PT. Pertamina EP Tarakan Field Dukung Pengolahan Limbah Plastik Di Nunukan Selatan

Nunukan – Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan melihat kesungguhan masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian alam, PT. Pertamina PEP Tarakan Field memberikan dukungan atas keberadaan Bank Sampah Karya Bersama di Kelurahan Tanjung Harapan, Nunukan Selatan, Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara),

Hal itu dibuktikan dengan pendampingan program pemberdayaan masyarakat bernama Aliansi Kerja Bebas Sampah (Akar Basah). Untuk mendukung upaya tersebut PEP Tarakan Field memfasilitasi pengadaan mesin cetak pelampung rumput laut ramah lingkungan kepada pengelola limbah plastik tersebut.

Pertamina berharap, mesin itu nantinya dapat menjadi bagian dari upaya Bank Sampah untuk mendaur ulang limbah plastik jenis jenis HDPE (High Density Polyethylene) agar dapat bermanfaat kembali.

“Ini adalah konsistensi atas komitmen dari kepedulian terhadap sosial dan lingkungan di area operasi atau wilayah kerja Pertamina PEP Tarakan Field ,” tutur Community Involvement Development Officer Pertamina EP Tarakan Field PEP Tarakan Field, Nida Khoirun Nissa kepada awak media di Tanjung Harapan, Nunukan, Selasa (21/6).

Dari sisi sosial, ungkap Nida, diharapkan mesin pencetak pelampung rumput laut ramah lingkungan tersebut nantinya dapat menjadi penggerak agar Bank Sampah Karya Bersama semakin berkembang.

“Kita harap apa yang telah kita berikan dapat menjadi penggerak kemandirian masyarakat di Tanjung Harapan dan umumnya masyarakat Nunukan dalam memberdayakan sampah plastik. Sehingga dari hal itu nantinya bukan hanya akan berdampak positif pada lingkungan namun juga akan bermanfaat secara ekonomi untuk masyarakat,” tandas Nida.

Sementara itu, Lurah Tanjung Harapan, Andi Maskur Musa mengaku dukungan dari Pertamina tersebut sangat berguna bagi keberlangsungan upaya masyarakat dalam memberdayakan limbah plastik berupa Bank Sampah Karya Bersama.

Andi menilai, keberadaan mesin pencetak pelampung rumput laut ramah lingkungan tersebut akan semakin menguatkan upaya masyarakat dalam mewujudkan konsep 3 E (Edukasi, Ekonomi dan Ekologi)

“Kami sangat berterimakasih kepada PT. Pertamina EP Tarakan Field atas dukunganya berupa mesin pendaur ulang sampah plastik ini. Dimana dalam proses pemgolahan limbah plastik oleh Bank Sampah Karya Bersama, kami menerapkan program 3 E. Dan itu sangat terbantu dengan adanya mesin tersebut,” katanya.

Pewarta : EDY S

PT. Pertamina PEP Tarakan Field Dukung Bank Sampah Karya Bersama Mendaur Ulang Limbah Plastik

Nunukan – Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan melihat kesungguhan masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian alam,  PT. Pertamina PEP Tarakan Field memberikan dukungan atas keberadaan Bank Sampah Karya Bersama di Kelurahan Tanjung Harapan, Nunukan Selatan, Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), 

Hal itu dibuktikan dengan pendampingan program pemberdayaan masyarakat bernama Aliansi Kerja Bebas Sampah (Akar Basah). Untuk mendukung upaya tersebut PEP Tarakan Field memfasilitasi pengadaan mesin cetak pelampung rumput laut ramah lingkungan kepada pengelola limbah plastik tersebut. 

Pertamina berharap, mesin itu nantinya dapat menjadi bagian dari upaya Bank Sampah untuk mendaur ulang limbah plastik jenis  jenis HDPE (High Density Polyethylene) agar dapat bermanfaat kembali.

Community Involvement Development Officer Pertamina EP Tarakan Field PEP Tarakan Field, Nida Khoirun Nissa. Foto Eddy Santry

“Ini adalah konsistensi atas komitmen dari kepedulian terhadap sosial dan lingkungan di area operasi atau wilayah kerja Pertamina PEP Tarakan Field ,” tutur Community Involvement Development Officer Pertamina EP Tarakan Field PEP Tarakan Field, Nida Khoirun Nissa kepada awak media di Tanjung Harapan, Nunukan, Selasa (22/6).

Dari sisi sosial, ungkap Nida, diharapkan mesin pencetak pelampung rumput laut ramah lingkungan tersebut nantinya dapat menjadi penggerak agar Bank Sampah Karya Bersama semakin berkembang.

“Kita harap apa yang telah kita berikan dapat menjadi penggerak kemandirian masyarakat di Tanjung Harapan dan umumnya masyarakat Nunukan dalam memberdayakan sampah plastik. Sehingga dari hal itu nantinya bukan hanya akan berdampak positif pada lingkungan namun juga akan bermanfaat secara ekonomi untuk masyarakat,” tandas Nida.

