Yoseph Taek Sila Maju Untuk Jadi Jembatan Aspirasi Masyarakat

Kekuarga besar NTT hadir dalam ucapan Syukur

Berandankrinews.com, Nunukan (Kaltara)- calon Legislatif Dapil 1 Kabupaten Nunukan Yoseph Taek Sila Nomor urut 9 Partai Demokrat melakukan syukuran atas kerja keras selama ini yang ia lakukan sehingga lolos menjadi Calon legislatif tetap dapil 1 Kabupaten Nunukan. Acara yang berlangsung dI kediamannya itu dihadiri keluarga besar NTT dan salah satu calon legislatif Nomor urut 4 partai Demokrat Dapil 1 Kabupaten Nunukan.

Yoseph Taek Sila usai acara saat ditemui mengatakan dalam rangka syukuran kepada Tuhan bahwa segala sesuatu yang kami lakukan sejak awal dengan melengkapi berkas pendaftaran menjadi calon anggota DPRD Kabupaten Nunukan hingga sampai ditetapkan penetapan.

“Dalam rangka syukuran kepada Tuhan bahwa segala sesuatu yang kami lakukan sejak awalnya melengkapi berkas untuk mengikuti calon Anggota DPRD di Kabupaten Nunukan sampai hari ini telah ditetapkan di KPU sehingga kami berniat untuk bersyukur, lanjutnya meskipun belum sampai hari Hnya kami tetap bersyukur kepada yang maha kuasa karena segala sesuatu akan berhasil ketika kita selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa”

Pria asal NTT itu yang sejak tahun 1993 telah menginjakkan kakinya di Kabupaten Nunukan itu menambahkan jika ia maju sebagai perwakilan Keluarga besar NTT Kabupaten Nunukan.

“saya mewakili Keluarga besar NTT dan Gereja Katholik Nunukan, niat saya maju tentu tak lain ingin menjembatani aspirasi masyarakat Kabupaten Nunukan, agar keinginan maupun keluh kesah mereka dapat tersampaikan serta terpenuhi,” Jelas Yoseph.

Yoseph Taek Sila yang akrab disapa warga NTT Yoseph Ojek itu awalnya adalah seorang tukang Bangunan yang mengadu nasib dikabupaten Nunukan pada tahun 1993, Kemudian 6 bulan ia bekerja di Malaysia dan kembali di Kabupaten Nunukan, Pada tahun 1996 Yoseph mengubah profesi menjadi tukang Ojek, ia bergabung di pangkalan ojek Murni. Pada saat itu ia mulai dikenal dan mendapat panggilan Yoseph Ojek hingga saat ini. Kemudian ia bergabung di Dinas Sosial sebagai pendamping untuk membantu masyarakat.

Pada tahun 2016 Berkat kepercayaan masyarakat, Ia pun terpilih sebagai ketua RT.05 di dilingkungannya Jl.KH Agus Salim (Kampung Jawa) Kelurahan Nunukan Tengah hingga saat ini.

Dengan Niat dan Tekad serta dukungan keluarga besar NTT, Yoseph pun berharap, masyarakat dapat memberi kesempatan untuk duduk di kursi DPRD Kabupaten Nunukan lewat dukungan suara saat pemilihan nanti.

“Tanpa usaha dan dukungan masyarakat tentu kami juga tak bisa mendapat yang diinginkan, ” ujar Yoseph.

Penulis: OV

Hantu Pocong Ditangkap Polisi, Ternyata Bocah Iseng

Berandankrinews.com, Nunukan (kaltara)- Tim PUMA III Polsek Kota Nunukan mengamankan 12 orang anak yang selalu menakuti masyarakat yang melintas dengan sepeda motor di jl.Tanah merah kelurahan Nunukan Utara. Anak-anak tersebut mengunakan kostum Pocong. Minggu (4/11) sekitar pukul 01.00

Sebelum diamankan Tim PUMA III dikejutkan dengan penampakan sosok pocong yang melompat-lompat di jl. Tanah Merah yang tidak ada lampu penerangan jalan. Tim pun mendekati pocong tersebut dan ternyata terlihat sekelompok anak-anak yang langsung melarikan diri. Tim PUMA langsung mengejar anak-anak yang mencoba melarikan diri.

