Masyarakat Nunukan Keluhkan Koneksi Jaringan Telkomsel Lelet

Berandankrinews.com, Nunukan (Kaltara)-Banyaknya Masyarakat Kabupaten Nunukan yang aktif menggunakan jaringan internet di Android maupun SmartPhone sangat kecewa karena sudah hampir dua minggu jaringan telkomsel internet lemot, Kamis (22/11/2018).

Hampir semua masyarakat pengguna mengeluhkan jaringan Telkomsel, termasuk jaringan 4G LTE juga mengalami gangguan.

Hal ini diungkapkan oleh salah seorang pengguna Internet Rusli kepada Berandannkrinews.com, Selasa (22/11/2018) mengatakan merasa kecewa dan kesal karena sudah mau 2 minggu ada gangguan dari jaringan internet.

“Setiap kali kita mau melakukan pengiriman berita ke Redaksi sering terlambat karena gangguan jaringan yang tidak optimal”.ujar Rusli yang juga berprofesi sebagai wartawan. Kendala lainnya yang dialami saat berkomunikasi via seluler yakni gangguan jaringan yang sibuk dan putus secara tiba-tiba dan suara disambungan seperti robot.

Belum lagi jaringan internet yang sangat lelet ketika mengakses portal media online dan juga media sosial seperti Facebook, Line, Mesenger, WhatsApp, Video Call dan juga aplikasi lainnya.

“sering kali menghubungi teman bahkan keluarga yang jauh sulit sekali, lantaran jaringan nya terkadang hilang bahkan jaringan 4G malah parah saat ini,” kata Rusli

Buruknya akses jaringan Telkomsel dan Internet di Kabupaten Nunukan, Berandankrinews.com mencoba konfirmasi ke Grapari Telkomsel yang berada di Jl. Pelabuhan Baru, Selaku SPV yang dipercayai Ikbal tidak bisa memberikan keterangan terkait hal itu, dikarenakan semua melalui dari Tarakan.

“Maaf mas, saya tidak bisa memberikan keterangan, nanti akan ada yang menghubungi,” jelas Ikbal, Kamis (22/11/2018).

Namun hingga saat ini pihak telkomsel belum ada yang menghubungi awak media ini setelah memberikan nomor kontak kepada Spv Telkomsel Nunukan.(Ed/Ov)

Status Lahan SMA Negeri 2 Masih Menumpang Di PT. Inhutani

Berandankrinews.com, Nunukan (Kaltara)-Status lahan SMA Negeri 2 Nunukan, Kaltara masih pinjam pakai dari PT. Inhutani Kabupaten Nunukan

SMA Negeri 2 Nunukan merupakan Sekolah peralihan dari SMA Pancasila yang dibangun sejak tahun 1975 dengan usia mencapai 42 tahun, hingga saat ini status lahan yang digunakan milik Inhutani.

Kepala sekolah SMA Negeri 2 Kabupaten Nunukan Marry Padang, mengatakan tanah ini merupakan milik Inhutani, Kami mengikuti batas ini bukan kemauan kami tapi keinginan PT Inhutani Nunukan sesuai Surat Pinjam Pakai yang diterbitkan oleh PT Inhutani Nunukan” kata Marry Padang, Senin (12/11/2018).

Ia menuturkan apakah pemprov Kaltara telah konsultasi dengan pihak Inhutani kami juga tidak tahu, yang jelas kami diberi wakas tidak merugikan walaupun ini milik Inhutani, inilah batas kami.

Dengan batas lahan yang ada untuk membangun gedung sekolah demi untuk mencukupi ruangan para siswa untuk melakukan kegiatan belajar mengajar, namun meski gedung sekolah tersebut telah bertingkat dua lantai tetap saja belajar mengajar di SMA Negeri 2 tersebut dilakukan pagi hingga sore lantaran ruangan yang tidak cukup untuk menampung para siswanya disebabkan lahan yang sempit.

Mary padang mengatakan kami cuma mau bagaimana lahan ini bersertifikat karena ini bukan ranahnya kami, jadi sepenuhnya menyerahkan ke Pemprov Kaltara.

“ini sudah 2 kali kami usulkan dan hingga saat ini belum ada jawaban, ini harus dilakukan duduk satu meja dengan stake holder, baik DPRD, Dinas Pendidikan dan pemkab Nunukan, kita hanya ingin menyampaikan kepada Pemprov Kaltara bahwa tanah ini di jual,”kata Mary padang.

Ketika berandankrinews.com konfirmasi kepada Inhutani, manager PT. Inhutani, Nurdin mengatakan tanah Inhutani yang ditempati SMA Negeri 2 sudah siap dijual kepada mereka, namun kendalanya ada sertifikat Tanah Inhutani yang harus diterbitkan semua dulu, karena akan kita kirim secara bersamaan ke pusat, dan nanti kita akan usulkan kembali tinggal bagaimana pemerintah mau atau tidak.

“Intinya kita lepas dengan jual beli, nanti kita usulkan kembali, tinggal bagaimana pemerintah meninjau ulang harganya,” jelas Nurdin, Rabu (20/11). (Ret/ED)

Ancam Pacar Dengan Pedang, Jiji Dibekuk Polisi

Kiki (21) pelaku

Berandankrinews.com, Nunukan (Kaltara)-Seorang pemuda bernama Nursyiah Azriq alias Jiji warga Jl. Pembangunan Kelurahan Nunukan Barat diringkus Polisi, Pria yang berusia 21 tahun itu ditangkap polisi karena berniat melakukan penganiayaan dengan sebilah pedang.

