263 Siswa SD, SMP, SMA Menerima Bantuan Beasiswa PIP Program Aspirasi Anggota DPR RI  Wabup Hermanus : Terima Kasih Pak Deddy Sitorus

NUNUKAN – Wakil Bupati Nunukan Hermanus menghadiri acara Serah Terima Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) Program Aspirasi Anggota DPR RI yang bertempat di Aula SD Fransico Yasinta Sei Sembilan. Selasa (12/8/25).

Dalam sambutannya Wakil Bupati Nunukan Hermanus menyampaikan pada kesempatan ini ada beberapa hal terkait dengan beasiswa PIP Program Indonesia Pintar.

Hermanus mengatakan program ini merupakan aspirasi dari anggota DPR-RI Bapak Deddy Sitorus yang selalu memberikan perhatian yang khusus kepada kita khususnya Kabupaten Nunukan.

“Sebagai Kabupaten yang memang berada di garis perbatasan yang pertama kami sampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Deddy Sitorus yang sudah terus melakukan terobosan – terobosan yang luar biasa dalam berbagai aspek bidang, bukan hanya pendidikan tetapi terkait dengan pelayanan dasar beliau memperjuangkan baik itu pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, dan listrik”, ungkap Hermanus.

Menurut Hermanus, Anggota DPR RI Deddy Sitorus telah berjuang memberikan sentuhan penuh kepada masyarakat Kabupaten Nunukan yang ada di 232 desa 8 kelurahan 21 kecamatan kurang lebih 217 ribu jiwa masyarakat Kabupaten Nunukan.

“Kedepannya kami melakukan berbagai upaya termasuk penataan baik itu tata kelola Pemerintahan, tata kelola keuangan dan kecepatan pelayanan dasar, ini sesuai dengan kewenangan yang telah di atur dalam Undang undang 23 tahun 2014”, tambahnya.

Hermanus mengatakan Pemerintah Kabupaten Nunukan saat ini fokus pada pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar yang memang menjadi kewenangan secara undang – undang. Kedepan pemerintah akan terus melakukan upaya-upaya dalam rangka pemerataan pelayanan dasar kepada semua warga Indonesia yang berada di Kabupaten Nunukan.

“Kemudian kedepannya juga kami perlu memohon bantuan di pemerintah pusat agar terkait dengan keberadaan konsekuensi Kabupaten Nunukan yang berada di garis batas negara, artinya memang kami mengharapkan agar kebijakan khusus afirmasi itu di pertahankan oleh pemerintah pusat agar kami di Kabupaten Nunukan ini dengan keterbatasan kewenangan keterbatasan anggaran yang hanya mengandalkan Undang Undang 23 kami tentu kesulitan berkaitan dengan perbatasan”, tambahnya.

Dikatannya, berkaitan dengan daerah perbatasan, Kabupaten Nunukan mendapatkan berbagai dampak karena memang sebagai pintu transit, pintu keluar masuk warga Nunukan yang masyarakatnya kadangkala ada keluhan.

” Termasuk kemudian dengan itu kami merasakan dampak sosial terkait dengan stunting, narkoba dan lain-lain sebagianya. Jadi inilah yang menjadi persoalan kami Kabupaten Nunukan yang memang berbeda dengan Kabupaten lain di Provinsi Kalimantan Utara. Kami pintu masuk sehingga semestinya menjadi urusan negara, suka tidak suka kami harus menghadapi karena memang berada secara sosial di Kabupaten Nunukan”, ungkapnya.

Lanjut Wakil Bupati Nunukan Hermanus pada kesempatan ini menyampaikan hal ini sebagai pesan kepada pemerintah pusat dari warga Nunukan karena ada beberapa pintu pintu perbatasan, diantaranya di Sebatik, pintu di pulau Nunukan, di Krayan, di Lumbis Hulu, jadi pintu – pintu ini terbuka.

