Bertemu Kepala Otorita IKN, Wagub Usulkan Kemitraan Pembangunan

NUSANTARA – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., melakukan pertemuan dengan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono untuk membahas integrasi pembangunan Kaltara dengan pengembangan IKN, Selasa (17/3).

Pertemuan ini dihadiri kepala adat, tokoh adat Kenyah, Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Kaltara, serta sejumlah kepala perangkat daerah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dan Kabupaten Bulungan.

Wagub Ingkong menyampaikan apresiasi atas kesediaan Kepala Otorita IKN menerima rombongan. Ia juga menyampaikan salam dari Gubernur Kaltara yang berhalangan hadir.

“Kami menyampaikan salam hormat dari Gubernur Kaltara yang belum bisa hadir karena agenda lain,” kata Ingkong.

Ia menegaskan pentingnya integrasi pembangunan Kaltara dengan IKN guna memperkuat posisi Kaltara sebagai wilayah hinterland yang menopang pertumbuhan ekonomi kawasan ibu kota baru.

“Integrasi ini sangat penting untuk mendorong posisi Kaltara sebagai wilayah hinterland yang menopang pertumbuhan ekonomi dan pembangunan kawasan ibu kota negara baru atau IKN,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Kaltara mengajukan sejumlah dukungan strategis, antara lain pengembangan sektor pariwisata, penguatan desa adat, pelestarian budaya, serta pengembangan wisata alam.

Selain itu, Kaltara juga mengusulkan pengembangan Taman Nasional Kayan Mentarang dalam konsep “Heart of Borneo” sebagai pusat studi biodiversitas dan kawasan konservasi.

Di sektor konektivitas, Pemprov Kaltara mendorong penguatan jalur penerbangan internasional seperti rute Tawau, Kota Kinabalu, Miri, hingga Brunei Darussalam ke Tarakan, Balikpapan.

“Sehingga rute ini menjadikan Bandara Juwata Tarakan sebagai pintu gerbang udara masuk ke wilayah NKRI di kawasan perbatasan,” jelas Ingkong.

Lebih jauh, Pemprov Kaltara juga meminta percepatan pembangunan jaringan telekomunikasi dan konektivitas jalan lintas perbatasan, termasuk ruas Apau Kayan hingga terhubung ke kawasan IKN.

Ingkong mengusulkan pembangunan konektivitas jalan lintas kawasan perbatasan di Apau Kayan antara lain ruas PLBN Long Ampung , Long Nawang, Sungai Boh menuju Long Bagun, Tering, Sendawar, Blusuh, Gunung Bayan, Resak III hingga ke IKN.

“Kemudian, ruas PLBN Labang ke Mansalong hingga Malinau, rencana ruas PLBN Long Midang ke Binuang dan Malinau sebagai jalur distribusi barang dan mobilitas masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, usulan lain yang juga disampaikan yakni dukungan diplomasi pembangunan Kaltara sebagai provinsi perbatasan dan pintu gerbang NKRI melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat adat.

Menanggapi berbagai gagasan tersebut, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut positif dan bahkan mendorong agar kerja sama ini tidak berhenti di wacana.

Ia mengusulkan agar kolaborasi antara Otorita IKN dan Pemprov Kaltara dituangkan dalam aturan resmi, sehingga memiliki dasar kuat dalam pelaksanaannya.

“Kita akan merumuskan kerjasama antara Otorita IKN dan Pemprov Kaltara dalam bentuk Peraturan Kepala Otorita IKN, sehingga Kaltara dapat menjadi mitra pembangunan IKN,” kata Basuki.

Pertemuan ini pun ditutup dengan kunjungan ke kawasan Istana Negara di IKN. Sebuah simbol bahwa masa depan ibu kota baru juga terbuka bagi daerah-daerah di sekitarnya, termasuk Kaltara yang kini bersiap mengambil peran lebih besar.

(dkisp)

Tutup Rangkaian Safari Ramadan di Nunukan, Gubernur Tegaskan Komitmen untuk Masyarakat

NUNUKAN – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Masjid Al-Muttaqin, Kabupaten Nunukan, saat Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menutup resmi rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara pada malam ke-27 Ramadan, Selasa (17/3).

Kegiatan ini menjadi titik akhir perjalanan panjang Safari Ramadan yang sebelumnya menyapa masyarakat di berbagai daerah di Kaltara.

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan dengan baik.

“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah bekerja keras menyukseskan Safari Ramadan tahun ini,” kata Gubernur.

Zainal menegaskan bahwa Safari Ramadan yang digelar bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi momen penting untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.

Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen untuk terus membangun kebersamaan.

“Safari Ramadan ini untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah ingin selalu hadir di tengah masyarakat,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Zainal juga menyerahkan berbagai bantuan kepada masyarakat dan rumah ibadah.

Bantuan itu meliputi hibah Rp100 juta untuk Masjid Al-Mujahirin, Rp150 juta untuk Masjid Nurul Hikma, serta masing-masing Rp200 juta untuk Masjid Al-Ikhsan dan Masjid Al-Muhajirin.