Suasana pengolahan limbah plastik oleh Bank Sampah Karya Bersama,

Sementara itu, Lurah Tanjung Harapan, Andi Maskur mengaku dukungan dari Pertamina tersebut sangat berguna bagi keberlangsungan upaya masyarakat dalam memberdayakan limbah plastik berupa Bank Sampah Karya Bersama.

Andi menilai, keberadaan mesin pencetak pelampung rumput laut ramah lingkungan tersebut akan semakin menguatkan upaya masyarakat dalam mewujudkan konsep 3 E (Edukasi, Ekonomi dan Ekologi)

“Kami sangat berterimakasih kepada PT. Pertamina EP Tarakan Field atas dukunganya berupa mesin pendaur ulang sampah plastik ini. Dimana dalam proses pemgolahan limbah plastik oleh Bank Sampah Karya Bersama, kami menerapkan program 3 E. Dan itu sangat terbantu dengan adanya mesin tersebut,” katanya.

Pewarta: Eddy Santry

Ajak Warga Peduli Dan Saling Memiliki Dansatgas TMMD : Dari Kita Dan Untuk Kita

Nunukan – Dansatgas TMMD Letkol Czi Eko Pur Indriyanto, pagi tadi (22/06) meninjau langsung perkembangan pekerjaan sasaran TMMD ke 111 di Desa Binusan Dalam. Dalam pengecekannya kali ini Dansatgas mendatangi seluruh sasaran yang digarap, mulai dari Pembukaan badan jalan, Plat duiker, MCK, Penampungan air bersih dan Rehab rumah tidak layak huni.

Pada kesempatan itu pula, Dansatgas menyampaikan kepada para warga dan Ketua RT untuk menimbulkan rasa saling peduli dan saling memiliki. Yang dimaksud disini adalah peduli terhadap apa yang sudah dibangun bersama pada momentum TMMD ini.

“Dari kita bersama, untuk kita bersama. Saya berharap Pak RT dan warga sekalian tetap semangat dalam bekerja bersama personel Satgas lainnya. Nanti apabila semua sasaran sudah jadi, gunakan dan rawat sebaik mungkin”.

Ketua RT Sape mengatakan, bahwa semenjak TNI masuk di Desa kami khususnya di RT 11 kami sudah sangat bersyukur sekali apalagi membangun desa kami hingga seperti sekarang ini.

Momen ini akan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh warga RT 11, dengan dibukanya akses jalan menurut Sappe tentu akan merubah arah perekonomian jauh lebih baik lagi dari sebelumnya.

(Pendim 0911/Nunukan)

Bank Sampah Di Nunukan Selatan Tuai Apresiasi Dari Aktivis Lingkungan Hidup

Foto Bank Sampah Karya Bersama di Kelurahan Tanjung Harapan, Nunukan Selatan

Nunukan – Ribuan botol air minum dan sampah plastik lainya nampak mengapung di sepanjang pantai Mamolo, Tanjung Harapan, Nunukan, Kalimantan Utara. Tak hanya mengganggu jalanya pengguna akes transportasi, limbah tersebut juaga berdampak buruk untuk ekosistem dan biota laut.

Menyadari hal itu, masyarakat Kelurahan Tanjung Harapan berupaya menciptakan solusi dengan berinovasi mendirikan pengolahan atau daur ulang dari limbah tersebut. Diharapkan keberadaan pengolahan sampah plastik dengan nama Bank Sampah Karya Bersama ini dapat menciptakan beberapa manfaat

“Yang pertama, saat ini Indonesia adalah penyumbang sampah plastik terbanyak di dunia setelah China. Ini tentu sebuah keprihatinan. Nah, untuk itu kita perlu bertindak dan paling tepat dimulai dari lingkungan kita sendiri,” tutur Habir, Ketua Bank Sampah Karya Bersama, Selasa (21/6).

Foto Ketua Bank Sampah Karya Bersama

Selanjutnya, ungkap Habir, mayoritas masyarakat di Kecamatan Nunukan Selatan saat ini menggantungkan hidup sebagai nelayan dan petani rumput laut. Dengan adanya limbah sampah plastik tersebut sudah pasti akan berpengaruh terhadap hasil panen dan tangkapan mereka.

“Limbah plastik tersebut membuat rumput laut tidak subur dan biota laut berkurang. Ini tentu berpengaruh terhadap perekonomian warga,”jelasnya.

Adapun  Bank Sampah sendiri dalam operasinya, menurut Habir, akan mengolah limbah plastik tersebut menjadi cacahan berupa serpihan yang akan dijual ke beberapa konsumen seperti Bekasi dan Surabaya.