” Banyak dampak yang dirasakan, termasuk anak-anak kita banyak juga di Malaysia, dari warga Indonesia di kebun sawit yang memang tidak mendapat pelayanan pendidikan, bahkan ada secara administrasi penduduk mereka tidak punya identitas, memang kedepan menjadi persoalan kami terus melakukan koordinasi terkait dengan masalah ini kedepan”, ucapnya.

Pada kesempatan ini Hermanus juga menyampaikan pesan kepada para orang tua untuk dapat menjauhi dan menghindari narkoba . “saya mendapatkan data dari BNN di pulau ini terkait dengan narkoba, bahkan ada dari anak SD dan SMP. Ini menjadi fenomena permasalahan, mari kita jaga anak anak kita jangan sampai mereka masuk dalam masalah narkoba”, harap Wabup Hermanus.

Dalam sambutannya Anggota DPR RI Deddy Sitorus mengatakan program pendidikan gratis dan kesehatan gratis itu merupakan mimpi dari partai PDI Perjuangan dari jaman Bung Karno. Dulu Bung Karno sering turun ke kampung-kampung mengajari anak-anak menulis dan membaca.

Ketika tahun 2014, lanjut Deddy menjelaskan PDI Perjuangan memenangkan Pemilu, Pemerintah mengeluarkan program yang namanya Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat dan seterusnya yang dijadikan program pemerintah yang berkelanjutan dan kali ini diteruskan oleh pemerintahan Presiden Prabowo.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, menurut Deddy kalau tahun-tahun sebelumnya di Kalimantan Utara bisa diperjuangkan 8.000 sampai 10.000 PIP, tahun ini karena anggarannya diturunkan maka makin sedikit lagi.

“Saya berpesan kepada wali murid penerima bantuan, agar beasiswa ini benar-benar dipergunakan untuk pendidikan anak dan jangan sekali – kali digunakan untuk kebutuhan lain”, pesannya.

Deddy juga mengatakan beasiswa ini adalah hak anak. Karena pendidikan adalah modal paling utama bagi sebuah bangsa untuk mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing.

“Untuk tahap pertama ini kita akan menyerahkan beasiswa kepada siswa sebanyak 263 penerima dengan rincian 164 siswa SD, 51 siswa SMP dan 48 siswa SMA. Adapun besaran beasiswa adalah untuk siswa SD hingga Rp.450.000,-, untuk siswa SMP sebesar Rp.750 .000,- dan untuk siswa SMA sebesar Rp.1.800.000,-

Lanjut dikatakan Program Indonesia Pintar (PIP) adalah inisiatif pemerintah untuk memberikan bantuan pendidikan bagi siswa yang kurang mampu di seluruh Indonesia. Penyerahan beasiswa PIP di SD Fransisco Yasinta Nunukan menjadi momen penting, menunjukkan komitmen pemerintah dan perwakilan daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Dengan penyerahan beasiswa PIP ini akan memberikan dukungan finansial kepada siswa dan orang tua, yang dapat meringankan beban biaya pendidikan. Dengan adanya beasiswa ini, akan ada peningkatan akses pendidikan bagi siswa yang kurang mampu, sehingga dapat meningkatkan angka partisipasi pendidikan di Kabupaten Nunukan.

Dengan melibatkan 2 Bank (BRI dan BNI) untuk pencairan, siswa penerima dapat lebih mudah mengakses dana beasiswa. Hal ini menjadi langkah positif dalam memperlancar proses administratif, namun perlu diwaspadai adanya potensi kendala dalam pencairan, seperti informasi yang kurang jelas kepada para penerima.

Dari sambutan Kepala Dinas Pendidikan Achmad mwnyapaikan bahwa Ir Deddy Sitorus merupakan sosok yang tanpa kenal lelah selalu memperjuangkan aspirasi masyarakat Kalimantan Utara khususnya pendidikan di Kabupaten Nunukan.

Menurut Akhmad, salah satu yang diperjuangkannya adalah beasiswa Program Indonesia Pintar atau PIP yang sebentar lagi akan diserahkan secara simbolis.