Kejadian itu terjadi dijalan H. Sumang Kelurahan Nunukan Tengah Kabupaten Nunukan, Kaltara, Rabu (21/11) sekitar pukul 02.00 Wite, diketahui saat itu korban yang bernama Irawati (27) sedang tidur, tiba-tiba pelaku datang membangunkan korban dengan menggedor pintu, saat itu korban terbangun dan mendengar teriakkan pelaku yang ingin memaksa masuk kamar kost korban. Namun korban tidak membukakan pintu tersebut.

Namun pelaku berusaha untuk masuk dengan mencongkel jendela dengan pedang yang dibawanya dan mengancam akan menyakiti pelaku dengan pedangnya.

Barang bukti berupa Pedang samurai yang diamankan polisi

Karena korban merasa tidak nyaman dan merasa terancam, korban langsung menghubungi temannya bernama Cindy untuk membantunya menghubungi Polisi.

Sekitar pukul 03 45 Wita, Satreskrim yang sedang piket menerima aduan melalui via call center polisi. Petugaspun segera mendatangi TKP dan mencari Pelaku.

Polisi berhasil mengamankan Jiji dikediamannya di Jl. Pembangunan Kelurahan Nunukan Barat saat sedang bersembunyi.

Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro melalui Kasubag Humas polres Nunukan Iptu M. Karyadi, mengatakan, Pelaku dan korban sudah saling kenal sejak bulan September 2018 dan pelaku sering bertamu ke kamar korban.
Lantaran tersangka sakit hati pada korban “Untuk motifnya yang bersangkutan melakukan tindakan tersebut. Karena, merasa sering karena pelaku sayang sama korban namun korban kurang merespon perhatian pelaku, sehingga pelaku berniat melakukan tindakan demikian,” jelas Karyadi melalui Via telepon, Rabu (21/11).

Namun dengan tindakan demikian membuat nyawa korban terancam dan juga korban merasa tidak tenang. “Yang bersangkutan dikenai Pasal 2 Ayat (1) Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 dan pasal 335 ayat (1) 1e KUHP dengan tindak pidana mengusai, membawa dan memiliki senjata tajam dan pengacaman,” pungkas Karyadi.(***)

PLN Padamkan Listrik Tanpa Pemberitahuan

Berandannkrinews.com, Nunukan (Kaltara)-Pelanggan listrik PLN di Kabupaten Nunukan Selasa (20/11) sejak pagi tadi hingga malam menghadapi problem mati lampu yang memunculkan berbagai reaksi dan kecaman. Sebab, pemadaman itu tidak ada pemberitahuan kepada publik terlebih dahulu.

Banyaknya keluhan Pelanggan melalui media sosial terhadap layanan PLN Kabupaten Nunukan yang memadamkan listrik pagi tadi bahkan dilanjutkan pemadaman hingga malam.

Seperti postingan beberapa pelanggan yang memposting dari akun facebook bernama perantaw dari tulisannya “sukkuni kasih penderitaannya warga Nunukan kasih mati lampu airnya ndak ngalir-ngalir”. selain itu ada juga warga sebatik yang memposting melalui whatsapp “kenapa lampu begini nih”, dan masih banyak lagi keluhan pelanggan pln.

Sekitar pukul 20.11.WIB, Berandankrinews.com melalui via whatsapp mencoba konfirmasi kepada manager pln Nunukan, Fajar, namun fajar tidak merespon, ketika media ini mengirimi pesan kembali ia hanya menjawab “Masih pekerjaan proses perbaikan kami di lapangan
Mohon maaf”, jawab Fajar melalui via whatsapp, Selasa (20/11).

Hingga saat ini belum diketahui penyebab dari pemadaman listrik yang dilakukan PLN sejak Pagi tadi.(***)

Pekerja Bangunan Tersengat Listrik Saat Mengaduk Campuran Semen

Berandankrinews.com, Nunukan (Kaltara)-Seorang pria bernama Andi (26) warga Jl. Sei Sembilan (Kandang Babi) Kelurahan Selisun Nunukan Selatan, tersengat listrik saat bekerja disalah satu bangunan yang sementara dikerjakan di Jl. Fatimura Samping pasar Pagi Nunukan, Senin (19/11/2018) Sekitar pukul 15.45 wita.

Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro, SIK, MH melalui Kapolsek Kota Iptu Hairul Ismed Harahap, SH, mengatakan, dari informasi rekan kerjanya bahwa saat bekerja sedang mencampur semen, sekop korban tersentuh kabel telanjang milik pln yang berada diatas kepalanya.

“Diduga korban saat bekerja kurang memperhatikan kabel telanjang tersebut,” kata Ismed

Andi saat dievakuasi dari lantai atas (Atap)

Ismed menambahkan dari informasi rekan korban Sudi Saputra, korban baru 5 hari bekerja dibangunan milik Hj Ita yang disewa Andi Amin.

“jadi bangunan itu milik Hj Ita, disewa sama Andi Amin kata pekerjanya, kebetulan saat hujan airnya merembes jadi mereka hanya mengerjakan yang bocor dan retak diatas atap,” Jelas Ismed.

Dari informasi Masyarakat saat kejadian sempat terjadi ledakan dan percikan api kecil.

Atas kejadian tersebut Korban mengalami luka ditangan dan dibahu dengan tangan keram, dua personil polsek kota ikut serta menghantar korban langsung ke rumah sakit umum daerah Nunukan untuk mendapatkan pertolongan.

“saat ini korban telah dilarikan ke Rumah sakit ditemani dua personil kita,”kata Ismed.

Menurut masyarakat setempat bahwa kejadian itu sudah yang kedua kalinya terjadi dibangunan tersebut. (***)