan.

Bersama dengan itu, Ketua Panitia kegiatan Turnamen Tenis Meja, Didi Suhardi menyebutkan telah berkoordinasi ke tiap sekolah dan kecamatan untuk para peserta agar dapat mengikuti kegiatan turnamen.

“Sebelumnya kita sudah menyurat ke tiap sekolah dan kecamatan untuk mencari para peserta, dan bukan hanya sampai disitu, tentu tujuannya agar bisa mencari atlet-atlet yang bisa dilakukan pembinaan,” tutur Didi Suhardi.

Kemudian, dirinya menyebutkan bahwa anggaran kegiatan berasal dari KONI dan swasembada dari teman-teman PTMSI.

“Tahun ini kita dicairkan sekitar 20 Jutaan dan dibantu dengan swadaya pagu dari teman-teman PTMSI, dimana antusias mereka juga sangat luar biasa dalam menyukseskan kegiatan ini,” imbuhnya.

Adapun turnamen dilakukan dengan beberapa sistem diantaranya untuk U-15 dan U-18 langsung menggunakan sistem gugur, sedangkan tunggal dan ganda umum dengan sistem pool lalu dilanjutkan melalu sistem gugur untuk memperebutkan juara I, II serta III.

(nam/nam)

Balai Guru Penggerak Provinsi Kaltara Selenggarakan Lokakarya 7 “Panen Hasil Belajar” PGP Angkatan 10 Reguler di Kabupaten Nunukan

NUNUKAN – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemedikbudristek) dan Balai Guru Penggerak Provinsi Kalimantan Utara menyelenggarakan Lokakarya 7 “Panen Hasil Belajar” Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 10 Reguler Se Kab. Nunukan. Acara ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab. Nunukan Akhmad yang mewakili Bupati Nunukan. 

Program Pendidikan guru penggerak angkatan 10 ini berlangsung di ruang aula pertemuan Lantai V Kantor Bupati Nunukan , Sabtu (26/10).

Lokakarya 7 Festival Panen Hasil Belajar Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 10 Kabupaten Nunukan kali ini mengambil tema “Panen Hasil Belajar”. Hadir dalam Festival ini dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara, Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Kaltara, Pengawas Sekolah Kab. Nunukan, Para Kepala Sekolah di Kab. Nunukan.

Setelah melalui pendidikan 8 bulan dengan metode pelatihan dalam jaringan (daring) serta tatap muka, lokakarya, dan pendampingan individu ditetapkan 24 peserta sebagai calon Pendidikan Guru Penggerak angkatan 10 Reguler, yang terdiri dari guru SD, SMP, dan SMA.

Dalam sambutan Bupati Nunukan yang diwakili Kepala Dinas pendidikan Kab. Nunukan Akhmad menyampaikan bahwa pendidikan guru penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran.

Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan.

Hasil yang ingin dicapai dari pembelajaran yang dilakukan kepada calon guru penggerak itu sendiri diantaranya adalah calon guru penggerak mampu memahami filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan melakukan refleksi kritis atas hubungan nilai- nilai tersebut dengan konteks pendidikan lokal dan nasional saat ini.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan calon guru penggerak mampu menjalankan strategi sebagai pemimpin pembelajaran yang mengupayakan terwujudnya sekolah sebagai pusat pengembangan karakter dengan budaya positif, serta calon guru mampu mengembangkan dan mengkomunikasikan visi sekolah yang berpihak pada murid kepada para guru dan pemangku kepentingan.

“Dengan melihat dan memahami definisi, serta tujuan yang ingin dicapai dari guru penggerak ini maka kita bisa memiliki gambaran sebuah mekanisme dan upaya dari pemerintah untuk mewujudkan guru yang semakin profesional, berkarakter pendidik, dan memiliki keinginan yang tinggi untuk para murid yang semakin berkualitas,” Ujarnya.

 

Pemerintah daerah Kabupaten Nunukan sendiri hingga saat ini terus menerus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kapabilitas para pendidik yang ada di lingkungan pemerintah Kabupaten Nunukan, dengan berbagai macam program kegiatan yang bersifat pengayaan profesi.

“Oleh karenanya, saya menyambut baik apa yang dilakukan oleh balai guru penggerak provinsi Kalimantan Utara dengan menggelar lokakarya ini.

Saya berharap segala program dan kegiatan, termasuk juga lokakarya ini benar benar dilakukan untuk mewujudkan kualitas para pendidikan yang mumpuni yang kedepannya adalah tercipta sebuah ekosistem pendidikan yang berkualitas yang tentunya muaranya adalah terwujudnya siswa siswi yang juga berkualitas juga,”Tambahnya.

Selanjutnya, Bupati dalam sambutan tertulisnya bermimpi ekosistem pendidikan di wilayah kita ini, khususnya di Kalimantan Utara dan Kabupaten Nunukan diisi oleh pelaku-pelaku pendidikan yang benar-benar menyelami, membumi dan berkarakter.

“Apabila hal itu bisa terwujud saya percaya semua hal yang terkait dengan pendidikan formal atapun non formal yang akan diterima oleh masyarakat semakin baik dan berkesinambungan”, tambahnya.

Pada kesempatan ini Bupati mengajak untuk membulatkan tekad bersama membangun daerah dimulai dengan meningkatkan kualitas dan profesionalisme para pendidiknya.

” Semoga apa yang kita lakukan ini benar benar bermanfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan di kabupaten nunukan dalam rangka untuk mewujudkan generasi emas 2045.’, ujarnya.