“Kami berharap agar bea siswa ini benar – benar dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan anak agar yang telah diperjuangkan oleh Bapak Deddy Sitorus tidak sia – sia”, harap Akhmad menyampaikan.

(PROKOMPIM)

POLRES NUNUKAN, POLSEK NUNUKAN DAN POLSEK KSKP GELAR PEMBAGIAN DAN PEMASANGAN BENDERA MERAH PUTIH SAMBUT HUT RI KE-80

NUNUKAN — Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polres Nunukan bersama jajaran Polsek melaksanakan kegiatan pembagian dan pemasangan Bendera Merah Putih di wilayah hukum masing-masing, Kamis (14/08/2025).

Di depan Mako Polsek Nunukan, kegiatan dipimpin langsung Kapolres Nunukan AKBP Bonifasius Rumbewas, S.I.K bersama Pejabat Utama Polres Nunukan. Sebanyak 100 Bendera Merah Putih dibagikan dan dipasang kepada pengendara roda dua yang melintas serta pada motor dinas personel Polsek Nunukan.

Kegiatan ini tidak hanya memeriahkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ajakan kepada masyarakat untuk menumbuhkan rasa persatuan, persaudaraan, dan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta mendukung gerakan nasional “Merah Putih Berkibar di Seluruh Nusantara” menuju Indonesia Emas.

Sementara itu, di wilayah hukum Polsek Kawasan Pelabuhan (KSKP) Tunon Taka Nunukan, kegiatan serupa dilaksanakan oleh personel yang dipimpin Kapolsek KSKP IPTU Andre Azmi Azhari, S.Tr.K., M.H. Sebanyak 15 Bendera Merah Putih dibagikan dan dipasang di pemukiman warga RT.18, Kelurahan Nunukan Timur.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat sambutan positif dari warga setempat. Selain memperkuat semangat kebangsaan, pembagian dan pemasangan bendera ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa nasionalisme dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah RI dalam menuju Indonesia Emas.

Melalui kegiatan ini, jajaran Polres Nunukan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengibarkan Bendera Merah Putih di seluruh penjuru wilayah, sebagai simbol persatuan dan kebanggaan bangsa Indonesia. (*)

Robby Ajak Siswa Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kepemimpinan

TANJUNG SELOR – Staf Ahli Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan Setdaprov Kaltara, Robby Yuridi Hatman, S.Sos., membuka kegiatan “Workshop Jurnalistik dan Materi Kepemimpinan Bagi Siswa-Siswi SMA/SMK/MAN Se-Kabupaten Bulungan”.

Mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, Robby menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltara dan PT Warta Borneo Kaltara dalam menyelenggarakan kegiatan Workshop yang digelar di Hotel Luminor, Rabu (13/8).

“Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk membekali generasi muda kita dengan keterampilan dan wawasan yang sangat dibutuhkan di era digital seperti saat ini,” kata Robby.

Dengan mengangkat tema “Membangun Generasi Melek Informasi dan Cakap Media”, Robby menjelaskan di tengah arus informasi yang mengalir deras, serta setiap detik jutaan data informasi hadir melalui media cetak, elektronik, dan digital.

Menurutnya, dalam upaya menghadapi kencangnya arus data informasi ini, ada dua kemampuan yang menjadi kunci utama dalam situasi tersebut yaitu melek informasi dan kecakapan media.

“Bagi para pelajar, keterampilan jurnalistik bukan hanya tentang menulis berita, tetapi juga bagian penting dari literasi digital,” ucapnya

“Namun kecakapan juga sangat penting untuk menangkal hoaks, menghindari polarisasi, dan membentuk generasi muda yang kritis namun tetap santun,” sambung Robby.

Sebutnya melalui kegiatan workshop ini para siswa tidak hanya belajar teknik penulisan berita dan pengelolaan media, tetapi juga memahami cara kerja media, bagaimana isu-isu lokal maupun nasional dibingkai.

Selain itu kegiatan ini akan menjadi bagian dari solusi yang dituangkan melalui konten yang positif, edukatif, dan membangun wawasan pemahaman akan informasi yang beredar.

