Satgas TMMD 105 Kodim 1424 Sinjai Angkat Batu Sejauh 300 Meter bersama Warga untuk Percepatan Pembangunan Sasaran

Bone (Sulsel)-Puluhan prajurit yang tergabung dalam Satgs TMMD Kodim 1424/Sinjai dan masyarakat bahu membahu mengangkat batu ke atas pundaknya. Mereka berjalan sejauh lebih kurang 500 meter memikul batu menuju lokasi pembangunan Gorong-gorong di Dusun Balle Desa Tompobulu , Kecamatan Bulupoddo Kabupeten Sinjai.

Tak terdengar keluh kesah walaupun tubuh mereka dibanjiri keringgat/peluh, anggota Satgas TMMD, fisik sudah cukup teruji

Batu-batu yang mereka angkat tersebut diambil dari pinggiran sungai yang sudah ditumpuk. Ini dilakukan prajurit TNI sebagai upaya untuk mengalirkan air agar tidak tergenang.

Tempaan fisik sebagai prajuti TNI terlatih membuat otot para prajurit ini mampu mengangkat beban berat sepanjang hari. Sesekali terdengar sorak semangat manakala pekerjaan selesai lebih cepat dengan teriakan sang Komandan semangat dari Letda Inf Anwar K.


Selama satu bulan terhitung 10 Juli sampai 8 Agustus 2019, perintisan jalan sepanjang 3.800 meter harus selesai dikerjakan prajurit TNI.

“Termasuk membangun jalan, gorong-gorong , pelebran jalan ,dan nonfisik lainya,”katanya.

Anwar K menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan anggota satgas merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat sekaligus mencerminkan kemanunggalan TNI dan Rakyat.

“Melalui kegiatan–kegiatan seperti Karya Bakti bersama Masyarakat diharapkan kedekatan dan hubungan baik antara TNI dengan Masyarakat semakin harmonis,”imbuhnya.
Kepala Desa Mahmuddin menyatakan, kebahagiaan bagi masyarakat dimana adanya program TMMD ini yakni perintisan jalan, maunpun lainnya.

“Sulit menggambarkan dengan kata-kata. Kami sangat bahagia dengan kehadiran bapak TNI yang telah membangun desa kami,”imbuhnya. (Irwan N Raju)

Festival Buah Kembali Digelar, 7 Jenis Buah Durian akan Ditampilkan

Nunukan (Kaltara)- Festival Buah yang akan digelar pada Rabu (2347/19) di Desa Maspul, Kecamatan Sebatik Tengah, kini Panitia Festival Buah telah mempersiapkan perlengkapan untuk festival buah 2019.

Festival buah yang mengangkat tema ‘Gebyar Buah Perbatasan’.

Ketua Panitia, Samsul Alam, Minggu ( 21/7/19) mengatakan, ini kami adakan karena kali ini dilihat banyak buah khususnya durian, jadi bisa kami adakan.

“Dilihat tahun ini lebih besar dibanding tahun kemarin, Ujarnya.

Samsul menuturkan, Festival ini bukan hanya buah durian saja nanti yang akan ditampilkan namun segala jenis buah-buahan yang ada saat ini.

“Seluruh kelompok tani yang ada di desa Maspul ini kami arahkan untuk menampilkan 7 jenis buah durian, seperti Durian Mentega, Durian Montong, dan Durian Susu, dan jenis lainnya yang dimiliki Masyarakat disini, untuk buah-buahan lainnya terserah dari mereka mau bawa atau tidak,” kata Samsul.

Lanjutnya, persiapan kami ya seperti ini membangun tenda, intinya kami akan maksimalkan sebaik mungkin untuk festival buah ini.

Samsul juga mengatakan, adanya kegiatan Festival buah ini berkat bantuan Kecamatan Sebatik Tengah dan Pemkab Nunukan.

“Dari Kecamatan Sebatik Tengah dan Dinas Ketahanan Pangan sangat mensupport dan membantu kita, Barusan tahun ini ada bantuan dari pemerintah,”ungkapnya.

Kemeriahan festival buah yang dilangsungkan nantinya dipastikan Samsul akan meriah dibandingkan tahun lalu.

