KPU RI Laksanakan Kegiatan Sosialisasi Keterwakilan Perempuan Pasca Pemilu 2024 di Kabupaten Nunukan

NUNUKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) bersama dengan KPU Kabupaten Nunukan menggelar kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih pasca pemungutan suara kepada kelompok pemilih strategis dan rentan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) segmentasi pemilih perempuan di Ballroom Hotel Laura, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), Jumat (14/06/2024) siang.

Sebelumnya Pemilihan Umum (Pemilu) untuk memilih anggota legislatif kabupaten/kota, provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah dilakukan pada 14 Februari 2024.

Selaku Fungsional Muda Humas dan Pustaka pada Sekretariat Jenderal KPU RI, Asep Hasan menyampaikan bahwa kegiatan bertujuan meningkatkan kualitas partisipatif pemilih.

“Acara sosialisasi dan pendidikan dapat terus berkelanjutan maka KPU perlu melakukan terobosan dalam upaya meningkatkan partisipatif memilih lewat kegiatan ini untuk daerah 3T,” tutur Asep Hasan.

Kemudian, Ia juga mengatakan bahwa jumlah peserta sebanyak 100 orang.

“Kegiatan ini mengundang peserta sebanyak 100 orang yang berasal dari segmen perempuan dan perwakilan dari pengurus partai politik,” terangnya.

Terdapat beberapa tujuan utama KPU dalam melakukan kegiatan sosialisasi dan pendidikan, dimana diantaranya meningkatkan literasi masyarakat terkait pemilu dan demokrasi terkhusus pada daerah 3T, lalu memberikan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran masyarakat untuk aktif pada tahapan pasca Pemilu, terakhir, meningkatkan kesadaran masyarakat partisipasi pemilih secara berkelanjutan menyongsong Pilkada 2024.

Bersama dengan itu, Ketua KPU Nunukan, Riko Ardiansyah menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi tahun ini untuk Kabupaten Nunukan digelar dengan segmentasi keterwakilan perempuan.

“KPU selalu mencoba menggelar kegiatan sosialisasi dan pendidikan seperti ini, dan kegiatan ini juga dilakukan di beberapa wilayah Indonesia tapi dengan segmen yang berbeda, khusus di Kabupaten Nunukan itu terfokus pada keterwakilan perempuan pada pasca Pemilu 2024,” kata Riko Ardiansyah.

Lalu, Ketua KPU Nunukan juga mengatakan bahwa keterwakilan perempuan untuk pemilih di Kabupaten Nunukan berdasarkan data sebanyak 47 persen dari jumlah keseluruhan.

“Berdasarkan data DPO4, cuman kita belum bisa merilis data terbaru dikarenakan belum masuk tahapan coklit, tetapi berdasarkan data yang sudah ada itu sebanyak 47 persen keterwakilan pemilih perempuan di kab. Nunukan,” ujar Ketua KPU Nunukan.

Terlihat kegiatan sosialisasi dan pendidikan dari KPU RI, menghadirkan 3 narasumber diantaranya Komisioner KPU kab. Nunukan, Muhammad Rusli, Ketua Pengurus Harian Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) provinsi Kaltara, Yohanes dan Akademisi kab.Nunukan, Hasna, S.Pd., M.Pd.

(neni,meri/nam)

Kunjungan ke Perbatasan RI-Malaysia, Kepala BP2MI Cek Langsung Jalur PMI Ilegal di Sebatik

NUNUKAN – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani melakukan kunjungan ke Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Utara (Kaltara) di Kabupaten Nunukan.

Salah satu agenda kunjungan yakni melakukan pemeriksaan 3 jalur PMI ilegal yang dilalui oleh sindikat di pulau Sebatik.

Beberapa jalur tersebut diantaranya pda daerah patok perbatasan Aji Kuning, lalu pelabuhan Somel Sei Pancang dan PLBN Sei Nyamuk.

Selaku Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengatakan bahwa telah memantau langsung beberapa titik jalur ilegal WNI yang ingin bekerja di Malaysia.

“Dalam hal ini BP2MI ingin memastikan jalur keluar masuk ke Malaysia dengan konteks setiap anak bangsa yang akan bekerja ke Malaysia harus melewati proses secara resmi karena untuk memastikan mereka aman secara utuh terutama di Malaysia nantinya,” ucap Benny Rhamdani saat melakukan kunjungan di PLBN Sei Nyamuk, Sebatik, Kamis (13/06/2024) sore.