Staf Ahli Gubernur, Robbyy ini menerangkan keterkaitan antara keterampilan jurnalistik dan pembentukan karakter kepemimpinan, dan di era digital saat ini definisi kepemimpinan telah bergeser.

Ia mengungkapkan kepemimpinan kini adalah tentang pengaruh, tentang keberanian menyuarakan gagasan melalui tulisan, gambar, atau video yang bertanggung jawab.
“Dalam konteks ini, literasi media dan keterampilan jurnalistik bukan sekadar pelengkap, tetapi modal utama untuk membentuk kepemimpinan siswa yang tangguh, cerdas, dan peka terhadap isu-isu di sekitarnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Robby berharap kegiatan workshop ini akan dapat mencetak para jurnalis-jurnalis muda di Kaltara yang cakap, jujur, berintegritas, dan memiliki semangat membangun daerah.

Terakhir, dia berpesan kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, dan para siswa bisa memanfaatkan momen ini untuk mengasah kemampuan, memperluas wawasan, serta membangun jejaring.

“Jadikan bekal ini untuk berkarya lebih jauh, baik di dalam maupun di luar sekolah,” ujar Robby.

“Selamat mengikuti workshop ini. Seraplah ilmu sebanyak-banyaknya, kembangkan kreativitas, dan jadilah generasi yang melek informasi, cakap media, dan siap memimpin masa depan Kaltara,” pungkasnya.

(dkisp)

Munas Aspeksindo Ke-3, Gubernur Tekankan Pengelolaan Hasil Laut Untuk Kesejahteraan Rakyat

JAKARTA – Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum menghadiri acara pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-3 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) 2025 di Ballroom Birawa Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (12/8) malam.

“Selamat ulang tahun yang ke 8 untuk Aspeksindo. Semoga di usia yang semakin matang ini, Aspeksindo dapat terus berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah kepulauan dan pesisir di seluruh Indonesia,” buka Gubernur Zainal.

Sebagai Dewan Pembina Aspeksindo, Gubernur Zainal menyampaikan agenda utama kegiatan ini yaitu Pemilihan Ketua Umum Aspeksindo periode 2025-2029, dengan tema acara “Asta Cita Presiden Prabowo & Wapres Gibran dan Pembangunan Blue Economy”.

Dalam arahannya, Gubernur Zainal menjelaskan Aspeksindo hadir sebagai wadah strategis guna menyatukan visi dan langkah pemerintah daerah kepulauan dan pesisir dalam mengelola potensi kekayaan maritim di Indonesia.

Tambahnya, Aspeksindo juga tidak hanya berfokus pada pembangunan di daratan namun bisa melalui daerah pesisir, laut hingga kepulauan.

“Inilah semangat yang melandasi pembentukan Aspeksindo, yaitu mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang tangguh, makmur, dan berdaulat,” jelasnya.

Sebagai organisasi yang memperjuangkan daerah pesisir dan kepulauan, Gubernur Zainal berharap Aspeksindo tidak hanya berbicara tentang potensi sumber daya, tetapi juga masa depan bangsa.

Dia menegaskan bahwa laut merupakan penghubung, bukanlah sebagai pemisah akan tetapi laut adalah sumber kehidupan.

“Kita semuanya memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan bahwa kekayaan laut Indonesia dikelola secara berkelanjutan dan memberi kesejahteraan bagi rakyatnya,” tutupnya.

Dalam Munas ini Bupati Mempawah Hj. Erlina, S.H., M.H, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Aspeksindo periode 2025-2029, menggantikan Walikota Samarinda Dr. H. Andi Harun, S.T., S.H., M.Si., yang telah menjabat Ketua Umum Aspeksindo periode sebelumnya.

(dkisp)

Gubernur Lakukan Groudnbreaking Pembangunan Anjungan Kaltara di TMII

JAKARTA – Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum bersama Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, S.E., M.Si secara resmi melakukan prosesi Peletakan Batu Pertama (Groundbreaking) Pembangunan Anjungan Kaltara, di TMMI, Jakarta Timur, Selasa (12/8).