Selain itu, diserahkan pula 60 sarung dan 90 Al-Qur’an kepada pengurus masjid dan pesantren, serta paket sembako untuk tenaga kebersihan dan tenaga kerja bongkar muat (TKBM).

Zainal berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata serta menambah semangat ibadah masyarakat di bulan suci Ramadan.

Acara penutup Safari Ramadan ini turut dihadiri jajaran Pemprov Kaltara, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, S.E., tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah yang memenuhi Masjid Al-Muttaqin.

(dkisp)

Tokoh Dayak Kaltara Temui Kepala Otorita, Bahas Masa Depan Peran Adat di IKN

BALIKPAPAN – Ketua Umum Lembaga Adat Dayak Kenyah Kalimantan Utara (LADK-KU) Ingkong Ala melakukan kunjungan kerja ke Kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (17/3/2026).

Kunjungan ini turut diikuti sejumlah tokoh masyarakat LADKKU dan jajaran pengurus Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Ingkong Ala yang juga menjabat Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, menyampaikan sejumlah usulan kerja sama antara masyarakat adat Kaltara dengan pengelola pembangunan Ibu Kota Nusantara.

“Provinsi Kaltara ini sebagai daerah penyangga ibu kota baru atau IKN, dan harus mendapat ruang strategis dalam proses pembangunan, terutama bagi masyarakat adat,” kata Ingkong Ala.

Ingkong mengungkapkan, masyarakat adat Dayak Kenyah di Kaltara memiliki komitmen kuat untuk mendukung pembangunan IKN, sekaligus memastikan nilai-nilai budaya tetap terjaga di tengah pembangunan besar yang sedang berlangsung di Pulau Kalimantan.

“Pembangunan IKN ini harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan kepentingan masyarakat adat, khususnya di Kaltara,” ungkapnya.

Ingkong juga menyampaikan beberapa usulan konkret kepada pihak Otorita IKN. Di antaranya terkait pelestarian budaya, melalui pengakuan serta fasilitasi kegiatan adat sebagai bagian dari dukungan moral dan kultural terhadap pembangunan ibu kota baru.

“Selain itu, LADK-KU juga mengusulkan integrasi budaya Dayak, khususnya Dayak Kenyah dari Kaltara, dalam konsep pembangunan IKN. Integrasi ini diharapkan mampu memperkenalkan sejarah, seni, dan kehidupan masyarakat adat kepada publik sekaligus menjadi daya tarik pariwisata budaya di kawasan Nusantara,” jelasnya.

Ingkong juga mendorong adanya program pemberdayaan masyarakat adat melalui pelatihan keterampilan yang dapat diakses masyarakat Kaltara, baik dalam bidang tenaga kerja, ekonomi kreatif, maupun pengembangan budaya.

Tak hanya itu, penguatan ekonomi masyarakat adat melalui pengembangan UMKM juga menjadi bagian dari usulan yang disampaikan. Produk kerajinan tangan, pertanian organik, hingga pariwisata berbasis budaya dari masyarakat adat Kaltara diharapkan dapat masuk dan berkembang di kawasan IKN.

“Lembaga adat juga menilai pentingnya membuka ruang partisipasi bagi masyarakat adat dalam proses pembangunan IKN, termasuk melalui forum komunikasi dan musyawarah bersama pemerintah daerah serta otorita ibu kota,” tegasnya.

Kunjungan para tokoh adat Dayak Kaltara ini diterima langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono yang menyambut baik kedatangan rombongan dari provinsi ke 34 ini.

Basuki juga menegaskan komitmen Otorita IKN untuk membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat adat di wilayah sekitar ibu kota baru.

“Meskipun kawasan IKN secara administratif berada di Kalimantan Timur, namun daerah sekitar, termasuk Kaltara tetap memiliki peran penting sebagai wilayah penyangga pembangunan IKN,” kata Basuki.

“Pihak Otorita IKN akan mengakomodasi berbagai usulan dan harapan masyarakat melalui kelembagaan adat yang ada, termasuk dari Kaltara,” sambung dia.

Selain itu, Komitmen ini juga sejalan dengan sejumlah regulasi Otorita IKN, antara lain Peraturan Kepala Otorita IKN Nomor 3 Tahun 2024 tentang Rencana Strategis Otorita IKN, Perka OIKN Nomor 12 Tahun 2023 tentang tata cara penyelenggaraan pertanahan di IKN, serta Perka OIKN Nomor 9 Tahun 2023 mengenai kerja sama pemerintah dan badan usaha.

“Usulan yang disampaikan oleh Lembaga Adat Dayak ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan pembangunan sumber daya manusia dan sumber daya alam di wilayah Kaltara dapat ikut berkembang seiring pembangunan ibu kota negara,” tutupnya.
(*)

Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia Kaltara Gelar Buka Puasa Bersama

NUNUKAN – Kepala Dinas Pendidikan Ahmad mewakili Bupati Nunukan menghadiri undangan buka puasa bersama Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia Provinsi Kalimantan Utara di Kediaman Ibu Hasmawati yang berada di jalan Imam Bonjol RT. 008 Nunukan Timur, Senin 16 Maret 2026. Turut dihadiri juga dari Kamenag Nunukan H. Aliansyah dan para Guru Agama yang ada di Nunukan.