“Namun memang pasti akan selalu ada jalur jalur atau celah yang dilewati oleh para sindikat PMI ini di perbatasan, bukan hanya di Kaltara, dan itu sulit untuk memastikan mereka tidak keluar, tetapi negara musti memastikan komitmen kepada seluruh anak bangsa,” sambung Benny Rhamdani.

Lebih lanjut, Ia menuturkan bahwa SISKOP2MI mencatat terdapat kurang lebih 850 jiwa yang bekerja sebagai PMI tetapi kenyataannya lebih daripada itu.

“Kalau SISKO itu yang tercatat hanya sekitar 850 yang bekerja sebagai PMI di Malaysia, namun secara unprosedural itu bisa mencapai 2 juta, ini memang problem masa lalu karena mereka berkeluarga disana, problemnya adalah ekonomi atau lapangan kerja,” tuturnya.

PMI non prosedural merupakan permasalahan yang perlu diatasi, dimana tak hanya BP2MI tetapi dengan seluruh stakeholder terkait.

Berdasarkan itu, Kepala BP2MI menyampaikan bahwa sinergitas antara Balai Pelindungan, pemerintah pusat dan daerah serta TNI/Polri diperlukan untuk menyelesaikan hal tersebut.

“Permasalahan ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh Pemda tetapi perlunya kolaborasi sinergi antara BP2MI, Pemda dan pusat, serta aparat TNI/Polri, untuk membuktikan negara ini hadir, negara tidak boleh kalah melawan sindikat penempatan ilegal,” terang Kepala BP2MI.

Bersama dengan itu, Benny Rhamdani juga berkomentar soal PLBN Sei Nyamuk, Sebatik, yang dimana belum diaktifkan hingga sekarang.

“Di era pemerintahan sekarang daerah border Perbatasan tidak kalah dengan negara Malaysia, bisa kita lihat dari pelabuhan ini, tetapi disayangkan karena permasalahan diplomasi, pelabuhan ini belum diaktifkan,” kata Benny Rhamdani.

Terkait PLBN Sei Nyamuk, Benny Rhamdani berharap agar cepat diaktifkan agar menjadi pusat lintas antar negara Indonesia dan Malaysia.

“Tentu saya berharap, jika terkait BP2MI dan juga pelabuhan ini menjadi pusat arus barang dan orang, semoga cepat diaktifkan dan permasalahannya bisa selesai agar bisa menjadi pintu utama yang baik ke Malaysia,” harapnya.

Selain itu, terlihat hadir menemani kunjungan Kepala BP2MI di Sebatik, Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid menjelaskan bahwa titik yang dicek langsung bukan hanya untuk arus ilegal tetapi juga ada yang resmi.

“Tadi kita bersama Kepala BP2MI telah mengunjungi langsung jalur tersebut, namun itu bukan hanya untuk jalur ilegal tetapi ada juga yang resmi seperti paspor yang dicop selama 1 bulan,” ucap Bupati Laura.

Kemudian, Bupati Nunukan tersebut juga menyampaikan bahwa kekurangan dilapangan bisa menjadi perhatian Kepala BP2MI untuk dibawa ke Pusat setelah meninjau langsung di beberapa titik.

“Tadi beliau juga sudah melihat langsung beberapa titik dimana ketika kekurangan dilapangan bisa menjadi referensi beliau untuk dibawa ke pusat agar bisa menjadi perhatian ataupun regulasi, dimana agar permasalahan PMI di Kabupaten Nunukan bisa menjadi lebih baik lagi,” imbuh Bupati Nunukan.

Adapun setelah kegiatan peninjauan langsung ke 3 titik di Pulau Sebatik, Kepala BP2MI melanjutkan perjalanan ke Kantor BP3MI Kaltara untuk meresmikan Mushollah dan ramah tamah bersama Forkopimda serta instansi vertikal Kabupaten Nunukan.

(nam/nam)

Pangdam V/Bariwjaya Kunjungan ke Satgas Pamtas Yonarhanud 8/MBC di Kabupaten Nunukan

NUNUKAN – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rafael Granada Baay melaksanakan kunjungan kerjanya ke Kalimantan Utara, tepatnya di Kabupaten Nunukan.

Seperti diketahui Kabupaten Nunukan merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia.

Pangdam melakukan peninjauan langsung kondisi Makotis Satgas Pamtas Yonarhanud 8/MBC dan juga pos yang berada di Sebatik.