Dalam nuansa hangat dan penuh kebanggaan, Gubernur Zainal menyampaikan bahwa setelah melalui proses panjang, akhirnya dilaksanakan peletakan batu pertama Anjungan Kaltara yang kelak berdiri ini akan menjadi simbol identitas Bumi Benuanta di TMII.

“Anjungan ini juga akan menjadi ruang terbuka publik yang memperkenalkan dan mempromosikan beragam warisan budaya serta produk unggulan daerah kepada masyarakat luas yang hadir di TMII ini,” kata Gubernur Zainal.

Gubernur Zainal menjelaskan Anjungan Kaltara atau Rumah Besar Kebudayaan Kaltara akan menjadi media presentasi budaya yang mencerminkan kekayaan adat istiadat, tradisi serta potensi ekonomi kreatif dari seluruh kabupaten / kota di provinsi Kaltara.

Dia mengharapkan pada Anjungan Provinsi Kaltara nantinya akan menjadi wadah berbagai kegiatan seperti ajang pertunjukan seni budaya, pameran kerajinan tangan, hingga promosi produk khas daerah yang mencerminkan identitas Kaltara.

“Saya mengajak seluruh jajaran pemda, khususnya dinas yang membidangi urusan pariwisata, kebudayaan serta koperasi UMKM, agar dapat secara aktif mendukung pengelolaan dan pengisian kegiatan di anjungan ini nantinya,” ucapnya.

Selanjutnya, Gubernur Zainal mengimbau pelaksana dan pengawas pembangunan anjungan kebanggaan provinsi Kaltara ini agar memperhatikan kualitas bangunan, serta melibatkan pihak TMII dalam memperhatikan jalannya pembangunan agar selesai tepat waktu.

Orang nomor satu di Kaltara ini menuturkan masih banyak lahan area yang cukup luas tapi sudah dibangun, kendati demikian ia tetap bersyukur Kaltara sebagai provinsi muda sudah bisa membangun di TMII.

“Kami provinsi yang baru terbentuk 13 tahun lalu, tetapi alhamdulillah kita bisa membangun di TMII ini. Terima kasih kepada seluruh manajemen TMII yang memberikan ruang di sini dan yang kita bangun ini adalah bangunan Bulungan,” ucap Gubernur Zainal.

Lebih jauh ia menuturkan provinsi Kaltara memiliki 3 suku asli yaitu Suku Bulungan, Suku Tidung, dan Suku Dayak, diharapkan akan ada dukungan dari berbagai elemen agar kedepan dapat membangun bangunan Tidung dan Dayak.

“Mudah-mudahan ada kebaikan hati dari manajemen TMII kami bisa membangun lagi rumah Dayak dan rumah Tidung, walaupun hanya kecil tetapi sudah mempresentasikan suku yang ada di Kaltara,” ujarnya.

Sementara itu Raja Muda Kesultanan Bulungan, H. Datu Dissan Hasanuddin Maulana turut memberikan apresiasi semua pihak dalam mendukung pembangunan Anjungan Kaltara, yang juga menjadi satu – satunya bangunan berasal dari Kaltara di TMMI.

“Kami sangat berterima kasih kepada Gubernur dan yang memperjuangkan ini sehingga terwujudlah jati diri dari Kalimantan Utara,” kata Datu Dissan.

Turut hadir diantaranya, Pj. Sekprov Kaltara Dr. Bustan, S.E., M.Si., Asisten Bidang Administrasi Umum Pollymaart Sijabat, S.KM., M.AP, Ketua DPRD Kaltara H. Achmad Djufrie, SE., MM., Dirut TMII Ratri Paramita, Ketua Forum Komunikasi Penghubung Pemerintah Provinsi Se-Indonesia, Hendry Donald Izaac, Ketua Forum Komunikasi Anjungan Daerah Natalia Eni Pudjiastuti, kepala OPD di lingkup Pemprov Kaltara serta unsur Forkopimda Kaltara.

(dkisp)