Tim PUMA III saat mengamankan anak-anak

Tim berhasil mengamankan 12 anak, 4 diantaranya yang berperan mengunakan kostum pocong yakni Supriadi Ala Topan, Yusran, Rifal dan Putra Ramadhan.

Tim PUMA III mengaman 7 unit kendaraan roda dua , kostum pocong yang digunakan.

Tim pun mengiring ke 12 anak tersebut ke Polsek Kota Nunukan untuk diberikan pengarahan.

Kasubag Humas Polres Nunukan M. Karyadi mengatakan kegiatan mereka tersebut dianggapnya hanya sebuah permainan namun membahayakan pengendara yang melintas dijalan tersebut.

Pihaknya juga akan memanggil orang tua dari anak-anak tersebut untuk diberikan pembinaan.

 

“kita akan panggil orang tua dari anak-anak tersebut untuk diberikan pembinaan agar lebih protect terhadap anaknya atau keluarga mereka,” jelas Karyadi.

7 unit kendaraan roda dua yang berhasil diamankan diserahkan kepada Satlantas polres Nunukan untuk dilakukan penindakan.

Penulis : Rusli Elbols
Dokumentasi : Humas polres Nunukan

Acara Malam Kenal Pamit Kapolres Berlangsung Khidmat

Berandankrinews.com, Nunukan(Kaltara)-Acara Malam Kenal Pamit Kapolres Nunukan, Sabtu (3 November 2018) Malam, Berlangsung khidmat, Acara Malam Kenal Pamit yang dilaksanakan di gedung Akbar Ali, Jl. Fatahillah Nunukan, Kaltara dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Nunukan, para pengusaha Nunukan, para Pejabat penting di Lingkungan Pemkab Nunukan serta Tokoh masyarakat.

Dalam Acara itu AKBP Jepri Yuniardi, SIK resmi digantikan oleh Kapolres baru, AKBP Teguh Triwantoro, SIK, MH.

AKBP Jepri Yuniardi, SIK didampingi Istri saat memberikan sambutan.

Dalam sambutannya, Jepri menyampaikan permohonan maaf jika selama bertugas di Kabupaten Nunukan meninggalkan kesan yang kurang berkenan di hati masyarakat. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya dalam menjalankan tugasnya sebagai Kapolres selama bertugas di Kabupaten Nunukan. kepada seluruh para pejabat, karena membantu polres Nunukan.

“Terima kasih untuk seluruh Masyarakat Nunukan, terutama Bupati Nunukan dan rekan-rekan,bersama-sama kami disini untuk mendukung dan mensukseskan pembangunan dikabupaten Nunukan sehingga bisa berjalan lancar hingga saat ini,” Kata Jepri.

Ia mengatakan tidak ada pesan yang dapat disampaikan namun satu kesan yang baik yang ia sampaikan.

Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro, Mantan Kapolres AKBP Jepri Yuniardi, Danlanal Nunukan, Dandim, serta Dansatgas

“suatu kesan yang sangat baik dan indah, saya betah ingin bertahan disini namun sudah tiba saatnya untuk berganti,”ujarnya.

AKBP Jepri Yuniardi didamping Istri pamit dihadapan tamu undangan dan Anggota Polres Nunukan dengn menutup sambutannya dengan 2 pantun.

“Kekota baru naik perahu, pulangnya naik delman, Wahai bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian kesalahan kami mohon dimaafkan. Lanjutnya, matahari terbit dari timur awan terbang memungkini tak ada yang terlihat dari suatu bulu, semoga kita dapat bertemu lagi,” Tutup Sambutannya.

Disisi yang sama Kapolres baru AKBP Teguh Triwantoro, SIK, MH. Mengatakan bersyukur kepada pimpinan Polri karena memberikan kesempatan diberikan kepercayaan menjadi Kapolres dikabupaten Nunukan.

“kami ucapkan terima kasih kepada pimpinan polri karena memberikan kesempatan kepada kami diberikan kepercayaan menjadi kapolres Nunukan, lanjutnya mungkin menurut kami jauh namun sebagai prajurit siap ditempatkan dimana saja,” kata Teguh.