Berbagai pengarahan dilakukan oleh Pangdam, salah satunya termasuk menjaga nama baik TNI selama berada di daerah penugasan.

“Dalam melaksanakan kegiatan agar memperhatikan faktor keamanan untuk menghindari kecelakaan yang tidak d inginkan, serta jangan melakukan asusila istrimu menunggu di rumah, keberhasilan selama ini jangan kotori dengan hal-hal yang tidak baik,” jelas Pangdam, Rabu (12/06/2024).

Dikonfirmasi usai menyambut kedatangan Pangdam, Dansatgas berujar jika kunjungan yang dilakukan oleh Mayjen TNI Rafael tersebut, merupakan suatu kehormatan bagi Satuannya.

“Kedatangan Pangdam, tentu mampu memotivasi moril prajurit,” ucap Dansatgas.

Bukan hanya itu, Dansatgas mengatakan, kondisi pos penjagaan hingga peralatan yang saat ini digunakan oleh Satgas dalam menjaga perbatasan antar Negara, tepatnya antara Indonesia-Malaysia tak lepas dari peninjauan yang dilakukan oleh Pangdam.

“Sejauh ini, semua prajurit Satgas Yonarhanud 8/MBC tetap semangat dalam menjalankan tugas. Kami juga akan terus melakukan yang terbaik selama melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI – Malaysia,” tandas Letkol Iwan.PenArh8.

Adapun terlihat kedatangan Pangdam disambut langsung oleh Forkopimda, hingga instansi vertikal. Tanpa terkecuali, Dansatgas Pamtas Yonarhanud 8/MBC, Letkol Arh Iwan Hermaya.

(*nam)

Turnamen Volley Ball Bupati Cup 2024 U-17 Tingkat Pelajar Di Kecamatan Sebuku Resmi Dibuka

NUNUKAN- Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid membuka secara resmi Turnamen Volley Ball Bupati Cup 2024 U-17 Tingkat Pelajar dalam rangka HUT Kabupaten Nunukan di Lapangan Bola Voli Kecamatan Sebuku, Rabu (12/06).

Turut hadir Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Nunukan, Forkopimcam, para Camat di wilayah 4 Kabupaten Nunukan, Kepala Desa Kecamatan Sebuku, Kepala Adat dan tokoh masyarakat.

Turnamen Volley Ball Bupati Cup 2024 yang diselenggarakan di Kecamatan Sebuku Desa Pembeliangan dilaksanakan dalam rangka HUT Kabupaten Nunukan ke-25 yang bertujuan sebagai wadah untuk pengembangan minat generasi muda secara khusus anak-anak di usia sekolah dalam mendukung dan pengembangan karakter anak-anak daerah di Kabupaten Nunukan.

Bupati Laura dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan itu sangat positif dan bernilai strategis sebagai salah satu implementasi sekaligus wujud kepedulian dan tanggung jawab moril pemerintah dalam meningkatkan prestasi olahraga voli di wilayah Nunukan maupun Kaltara dan nasional pada umumnya.

Lebih lanjut Laura mengatakan bahwa olahraga voli dapat menjadi sarana pembinaan generasi muda untuk memiliki sikap mental dan spiritual yang kuat, berani menghadapi tantangan, kreatif, jujur dan sportif serta berprestasi di masa yang akan datang.

“Turnamen volley ball yang kita gelar pada hari ini dalam rangka menyambut dan memeriahkan HUT Kabupaten Nunukan. Oleh karenanya, melalui momentum ini saya mengajak masyarakat Nunukan agar gemar berolahraga, karena dengan berolahraga kita bisa menjadi sehat”, ujar Laura.

Menutup sambutannya, Laura berharap kegiatan turnamen volley itu dapat digelar secara rutin tiap tahun. Untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan semakin kokoh demi kemajuan Kabupaten Nunukan serta menemukan bibit-bibit pemain yang mampu mengusung prestasi dan bakat untuk dipromosikan dalam berbagai ajang demi mengharumkan nama Nunukan di masa akan datang.

Sebanyak 19 tim yang berpartisipasi terbagi 2 kategori yaitu 10 tim putri dan 9 tim putra yang datang dari setiap kecamatan yaitu Lumbis, Nunukan, Sembakung, Sembakung Atulai, Lumbis Pansiangan, Lumbis Ogong, Tulin Onsoi, Lumbis Hulu, Sei Manggaris dan Sebuku.

