Kunjungan Kerja Pangdam V/Brawijaya di Kabupaten Nunukan.

NUNUKAN- Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid bersama dengan Ketua DPRD Kab. Nunukan Hj. Leppa, serta Unsur Forkopimda Kab. Nunukan, Kepala BP2MI Nunukan menyambut dengan hangat kedatangan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay beserta jajarannya di Pelabuhan PLBL Liem Hie Jung Nunukan. Selasa (11/5).

Saat Pangdam V/Brawijaya tiba di pelabuhan PLBL Liem Hie Jung tak lupa Bupati Laura mengucapkan ucapan selamat datang di Kabupaten Nunukan.

Sebelumnya Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay mengunjungi Wilayah Sebatik di Pos Aji Kuning serta peninjauan Patok PB-02 dan Rumah 2 negara yang ada di pulau Sebatik.

Kemudian sesampainya di Pelabuhan Plbl Liem Hie Jung, Pangdam V/Brawijaya beserta rombongan di sambut dengan tradisi Tarian dan Tepung Tawar.

(PROKOMPIM)

BPN Nunukan Selenggarakan Sosialisasi Implementasi Sertipikat Elektronik dan Penyerahan Sertipikat Aset Pemda Kabupaten Nunukan

NUNUKAN- Mewakili Bupati Nunukan, Sekretaris Daerah Serfianus menghadiri acara Sosialisasi Implementasi Sertipikat Elektronik dan Penyerahan Sertipikat Aset Pemda Kabupaten Nunukan di Ruang Rapat VIP Lt. IV Kantor Bupati Nunukan, Senin (10/06).

Tampak hadir Ketua DPRD Kabupaten Nunukan Hj. Leppa, Forkopimda Kabupaten Nunukan serta Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Nunukan Jhon Palapa.

Dalam era digitalisasi yang terus berkembang, Pemerintah Kabupaten Nunukan berkomitemen untuk mengikuti perkembangan teknologi demi meningkatkan pelayanan publik. Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah implementasi sertipikat elektronik dimana sertipikat elektronik ini menawarkan banyak manfaat, antara lain meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan dan keamanan data, serta mempermudah akses dan verifikasi informasi.

Sertipikat tanah elektronik dapat digunakan untuk alat pembuktian yang sah, Kementerian ATR/BPN telah berkoordinasi dengan berbagai pihak hingga terbentuklah sistem layanan sertipikat tanah elektronik. Prosesnya sudah merupakan proses elektronik bukan hanya digitalisasi scan saja, tetapi datanya sudah terbungkus secara elektronik sehingga tidak bisa diubah atau dipalsukan. Kedepannya, per bulan juni, Kantor Pertanahan Kabupaten Nunukan akan menerbitkan sertipikat elektronik baik melalui permohonan rutin, PTSL dan Redistribusi Tanah.

Pada kesempatan itu, Sekda Serfianus menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Nunukan telah menyelesaikan sertipikasi aset-aset daerah. Penyerahan sertipikat aset pemda ini merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas terhadap pengelolaan aset daerah. Dengan sertipikasi ini, dapat di pastikan bahwa aset-aset tersebut dikelola dengan baik dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap sosialisasi ini akan memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada kita semua tentang pentingnya sertipikat elektronik dan pengelolaan aset daerah. Saya juga mengajak seluruh pihak yang terkait untuk bekerja sama mendukung implementasi ini, sehingga tujuan kita untuk meningkatkan pelayanan publik dapat tercapai dengan baik”, ujar Serfianus.

Di kesempatan yang sama, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Nunukan Jhon Palapa mengungkapkan bahwa saat ini hampir seluruh bidang tanah di Kabupaten Nunukan sudah terpetakan, tahap selanjutnya adalah dengan dilakukan digitalisasi data pertanahan melalui validasi data pertanahan antara fisik dengan yuridis, juga dengan data elektronik.

“Kantor Pertanahan Kabupaten Nunukan akan berupaya memberikan layanan pertanahan berupa sertipikat tanah elektronik maupun pemberian informasi juga secara elektronik sehingga layanan bisa lebih mudah, murah, dan cepat. Saya mohon bantuan Bapak Ibu sekalian untuk dapat mensosialisasikan sertipikat elektronik ini ke masyarakat”, ungkapnya.

