Cegah Konflik Meluas, Kapolsek Penrang dan Resmob Polres Wajo Amankan Pria Bersenjata Tajam

WAJO – Polisi mengamankan seorang pria yang diduga preman karena membawa senjata tajam saat terjadi ketegangan akibat sengketa lahan persawahan di Desa Lawesso, Kecamatan Penrang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Pria tersebut diamankan untuk mencegah terjadinya bentrokan antarwarga.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 14.30 Wita di Dusun Sakkaleng. Pria yang diamankan diketahui berasal dari Kecamatan Majauleng dan kedapatan membawa sebilah badik saat berada di lokasi sawah.

Kapolsek Penrang IPTU Zainal Abidin AB Saro, S.Sos mengatakan, pengamanan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan adanya ketegangan di lokasi sengketa lahan.

“Anggota kami bersama tim Resmob Polres Wajo turun ke lokasi untuk menghentikan aktivitas panen karena berpotensi memicu konflik. Saat itu, salah satu pria tidak terima dan berupaya mengeluarkan senjata tajam,” ujar Zainal Abidin kepada wartawan, Sabtu (17/1).

Zainal menjelaskan, sengketa sawah tersebut melibatkan H Bakri dan Andi Yayang. H Bakri sebelumnya menggadai sebidang sawah di Desa Lawesso dengan nilai sekitar Rp150 juta dan telah menguasai lahan itu selama kurang lebih 10 tahun.

“Pemilik sawah berniat menebus kembali lahan tersebut, namun terjadi penolakan sehingga memicu konflik. Kedua belah pihak sempat sama-sama menggarap sawah dan saling mengklaim hasil tanam,” jelasnya.

Situasi memanas ketika H Bakri mendatangkan mesin pemotong padi serta sejumlah orang dari luar Kecamatan Penrang untuk melakukan panen. Polisi yang berada di lokasi kemudian menghentikan kegiatan tersebut demi menjaga situasi tetap kondusif.

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pria yang membawa badik langsung kami amankan ke Mapolsek Penrang,” tegasnya.

Polisi juga melakukan pendekatan persuasif kepada kedua belah pihak agar tidak melakukan tindakan anarkis. Hingga saat ini, situasi di Desa Lawesso dilaporkan aman dan terkendali.

“Sengketa lahannya masih kami tangani dan akan diselesaikan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” pungkas Zainal.

(KASI HUMAS POLRES WAJO)

Gubernur Resmikan Asrama Mahasiswa Kaltara di Sumbawa

SUMBAWA – Kebahagiaan terlihat dari raut wajah semua yang hadir ketika Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum meresmikan Gedung Asrama Putra dan Putri Kaltara di Desa Nijang, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada Sabtu (17/1) pagi.

Hadir dalam acara ini, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot M.P beserta istri, Ketua dan Wakil Ketua I serta anggota DPRD Kaltara, Sekprov Kaltara, Kepala DPUPR Perkim Kaltara, Kepala DESDM Kaltara, Bupati Bulungan dan Nunukan serta Rektor Universitas Teknologi Sumbawa (UTS).

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dalam mendukung peningkatan sumber daya manusia (SDM) khususnya generasi muda Kaltara yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah.

“Asrama ini diharapkan menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman sekaligus menjadi ruang pembinaan karakter, penguatan jati diri serta pengembangan potensi mahasiswa,” kata Gubernur Zainal.

Ia menuturkan gedung asrama Kaltara yang dibangun sejak tahun 2024 lalu ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat bernaung, tetapi sebagai rumah kebersamaan, tempat bertemunya semangat persatuan, kebhinekaan dan nilai-nilai budaya Kaltara.

Zainal menitipkan pesan bagi ratusan mahasiswa/mahasiswi Kaltara yang sedang menempuh studi di Sumbawa agar memanfaatkan fasilitas asrama ini dengan sebaik-baiknya serta terus menjaga nama baik Kaltara di perantauan.

“Jaga nama baik Kalimantan Utara, jaga nama baik keluarga. Kalian datang ke sini datang untuk belajar. Jangan sampai melakukan hal-hal yang melanggar hukum dan adat yang berlaku,” ucap Zainal.

Tak lupa Gubernur 2 periode ini menyampaikan ucapan terima kasih bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Universitas Teknologi Sumbawa yang telah menerima mahasiswa asal Kaltara dan mendukung pembangunan asrama Kaltara ini.

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian serta pemotongan pita oleh Gubernur Kaltara, setelah itu bersama Bupati Sumbawa berkeliling meninjau fasilitas gedung asrama putri yang dibangun di lahan seluas 2.317 meter persegi.

Gedung asrama ini terdiri dari 3 lantai dilengkapi dengan 28 kamar yang masing-masing mampu menampung 4 orang dan sudah dilengkapi mebelair, ruang tamu, dapur dan ruang makan serta ruang aula.

Pembiayaannya sendiri bersumber dari APBD Kaltara 2024 dengan total anggaran Rp15 miliar lebih dan rampung pada akhir 2025 lalu.

(dkisp)

Jalin Silaturahmi, Gubernur Pimpin Laga Persahabatan Bulungan Legend vs Sumbawa Legend

SUMBAWA – Dalam rangka mempererat silaturahmi semangat kebersamaan, dua provinsi pemerintah daerah menggelar laga persahabatan mini soccer antara Bulungan Legend berhadapan Sumbawa Legend di Pesona Mini Soccer, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (17/1) malam.

Tim Bulungan Legend diperkuat oleh Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A Paliwang S.H., M.Hum, Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd,. M.Si dan Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, S.E., sedangkan di tim Sumbawa Legend dikomando langsung oleh Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot M.P beserta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Sempat tertinggal 2-1 di babak pertama, tim Bulungan Legend kembali mengejar dengan bermain apik di babak kedua hingga unggul 5-3. Gubernur Kaltara sendiri berhasil menyarangkan 2 gol ke gawang Sumbawa Legend.