Teguh yang baru pertama kali menjabat sebagai kapolres, tak ingin ketinggalan untuk berbalas pantun.

“Ayam unggas terbang tinggi, Jatuh tertembak dipohon jambu, kamikan bertugas dikabupaten ini, kami mohon kiranya dapat diterima dengan senang hati.” Ujarnya.

Bupati Kabupaten Nunukan pun turut mengucapkan selamat jalan dan terima kasih atas pengabdian AKBP Jepri Yuniardi, SIK selama bertugas sebagai Kapolres Kabupaten Nunukan. Ia berharap apa yang telah dilakukan oleh Polres dan Pemkab Kabupaten Nunukan dapat bermanfaat. Tak hanya itu, Bupati juga mengucapkan selamat datang dan sukses untuk kapolres yang baru AKBP Teguh Triwantoro, SIK, MH dan Mudah-mudahan dalam bertugas berjalan dengan lancar.

“Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan se kepada AKBP Jepri Yuniardi atas dedikasi dan intergritas dan pengorbanan dalam menjalankan tugas Negara untuk menjamin stabilitas dan keamanan Warga Nunukan,” ucap Asmin Laura Hafid.

Ia juga tidak ketinggalan untuk membalas pantun dengan mantan Kapolres AKBP Jepri Yuniardi.

“Kalau ada sumur diladang, bolehkah kita menumpang mandi, Kalau ada umurku panjang bolehkah kita berjumpa lagi,” ujar Asmin.

Usai menutup sambutannya Bupati Cantik Sekaltara itu mengajak Mantan Kapolres dan Kapolres baru Nunukan bersama Istri untuk bernyanyi bersama.

Foto bersama

Penulis : ov
Dokumentasi : Rusli Elbol

Ratusan Miras Selundupan Asal Malaysia Diamankan Petugas Marinir

Berandankrinews.com, Nunukan (Kaltara)- Kamis (1/11/2018), Ratusan botol minuman keras asal Malaysia disita Anggota Marinir saat melintasi pos Marinir Desa Balansiku, Kecamatan Sebatik Induk Kabupaten Nunukan pada Selasa (30/10/2018) Sekitar pukul 18.05 Wita.

Berdasarkan Informasi dan kordinasi dari Satgas Intelijen Marinir Sebatik dengan Pos Marinir Desa Balansiku Kecamatan Sebatik Induk, petugas Marinir berhasil mengamankan Minuman Keras sebanyak 660 botol yang diduga milik seorang pedagang ayam bernama Fendi warga Jl. Mulawarman RT. 05, Desa Bukit Aru Indah kecamatan Sebatik Timur, Nunukan.

Informasi yang didapatkan, Fendi adalah salah satu pedagang yang kerap menyelundupkan minuman keras asal malaysia masuk ke Nunukan, Ia adalah yang selama ini Incaran petugas.

Adapun minuman keras yang diamankan petugas yaitu Black Jack 23 karton berjumlah 276 botol, Labour 20 karton berjumlah 240 botol, Red bull 12 karton berjumlah 144 botol, dan 1 unit Mobil Truck warna biru dengan Nomor Polisi KT 8000 FC.

Sebanyak 660 botol Miras yang diamankan

Menurut informasi Miras tersebut apabila diuangkan senilai Rp. 40.560.000 dengan harga yang diberikan malaysia sedangkan Nilai jual di Nunukan mencapai Rp. 70.000.000 hingga Rp. 80.000.000

Saat ini Polsek Sebatik Timur sedang mendalami kasus penyelundupan Miras tersebut.

Penulis: Dhian

Polres Nunukan Ungkap Kasus Pembunuhan Sumisih

Berandankrinews.com, Nunukan (Kaltara)-Kasus pencurian dan pembunuhan terjadi dirumahnya Suminih (53) di Jl. Kasmir Foret Dusun Liang Butan Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Pelakunya seorang pemuda bernama Silvester alias Bister (16). Dia nekat menghabisi nyawa sumisih seorang pedagang, lantaran saat mencuri kepergok Sumisih.