(PROKOMPIM)

Dari Roadshow TP-PKK Kaltara di Tapal Batas Indonesia (Bagian 2-habis): Berbagi Kebahagiaan dengan Lansia, Suguhkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

SEBATIK – Di balik hiruk pikuk suasana Puskesmas Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur, Nunukan pada Kamis (6/6) lalu, 50 lansia tampak berbahagia.

Pagi itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) melalui Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kaltara menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dan pemberian paket bantuan bagi lansia.

Ketua TP-Kaltara Rahmawati Zainal S.H. tak canggung dan akrab menyapa warga dan para lansia yang hadir. “Assalamualaikum, apa kabar? Datang ke sini (puskesmas) diantar siapa?,” sapa Rahmawati sambil tersenyum.

Sebanyak 50 paket bantuan dibagikan TP-Kaltara difasilitasi oleh PKK desa dan kecamatan. Rinciannya, 13 paket untuk Desa Sungai Nyamuk, 13 paket untuk Desa Tanjung Harapan, 12 paket untuk Desa Bukit Aru Indah dan 12 paket untuk Desa Tanjung Aru.

Isi paket bantuan ini berupa susu, vitamin, telur ayam, beras dan perlengkapan mandi. Penyaluran paket bantuan ini sendiri rutin dilakukan untuk menambah daya tahan tubuh dan kecukupan nutrisi bagi para lansia.

Rahmawati juga berbagi tips sederhana mengatasi penyakit yang rentan dialami lansia. “Karena namanya kita sudah nenek-nenek, saya juga nenek 3 cucu, ketika tensi saya naik saya langsung konsumsi seledri atau timun. Ini bisa kita tanam sendiri di pot sambil mengisi waktu. Hitung-hitung berolahraga keluar keringat,” ujarnya.

Ia juga berjanji akan menyalurkan bibit tanaman pekarangan yang bisa dimanfaatkan dan disalurkan melalui PKK desa/kecamatan.

Disaksikan Sekretaris Kecamatan Sebatik Timur Saleh S.Pd., M.Pd., perwakilan dokter RSUD Nunukan Dokter Dulman dan Kepala Puskesmas Sungai Nyamuk Muhammad Akbar, dilakukan simbolis penyerahan paket bantuan bagi para lansia.

“Kakek nenek yang hadir jangan takut, semua dibagikan. Ini hanya simbolis penyerahan, karena tidak cukup tempatnya jika semua maju ke depan. Cukup duduk di tempat masing-masing panitia akan membagikan bagi yang belum,” jelas Rahmawati dengan ramah.

Sepanjang acara penyerahan, senyum hampir tak pernah lepas dari bibir istri Gubernur Kaltara ini. “Karena dengan tersenyum saja, bisa menghilangkan penyakit, sudah ada penelitian tentang ini. Selain itu senyum juga dihitung sebagai ibadah. Kita bawa enjoy di usia kita ini dengan sering tersenyum, Insya Allah menghilangkan pikiran negatif yang mengundang penyakit,”terangnya.

Usai penyerahan paket bantuan, perempuan berjilbab ini menyempatkan melihat langsung pemeriksaan kesehatan gratis yang mendatangkan dokter spesialis dari RSUD Nunukan. Ini merupakan upaya pemerintah mendekatkan akses masyarakat kepada layanan dokter spesialis.

Ada 3 layanan yang diberikan pada kesempatan ini, yaitu penyakit dalam, mata dan kandungan (untuk umum). Di setiap ruang pemeriksaan, dengan akrab ia menanyakan kondisi para lansia pun warga umum. Tak jarang gurauan terlontar dari wanita yang akrab disapa Bunda Rahmawati ini.

(habis/dkisp)

Lepas Kenang dan Pentas Seni PAUD Kec. Nunukan dan Kec. Nunukan Selatan

NUNUKAN- Sebanyak 320 anak didik yang berasal dari PAUD KB dan TK yang berada di wilayah Kec. Nunukan dan Kec. Nunukan Selatan mengikuti prosesi lepas kenang. Sabtu (8/6).

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Hara Segar Jaya Hotel Laura ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan Ahmad mewakili Bupati Nunukan. Serta turut dihadiri pula Ketua DPRD Kab. Nunukan Hj. Leppa, Ketua Pokja Bunda PAUD Kab. Nunukan Katriana Sopha Juana Serfianus, Camat Nunukan, Camat Nunukan Selatan, Ketua Himpaudi Nunukan Martina, Pasiter Satgas Pamtas Yon Arhanud 8/MBC, para wali murid, dan para Mitra PAUD.