(PROKOMPIM)

Ramah Tamah Bersama Pangdam Rafael, Bupati Laura : TNI dan Masyarakat Nunukan Ibarat Dua Keping Mata Uang yang Saling Melengkapi

NUNUKAN- Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid menghadiri acara Malam Ramah Tamah Pangdam V/Brawijaya, kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari kunjungan kerja Mayjen TNI Rafael Granada Baay beserta jajarannya ke Kabupaten Nunukan, Selasa (11/06/2024) malam di Resto Lenflin.

Di hadapan Pangdam, Bupati Laura menyampaikan ucapan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada TNI yang selama ini telah membantu Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam menjaga keamanan di garis perbatasan.

“Dalam kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya, karena selain melaksanakan tugas-tugas pokoknya dalam menjaga kedaulatan wilayah NKRI, para personil pasukan pengamanan perbatasan ternyata mampu menunjukkan pengabdian dan dedikasinya dalam skala dan bidang yang lebih luas, seperti membantu mengajar anak-anak sekolah di Daerah pedalaman, membantu kegiatan bakti sosial di masyarakat dan lain sebagainya.

“Kerjasama dan kebersamaan yang terjalin selama ini menunjukkan bahwa telah terjadi kemanunggalan antara TNI dan masyarakat untuk bersama–sama membangun Kabupaten Nunukan menjadi lebih baik.”ujar Laura.

Laura juga mengatakan TNI dan masyarakat kabupaten Nunukan ibarat dua keping mata uang yang saling melengkapi.

“TNI dan kami masyarakat di Kabupaten Nunukan, selama ini ibarat dua keping mata uang yang saling melengkapi, saling membutuhkan, dan saling menjaga antara satu dengan yang lain.”katanya

Laura juga mengatakan sebagai sesama anak Bangsa, TNI dan masyarakat di Kabupaten Nunukan juga memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga setiap jengkal wilayah NKRI.

“Para personil TNI, khususnya yang bertugas sebagai pasukan pengamanan perbatasan, yang secara periodik terus berganti selalu kami sambut dengan tangan terbuka. support, dan dukungan yang diperlukan juga selalu kami berikan supaya para prajurit TNI bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. karena bagi kami, mereka sudah menjadi bagian dari keluarga besar Masyarakat di Kabupaten Nunukan.”jelasnya.

Di kesempatan yang sama dengan membalas pantun Bupati Laura, Pangdam Rafael mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya atas sambutan yang begitu hangat dari Pemda dan jajaran Forkompinda.

Pangdam juga menyampaikan kunjungan kerjanya kali ini adalah jadwal pengendalian dan pengawasan.

“Kedatangan saya kali ini adalah salah satu jadwal pengendalian dan pengawasan terhadap satuan jajaran Kodam yang berada di daerah operasi, kebetulan saya punya dua batalyon yang berada di daerah operasi, satu di sini kabupaten Nunukan satu berada di wilayah Papua,”jelasnya.

Dengan menerima laporan dari bawahan, Pangdam Rafael mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan, yang mana telah berhasil menjalin kerjasama yang baik kepada personil TNI yang bertugas di wilayah Nunukan.

“Alhamdulillah saya menerima laporan dari anak-anak saya yang berada di perbatasan, bahwasanya hampir setiap upaya penyelundupan terutama narkoba tidak bisa lolos, tentunya itu semua berkat keberhasilan kerjasama Pemda, Kepolisian dan masyarakat setempat,” jelasnya

Pangdam juga menjelaskan bahwa narkoba adalah upaya pihak lain untuk menghancurkan generasi-generasi selanjutnya.

“Narkoba ini adalah upaya-upaya pihak lain untuk menghancurkan generasi-generasi kita selanjutnya, jadi ini sangat menentukan penugasan-penugasan di daerah pengamanan di daerah-daerah perbatasan”, jelasnya

Lebih lanjut Pangdam Rafael mengatakan bahwa suatu daerah atau negara ini akan menjadi kokoh jika ada kerjasama antara 3 pilar.

“Negara ini atau suatu daerah akan menjadi kokoh apabila ada kerjasama antara 3 pilar, 3 pilar itu adalah TNI, Polri, Pemda beserta jajarannya dan instansi terkait, kita tidak tahu kedepannya seperti apa lagi upaya-upaya penyelundupan, mungkin akan ada lagi yang lebih besar yang lolos dan upaya-upaya untuk menghancurkan ekonomi negara kita.”tutupnya.

(PROKOMPIM)