Gubernur Zainal pada jeda antar babak sempat menyampaikan rasa terima kasih atas waktu yang diberikan oleh Bupati Sumbawa beserta jajaran dalam menyambut dan bertanding bersama.

“Kami datang ini tujuannya untuk bersilaturahmi, bukan untuk menang. Lewat pertandingan ini dapat silaturahmi juga dapat sehat antara kedua pemerintah daerah,” kata Zainal.

Di momen ini, Gubernur juga membawa Ketua Umum Komisi Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Dr. Ir. Yan Mulia Abidin menyaksikan langsung laga persahabatan ini.

Usai laga persahabatan dilakukan penyerahan cendera mata antar kedua pemerintah daerah dan ditutup dengan sesi foto bersama.

(dkisp)

Dari Tilawah ke Akhlak, MTQ XVII Nunukan Selatan Ditutup dengan Pesan Kuat Bupati

NUNUKAN – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-XVII tingkat Kecamatan Nunukan Selatan yang digelar di Mamolo, Gedung Badminton H. Muhammad Harisa, Kelurahan Tanjung Harapan, Minggu (11/01/2026).

Penutupan MTQ tersebut dihadiri langsung oleh H. Irwan Sabri, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan generasi Qurani di Kabupaten Nunukan.

MTQ Ke-XVII ini mengusung tema “Dengan Cahaya Al-Qur’an Wujudkan Generasi Alpha yang Mandiri dan Berakhlak Mulia melalui Penanaman Nilai-Nilai Al-Qur’an”. Tema tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini guna membentuk karakter generasi muda yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan Sabri menyampaikan rasa syukur, bahagia, serta apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya MTQ XVII tingkat Kecamatan Nunukan Selatan dengan lancar dan sukses.

Menurutnya, MTQ merupakan sarana strategis untuk memacu pengembangan kemampuan tilawah, hafalan, serta pemahaman kandungan Al-Qur’an, sekaligus melahirkan generasi Qurani yang mampu menjawab tantangan zaman.

“MTQ ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam. Oleh karena itu, diperlukan perhatian dan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat agar kegiatan ini memberikan dampak nyata dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” ujar Bupati.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar terus mengembangkan minat dan bakat dalam mempelajari Al-Qur’an, sehingga mampu menjadi insan yang unggul, profesional, religius, berakhlakul karimah, serta dapat mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Nunukan turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan MTQ, khususnya Dewan Hakim, para juri, official, serta seluruh kafilah yang telah memberikan dukungan, baik tenaga, pikiran, waktu, maupun materi.

Di akhir sambutannya, Bupati mengucapkan selamat kepada para Qori dan Qoriah yang berhasil meraih prestasi terbaik di masing-masing cabang lomba. Sementara bagi peserta yang belum berhasil, ia berharap agar terus berlatih dan meningkatkan kemampuan untuk meraih prestasi yang lebih baik pada MTQ di masa mendatang.

(PROKOMPIM)

Job Fair Kaltara, Strategi Konkret Serap Tenaga Kerja Lokal Kaltara

TANJUNG SELOR – Komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) dalam menekan angka pengangguran termasuk dalam penyerapan tenaga kerja lokal dibuktikan melalui pelaksanaan Job Fair Kaltara 2025.

Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltara H. Asnawi, S.Sos., M.Si mengatakan kegiatan Job Fair Kaltara 2025 tahun lalu tidak hanya sebagai seremoni, akan tetapi dirancang sebagai sarana penyerapan tenaga kerja lokal di Kaltara yang konkret dan inklusif, Selasa (13/1).

Asnawi menuturkan acara digelar dari tanggal 20-21 November tahun 2025 lalu di Gedung Wanita, menghadirkan 787 lowongan kerja dari 28 perusahaan se-Kaltara, serta membuka ruang langsung bagi walk-in interview antara pencari kerja dan perusahaan.

“Kami pastikan ini bukan agenda formalitas. Proses rekrutmen ini dipantau langsung mulai dari pendaftaran hingga verifikasi AK1,” kata Asnawi.

Asnawi juga mencatat, dalam Job Fair Kaltara 2025 cukup banyak pelamar yang antusias bahkan datang langsung menanyakan ke pihak perusahaan-perusahaan yang membuka stand Job Fair.

“Pencari kerja lokal Kaltara yang tercatat sebanyak 352 orang, mereka langsung datang ke Job Fair,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Disnakertrans Kaltara tercatat 352 pencari kerja yang datang langsung ke arena Job Fair Kaltara 2025 untuk mendaftar sebagai calon pekerja.

Selain itu ada juga yang mendaftar secara online kepada perusahaan yang ikut membuka peluang kerja dan ini masih belum memenuhi dari 787 lowongan kerja yang dibuka.

Ia menilai data lapangan tersebut menegaskan potensi penyerapan tenaga kerja lokal di Kaltara cukup besar, bahkan perusahaan-perusahaan membutuhkan sangat banyak pekerja lokal Kaltara.

“Kami menyampaikan apresiasi ke perusahaan-perusahaan yang membuka peluang kerja di Kaltara,” ucapnya.

Lebih jauh Asnawi menyatakan ke depan, Pemprov Kaltara melalui Disnakertrans Kaltara akan terus menggelar Job Fair dengan melibatkan lebih banyak perusahaan-perusahaan yang ada di Bumi Benuanta.

“Kami tidak ingin warga Kaltara hanya menjadi penonton. Kami ingin mereka menjadi pelaku dan penggerak ekonomi di daerah,” pungkasnya.

(dkisp)