“Intinya tahun ini kami yakin lebih meriah dibandingkan tahun lalu, meskipun undangan yang kita sebar hanya 200 undangan hal ini mengingat persediaan buah yang disiapkan teman-teman takutnya terbatas, karena buah yang disediakan hanya untuk dinikmati di festival saja bukan di bawa pulang. Adapun yang bisa dibawa pulang ya nanti bisa dibeli, karena sebanyak manapun durian ini pasti tidak bakalan cukup karena di Kabupaten saja sudah heboh, padahal undangan ke Kabupaten tidak banyak hanya saja dari mulut ke mulut ini,”ungkapnya.

Samsul berharap dengan digelarnya festival buah ini, dapat memajukan Gapoktan yang memiliki 6 kelompok tani yakni Anak Maspul, Putra Maspul, Cahaya Maspul, Sumber Sawit, Polewali dan Mamminasae.

“Harapan kita bisa memajukan Gapoktan dan kelompok tani yang ada di Desa Maspul, karena mungkin kelompok tani kami yang paling aktif dibandingkan kelompok lain yang ada di Desa maupun Kecamatan lain,”ungkap Samsul Alam. (Red)

Panitia Pilkades Sungai Nyamuk Bersiap Sambut Pesta Demokrasi

Nunukan (Kaltara) – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan dilaksanakan pada 23 Juli 2019 yang tinggal menghitung hari, kini Panitia Pilkades semakin sibuk melakukan persiapan menyambut Pesta demokrasi tingkat desa.

Seperti yang saat ini dilakukan panitia Pilkades Sungai Nyamuk telah mempersiapkan dengan matang segala bentuk atribut dan perlengkapan pilkades.

“Hingga saat ini ya kami panitia telah mempersiapkan seperti bimtek untuk petugas TPS telah dilaksanakan tadi sore,” kata Vina Karmila Ketua Panitia Pilkades Sungai Nyamuk.

Dia menambahkan, kami juga akan melakukan teguran kepada calon yang akan mengunakan ketahuan melakukan money politik.

Sementara itu, Panitia Pilkades Kecamatan Sebatik Timur, Amad Soderi mengatakan, terkait masalah Money Politik, mekanisme pemungutan suara dan mekanisme perhitungan suara sebenarnya untuk Pilkades kami berharap tidak ada praktek-praktek seperti ini.

Jikakalau pun dilapangan ditemui hal seperti itu Maka tugas kita bersama untuk menegur secara kekeluargaan, jika dianggap tidak bisa ditegur maka bisa melaporkan kepada Kecamatan sebagai pengawas Pilkades sebagaimana SK Bupati dan peran panitia pilkades Kecamatan dan Desa juga salah satunya adalah fungsi pengawasan ini.

“Tapi sekali lagi kita pendekatannya adalah azas kekeluargaan, semua bisa diselesaikan dengan musyawarah atau kekeluargaan,” jelasnya.

Lanjutnya, Fungsi Panitia Kecamatan salah satunya mengkoordinasikan semua tahapan Pilkades dengan TNI-Polri, berkaitan pengamanan sebelum dan saat pasca Pilkades.

Kita akan tugaskan Panitia Kecamatan untuk mengawasi setiap TPS dan adanya petugas Pengamanan sebanyak 4 orang per TPS dari unsur TNI, Polri, Sat Pol PP dan Pamsung diharapkan bisa menjalankan juga fungsi pengawasan, kita juga akan melibatkan anak-anak KKn Mahasiswa untuk ikut mengawasi.

Selain itu, panitia tingkat desa, para calon Kades, saksi dari masing-masing calon Kades, BPD dan PJ Kepala Desa juga hadir pada pemungutan suara di setiap TPS, ungkap Amad Soderi. (Dhian)

Nikmatnya Makan bersama Warga dan Satgas di lokasi TMMD ke 105 Kodim 1424/Sinjai

Bone (Sulsel) -Makan bersama di rumah penduduk merupakan bentuk kebersamaanaan dan kekompakan TNI dan warga dalam mengisi kegiatan sehari-hari di lokasi TMMD ke-105 di wilayah Kodim 1424/Sinjai.

Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 1424/Sinjai terlihat kekeluargaan bersama warga desa Tompobulu makan bersama di rumah warga yang ditempat oleh Satgas TMMD Kodim 1424/Sinjai 105, (17/7/2019).

Kekompakan dan kebersamaan tidak hanya tampak dalam aktivitas pengerjaan, tetapi juga tampak dalam waktu istirahat siang saat makan siang bersama prajurit Satgas TMMD dan warga Tompobulu
.
Hal ini menunjukkan bahwa antara TNI dan warga tidak ada perbedaan satu sama lain. Merujuk pada filosofi TNI, bahwa TNI dari rakyat untuk rakyat. Tampak keceriaan dari wajah prajurit Satgas dan warga yang menikmati suasana santai.

