Syukuran Natal dan Tahun Baru PDKKT, Wagub ajak Masyarakat Dayak Kenyah Perkuat Persaudaraan dan Kerukunan

TARAKAN – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara) Ingkong Ala, S.E., M.Si bersama istri Kornie Serliany Ingkong, S.T., hadiri acara Ibadah dan Syukuran Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Perkumpulan Dayak Kenyah Kota Tarakan (PDKKT), digelar di Gedung GKII Betesda, Juata Permai, Sabtu (10/1) malam.

Mewakili Gubernur Kaltara, Wagub Ingkong menyampaikan ucapan selamat merayakan Natal dan Tahun Baru kepada seluruh warga Dayak Kenyah yang ada di Kota Tarakan.

“Natal merupakan peristiwa penting iman yang agung, ketika Tuhan menyatakan Kasih-Nya melalui kelahiran Jesus bagi keselamatan umat manusia,” kata Wagub Ingkong.

“Natal mengajarkan nilai-nilai kerendahan hati, pengorbanan, kasih dan damai sejahtera yang harus senantiasa dihidupi dalam kehidupan sehari-hari khususnya umat Kristen,” sambungnya.

Wagub mengatakan bahwa rumah ibadah, organisasi maupun sebuah lembaga memiliki peran yang sangat strategis dalam menanamkan iman, membentuk karakter dan memupuk kasih serta tanggung jawab sosial.

Ia mengapresiasi organisasi PDKKT Kaltara yang selama ini turut berkontribusi dalam pembinaan umat, penanaman nilai-nilai moral dan spiritual serta dalam menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Kaltara.

“Suatu organisasi yang kuat akan selalu berlandaskan dengan iman, rasa tanggung jawab dan keadilan. Ketika hal ini dilaksanakan dalam sebuah organisasi maka akan melahirkan pengurus dan anggota yang rukun, damai dan sejahtera,” tuturnya.

Ingkong mengimbau pada perayaan Natal ini menjadi momentum untuk memperkokoh persatuan, memperdalam iman serta memperkuat komitmen dalam hidup bersama di tengah keberagaman bersama keluarga dan masyarakat.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berkomitmen bersinergi bersama komunitas masyarakat dan organisasi dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkarakter, beriman dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan di Bumi Benuanta.

“Melalui Syukuran Natal dan Tahun Baru ini, saya mengajak seluruh masyarakat Dayak Kenyah dan Jemaat GKII Betesda Juata Kota Tarakan untuk terus menjadi terang dan garam di tengah masyarakat, menebarkan kasih, memperkuat persaudaraan serta berperan aktif dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tutupnya.

(dksip)

Harlah Muslimat NU ke-80, Wagub Apresiasi Peran Aktif dan Kontribusi Perempuan dalam Pembangunan Bangsa

TARAKAN – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara) Ingkong Ala, S.E., M.Si., mengapresiasi Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) atas peran aktif dan kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa, khususnya dalam penguatan ketahanan keluarga, pendidikan, kesehatan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Hal ini disampaikan Wagub Ingkong dalam acara Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), yang digelar di Hotel Tarakan Plaza, Sabtu (10/1).

Mewakili Gubernur Kaltara dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, Wagub Ingkong mengucapkan selamat hari lahir ke-80 kepada seluruh keluarga besar Muslimat NU.

“Delapan dekade bukanlah perjalanan singkat. Ini merupakan bukti nyata konsistensi, keteguhan dan pengabdian Muslimat NU dalam mendampingi umat, memperkuat ketahanan keluarga serta berkontribusi membangun bangsa dari akar rumput,” kata Wagub Ingkong.

Ingkong menuturkan Muslimat NU telah menunjukkan peran strategisnya sebagai organisasi perempuan yang tidak hanya bergerak di bidang keagamaan tetapi berkiprah nyata di bidang sosial, pendidikan, kesehatan hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.

Pemprov Kaltara menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dan mendukung penuh organisasi kemasyarakatan termasuk Muslimat NU dengan membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di Bumi Benuanta.

“Dengan kolaborasi antara pemerintah, organisasi keagamaan dan masyarakat dapat menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA RI) Dra. Hj. Arifah Choiri Fauzi, M.Si., menyebutkan perempuan memiliki peran strategis mendukung agenda pembangunan nasional khususnya dalam penguatan SDM, kesehatan, pendidikan, perlindungan perempuan dan anak, serta kesetaraan gender.

“Kolaborasi antara Muslimat NU dan pemerintah dinilai penting dalam menyukseskan berbagai program nasional, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, pemenuhan gizi anak, serta penguatan ketahanan keluarga,” ujarnya.

Memasuki usia ke-80 tahun Muslimat NU diharapkan akan semakin solid, adaptif dan responsif dalam menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai perjuangan dan jati diri organisasi.

(dkisp)

Gubernur hadiri Doa Bersama MPI, Harapkan Pemulihan Aceh dan Sumatera

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menghadiri kegiatan “Doa Bersama untuk Sumatera, Doa untuk Indonesia”, diselenggarakan oleh Pengurus Besar (PB) Matahari Pagi Indonesia (MPI), berlangsung di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta, Jumat (9/1).

Doa Bersama berlangsung hikmat dihadiri oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Wamenhaj RI) sekaligus Ketua Pengurus Besar MPI, Dr. H. Dahnil Anzar Simanjuntak, S.Ak., M.PKP., Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M., tokoh dan pimpinan organisasi keagamaan, pengurus MPI dari berbagai daerah serta masyarakat.

Pelaksanaan Doa Bersama dipimpin langsung oleh perwakilan enam pemuka agama, Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha serta Konghucu secara berurutan.