(PROKOMPIM)

Gelar Konferwil, EW LMND Kaltara Adakan FGD Dan Deklarasi Bertajuk Pilkada Damai

NUNUKAN – Pelaksanaan kegiatan Konferensi Wilayah (Konferwil) Ke – II Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (EW LMND) Kalimantan Utara diselenggarakan di Nunukan pada 25 – 27 Oktober 2024

Melalui Konferwil EW LMND Kaltara menggelar Forum Group Discussion (FGD) dengan tema “Tolak Intoleran, Hoax dan Ujaran Kebencian Serta Bersama Mensukseskan Pilkada Serentak Yang Aman, Damai dan Sejuk”

Dikatakan oleh Ketua EW LMND Kaltara yang saat ini masih menjabat “Mohd. Aswan” kegiatan Konferwil ini merupakan badan pengambilan keputusan tertinggi tingkat provinsi juga sebagai jenjang pergantian struktur kepengurusan serta menggagas beberapa strategi pergerakan EW LMND agar lebih masif kedepan

” Ini adalah agenda Konferwil yang merupakan badan pengambilan keputusan tertinggi tingkat provinsi selain juga sebagai pergantian struktur pengurus tingkat provinsi kita akan merumuskan program-program yang menjadi stratak pergerakan EW LMND Kaltara kedepannya agar lebih masif” Tutur Aswan

“Kita juga sembarengi dengan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan momentum Pilkada Serentak yang akan dilaksanakan pada November nanti yakni melaksanakan FGD yang dinarasumberi oleh Bawaslu, KPU, Akademisi dan Kesbangpol Nunukan agar mampu memberikan pendidikan politik kepada masyarakat ” Sambungnya

Dilanjutkan oleh Ketua Eksekutif Kabupaten LMND Nunukan “Firmanio Belida” Selain FGD yang dilaksanakan di Cafe Logika selanjutnya disertakan Deklarasi Pilkada Damai yang diadakan di Tugu Dwikora Kabupaten Nunukan

“Setelah melaksanakan FGD selanjutnya peserta dan narasumber kita kerahkan ke Tugu Dwikora Kabupaten Nunukan untuk melaksanakan Deklarasi Pilkada Damai”

Firman melanjutkan FGD dan Deklarasi tersebut merupakan satu rangkaian kegiatan Konferwil dengan tema Kaltara Yang Dicita-citakan Dalam Perspektif Pendidikan Dan Kebudayaan

“LMND juga terus memberikan pengawasan sosial kontrol dalam menjalankan peran sebagai mahasiswa serta kami mengajak kepada pemerintah untuk tetap menjaga netralitas dan umumnya kepada masyarakat agara mari bersama-sama menjaga kondusifitas dan menjalankan Pilkada 2024 ini dengan aman dan damai” Tutup Firman

Indra/Tim Redaksi

Imigrasi Nunukan Sosialisasikan Pentingnya Dokumen Keimigrasian dan Menjadi PMI Prosedural

NUNUKAN – Imigrasi Kelas II TPI Nunukan menggelar sosialisasi keimigrasian dengan tema Pentingnya Dokumen Keimigrasian dan Menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) Prosedural di Cafe 93, Kamis (24/10/2024).

Terlihat hadir sebagai narasumber Kepala Seksi (Kasi) Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Imigrasi Kelas II TPI Nunukan, Jodhi Erlangga, Kepala Badan Pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Utara (Kaltara), Kombes Pol F Jaya Ginting, Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Imigrasi Kelas II TPI Nunukan, Zulfan.

Selaku Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Kasubsi Lalu Lintas Keimigrasian, Zulfan mengatakan kegiatan bertujuan agar masyarakat mengerti pentingnya dokumen keimigrasian pada PMI.

“Agar paham dan mengetahui cara-caranya menjadi PMI yang terlindungi salah satunya dengan menggunakan dokumen perjalanan yakni paspor, dimana penting sebagai salah satu syarat dan perlindungan PMI bekerja di luar negeri,” ujar Zulfan.

Bersama dengan itu, peserta sosialisasi sebagian besar terdiri guru, siswa-siswi dan mahasiswa Nunukan, diantaranya berasal dari Politeknik Negeri Nunukan, SMA 2 Nunukan Selatan, SMA Muhammadiyah dan SMKN 1 Nunukan.

Kemudian, Zulfan menerangkan dikarenakan Kabupaten Nunukan merupakan wilayah perbatasan yang tak luput berhubungan dengan negara Malaysia, dimana celah jalur non-prosedural sering dimanfaatkan oleh oknum.

“Nunukan ini kan perbatasan, pasti kita akan berurusan dengan negara sebelah jadi disini kami tekankan pentingnya dokumen perjalanan guna menghentikan yang namanya lewat samping karena itu ilegal, kami berusaha menekankan untuk memiliki paspor,” katanya.

Selain itu, Zulfan mengharapkan peserta dapat menyebarluaskan informasi sosialisai bahwa pentingnya sebuah dokumen keimigrasian.

“Kita harap agar adik-adik sekolah, para guru dan mahasiswa dapat menyampaikan ke teman-temannya ataupun kolega dan juga keluarga ataupun di lingkungannya soal informasi sosialisasi kali ini,” harap Kasubsi Lalu Lintas Imigrasi Kelas II TPI Nunukan.

Adapun peserta sosialisasi banyak melakukan diskusi bersama narasumber dengan tanya jawab, terlebih soal proses pembuatan dokumen keimigrasian atau paspor, PMI Non-prosedural hingga jalur-jalur ilegal.

(nam/nam)