Mewakili Bupati Nunukan, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Nunukan Ahmad berkesempatan menyampaikan sambutan tertulis Bupati Nunukan.

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan bahwa para peserta didik swlama belajar di PAUD, anak-anak sudah belajar tentang banyak hal, belajar keterampilan, kekompakan, termasuk belajar tentang budi pekerti dan kecerdasan-kecerdasan emosional yang lain.

Lebih lanjut lagi dikatakan bahwa nilai-nilai kecerdasan, kebaikan dan budi pekerti yang telah diperoleh dari para guru dan bunda PAUD selama ini sangat berguna bagi kehidupan di masa depan.

“Meski bukan satu keharusan, namun menyekolahkan anak-anaknya di sekolah PAUD akan sangat membantu ketika mereka masuk ke jenjang Taman Kanak-Kanak atau Sekolah Dasar,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu pula Bupati Nunukan menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para guru dan bunda-bunda PAUD yang sudah begitu tekun dalam mendidik dan mengajari anak-anak.

“Kepada orang tua, saya mengajak, mari kita terus berkomitmen untuk memberikan bekal pendidikan yang cukup bagi anak-anak kita, supaya mereka kelak menjadi generasi penerus bangsa yang berkahlak mulia, cerdas, kreatif, mandiri, serta memiliki kepekaan dan kepedulian sosial yang tinggi,”ujarnya.

Ketua Pokja Bunda Paud Kab. Nunukan Katriana Sopha Juana Serfianus pada kesempatan ini menyampaikan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan pondasi untuk melanjutkan pendidikan selanjutnya. Anak-anak yang mengikuti PAUD akan siap belajar di SD.

“Hal ini dibuktikan dengan temuan Kementerian Pendidikan tahun lalu, bahwa anak-anak yang tidak mengikuti PAUD mengalami ketertinggalan di kelas 1 SD. Ketertinggalan ini akan terus berlipat di kelas selanjutnya hingga berdampak pada SDM masyarakat Kab. Nunukan dimasa yang akan datang,” ujarnya.

Selanjutnya, menurut Ketua HIMPAUDI Kab. Nunukan Martina, masa usia dini merupakan periode emas (Golden Age) bagi perkembangan anak untuk memperoleh pendidikan.

“Periode ini adalah tahun-tahun berharga bagi seorang anak untuk mengenali beebagai macam fakta dilingkungannta untuk membantu perkembangan kepribadian, psikomotor, kognitif maupun sosialnya,” ungkapnya.

Martina berharap dengan adanya kegiatan ini bisa lebih menjalin silaturahmi dan kerjasama antara guru dan para orang tua, karena keberhasilan seorang anak pada pendidikan usia dini merupakan tolak ukur untuk kehidupan masa depan anak, kesehatan anak juga sangat berperan penting untuk menunjang pendidikan anak pada masa usia dini.

(PROKOMPIM)

BPBD Bersama LPM Universitas Hasanudin Lakukan Sosialisasi dan Internalisasi Penyusunan Kajian Risiko Bencana untuk tahun 2024

NUNUKAN -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, bekerjasama dengan lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat universitas Hasanuddin Makassar, melakukan Sosialisasi dan Internalisasi Penyusunan Kajian Risiko Bencana untuk tahun 2024 sampai dengan 2028, Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Kab. Nunukan Serfianus, S.IP, M.Si Mewakili Bupati Nunukan.di Kegiatan ini dilaksanakan di ruang VIP lantai IV kantor Bupati Nunukan. (07/06).

BPBD Kab. Nunukan menghadirkan tenaga ahli sebagai pemateri dalam sosialisasi. pemateri tersebut dari Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Resiko Bencana BNPB secara daring, Tim LPPM Universitas Hasanuddin Makassar UNHAS.

Sekertaris Daerah Kab. Nunukan mewakili Bupati Nunukan dalam sambutannya mengatakan di balik keindahan dan kekayaan alamnya yang luar biasa bangsa kita ternyata juga dikenal sebagai negeri seribu bencana, karena hampir semua potensi bencana alam ada di tanah air, mulai bencana banjir gempa bumi, kebakaran hutan dan lahan, tanah longsor, hingga letusan gunung Merapi.