Disela-sela waktu istirahat, prajurit Satgas TMMD juga memanfaatkan waktu santai seperti kesempatan melakukan komunikasi sosial dengan warga di lokasi sasaran TMMD. Hal itu lebih bermanfaat untuk meningkatkan keakraban TNI dan rakyat di daerah pelosok.

Irwan N Raju

Lampaui Target, IDM Kaltara Meningkat, 11 Desa di Kaltara Nasik Status Menjadi Desa Mandiri


TANJUNG SELOR – Melalui berbagai program yang telah dilaksanakan di desa-desa yang ada Kalimantan Utara (Kaltara), berdampak positif pada peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) di provinsi terbungsu di Indonesia ini. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kaltara, Wahyuni Nuzban mengungkapkan, salah satu indikator meningkatnya IDM di Kaltara, adalah peningkatan status desa-desa di wilayah ini. Salah satunya, disebutkan, jumlah Desa Mandiri di Kaltara. Dari yang hanya 3 desa saja di 2018, pada tahun ini meningkat menjadi 11 desa. 

Angka ini, lanjutnya, juga melampaui target yang diberikan. Di mana Pemprov Kaltara melalui DPMD hanya menargetkan 6 desa yang statusnya naik ke desa Mandiri pada 2019 ini. Begitu pun dengan desa maju. Dari target 22 desa, terealisasi ada 31 desa di Kaltara yang naik statusnya menjadi desa maju. 

Naiknya status beberapa desa di Kaltara, masih kata Wahyuni, diikuti dengan berkurangnya jumlah desa tertinggal dan desa sangat tertinggal. Desa tertinggal, pada 2018 sebanyak 220, turun menjadi 206 di 2019. Sementara Desa sangat tertinggal yang pada tahun 2018 berjumlah 125, kini hanya menyisahkan 64 desa. 

“Saat ini tahapannya baru tahap verifikasi di tingkat Provinsi terhadap 8 desa mandiri yang baru. Namun pada 5 Juli  kemarin berkasnya telah kami sampaikan ke Pusat untuk diverifikasi lebih lanjut,” ungkap Wahyuni.

Dirinya menjelaskan, bahwa tercapainya peningkatkan IDM tersebut dikarenakan koordinasi dan sinergi yang bagus, antara Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Provinsi. Termasuk juga karena koordinasi baik antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Kaltara 

Faktor lainnya, sebut Wahyuni, karena pendampingan yang terus dilakukan kepada desa agar Dana Desa (DD) dapat fokus digunakan untuk peningkatan sarana dan prasarana desa, pelayanan sosial dasar, pengembangan ekonomi desa, dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. “Keberhasilan ini merupakan hasil dari kerjasama antar semua pihak dalam upaya pembangunan desa. Dan yang tidak kalah penting juga, karena dukungan dari pemerintah pusat. Salah satunya melalui dana desa yang nilainya terus mengalami peningkatan,” ujarnya.

Guna semakin meningkatkan IDM di Kaltara, Gubernur (Dr H Irianto Lambrie), kata Wahyuni, telah meminta sinergitas antar OPD semakin ditingkatkan. Termasuk juga sinergi dengan Pemerintah Kabupaten. Karena peningkatan status desa itu sendiri tidak bisa jika hanya dikerjakan oleh DPMD. Namun harus ada kerjasama lintas sektoral. Terutama yang berkaitan aspek yang hanya bisa ditangani oleh OPD lainnya, seperti sarana kesehatan sarana pendidikan, ketersedian jaringan listrik, sumber air bersih, UKM dan masih banyak lagi. “Ada 3 kriteria utama yang menentukan peningkatan status desa, yakni indikator ekonomi, sosial dan ekologi. Hal ini lah yang membuat koordinasi dan sinergitas antar OPD sangat dibutuhkan,” tegasnya.Wahyuni menambahkan, sosialisasi IDM untuk upaya percepatan pembangunan desa akan terus dilakukan. Terutama terhadap pemerintah kabupaten. Karena dari pemerintah kabupaten lah yang menetapkan membuat perencanaan desa prioritas di masing-masing wilayahnya. “Sebagian besar target prioritas dari masing-masing kabupaten tercapai. Bahkan ada yang tidak diprioritaskan, pun naik statusnya. Ini karena pemahaman akan IDM itu sudah mulai baik,” tutupnya.(humas)