Wagub Resmikan Karya Kreatif Benuanta 2025, Dorong Kreativitas UMKM Kaltara

TARAKAN – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara) Ingkong Ala, S.E., M.Si dengan resmi membuka acara Karya Kreatif Benuanta (KKB) Tahun 2025, digelar di Gedung Tarakan Art Convention Center (TACC) Tarakan, Jumat (31/10) pagi.

Acara KKB 2025 dibuka secara resmi dengan pemukulan gong oleh Wagub Ingkong didampingi Kepala Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara, Seno Indarto dan Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud Is.

Dengan mengangkat tema “UMKM Maju, Budaya Lestrai, Ekonomi Tangguh”, mewakili Gubernur Kaltara, Wagub Ingkong menyampaikan apresiasi atas terlaksananya Festival Karya Kreatif Benuanta 2025 dilaksanakan dari 31 Oktober 2025 hingga 1 Nopember 2025.

“Pelaksanaan Karya Kreatif Benuanta merupakan event tahunan bergengsi hasil kolaborasi Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kaltara dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kaltara sebagai wadah Sinergi pengembangan UMKM bersama,” kata Wagub Ingkong.

Wagub menjelaskan bahwa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Kaltara memiliki peranan yang sangat penting dalam memacu pertumbuhan ekonomi dan mengurangi jumlah pengangguran.

“Saat ini, di sektor UMKM berhasil menyerap lebih dari 129 ribu tenaga kerja, atau sekitar 71 persen dari total tenaga kerja non pertanian di Kaltara,” ujarnya.

Penyerapan terbesar berasal dari kategori perdagangan besar dan eceran, yang mencapai lebih dari 52 ribu pekerja atau sekitar 40 persen dari total tenaga kerja UMKM non pertanian.

Ungkapnya sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM di Kaltara, Pemprov Kaltara berkolaborasi bersama dengan Bank Indonesia serta berbagai pemangku kepentingan terkait melaksanakan festival Karya Kreatif Benuanta 2025.

Selanjutnya, ia mengajak bersama-sama dukung percepatan pertumbuhan ekonomi daerah dengan menyemarakkan kegiatan KKB 2025, serta mencintai dan menggunakan produk UMKM Kaltara.

Wagub Ingkong berharap bagi pelaku UMKM tidak hanya menjadi penonton dalam arus ekonomi yang semakin kompetitif, tetapi menjadi aktor utama yang tangguh, adaptif, dan kreatif dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada.

“Semoga sinergi dan kolaborasi yang terjadi dalam pagelaran tahun ini berjalan sukses dan berkelanjutan, serta memperkuat komitmen kita untuk bersama-sama mewujudkan Kaltara yang Maju, Makmur, dan Berkelanjutan, sesuai dengan visi dan misi Provinsi Kalimantan Utara,” pungkasnya.

Dalam momen itu Wagub Ingkong mengunjungi dan membeli sejumlah produk dan pernik-pernik di stand UMKM.

Turut hadir dalam acara ini Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara, Wesky Putra Pratama, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltara H. Muddain, ST., dan Wakil Ketua Dekranasda Kaltara Korni Serliany Ingkong Ala S.T.,

(dkisp)

Gubernur Lepas Kontingen Kaltara Menuju Popnas XVII 2025 Jakarta

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum melepas secara resmi melepas Kontingen Kaltara yang akan mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII Tahun 2025 di Jakarta.

Prosesi pelepasan Kontingen Kaltara berlangsung di Gedung Sri Tower Arena, Tarakan pada Jumat (31/10).

Dalam kesempatan ini, Gubernur Zainal menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh atlet pelajar yang terpilih melalui proses seleksi dan pembinaan untuk mewakili Provinsi Kaltara.

“Terima kasih yang tulus kepada para pelatih, official, dan jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga yang telah bekerja keras mempersiapkan kontingen terbaik kita untuk berlaga di ajang nasional ini,” ucap Gubernur Zainal.

Gubernur Zainal menuturkan pada Popnas XVII tahun 2025 ini akan dilaksanakan pada tanggal 1-10 November 2025 di DKI Jakarta dengan mengusung tema “Bersatu Untuk Negeri”.

“Tema ini mengandung makna penting yaitu olahraga menjadi wadah untuk mempererat persatuan dan memperkokoh semangat kebangsaan di kalangan pelajar Indonesia,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa tema ini juga harus menjadi pemacu semangat untuk bersatu sebagai satu kontingen Provinsi Kaltara dan bersatu sebagai bagian dari generasi penerus bangsa.

Lebih lanjut, Gubrnur Zainal menargetkan agar Kontingen Kaltara yang berjumlah 60 orang, yang terdiri dari 35 atlet serta 14 pelatih dan 11 official dapat menembus posisi 20 Besar Nasional.