Korban tewas di tempat. Sat Reskrim menyelidiki kasus tersebut berhasil menangkap si pencuri sekaligus pembunuh Sumisih.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi sekitar pukul 01.25 wita di Rumah Sumisih. Awalnya, Pelaku melakukan aksinya dengan menyelinap diwarung sekaligus rumah tempat tinggal korban, Pelaku masuk rumah korban melalui pintu belakang, Ia mencungkil slot pintu kayu dengan mengunakan golok yang dibawanya.

Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi didampingi Kasat Reskrim AKP M. Ali Suhadak dalam press conference

Saat Pelaku hendak pergi, tiba-tiba Sumisih terbangun dan berteriak “Astagfhirullah” sembari memandang pelaku, karena ketahuan, secara Spontan pelaku menghabisi korban dengan golok yang dibawanya untuk menghilangkan jejak.

Korba mengalami luka tusuk dan luka bacok dibagian leher belakang kepala, 10 jari tangan dan telinga dengan berulang kali dilakukan pelaku, hingga korban meninggal dunia.

Pelaku yang telah mengambil barang korban dan membunuhnya lalumeninggalkan rumah tersebut dengan mengunci kamar korban.

Sumisih diketahui tewas oleh tetangganya lantaran mulai pagi hingga siang hari warungnya masih tutup, tetangga Korban pun langsung menghubungi Polsek Krayan untuk mengecek rumah Sumisih, Pada pukul 11.00 wita tetangga korban dan Petugas polsek Krayan mendobrak pintu rumah korban.

Petugas bersama Saksi mata menemukan Sumisih tewas dikamarnya posisi telungkup dengan kedua tangan memegang kepalanya yang bersimbah darah.

Pelaku berhasil mengambil barang berharga milik korban berupa 3 unit Handphone, dan 8 bungkus rokok serta uang tunai 300.000 kemudian ia menjual hasil curian tersebut kepada rekannya Malindo alias Lindo (26)

Silvester berhasil diamankan dikediamannya di Dusun Paupan Kecamatan Krayan Selatan dan Malindo di Tanjung Karya Desa Pa Butal, Krayan  Barat bersama barang bukti sebilah golok, 1 lembar celana jeans biru, 1  lembar kemeja lengan Panjang berwarna hitam, 19 buah plester handyplast, 5 buah anak kunci, 1 buah memori kartu, 9 buah korek api, 8 bungkus rokok, 1 pasang sepatu, 1 botol minyak wangi axe dan 1 botol listerine.

Kasat Reskrim Polres Nunukan AKP M. Ali Suhadak, SH, MH mengatakan dalam proses penanganan perkara ini, untuk pembunuhan pasalnya tetap.

“dijerat Undang-undang KUHP Ancaman 15 Tahun Penjara, pasal 338 kita subsiderkan pasal 363 ayat 1 ke 3 tentang pencurian yang disertai dengan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa,” kata Ali.

Ia menambahkan untuk proses penyidikan dan peradilannya nanti akan digunakan perlindungan anak.

“karena perlakuannya khusus termasuk masa tahanannya itu terbatas, lanjutnya kita hanya memiliki waktu 30 hari itu terdiri dari 20 penyidik dan 10 perpanjangan di kejaksaan,” Jelas Ali

Ali menuturkan Khususnya penelitian nanti kita minta bantuan dari lapas untuk menilai kondisi sosial tersangka ini.

“bagaimana keluarganya, bagaimana perilakunya dan itu akan menjadi rekomendasi akhir nanti dalam penentu perkara”.

Ia menambahkan karena pelakunya khusus karena masih anak-anak kita akan melibatkan Pemda, Karena dipemda ada juga yang mengurusi hal itu, termasuk psikologi anak, pemerhati-pemerhati anak kita akan libatkan mereka.

“Jadi proses kembang anaknya diperhatikan juga melalui lembaga yang disediakan oleh pemda, yang selama ini kita jalin, dengan baik, karena setiap kasus menyangkut anak-anak itu kita libatkan mereka” pungkas Ali.

Penulis: AR