Dalam silaturahmi buka puasa tersebut, Ahmad mengatakan momentum buka puasa bersama menjadi sarana yang sangat baik untuk mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah, sekaligus memperteguh komitmen kita dalam membangun generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.

Keberadaan asosiasi guru Pendidikan agama islam indonesia memiliki peran yang sangat penting, organisasi ini bukan hanya menjadi wadah silaturahmi para guru tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, meningkatkan kompetensi serta memperkuat peran guru dalam membina generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.

” Saya berharap AGPAII dapat terus menjadi mitra strategis Pemerintah dalam membangun pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.” Ungkapnya.

Lebih jauh, Ahmad menambahkan kalau kemajuan suatu daerah, bukan hanya ditentukan oleh pembangunan fisik semata, tetapi juga oleh karena kualitas sumber daya manusia dan kualitas sumber daya manusia lahir dari pendidikan yang baik pula, terutama pendidikan yang mampu membentuk karakter dan akhlak generasi muda.

” Melalui kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi tingginya kepada seluruh guru Pendidikan Agama Islam yang selama ini telah megabdikan diri dengan penuh keikhlasan,” tutupnya.

Di waktu yang sama, DPD AGPAII Kabupaten Nunukan Hasmawati, dalam penyampaiannya, mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada Pemerintah daerah karena telah memenuhi undangannya, menurutnya kegiatan tersebut merupakan bentuk silaturrahmi.

” Sebagai tujuan kegiatan ini, yaitu bersilaturahmi Guru-guru Agama Islam dengan pemerintah daerah dan juga dapat bersinergi dan turut berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang religius,” jelasnya.

(PROKOMPIM)

Bupati Nunukan Tinjau Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Tunon Taka

NUNUKAN – Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, SE, meninjau langsung arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah di Pelabuhan Tunon Taka, Kabupaten Nunukan, Senin (16/3). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kelancaran, keamanan, serta kesiapan layanan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik melalui jalur laut.

Kunjungan tersebut sekaligus untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan di tengah meningkatnya jumlah penumpang menjelang Hari Raya Idulfitri. Bupati ingin memastikan standar pelayanan publik tetap berjalan dengan baik, terutama pada fasilitas penumpang dan kesiapan petugas yang bertugas di pelabuhan.

Dalam kesempatan itu, Bupati bersama rombongan meninjau sejumlah fasilitas pelayanan penumpang serta kesiapan aparat yang berjaga di pelabuhan. Ia juga menyempatkan berdialog dengan petugas serta masyarakat guna memastikan seluruh layanan berjalan dengan lancar dan aman.

Salah satu fokus peninjauan adalah kapal milik PT Pelni, KM Lambelu, yang tengah melayani penumpang dengan rute Pantoloan, Balikpapan, Parepare, Makassar, Baubau, Maumere hingga Larantuka, Nusa Tenggara Timur.

“Dari hasil peninjauan dan dialog dengan nakhoda kapal KM Lambelu, jumlah penumpang yang naik dari Pelabuhan Tunon Taka sekitar 1.600 orang, sementara total penumpang di kapal mencapai kurang lebih 2.800 orang,” ujar Irwan Sabri.

Ia menambahkan, berdasarkan keterangan dari pihak kapal, kapasitas maksimal kapal tersebut masih mampu menampung hingga sekitar 5.000 penumpang, sehingga kondisi penumpang yang ada saat ini masih dalam batas aman.

Selain itu, Bupati juga melihat langsung berbagai fasilitas yang tersedia di dalam kapal, seperti ruang informasi yang dilengkapi CCTV, musholla, serta fasilitas pendukung lainnya.

“Dengan fasilitas tersebut diharapkan masyarakat bisa melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman. Penumpang bisa beristirahat dengan baik, menjalankan ibadah puasa dengan lancar, dan pihak kapal juga dapat memantau kondisi penumpang secara langsung,” jelasnya.

Di akhir peninjauan, Pemerintah Kabupaten Nunukan bersama pihak terkait juga menyampaikan harapan agar seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat tiba di tujuan dengan selamat dan dapat berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.

Bupati juga mengimbau para penumpang agar selalu menjaga barang bawaan masing-masing selama perjalanan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Iwan Kurniawan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Juni Mardiansyah, Anggota DPRD Kabupaten Nunukan Adama, Kepala Dinas Perhubungan H. Abdul Munir, Kepala Dinas Pendidikan Akhmad, Kasatpol PP Mesak Adiyanto, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Rohadiansyah, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Joned, pimpinan PT Pelni Nunukan, serta KSOP Nunukan.

(PROKOMPIM)