“Ini menjadi sebuah target realistis namun penuh tantangan yang membutuhkan semangat juang tinggi dari seluruh komponen,” ujarnya.

Gubernur mengatakan bahwa Popnas bukan hanya sekadar ajang mencari medali, melainkan arena untuk pembinaan karakter, sportivitas dan meningkatkan semangat juang bagi pelajar Indonesia.

Pemerintah Provinsi Kaltara berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan olahraga pelajar sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia unggul di Bumi Benuanta.

Terakhir Gubernur Zainal berpesan kepada pelatih dan official untuk menjaga kesehatan, kekompakkan, kesehatan dan keselamatan seluruh anggota tim, dan pastikan kontingen kembali ke Kaltara dengan selamat dan membawa prestasi yang membanggakan.

“Berangkatlah dengan optimisme, bertandinglah dengan semangat, dan kembalilah sebagai pahlawan olahraga. Selamat berjuang, jaga kekompakkan, dan buktikan bahwa semangat juang atlet Kalimantan Utara adalah semangat juara,” pungkasnya.

(dkisp)

Capacity Building jadi Wadah Strategis Tingkatkan Sinergi Pemerintah Kaltara

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, SH., M.Hum berharap capacity building menjadi wadah strategis untuk berbagi pengetahuan dan momentum menyamakan persepsi. Hal ini disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi dan Capacity Building Biro Umum dan Bagian Umum Kabupaten/Kota Se-Kalimantan Utara Tahun 2025 yang digelar di Hotel Pangeran Khar, Jum’at (31/10) pagi.

Gubernur menegaskan tujuan dari rakor ini ialah, untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi antara provinsi dan kabupaten/kota.

“Peningkatan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan dan kualitas pembangunan di Kaltara yang ingin kita sama-sama wujudkan sesuai dengan visinya yaitu maju, makmur, dan berkelanjutan,” terangnya.

“Kita harus saling belajar, saling mengisi, dan membangun kolaborasi yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat,” sambungnya.

Lebih lanjut Gubernur menjelaskan Kaltara saat ini menghadapi tantangan yang kompleks, mulai dari tuntutan pelayanan publik yang makin tinggi, percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan, hingga adaptasi terhadap teknologi digital.

Meski demikian provinsi ke 34 ini memiliki peluang besar, terutama dengan potensi sumber daya alam yang melimpah dan posisinya sebagai gerbang strategis negara indonesia di bagian utara.

“Oleh karena itu, manfaatkanlah rakor ini sebaik mungkin. Karena rakor ini tidak hanya membahas masalah yang kerap kali kita jumpai saat bertugas, tetapi juga menghasilkan solusi inovatif dan rekomendasi konkrit dan memaksimalkan setiap peluang yang ada,” tegasnya.

Lebih lanjut Gubernur Zainal menyebut, keberhasilan pemerintahan sangat bergantung pada Aparatur Sipil Negara (ASN), karena ASN merupakan jantung dan pusat saraf administrasi di pemerintahan.

Menurutnya, peran dan fungsi ASN sangatlah vital. Karena Bagian umum adalah ujung tombak yang memastikan dukungan logistik, tata usaha pimpinan, kearsipan, hingga tata kelola aset berjalan dengan baik.

Gubernur Zainal menaruh harapan besar, pada Biro dan Bagian Umum. Ia menganggap Biro dan Bagian umum sebagai motor penggerak dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan yang terpenting, menjadi garda terdepan dalam memastikan pelayanan pimpinan berjalan cepat, tepat, dan profesional di setiap agenda kegiatan pimpinan.

“Pimpinan yang terlayani dengan baik akan mampu fokus pada pengambilan keputusan strategis untuk rakyat,” pungkasnya.

Rapat koordinasi ini juga dirangkaikan dengan pemberian apresiasi kepada ASN teladan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kinerja terbaik mereka.

(dkisp)

AJI dan SMSI: Menyulam Kolaborasi untuk Ekosistem Media yang Lebih Sehat

JAKARTA — Suasana hangat terasa di Sekretariat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Jalan Veteran II No. 7C, Jakarta Pusat, ketika Aliansi Jurnalis Independen (AJI) melakukan kunjungan pada Kamis (30/10).

Rombongan AJI yang dipimpin Sekretaris Jenderal Bayu Whardhana, didampingi Edi Faisol (Ketua Ketenagakerjaan) dan Sunudyantoro (Ketua Bidang Pendidikan), disambut langsung oleh Ketua Umum SMSI, Firdaus, beserta jajaran pengurus pusat. Pertemuan berlangsung akrab, diwarnai diskusi penuh semangat mengenai tantangan dan arah masa depan jurnalisme digital di Indonesia.