” Potensi dan kerawanan bencana tersebut mau tidak mau harus membuat kita bisa bersikap bijaksana dan waspada. Kita dituntut untuk bisa melakukan langkah-langkah antisipasi dan mitigasi sehingga bencana alam yang terjadi bisa dicegah, atau paling tidak bisa mengurangi dampak negatif yang ditimbulkannya”, ungkapnya.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan, menurut Serfianus adalah dengan membuat dokumen kajian risiko bencana atau Kajian Resiko Bencana (KRB), yang saat ini akan disusun oleh Badan penanggulangan bencana Daerah Kabupaten Nunukan bekerja sama dengan lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat universitas Hasanuddin Makassar.

” Dokumen KRB antara lain akan membuat peta bencana, potensi bahaya, hingga kerentanan yang mungkin timbul akibat bencana alam yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi. Dokumen KRB ini, nantinya diharapkan bisa menjadi pedoman bagi seluruh stakeholder, baik pemerintah maupun masyarakat dalam menentukan langkah-langkah antisipasi, pencegahan, hingga upaya-upaya penanggulangan saat bencana alam benar-benar terjadi,”Ujarnya.

Selain itu, dikatakan hari ini BPBD akan melakukan sosialisasi dan internalisasi KRB di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan sebagai langkah untuk penyebarluasan informasi, sekaligus untuk mendapatkan feedback yang sangat berguna demi penyempurnaan KRB yang sedang disusun.

“Saya berharap agar forum yang sangat baik ini bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk melakukan koreksi evaluasi serta memberikan saran dan masukkan terhadap KRB ini yang sedang disusun. Dalam kesempatan yang baik ini, Saya ingin menegaskan bahwa bencana alam selalu menimbulkan dampak yang sangat kompleks, dan penanggulangannya harus melibatkan lintas sektoral,”Tegasnya.

Lebih lanjut Sekda berharap agar dokumen

KRB ini bisa memuat pembagian kerja dan kewenangan secara jelas, terkait siapa yang mengerjakan apa, supaya ketika terjadi bencana, masing-masing pihak sudah mengetahui apa-apa saja yang harus dilakukan.

“Saya tidak ingin dokumen KRB yang sedang disusun hanya indah di atas kertas saja, namun sulit untuk diimplementasikan di lapangan. Mudah-mudahan dari forum ini akan muncul ide-ide dan gagasan yang cemerlang untuk penyempurnaan dokumen KRB kita,”pintanya.

Selanjutnya, Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah Kab. Nunukan Arif Budiman mengatakan bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan atau non alam, maupun faktor manusia, sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak fisiologis.

Dalam rangka pengurangan risiko bencana maka diperlukan sesuai dengan amanat undang-undang No 24 tahun 2007, dan sebelum rencana penanggulangan bencana disusun sebagai langkah awal dan dasar dalam penyusunan. KRB merupakan mekanisme terpadu untuk memberikan gambaran menyeluruh terhadap risiko bencana di Kabupaten Nunukan dengan menganalisis tingkat bahaya tingkat kerentanan, dan tingkat kapasitas daerah.

Arif Budiman juga mengatakan, tujuan dilaksanakan sosialisasi dan internalisasi dalam pelaksanaan penyusunan dokumen kajian risiko bencana Kabupaten Nunukan ini adalah pertama, menginformasikan kegiatan kepada kepala daerah dan seluruh stakeholder untuk proses penyusunan kajian risiko bencana Kabupaten Nunukan, penyamaan persepsi dan pemahaman perihal penyusunan dokumen kajian risiko bencana Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara, identifikasi informasi terkini kebencanaan dan kebijakan di kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara, identifikasi metode penyusunan dokumen kajian risiko bencana KRB terbaru dari BNPB identifikasi Indeks Kesiapsiagaan Masyarakat (IKM).

Ia juga menambahkan, bahwa dalam tahapan pelaksanaan penyusunan dokumen KRB Kabupaten Nunukan adalah sebagai tahapan persiapan, tahapan sosialisasi dan internalisasi tahapan pengumpulan data primer pengumpulan data sekunder, tahap penyusunan peta bahaya dan perencanaan, tahap validasi lapangan, tahap penyusunan peta kapasitas, tahap diskusi publik, tahap review BNPB dan asistensi, serta tahap finalisasi.

Dalam pelaksanaan penyusunan dokumen KRB Kabupaten Nunukan BPBD kabupaten Nunukan bekerjasama dengan LPPM universitas Hasanuddin dan menggunakan model pengadaan swakelola tipe 2 dengan jangka waktu pelaksanaan selama 154 hari kalender.

(PROKOMPIM)