Kegiatan ini menjadi momentum spiritual untuk memperkuat persatuan bangsa sekaligus memanjatkan doa bagi keselamatan, kedamaian dan kesejahteraan Indonesia, khususnya bagi wilayah Sumatera dan Aceh yang menjadi fokus utama doa bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Zainal menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah bencana alam yang melanda sejumlah daerah, khususnya di Aceh dan Sumatera.

“Malam ini kita berkumpul untuk memanjatkan doa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, agar saudara-saudara kita yang tertimpa musibah diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujarnya.

Zainal mengajak seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat untuk terus memperkuat nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan gotong royong, serta turut berpartisipasi dalam pemberian bantuan sebagai bentuk solidaritas bagi para korban bencana Sumatera.

Dikatakannya bahwa bantuan tersebut tidak hanya dalam bentuk materil namun dalam kesempatan saling mendoakan yang menjaga harapan para korban.

“Saya berharap melalui doa bersama yang dilakukan secara serentak dan penuh keikhlasan, para korban bencana diberikan kekuatan, serta bangsa Indonesia mampu mengambil hikmah dan menjadi lebih tangguh dalam menghadapi berbagai cobaan ke depan.

“Semoga di balik musibah ini, akan muncul kekuatan dan keteguhan bagi kita semua sebagai bangsa,” ujarnya.

Terakhir, Zainal menyampaikan apresiasi atas inisiatif PB MPI yang telah menyelenggarakan doa bersama lintas elemen masyarakat. Menurutnya kegiatan ini sebagai upaya mempererat persatuan serta memperkuat nilai kemanusiaan dan keagamaan di tengah musibah.

“Kita diberikan kemuliaan untuk bersatu, merapatkan barisan, dan mendoakan saudara-saudara kita. Semoga di balik musibah ini akan muncul kekuatan dan hikmah bagi kita semua,” tutupnya.

(dkisp)


Rakor bersama Menteri PPPA, Wagub Tegaskan Komitmen Perlindungan Perempuan dan Anak di Kaltara

TARAKAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) berkomitmen mendukung kebijakan dan program nasional di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Komitmen itu ditegaskan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara Ingkong Ala, S.E., M.Si dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA RI) Dra. Hj. Arifah Choiri Fauzi, M.Si., digelar di Swissbell Hotel Tarakan, Jumat (9/1).

Wagub Ingkong menyambut baik kedatangan Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi yang juga sekaligus menjadi narasumber rakor ini.

“Kehadiran ibu menteri beserta jajaran merupakan suatu kehormatan sekaligus bukti nyata perhatian dan komitmen pemerintah pusat terhadap penguatan pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, khususnya di Provinsi Kaltara,” kata Wagub Ingkong.

Ingkong menegaskan bahwa komitmen ini diwujudkan melalui penguatan regulasi, perencanaan dan penganggaran yang responsif gender dan ramah anak, serta peningkatan koordinasi lintas sektor dan lintas pemangku kepentingan.

“Kami meyakini melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusta, pemerintah daerah dan organisasi perempuan, berbagai tantangan di bidang pemberdayaan perempuan dan anak dapat dihadapi secara bersama-sama dan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Melalui rakor ini, Ingkong berharap terbangun kesamaan persepsi, komitmen serta langkah-langkah nyata dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi.

Dalam forum ini, Arifah Fauzi turut menyoroti pentingnya percepatan pembentukan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di seluruh kabupaten/kota.

“UPTD menjadi salah satu strategi yang tepat untuk penguatan transformasi Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak menjadi Ruang Bersama Indonesia (RBI),” ujarnya

RBI diharapkan dapat menjadi wadah kolaboratif lintas sektor untuk menekan angka kekerasan, memperkuat ketahanan keluarga serta meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan.

Hadir mendampingi Wagub Kaltara, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Hubungan Antar Lembaga Setdaprov Kaltara Ir. Wahyuni Nuzband, M.A.P., seluruh jajaran kepala perangkat daerah lingkup Pemprov Kaltara dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltara.

(dkisp)

Pemprov Teken Kerjasama Kementerian PPPA, Perkuat Sinergi Program Perlindungan Perempuan dan Anak

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum menyambut kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA RI) Dra. Hj. Arifah Choiri Fauzi, M.Si., di VIP Room Bandara Internasional Juwata Tarakan, Kamis (8/1).

Kedatangan Menteri PPPA Arifah Fauzi disambut hangat dengan prosesi adat daerah khas Bulungan yakni tarian Tepung Tawar. Tradisi ini biasa digunakan untuk menyambut tamu kehormatan yang memiliki makna doa keselamatan dan dijauhkan dari marabahaya.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Menteri PPPA Arifah Fauzi dengan Gubernur Zainal.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Zainal menyatakan dukungan penuh terhadap program-program prioritas Kementerian PPPA.

“Kami sangat berharap kehadiran Menteri PPPA dapat menghasilkan langkah konkret dan sinergis dalam mengembangkan strategi yang komprehensif untuk menjawab berbagai persoalan di daerah,” kata Gubernur Zainal.

Zainal mengatakan perlunya diterapkan pendekatan inovatif agar perempuan, anak dan kelompok inklusi menjadi bagian penting dalam pembangunan.

“Kami mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk menggerakkan OPD serta melibatkan semua lapisan masyarakat dalam menciptakan kesejahteraan, memastikan ruang yang aman bagi perempuan dan anak, serta mendukung program nasional pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” tegasnya.

Penandatanganan nota kesepakatan ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam mempercepat pelaksanaan program-program strategis di seluruh wilayah Kaltara demi mewujudkan lingkungan yang aman, inklusif serta ramah perempuan dan peduli anak.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan plakat dan cendera mata dari Gubernur Kaltara kepada Menteri PPPA. Sebaliknya, Menteri PPPA turut menyerahkan cenderamata kepada Gubernur Kaltara.

(dkisp)