Foto cacahan hasil limbah plastik

Gayung pun bersambut, karena Pertamina FEP Tarakan Field mendukung berdirinya Bank Sampah tersebut. Dengan memberikan mesin cetak pelampung rumput laut ramah lingkungan

Sedangkan untuk sampah plastik jenis HDPE (High Density Polyethylene) akan diolah di Bank Sampah sendiri menjadi Pelampung Rumput Laut ramah lingkungan.

Sementara aktivis lingkungan hidup, Niko Ruru   menilai upaya warga Kelurahan Tanjung Harapan tersebut adalah terobosan yang layak didukung semua pihak.Pasalnya plastik adalah bahan yang tidak dapat membusuk. Sehingga upaya dalam pengelolaan limbah plastik adalah salah satu bentuk dari menjaga keseimbangan alam.

Menurut Niko, plastik yang mulai digunakan sekitar 50 tahun yang silam, kini telah menjadi barang yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Diperkirakan ada 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun. Ini berarti ada sekitar 1 juta kantong plastik per menit.

Selain racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing, plastik akan mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah.Lebih parah lagi limbah plastik akan menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah yang mampu meyuburkan tanah.

“Untuk itu keberadaan Bank Sampah di Kelurahan Tanjung Harapan, Nunukan Selatan tersebut sangat layak diapresiasi. Dan kita berharap akan ada pengelolaan sampah plastik serupa di wilayah lain,” pungkas Niko.

Pewarta : Eddy Santry

Inovasinya Tuai Apresiasi Dari Bupati Nunukan, Begini Jawaban Plt. Camat Lumbis Pansiangan

Nunukan – Pada rapat penyusunan RPJMD di ruang VIP lantai IV Kantor Bupati Nunukan yang berlangsung Senin (14/6), Asmin Laura Hafid mengapresiasi kinerja Camat Lumbis Pansiangan yang membangun wilayahnya dengan mengintervensi pemanfaatan dana desa (DD).

“Saya apresiasi kinerja Camat Lumbis Pansiangan. Dia mengintervensi penggunaan dana desa sehingga benar-benar tepat sasaran,” tutur Bupati Nunukan ini di hadapan pimpinan OPD dijajarannya.

Dalam sambutannya, dia meminta camat lain di Kabupaten Nunukan dapat meniru langkah yang ditempuh Camat Lumbis Pansiangan tersebut agar bisa membangun wilayahnya di tengah keterbatasan dana dari APBD.

Foto Plt. Camat Lumbis Pansiangan, Lumbis Pangkayung.

Menanggapi pujian dari Bupati Nunukan tersebut, Plt. Camat Lumbis Pansiangan, Lumbis Pangkayungon menilai dirinya belum pantas mendapatkan pujian karena yang ia lakukan semata –mata adalah pengabdian. Namun ia menyatakan bahwa apresiasi kepadanya akan dijadikan cambuk untuk lebih meningkatkan kinerjanya sebagai Abdi Negara.

“Sesungguhnya ini “cambuk” untuk kami untuk terus berusaha mejawab ekspektasi. Yang sangat berperan besar adalah pemerintah desa (Aparat desa dan BPD) se-Kecamatan Lumbis Pansiangan, semua elemen Masyarakat Lumbis Pansiangan, para sarjana dan intektual Lumbis Pansiangan dan pemuda yang selama ini berperan aktif bekerjasama bahu-membahu membangun desa di Lumbis Pansiangan,”tuturnya, Senin (20/6)

Lumbis menegaskan bahwa Pemerintah Kecamatan sebagai perpanjangan Bupati di wilayah Kecamatan hanya mencari ide mengkomunikasikannya dengan pemerintah desa dan masyarakat. Menurutnya, semuanya itu tidak akan jalan jika tanpa sinergitas dan kegotongroyongan.

“Dengan landasan persatuan demi kemajuan bersama perubahan itu kita mulai dan harus mulai dari diri kita dulu, lingkungan, desa dan kecamatan. Jadi selayaknya apresiasi ini juga untuk seluruh masyarakat Kec. Lumbis Pansiangan dan teman-teman pegawai Kecamatan Lumbis pansiangan yang solid saling memberikan pandangan dan masukan untuk kemajuan kita bersama,”

Lebih lanjut Lumbis menyatakan bahwa pujian dari Bupati Nunukan tersebut justru menjadi tantangan kepada pihaknya untuk lebih berinovasi lagi terutama dalam meminimalkan alokasi anggaran namun memaksimalkan pembangunan.

“Kami tidak boleh berpuas diri, kmi harus lebih giat lagi untuk mejawab ekspektasi. Tujuan kmai adalah membangun desa, menata perbatasan untuk melaksanan arahan Bupati demi kemajuan masyarakat perbatasan, kami ingin memberikan dasar pembangunan yang benar sesuai potensi lokal yang ada tidak perlu muluk-muluk, kami tidak selamanya menjadi pemimpin di Lumbis Pansiangan tetapi hanya memberikan dasar dan semangat membangun tinggal generasi berikutnya mengembangkannya,” tutupnya .

Pewarta; Eddy Santry