Bagi kedua organisasi, kunjungan ini bukan sekadar ajang silaturahmi. Ada kesadaran yang sama bahwa ekosistem media nasional membutuhkan kolaborasi nyata untuk menjaga profesionalisme dan integritas di tengah derasnya arus informasi digital.

“Kami melihat SMSI memiliki peran strategis dalam mengonsolidasikan media siber di tanah air. Kolaborasi seperti ini penting agar industri pers kita tetap sehat, kredibel, dan berintegritas,” ujar Bayu Whardhana.

Bayu menilai SMSI tidak hanya menjadi wadah organisasi media, tetapi juga telah berkembang sebagai motor penggerak transformasi digital yang mampu menjaga keseimbangan antara idealisme jurnalistik dan dinamika industri media modern.

Menanggapi hal tersebut, Firdaus menyampaikan apresiasinya terhadap semangat sinergi yang ditunjukkan AJI. Ia menegaskan bahwa SMSI lahir dari semangat wartawan yang profesional dan berintegritas.

“SMSI dibidani oleh aktivis Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), yang notabene adalah wartawan profesional. Dalam banyak hal, kami sering berkomunikasi dengan rekan-rekan AJI dan AMSI, terutama terkait kebijakan di Dewan Pers,” ungkap Firdaus.

Ia menambahkan, “Walaupun ada perbedaan, banyak juga persamaan yang dapat kita perjuangkan bersama.” ungkap Firdaus

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi dua organisasi besar di dunia pers ini. AJI dan SMSI menunjukkan komitmen yang sama untuk memperkuat ekosistem media nasional, menjaga kredibilitas jurnalisme, dan memastikan transformasi digital berjalan seiring dengan nilai-nilai etika dan profesionalisme.

(SMSI/*)

SIWO PWI Nunukan Tuntaskan Pra Porwada II, Kadisbudporapar Apresiasi Laporan Pertanggungjawaban

NUNUKAN – Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nunukan telah berhasil merampungkan program strategis Pra Porwada II yang terlaksana di September dan Oktober 2025.

Ketua SIWO PWI Nunukan, Alamsyah, menyampaikan bahwa pelaksanaan Pra Porwada II ini berfungsi ganda: menyeleksi komposisi tim terbaik yang akan berlaga di Porwada II Kaltara 2026, sekaligus menjadi sarana penting untuk mengukur dan mengevaluasi kesiapan Nunukan sebagai tuan rumah.

“Kami telah menguji berbagai venue olahraga, untuk nanti ditentukan akan menggunakan fasilitas yang mana,” ujar Alamsyah.

Alamsyah menambahkan, Pra Porwada II yang mempertandingkan cabor seperti Billiar, Bulutangkis, Domino, Karya Jurnalistik dan Fotografi Jurnalistik ini menunjukkan komitmen tim dalam mengejar prestasi.

“Target kami jelas, meraih medali emas di Porwada II Kaltara 2026, dan kegiatan ini menjadi langkah awal pematangan soliditas dan mental bertanding,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Disbudporapar Nunukan, Abdul Halid ST, mengapresiasi kinerja SIWO PWI Nunukan, terutama terkait kelancaran administrasi hibah. “Terima kasih dari Seksi Wartawan Olahraga yang telah menyerahkan dokumen pertanggungjawabannya,” kata Abdul Halid saat menerima dokumen laporan tersebut.

Abdul Halid menekankan bahwa kelengkapan dokumen LPJ sangat krusial untuk keberlanjutan dukungan pemerintah daerah. “Dokumen itu kita koreksi, mungkin ada kekurangan, ada kesalahan untuk nanti akan kami kembalikan untuk diperbaiki mana-mana yang harus diperbaiki,” jelasnya.

Menurut Abdul Halid, ketertiban dalam pertanggungjawaban dana hibah menunjukkan profesionalitas organisasi. Ia berharap, melalui pengecekan dokumen yang teliti, penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan sepenuhnya.

Program Pra Porwada ini memiliki bobot penting mengingat Porwada II Kaltara 2026 adalah babak kualifikasi menuju Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas). Oleh karena itu, uji kesiapan atlet dan kelancaran administrasi merupakan dua pilar yang harus berjalan seiring.

Abdul Halid menutup, “Sekali lagi, terima kasih atas partisipasinya dan juga istilahnya atas tanggung jawabnya lah untuk menyampaikan laporan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh SIWO. Terima kasih.”

Pernyataan ini menegaskan apresiasi Pemkab Nunukan terhadap tanggung jawab SIWO PWI dalam memanfaatkan hibah daerah.

(SIWO PWI NUNUKAN)